NovelToon NovelToon
Ksatria Naga Iblis Menjadi Pelayan

Ksatria Naga Iblis Menjadi Pelayan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Action / Supernatural / Barat
Popularitas:15.9k
Nilai: 5
Nama Author: ShenJun

Pemuda SMA yang memiliki hidupnya berubah menjadi penuh kejadian aksi, tragis dan erotis.

Di kelilingi pertarungan dari ras iblis serta pertarungan tahta dari para pemberontak. Serta gadis-gadis cantik dan kuat berada di sisinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ShenJun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 33 : Nona dan Butler

Setelah pertarungannya dengan Shalba, Touya saat itu berakhir sendirian di tengah jalan. Langit sore yang telah berganti pada malam hari menunjukan bahwa dia telah terlalu lama berada di tempat tersebut.

“Tch. Bertarung dan berpikir lama, ternyata lolos dariku. Sialan!” keluh Touya yang kesal pada dirinya sendiri

Musuh ada di depan matanya, tetapi Touya masih belum bisa mengalahkan atau menangkapnya. Bahkan dia membiarkan Shalba lolos begitu saja.

Namun, di tengah kekesalannya itu. Touya berpikir heran akan sesuatu. Kedatangan Shalba yang secara tiba-tiba ingin menyergapnya itu bukanlah sebuah kebetulan. Pasti ada hubungannya dengan identitas Touya sebagai pemegang Lethal Archaic Vritra, dan juga putra dari iblis revolusioner.

Terlebih lagi, Touya juga sudah mengalahkan Felicia yang menjadi salah satu anggota iblis pemberontak. Haru yang berada di sisinya, dan juga Alicia serta Reina yang mencari informasi tentang keberadaan para iblis pemberontak pasti terlibat olehnya.

Oleh karena itu, Touya menjadi panik dengan keadaan mereka semua. Mengabaikan luka yang dia dapat setelah bertarung dengan Shalba, Touya berlari sekuat tenaga untuk kembali ke ruang klub sulap.

“(Sial! Jangan bilang kalau para iblis itu datang dan menyergap nona juga! Aku harus cepat kembali sebelum terlambat!)”

Langkah kakinya bergerak sekuat dan secepat yang dia bisa.

Ketika Touya sampai di gedung klub sulap, dia segera masuk ke ruangan Reina biasa berada.

Brak…!!

“Nona!!” teriak Touya

Nafasnya terengah-engah dengan keringat yang bercucuran tiada henti. Melihat interior ruangan tersebut, ternyata harapannya masih terkabulkan. Dia melihat sang nona sedang berdiri di depan jendela dan menatap langit malam.

Hembusan angin sejuk yang masuk dan mengibaskan rambut peraknya yang indah. Serta sinar rembulan menyinari kulit seputih susu itu membuatnya semakin memikat. Rambutnya berkibas itu di rapihkan dengan di lipat di atas telinga ketika melihat Touya.

“Touya?” ucap Reina dengan menatapnya begitu heran

Sedangkan Touya menghembuskan nafas lega ketika melihat nonanya baik-baik saja.

“Haah… syukurlah tidak terjadi apa-apa pada nona,” gumam Touya

“Memangnya ada apa? Kenapa kau lelah-!”

Reina berjalan perlahan menghampiri Touya. Dan saat dia sadar, tubuhnya mengalami beberapa luka goresan. Terutama di bagian wajahnya yang tegores oleh tembakan peluru.

“Touya, kenapa kau terluka?! Apa yang kau lakukan?!” ucap Reina yang berubah terkejut seketika

“Ah, tadi aku hanya bertemu dengan seorang pengguna sihir. Dia datang dan menyergapku atas dendam Felicia. Iblis yang Haru dan aku lawan di gereja sebelumnya,” jelas Touya

“Apa?!” teriak Reina yang terkejut

Namun, di banding menanyakan situasi dan motif penyerangan itu. Reina lebih khawatir terhadap kondisi Touya.

“Kau sampai terluka seperti ini, astaga!” keluh Reina

“Hanya luka gores saja kok. Nona tidak perlu khawatir,” sahut Touya

“Kau ini ya-! Kemari!” balas Reina

Dia memegang tangan Touya dan menariknya untuk duduk di sofa. Dengan mengambil perlengkapan obat, Reina segera merawat lukanya.

“Jangan bergerak,” ucap Reina

“Ba… baiklah,” lirih Touya

Dengan kapas yang telah di berikan alkohol, Reina membersihkan luka goresan di wajah Touya.

“Uckh!” erang Touya yang merasakan perih dari sentuhan alkohol

“Ma-maaf! Apa terlalu keras?” tanya Reina dengan khawatir

“Ti-tidak apa kok. Hanya reaksi normal,” jawab Touya

Selagi Reina melanjutkannya, dia bertanya pada Touya.

“Hei, Touya. Orang yang menyerangmu, apa dia seorang iblis?” tanya Reina

“Aku juga tidak terlalu tahu. Sejak bertarung, dia tidak menunjukan sayap hitam atau putihnya. Namun, dia memiliki energi sihir dan dua pistol di tangannya. Kurasa, dia memang datang ingin menyergapku selagi sedang seorang diri,” jelas Touya

“Kau mengalahkannya?” sambung Reina

“Tidak, dia melarikan diri,” sahut Touya

Reina sedikit terkejut karena lawan bisa melarikan dari Touya yang memiliki Vritra yang membantunya. Dan belum sampai di sana, Touya melanjutkan ucapannya.

“Tetapi, sebelum dia berhasil melarikan diri. Dia sempat berteriak keras seperti memanggil bantuan. Dan setelah itu, muncul sebuah portal yang membantunya untuk melarikan diri,” ucap Touya

“Pantas saja,” sahut Reina sembari menarik mundur wajahnya

Dia terlihat seperti orang yang sudah mengira bahwa hal itu terjadi. Sedangkan Touya yang melihat ekspresinya saat itu sedikit bingung.

“Hm, ada apa nona?” tanya Touya

“Sudah kuduga. Tidak mungkin ada yang bisa melarikan diri dari butler hebatku ini seharusnya. Dan ternyata benar, dia di bantu oleh orang lain,” jelas Reina

Dia tersenyum tipis sembari menatap lembut ke arah Touya. Kedua mata mereka yang saling bertemu itu membuat detak jantung Touya menjadi berdebar-debar. Wajah cantik, bulu mata yang lentik serta bibir yang halus. Melihatnya tersenyum sembari memuTouyaya saat itu membuat Touya membuang muka demi menutupi raut malunya.

“A-ah, no-nona terlalu berlebihan!” sahut Touya sembari menggaruk belakang kepalanya

“Haha, benarkah?” ucap Reina dengan tawa kecilnya

Tak lama dari tawa kecilnya itu, Reina menatap lembut ke arah Touya yang sedang malu-malu. Dia mengangkat tangannya dan meraih pipinya yang terluka.

Sentuhan lembut tangannya sangat hangat. Usapan halus dari jari-jemarinya yang membelai pipi Touya membuatnya tertegun diam.

“No… nona?” gumam Touya

“Terima kasih,” ucap Reina

“Eh? U-untuk apa?” tanya Touya

“Kau berlari secepat mungkin kemari, karena khawatir aku dan yang lain akan di serang oleh para iblis pemberontak kan?” sambung Reina

“Iya. Tapi, nona tidak perlu ucapkan terima kasih juga. Lagipula, tugasku sebagai butler nona itu sudah di haruskan untuk melindungi tuannya,” jelas Touya

Di saat Touya menjelaskan ucapannya itu, kedua mata Reina terbuka lebar. Tatapan lembutnya itu memudar dan rautnya berubah seperti terkejut.

Ketika Touya melihat reaksinya itu, satu-satunya hal yang terlintas adalah kekhawatirannya.

“Nona? Ada apa?” tanya Touya

Dia tak menyadari apa makna dari kata-katanya itu. Reina hanya menunduk dan tak mengatakan apapun begitu lama. Touya yang mulai bingung pun tak tahu harus bagaimana.

Sampai saatnya, Reina mulai berbicara pelan lagi.

“Touya,”

“I…iya?”

“Apa… kekhawatiranmu itu hanya karena aku adalah nona yang kau layani?”

Touya tertegun diam. Pertanyaannya itu membuatnya terkejut, seolah ada sesuatu yang telah terjadi setelah dia mengatakannya. Reina berbicara seperti seseorang yang sedang ragu dengan dirinya sendiri.

Reina mengangkat wajahnya dan menatap Touya dengan lirihan mata yang sayu. Dia seperti menahan rasa sakit ataupun perasaan sedih di dalamnya.

“Hei, beritahu aku. Apa hanya karena hubungan nona dan pelayan, atau lebih?”

Begitu lama bagi Touya memikirkan jawabannya. Entah kenapa, mulut, otak dan hati berkata saling berbenturan. Tak ada satupun dari mereka yang setuju dan sepemikiran. Sehingga membuat dirinya kebingungan untuk menjawab apa.

Touya sangat peduli terhadap Reina. Itu tidak akan pernah bisa di bohongi dan juga berubah. Namun, yang ingin Reina ketahui adalah darimana rasa pedulinya itu muncul. Apakah itu hanya sebatas hubungan nona dan pelayan, atau lebih dari itu?

Sayangnya, Touya terlalu polos dan bahkan tak bisa mengetahui isi perasaannya sendiri. Yang dia pikirkan saat itu lebih dominan terhadap pikiran yang logis di dalam situasi yang ada.

“Kalau itu, tentu saja karena-!”

Saat Touya ingin menjawab, kata-kata terhenti ketika terdengar suara ketukan pintu dari luar ruangan tersebut.

Tok tok…!!

Keduanya terhenti dalam suasana hening. Perlahan-lahan, leher mereka bergerak sesuai arah suara ketukan itu berasal. Pintu yang terbuka jelas dan memperlihatkan sisi lorong di depannya, terdapat Alicia yang berdiri di depan sana.

“Maaf nona, apa aku menganggu?” ucap Alicia

1
jingga
jelek amat
Ruby Gloria
up thor
Luci Tremaria
Bentar, Bentar, ini harus dikoreksi nanti ya! danau nya jadi laut, terus yang seharusnya cahaya bulan jadi cahaya matahari
シカマル
hoho identitas nya mulai terungkap
シカマル
iri gua dia mah belajar bela diri udah bisa ngebentuk otot ke gitu lah gua olahraga sampe bengek juga masih kurus kurus aj
monkey133
ronin
DeadWood
nama mc nya salah keknya thor..
DeadWood: awkwkwkwk
total 3 replies
『~Tempest~』
orde baru fix ambil kata dari pelajaran PPKn:v
シカマル: satu server
total 1 replies
『~Tempest~』
ternyata ayahnya sama aja
pat_pat
😍
pat_pat
boomlike ❤️

mampir juga yuk ke karyaku Human's Adventure & Preman Cantik 🤗
update kak
☘︎𝐏$𝗥𝗔𝗬𝗔 𝗛𝗜𝗔𝗧♚⃝҉𓆊
next thor..,🤔🤔
☘︎𝐏$𝗥𝗔𝗬𝗔 𝗛𝗜𝗔𝗧♚⃝҉𓆊
hah? ceritanya makin menarik 🤔🤔
EIZI
Alur Cerita Highschool DXD
SEVEN DEADLY SAINS: gua suka
total 2 replies
☘︎𝐏$𝗥𝗔𝗬𝗔 𝗛𝗜𝗔𝗧♚⃝҉𓆊
anak durhalex lu Touya 🙄🙄🙄
☘︎𝐏$𝗥𝗔𝗬𝗔 𝗛𝗜𝗔𝗧♚⃝҉𓆊
nasibmu Touya🤣🤣👍👍
☘︎𝐏$𝗥𝗔𝗬𝗔 𝗛𝗜𝗔𝗧♚⃝҉𓆊
ehem ehem, nahkan udh di bilang si..Touya..🤭🤭😂😂😂
tapi si kurashima nya🙄😳😳
☘︎𝐏$𝗥𝗔𝗬𝗔 𝗛𝗜𝗔𝗧♚⃝҉𓆊
humor ku hanya sebatas: sayang kita akan segera memiliki cucu😭😭🤣🤣👍👍👍
『~Tempest~』: sama bre
total 1 replies
☘︎𝐏$𝗥𝗔𝗬𝗔 𝗛𝗜𝗔𝗧♚⃝҉𓆊
Yuri itu siapa???,, kok mau bunuh Touya aja😤😤
『~Tempest~』: atau raynare:v
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!