NovelToon NovelToon
ALAN(A)

ALAN(A)

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Action / Mafia / Ketos / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: dewi fatmawati

🔥KARYA KEEMPAT
✔SEDANG DALAM TAHAP REVISI!
✔WAJIB UNTUK MEMBACA MAFIA GIRL VS KETUA OSIS AGAR TIDAK BINGGUNG 😉
😈DIMOHON UNTUK TIDAK MENFOTO COPY! ATAU PLAGIAT! PLIS LAH INI HASIL PEMIKIRAN SAYA😭 KALAU PUNYA OTAK PIKIR SENDIRI!

Badgirl bertemu badboy apa jadi nya?

Sementara disisi lain ketua osis dengan seorang stalker? apa dia di notice atau malah....

Dan disisi lain juga cinta yang tak sengaja dipertemukan

SEASON 2 DARI MAFIA GIRL VS KETUA OSIS

SLOW UPDET!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dewi fatmawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPS 32

🌙HAPPY READING🌟

.

.

..."*Senja mengajarkan kita bahwa kebahagian tak datang dari awal."...

...Nessa Damian Fillbert*....

.

.

.

WOYYY ADA TELPON OGEB!

Ringtoon milik handphone berlogo apel tergigit itu berbunyi amat keras membuat gadis yang tengah tertidur diatas ranjang itu pun langsung terlonjak kaget hingga jatuh ke bawah.

Gadis itu mendengkus sebal, seharusnya dia tak mengganti nada dering itu namun apa boleh buat? dari pada cuman getar-getar doang.

Alana langsung mengambil handphonenya diatas nakas lalu menekan tanda telepon berwarna hijau dengan keadaan nyawa belum terkumpul sempurna. Mata gadis itu masih tertutup rapat disertai dengan menguap kecil.

"Mmm."

"ALANA GAWAT! KAKAK GUE KECELAKAAN!" Ucap ngegas bercampur panik? seseorang gadis dari sebrang sana saat sambungan telepon mulai terhubung.

"Oh."

Respon Alana singkat, membuat gadis disebrang telepon langsung mengerutkan keningnya. Respon apa itu! oh doang?

Hening.

Satu detik... dua detik.... tiga detik.... satu menit.

Alana melototkan matanya terkejut saat nyawanya sudah terkumpul sempurna, "HA?" Teriaknya nyaring bahkan, membuat telinga gadis disebrang telepon berdengung.

"An-"

Tut tut tut.

Telepon itu terputus oleh sepihak begitu juga dengan Alana yang kini tengah belari bahkan ia lupa untuk menanyakan alamatnya!

"Lo gak boleh mati duluan sebelum gue!" Gumam Alana lalu membuka knop pintunya dengan terburu-buru. Wajahnya sudah pucat bercampur panik.

Langkah gadis itu terhenti saat melihat sosok pria jangkung hendak menuju dirinya, lelaki itu berhenti melangkah sembari tersenyum dibawah lebatnya hujan.

Pria itu langsung menggesek beberapa senar gitar dengan kuku-kuku panjangnya hingga menghasilkan suatu nada yang sangat familiar diindra pendengaran Alana.

"Digelap malam aku mulai tenggelam...

Saat kau peluk erat tubuhmu, sayang...

Tunggu aku pulang, aku pasti datang, menemuimu tersayang..." Leo nampak menarik nafasnya dalam. Dingin air hujan menembus kulitnya hingga membuat lelaki itu kedinginan namun sebisa mungkin ia tahan demi menyelesaikan lagunya.

"Beranikan diri bertemu orang tuamu...

Bicara baik dari hati ke hati...

Restu lah kami, doa kan lah kami, jadi pasangan abadi...

Tunggu lah aku.... menjadi imammu....

Dan tunggu lah aku, menjadi imammu...

Dan akan ku lamar anakmu ditahun ini...

Restui kami, doa kan kami, jadi pasangan abadi...

Dan akan ku tanggung jawabi kebutuhannya...

Lahir batinnya, jiwa raganya, agar dia bahagia..."

Bunyi senar gitar berhenti begitu pula dengan lagunya, terdengar singkat mungkin namun mampu membuat Alana mematung ditempat walaupun lagu yang dibawa Leo samar-samar tak terdengar oleh Alana karena tetesan air hujan namun Alana dapat meneteskan air mata bahagianya.

Jika ditanya masih cinta? jelaslah, Alana tak akan pernah bisa membenci sang pahlawan kecilnya sakalipun ia sudah membuat luka dihati gadis itu. Ia hanya sedikit kecewa.

Setelah menyanyikan lagu itu, Leo langsung mengeluarkan sebuah kotak berwarna merah muda yang sedari tadi berada disaku celananya.

Pria itu membuka secara perlahan kotak tersebut, dan terlihat lah sebuah cincin emas dengan bulatan kecil berwarna putih diatasnya.

Sebelum mengucapkan sesuatu Alana langsung belari menuju Leo, dan memeluk erat tubuh basah Leo lalu mulai membisikan sesuatu yang dapat membuat Leo terkekeh mendengarkannya.

"Yes I will!"

Hujan, mungkin setiap mendengar kata itu Alana akan tersenyum bahagia.

Sementara ditempat lain.

"Apaan sih lo! mending sono telepon Nessa kek bilang gimana rencananya? atau nggak bilang ke Alan, lo kan dapet tugas itu! dasar gak bertanggung jawab lo!" Cerocos Viola menatap sebal ke arah Bastian.

"Kan gue mau sama lo beb."

"Najis! jauh-jauh sono lo ulet bulu! jangan colek-colek gue apaan sih! natepnya jangan gitu juga! mau gue congkel tuh mata ha? terus lo gue bunuh, mayatnya gue buang ke laut mati biar sekalian mati sama lautnya! sumpah ya Bas, lo tuh makhluk terngeselin yang pernah gue temui."

"KDRT lo beb."

"Beb bab beb! lo kata gue bebek apa? lo telepon Nessa atau gue keluar nih dari mobil lo!" Ancam Viola mendelik sebal karena sedari tadi pipinya dicolek-colek terus oleh pria nyasar menurut Viola, dia kira pipinya sambal colek apa?

"Galak amat sih beb." Kekeh Bastian lalu mencolek pipi Viola lagi, membuat Viola memalingkan ke arah lain pandangannya.

Puas mengerjai Viola Bastian langsung mengambil handphonenya, dan menelepon Nessa.

"Halo luak white koffe passwordnya?" Canda Bastian membuat Viola mendelik ke arahnya.

"Serius Bastian woyy!" Teriak Ben dari sebrang sana.

"Iya, gimana?"

"OMAYGAD! OMAYGAD! TOLONGIN GUE, GUE MAU MELELEH SUMPAH!" Kini giliran Nessa yang berteriak kencang, membuat Bastian menutup erat-erat kedua telinganya. Ia kasihan dengan telinga Ben pasti sekarang sudah pecah.

"Alay." Ejek Viola.

"Eh Vio! lo aja kagak tau! kalau tau dah meleleh lo kek gue, coba bayangin pawang lo datengin rumah lo terus nyanyi lagu romantis terus lo diajak nikah OMAYGADD gue baper parah apalagi gini ujan-ujan astaga sampek sekarang mereka berdua masih pelukan tuh anjerr mungkin lagi asik menyalurkan kehangatan." Cerocos Nessa tanpa jeda.

"Ha? serius lo!"

"Iya kapan gue boong, gue aja udah rekam tuh dari awal sampai akhir terus foto pakai handphonenya si Ben." Mendengar itu Viola tersenyum senang akhirnya sahabat sengkleknya itu balikan juga plus otewe ke KUA, tinggal nunggu undangannya saja kan?

"Udah-udah, sekarang gimana rencana lo Bas?" Tanya Ben penasaran, membuat Bastian melirik Viola begitu juga Viola yang kini tengah melirik Ben.

"Gawat!" Gumam Bastian, dan Viola kompak.

Tut tut tut.

Sambungan terputus oleh sepihak, tentu saja Bastian yang mematikkannya takut jika mendapat amukan dari Ben karena belum menyelesaikan sama sekali tugasnya.

"Cepet telepon Alan!" Suruh Viola panik, membuat Bastian langsung beralih menelepon Alan secepat mungkin.

💕VOTE💕

Newyork 08.59 pagi.

Tok tok tok.

Gadis yang tadinya rebahan sambil memainkan handphone mendadak menatap pintu ruangannya. Gadis itu berfikir sejenak sebelum membuka pintu, sedetik kemudian ia bangun dari rebahannya seraya terkejut bukan main. Dia lupa kalau hari ini waktunya ia kerja kelompok bersama Alan!

"Emm, lo tunggu sini dulu sebentar biar gue yang siapin." Alibi Calista tersenyum kikuk, karena gadis itu selain menyiapkan barang-barang untuk kerja kelompok dia juga ingin dandan sedikit.

Alan menganggukkan kepalanya, "Permisi, gue duduk disini ya?"

"Iya, tunggu aja sebentar." Jawab Calista yang sudah hilang ditelan pintu kamarnya.

Hening.

Mendadak ruangan itu menjadi senyap seketika saat kepergian Calista membuat Alan menatap kesegala arah guna untuk menghilangkan rasa bosannya. Ruangan Calista sama seperti apartemennya tidak ada yang menarik namun bedanya Calista gemar mengoleksi beberapa boneka beruang yang nampak menggemaskan dengan berbagai warna.

Tiba-tiba pandangan Alan terjatuh pada buku berwarna merah muda bergambar kuda pony bertuliskan my diar diary💕.

Karena penasaran Alan langsung membukanya, ia janji akan membaca satu lembar saja? halaman pertama bercerita tentang keluarganya, dan masa-masa TK sampai ke SMP.

Alan tak membacanya karena menurutnya mungkin privasi ia langsung melanjutkan membacanya hingga ia menemukan tulisan berjudul 10 November 2017.

Matanya tergerak untuk membaca kata tiap kata yang tertulis disana hingga terakhir 7 juli 2020 tiba-tiba ia tersenyum lebar setelah membaca semuanya, rupanya Calista menyukainya sejak pertama kali ia masuk SMA terbukti karena setiap halaman ada namanya lalu diiringi emot love atau smile.

Ternyata selama ini cintanya tak bertepuk sebelah tangan! bodoh sekali dirinya menganggap Calista adalah salah satu hatersnya.

"Alan." Panggil Calista, namun pandangannya jatuh kearah genggaman tangan Alan.

Itu buku diar diarynya! dan didalamnya ada......

Habis sudah! Calista dengan gerakan cepat langsung merebut paksa buku diar diarynya lalu menyimpannya ke dalam kamarnya.

Ia yakin pasti Alan telah membaca semuanya! setelah mengembalikan buku, Calista langsung menuju ke tempat Alan berada dengan menundukan kepalanya.

Pasti sekarang Alan membencinya! dan merasa jijik dengan dirinya.

Tiba-tiba sebuah tangan kokoh mengusap-usap kepala Calista, dia Alan. Sebelum Alan mengucapkan sesuatu handphonenya sudah lebih dulu bersuara membuat Alan merogoh saku celananya seraya menekan tanda hijau berlogo telepon disana.

Rupanya itu video call dari sahabat SMAnya, Bastian.

"Huwaaa, Alan lo kangen gue gak?" Tanya Bastian dengan gaya sok mendramatis, membuat Alan terkekeh mendengarkannya. Sama seperti dulu ternyata sikap Bastian tidak ada yang berubah.

"Lo vc gue cuman bilang kangen doang?" Tanya balik Alan.

"Kagak, sebenernya tuh si Viola mau bicara! iyak Vio! Viola sini lo, katanya mau vc Alan! gimana sih?" Alibi Bastian.

Viola melototkan matanya saat mendengar namanya dipanggil, "Dasar gak gentel lo!" Bisik Viola merebut paksa telepon dari gengaman tangan Bastian lalu memamerkan gaya sok coolnya, membuat Bastian hanya memutarkan bola matanya malas.

"Halo Alan!" Sapa Viola tersenyum lebar.

"To the point lah."

"Itu anu emm, si Bastian mau bicara bukan gue sebenernya." Jawab Viola lantang lalu menyerahkan handphonenya kepada Bastian.

"Setdah, sama aja lo." Bisik Bastian.

"Udah ngomong aja sono, lo kan laki."

"Sapa bilang gue cewek?"

"Gue."

"Eh, gue denger bisikan lo berdua." Ucap tiba-tiba Alan, membuat keduanya saling tatap. Gawat! mereka berdua lupa mematikan handphonenya.

"Mending lo berdua aja yang bilang." Usul Calista ikut berbicara.

Gawat!

BERSAMBUNG~

UDAH GUE AJA YANG BILANG:V

LIKE, KOMEN, VOTE, KASIH RANTING 5 DAN TAMBAHKAN FAVORIT👈 JANGAN LUPA😢

SEE YOU NEXT CHAPTER😉

BABAY~

1
bundha novita
🥰🥰🥰
Onzha Aloych
Luar biasa
Lela Agustin
/Facepalm//Slight//Slight//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Qaisaa Nazarudin
Awan ini anak siapa thor?? anak2 temennya Alana mana?Siapa nama nya?
Qaisaa Nazarudin
Duh beneran ya nama anak2 nya nama yg ada di atas langit semua, Anak siapa sih itu?😂
Qaisaa Nazarudin
Suami takut istri yg bener..
Qaisaa Nazarudin
Makanya bikin anak tuh yg banyak,Biar nikah 2 ada lagi yg lain..😂
Qaisaa Nazarudin
Waahh Leo gercep mah,Takut kehilangan kedua kalinya ya..👏🏻👏🏻👍🏻👍🏻
Qaisaa Nazarudin
Waah gercep Bastian langsung ngelamar jadi jadi istri aja, Bukan pacar bukan kekasih lagi..👏🏻👏🏻👏🏻👍🏻👍🏻
Qaisaa Nazarudin
Woow malaikat penolong, Pasti babang Leo 😅😜
Qaisaa Nazarudin
Udah 2 tahun berlalu,Ku pikir Alana udah maafin Leo..😌😌
Qaisaa Nazarudin
Videoin aja baru keren 😂
Qaisaa Nazarudin
Cuiihh Mafia abal abalan,,Berly aja gak mampu ngelawan Agnes,Apa lagi loe..😂😂
Qaisaa Nazarudin
Gak usah kebanyakan ngomong,Tembak aja, Kelamaan,Ntar kalian tg mati kenak tembak..
Qaisaa Nazarudin
Mau2 nya Clara di BODOHIN ama Zia 🤣🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Untung aja Leo peka dan Alana selalu memakai gelangnya..👏🏻👏🏻
Qaisaa Nazarudin
Jangan sampai kamu nyesel nanti ya Leo,Karena membunuh Alana..
Qaisaa Nazarudin
Lho kok Leo nyerang Alana sih??🤫🤫
Qaisaa Nazarudin
Dan sekarang kamu udah tau kan,So sekarang langsung bantuin Leo..👏🏻👏🏻💪🏻💪🏻
Qaisaa Nazarudin
Cari tau penyebabnya Alana Leo kek gitu,Harusnya kamu tau fak mungkin banget Leo bisa berubah dlm hitungan detik,Kalo gak ada pentebabnya,Peka dikit lah,Tuh Nessa adeknya gak skolah alias hilang..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!