NovelToon NovelToon
Sudawira Kesatria Suci

Sudawira Kesatria Suci

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Petualangan / Kultivasi / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:564k
Nilai: 4.7
Nama Author: Dede Cahya Agung

Menjadi tak terkalahkan mungkin itu tujuan seorang pendekar mereka dengan berbagai cara dalam mencapai puncaknya, namun kesaktian dimiliki bukanlah segalanya.

Di tanah Jawa Dwipa lahir seorang pendekar yang dibekali dengan tubuh kesatria suci salah satu tubuh istimewa yang setiap pendekar ingin membangkitkan nya.

Mampukah dia menjadi pendekar terkuat di dunia persilatan dan bisa membasmi kejahatan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dede Cahya Agung, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kehebatan Jurus Tarian Pedang Penghancur

Sudawira terus menyerang sepasang Pendekar Perguruan Teratai Putih dengan meniru jurus-jurus mereka.

Dia memperagakan lebih lihai dan lincah serta tebasan-tebasan mengandung tenaga dalam sangat besar sehingga ketika pedang mereka bertemu makan tangan mereka akan bergetar.

Sudawira betul-betul sempurna menggunakan Jurus Tarian Pedang Penghancur.

Mereka melihat Sudawira terpana serasa melihat sesosok gurunya.

Adiwangsa dan Lestari loncat mundur "Aku menyerah tuan pendekar"

Sudawira tersenyum dan menganggukkan kepalanya.

"Luar biasa tuan mampu meniru jurus kami dengan sempurna?" Ucap Adiwangsa.

Sudawira menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal dia sendiri tidak mengerti kenapa ia bisa menirunya. "Terimakasih tuan,Aku mohon maaf telah meniru jurus-jurus kalian"

"Ahhh, Sudahlah kami tidak mempermasalahkannya" Adiwangsa tersenyum lebar.

Disudut lain Tabib Narati bengong melihat Sudawira, mampu menggunakan Jurus Perguruan Teratai Putih yang terkanal sulit untuk dipelajari.

Sekarang Sudawira tampak sedang berfikir keras sehingga memunculkan persoalan baru. Namun dirinya percaya apapun yang terjadi kepadanya adalah sebuah takdir yang harus disyukuri.

"Suatu kebahagiaan bagi kami, apabila tuan pendekar mau mengajarkan kami?" Ucap Adiwangsa.

"Dengan senang hati tuan" Sudawira menganggukan kepalanya.

"Kami sangat berterimakasih kepada kemurahan hati tuan Pendekar"

Sudawira tampak tersenyum sedikit canggung ia menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.

"Kalau kalian mau lihat, aku bisa menunjukkan Jurus tingkat akhir perguruan kalian"

Adiwangsa penasaran tampak tertarik. "Kalau begitu tunjukanlah! aku ingin melihat nya"

Sudawira berpikir sejenak namun terlanjur mengatakannya dia menganggukkan kepalanya.

"Baiklah" Jawab Sudawira.

Dia melayang menjauhi keduanya sekitar 20 meteri berdiri ditengah-tengah pepohonan yg mengelilinginya.

Sudawira menarik nafas kemudian mengalirkan tenaga dalam ke pedangnya sehingga tampak cahaya kebiruan mulai menyelimuti tubuhnya dan pedangnya.

Sudawira segera memperagakan "Jurus Tarian Pedang Penghancur Pelebur Jiwa" denga cepat dan lincah tubuhnya bergerak berpindah-pindah cepat seperti angin. Pedangnya meliuk-liuk setiap tebasan mengeluarkan kilatan cahaya kebiruan, suara-suara ledakan terdengar ketika kilat cahaya kebiruan itu menghantam sebuah batang pohon hingga tumbang.

Sudawira menghentakkan kakinya ke tanah melayang ke udara kemudian membalikkan badannya dan mengarahkan pedangnya ketanah sehingga keluar cahaya kebiruan menghantam tanah.

Duarrrrrrrr

Bekasnya membuat sebuah kawah sebesar roda-roda kereta kuda. mengeluarkan asap putih.

Semua orang yang menyaksikannya begitu terpana sampai-sampai mulut mereka menganga.

"Luar biasa?" Gemuruh semua orang.

"Apa aku bermimpi" Adiwangsa sembari memukul-mukul wajahnya.

"Tidak kakang aku juga melihatnya" Ucap Lestari melihat kawah sebesar roda-roda kereta kuda yang mengeluarkan asap putih.

"Bagaimana" Sudawira tampak tersenyum menghampiri keduanya yang masih bengong.

"Luar biasa, tuan aku masih belum percaya?" Adiwangsa tersenyum pula.

"Hahaha, Aku akan mengajarkannya kepada kalian"

Keduanya membungkukkan badan. "Terimakasih tuan Pendekar"

"Ahhh Sudahlah tidak perlu berterimakasih, Dan satuhal lagi, kalian cukup panggil aku Wira saja"

"Baiklah Wira, Aku setuju.Kamu boleh panggil aku sesukamu saja" Adiwangsa sembari terkekeh-terkekeh.

"Nahhhhh" Sudawira menoleh Lestari dengan genit. Sembari memukul-mukul jari telunjuk ke bibirnya.

Lestari menghunuskan pedangnya kewajah Sudawira karena memandangi sekujur tubuhnya dengan wajah genit.

"Jangan pikir macam-macam tentang aku"

"Tari, Jaga sikapmu" Ucap Adiwangsa.

Tari pun segera menyarungkan pedangnya. Dia memilih pergi meninggalkan tempat itu.

"Dasar lelaki semuanya sama saja"Gerutunya sembari melangkahkan kakinya.

"Wira, sungguh aku minta maaf"

Adiwangsa yang penuh penyesalan.

"Ahhh, sudahlah aku yang salah" Sudawira tersenyum.

1
Kusnadi Setiadi
cukup baik'
Kusnadi Setiadi
hilang crta ny
Kusnadi Setiadi
cinta pertama dari mata turun ke hati cie"
Kusnadi Setiadi
semakin panasaran
Ahmad R Laros
thor setiap ganti judul gkelanjutanya hilang selanjut bila lanjut cerita ga ada yg menyinggung tentang kejadian yg d alami sebelumnya
Ahmad R Laros
kelanjutan sudawira dan utari kaya apa ketika tiba2 d bawa naik ke puncak gu nung
Mã Từ Lâm
🎉
cupa
wiro sableng ke dua nih
cupa
knapa g de td turun tangannya beo tinggL dipohon
burhanudin triyana
pnm5l
Chriss Asa
mantap ceritanya semoga tambah sukses bos ku 🙏
Lihin 87
u
Yanto Herman
ceritanya gaj tuntas
Mugiya
mantap
Mugiya
mampir thor
Herry Boediawan
pungsinya Wira buat apaan thor
Berat Sebelah
terlalu singkat cerita tiap episode.
putra
nymak
Citra Kenanga
lanjut Thor seranggggg
Rehan Julius
kok..lama2 ceritanya mirip wiro sableng ya...hhaa..hhaaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!