NovelToon NovelToon
It'S Positive!

It'S Positive!

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Tamat
Popularitas:38.1k
Nilai: 5
Nama Author: GEMINIE

"Ayo kita menikah."Ucap seorang pria bertubuh tegap dan tampan. Dia adalah seseorang yang tidak sengaja telah tidur bersamaku di malam itu.

Aku hanyalah seorang pelayan yang bekerja dengannya. Aku mana mungkin bisa menikahinya!

Tapi bagaimana dengan nasib anak yang ada di dalam kandunganku?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon GEMINIE, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mengintrogasi Edith

Haa...kenapa perempuan itu sekarang malah bekerja di rumahku? Aku harus menelepon bu Helen!

Tuut....telepon tersambung dan seseorang pun mengangkatnya.

"Halo? Ada yang bisa saya bantu Tuan Muda?"Jawab Bu Helen dari sebrang telepon.

"Bu Helen, ada yang perlu kutanyakan padamu. Apakah perempuan yang bernama Edith Shaw saat ini bekerja di tempatku sebagai pelayan?"Tanya Nathan.

"Iya, benar Tuan. Saat ini gadis itu sedang bersih-bersih di depan rumah. Apakah Tuan ada perlu dengannya?"

"Ya, aku ada keperluan dengannya. Bisakah ibu memanggilnya ke tempatku saat aku sudah kembali nanti?"Pinta Nathan.

"Ah, baik akan saya sampaikan, Tuan."

"Terima kasih bu Helen."Ucap Nathan.

Sementara itu di tempat bu Helen, dia merasa heran mengapa tiba-tiba Nathan meminta dirinya untuk memanggil Edith. Padahal selama ini Nathan tidak pernah peduli untuk mengurusi pelayan dan hanya menyerahkannya kepadanya.

Bu Helen sempat menduga-duga bahwa Edith pasti sedang membuat masalah hingga Nathan sampai memanggilnya secara pribadi.

Bu Helen kemudian berjalan menemui Edith yang sedang melakukan tugasnya. Namun dia juga melihat Edith yang sedang mengobrol dengan pelayan lain sambil berbisik.

"Ehem!"Tegur Bu Helen.

Seketika Edith dan pelayan lain terkejut karena Bu Helen tiba-tiba muncul di depan mereka.

"Ah, halo Bu Helen..."Sapa Edith tetap ramah seperti biasa.

"Edith, sini kemari sebentar."Panggil Bu Helen dengan wajah serius.

"Eh? Ba-baik Bu! Edith sedikit bingung kemudian menurut kepada Bu Helen dan berjalan mengekorinya.

"Edith, kau sudah membuat masalah ya?"Tanya Bu Helen.

Seketika Edith mematung dengan pertanyaan menusuk Bu Helen.

Apa? Apa aku sudah ketahuan?!

"Hah? Memangnya masalah apa yang saya lakukan bu? Saya selama ini kan...selalu ada disini dan bekerja?"Tanya Edith pura-pura tidak tahu.

"Begitukah? Tapi barusan saja Tuan Muda Nathan menghubungiku bahwa dia ingin menemuimu malam ini."Ucap Bu Helen yang lagi-lagi membuat Edith terkejut setengah mati.

"T-tuan Nathan ingin bertemu dengan saya?"Tanya Edith tidak percaya.

"Iya. Malam nanti kau harus temui Tuan Muda di ruangannya. Kuharap kau tidak membuat masalah, Edith. Jangan sampai kau membuatku kecewa."Ucap Bu Helen dengan tatapan membunuh.

Glek, Edith cuma bisa menelan ludah untuk menyikapi Bu Helen yang terlihat menakutkan.

"Sekarang kau kembalilah bekerja."Ucap Bu Helen lagi.

"Ba-baik Bu. Saya permisi...."Ucap Edith kembali berjalan dengan langkah kaki yang sedikit cepat.

Edith kembali melanjutkan pekerjaannya. Pelayan yang tadi masih ada disana dan dia penasaran apa yang membuat Edith dipanggil oleh Bu Helen.

"Edith, kenapa kepala pelayan bu Helen memanggilmu tadi?"Tanya pelayan itu.

"Huh? Ah, bukan apa-apa kok. Tadi Bu Helen hanya meminta tolong sesuatu sedikit kepadaku."Ucap Edith berbohong.

"Oh begitu. Oke..."

"Nanti malam aku akan mengabari kalian bagaimana rencana kita selanjutnya."Ucap Edith. Dia masih mempersiapkan rencana jahat untuk balas dendam kepada Daisy.

"Tentu saja, Edith."

Sebelum aku ketahuan oleh Tuan Nathan, sebaiknya aku mempercepat rencanaku! Nona Amber juga jangan sampai tahu tentang aku dipanggil hari ini....

*****

Di rumah Lily, Lily menghubungi Aiden. Dia tidak sabar dan begitu penasaran tentang pelaku yang menyebarkan rumor tidak benar tentang sahabatnya.

Agak lama telepon itu tersambung. Ternyata Aiden tidak mengangkatnya. Lily pun menelepon lagi untuk yang kedua kalinya.

Ayo diangkat dong!

Akhirnya ada yang mengangkat teleponnya.

"Halo?"Sapa Aiden dari balik telepon.

"Aiden! Bagaimana dengan pencariannya? Apakah Perempuan itu sudah berhasil dicari?"Tanya Lily tanpa basa-basi.

"Ah, iya...aku sudah menemukannya..."Ucap Aiden sedikit terbata-bata. Dia tadinya berencana untuk tidak memberitahu hal itu kepada Daisy maupun Lily.

Sial, kenapa harus sekarang sih?!

"Oh ya? Dimana?"Tanya Lily tidak sabar.

"Dia...saat ini tinggal di sebuah desa....sepertinya dia pulang kampung untuk menemui keluarganya....?"Jawab Aiden memberi alasan lain.

"Begitu? Hmm...apakah ada sesuatu yang mencurigakan darinya? Dia yang paling benci dengan Daisy kan?"

"Itu...sampai sekarang masih kami selidiki. Kau tenang saja Lily, dan kalau bisa...kau jangan beritahu Daisy dulu supaya dia tidak semakin khawatir. Kau tunggu saja kabar dari kami, oke?"Ucap Aiden..

"Ah, baiklah....kalau begitu terima kasih Aiden..."Ucap Lily sedikit kecewa.

Telepon pun segera terputus.

Malam harinya, sesuai perintah Edith datang menuju ruangan Nathan perihal dia dipanggil hari ini. Dia langsung merasa seluruh tubuhnya membeku dan dia tidak yakin apakah dia bisa mengendalikan rasa ketakutannya kepada Nathan.

Nathan dan Aiden memiliki sifat yang jauh berbeda. Aiden orangnya masih mau memaafkan dan terbuka sedangkan Nathan adalah orang yang begitu misterius dan terlihat menakutkan. Edith juga pernah dengar bahwa Nathan tidak akan pernah mau memaafkan seorang pengkhianat.

Edith mulai mengetuk pintu. Dia juga tadinya tidak sangka jika Nathan akan tetap pulang tepat waktu.

"Silahkan masuk."Sahut Nathan dari dalam.

Edith membuka pintu perlahan dan memperlihatkan sosoknya. Nathan melihat kearah gadis itu dan menatapnya.

Jadi ini gadis yang bernama Edith Shaw? Tampangnya memang sedikit mencurigakan...

"Kemari."Panggil Nathan agar Edith sedikit dekat ke arahnya. Edith pun segera berjalan maju. Entah kenapa kakinya terus saja menurut mendengar perintah Nathan. Edith bahkan sulit mengendalikannya.

"Namamu Edith Shaw kan?"

"Benar Tuan..."

"Kau mantan pelayan di kafe XXX?"

"B-benar Tuan...."

"Apa alasanmu mengundurkan diri dari pekerjaanmu dan pindah kesini?"

Glek, Edith menelan ludahnya mencoba memikirkan alasan yang masuk akal.

"Sesuai...yang saya katakan kepada Kepala pelayan bu Helen kalau saya ingin mendapat penghasilan yang lebih besar disini...."Ucap Edith.

"Begitu ya? Kalau begitu...kau pasti kenal dengan Daisy Wilson kan?"

Deg, jantung Edith serasa seperti mau copot saat Nathan bertanya mengenai Daisy.

"I-iya Tuan....saya kenal dengan Daisy....Wilson."Mau tidak mau Edith harus mengakuinya.

"Sudah kuduga. Aku akan bertanya lagi kepadamu. Bagaimana sifat Daisy sewaktu bekerja disana?"Tanya Nathan lagi.

Mati aku! Apakah aku harus mengatakan bahwa Daisy itu baik? Ataukah aku harus mengatakan jika Daisy itu buruk? Jika aku mengatakan Daisy itu wanita yang buruk, ini bisa jadi kesempatanku kan? Tuan Nathan jadi tahu sifat asli dari Daisy, tapi jika begitu Tuan Nathan bisa juga jadi curiga kepadaku! Bagaimana ini?? Apa yang harus kulakukan?!

"Daisy....orangnya sangat baik Tuan. Dia juga sangat terampil dengan pekerjaannya dan dia begitu ramah. Bahkan Bos kami, Tuan Aiden juga sangat menyayanginya..."Ucap Edith akhirnya mengatakan bahwa Daisy itu baik.

Nathan terdiam sejenak. Ada perasaan kesal saat lagi-lagi nama Aiden disebutkan. Edith menyadarinya dan dia langsung terpikir satu ide.

"Itu benar Tuan. Daisy adalah wanita yang begitu perhatian sampai-sampai Tuan Aiden juga sangat perhatian kepadanya. Kami bahkan sempat mengira apakah Tuan Aiden dan Daisy ada hubungan spesial."

Brak! Nathan memukul meja karena begitu kesal dengan ucapan Edith sampai Edith terperanjat kaget.

"Cukup! Aku tidak mau kau membahas tentang itu lagi. Aku sendiri juga tahu soal itu, tapi ketahuilah bahwa mereka itu tidak ada hubungan apa-apa. Mengerti?"Ucap Nathan dengan tatapan membunuh.

Next....

1
aw
halo kak penulis, Semangat ya menulis cerita ya..cerita bagus, patut ditunggu kelanjutannya
Mohd Naqi Naqi
lanjut Thor gue udah tunggu lama ni
Novact
aku nungguin lanjutan ceritanya loh thor.makasih udah Up lagi.semangat otor.
Mohd Naqi Naqi
lanjut Thor semangat 💪
Moly
Lanjut
pyaoliang
nnti Aiden sama lily ya tor?
Moly
Lanjut thorr
Moly
Lanjut
Moly
Lanjut thorr
Moly
Lanjut
Kar Genjreng
Thor tak tunggu up nya sehat sehat ya Thor biar selalu aktif... ha😂😂😂😂😂
Kar Genjreng
visual ga ada ya Thor kasih dong...
Kar Genjreng
author bisa saja bikin jantung Daisy mau copot he he🤣 he🤣 he🤣 he🤣 he🤣
Kar Genjreng
author baik baik kan sepeti Daisy dan Nathan biar lancar menulis ceritanya
.. 👍👍👍👍👍👍👍👍🤣🤣🤣🤣🤣
Kar Genjreng
amber Erosi ya Thor tidak apa 2 yang Nathaniel dan Daisy bahagia... kan biar merajut kasih dengan baik👌👌👍👍👍👌
Kar Genjreng
Thor Saya ingin nyonya besar di kasih kejutan.. biar sadar .. jadi tidak mengina Daisy
Kar Genjreng
kena apa nyonya besar tidak percaya sama anaknya sendiri... ya Thor karena belum nyadar atau bingung😕❓ Ok semoga Berlian seperti Daesy..
Kar Genjreng
Rio jadi nyamuk yang baik ya demi Tuan nya dan calon Nyonyanya... Author tu yang cerita... ha😂😂😂😂😂
Kar Genjreng
lanjut Thor he he he he 🤣🤣🤣🤣
Kar Genjreng
lumayan seru Thor ceritanya juga bagus👍👍👍 lanjut Thor semangat...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!