NovelToon NovelToon
Menikah Dengan Dosenku

Menikah Dengan Dosenku

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen
Popularitas:2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Dian Kartika

Zahra awalnya hanya mengagumi sosok lelaki tampan yang selalu bersikap dingin, namun sering sekali ia merasa kesal kepadanya karena sikapnya itu. Siapa sangka kekesalan itu akhirnya berubah jadi cinta.

Sama halnya dengan Zaidan yang juga tertarik dengan Zahra tetapi tidak berani untuk mengatakan karena status mereka, dan menganggap itu adalah sesuatu yang mustahil untuk di gapai.

Bagaimana perjalanan Cinta Zahra dan Zaidan ?

Penasaran gimana ceritanya ?
Langsung baca aja ya !!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dian Kartika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Akhir Dari Penantian

Tanpa disadari, kini penantian Zahra selama kurang lebih 2 tahun kini akan segera berakhir. 3 hari kedepan adalah hari Wisudanya setelah menyelesaikan kuliah S2nya. Tepat saat itu, Zahra memberitahu Zaidan bahwa ia tidak bisa hadir saat acara wisudanya nanti.

"Maaf Zeze, aku nggak bisa datang. Karena di hari itu aku harus mengikuti ujian akhir semester disini, dan itu hari terakhir ujiannya" Ucap Zahra dari seberang telepon dengan nada yang sedih.

"Nggak apa-apa. Kamu fokus aja dengan ujiannya oke, jangan lupa belajarnya. Aku akan segera pulang setelah menyelesaikan semua urusan disini." Balas Zaidan.

"Siap Pak Dosenku! Aku menunggumu." Sahutnya dari seberang telepon.

Tiga hari kemudian dihari kelulusan Zaidan, Zahra tengah mengikuti ujian akhir semesternya dikampus.

"Fokus Zahra fokus, ini hari terakhir ujian lo oke" Batin Zahra berbicara.

"Ra lo ngelamunin apaan coba deh? Kan lo udah ngasih tau dia kalau lo lagi ngikutin ujian, udah sih dia bakal makhlumin deh" Ujar Rena yang duduk tepat disebelahnya dengan sedikit berjarak itu.

"Iya iya, tapi gue pengen banget liat dia dan berada disana bersamanya saat ini. Ah, meski selesai cepat juga nggak keburu kesana. Karena pasti siang nanti udah selesai acaranya. Dia bahkan nggak ngabarin gue dari pagi tadi" Lanjut Zahra membalas.

"Anak ini! Eh lo positive thingking dong. Mana sempat dia ngabarin lo, orang dia lagi sibuk sama kelulusannya. Nanti juga kalau selesai pasti dikabari sama dia" Sela Selly yang duduk dibelakangnya.

Tak lama setelah itu, Zahra dan teman-temannya telah selesai mengikuti ujian. Dan mereka datang kekantin untuk makan siang bersama.

"Zikri ? Gimana acaranya udah selesai ? Kalian kapan pulang?" Ucapnya dalam pesan yang dikirimkan kepada Zikri.

Tak lama setelah itu, Zahra mendaparkan notifikasi pesan dan ia segera membuka pesan tersebut berharap itu pesan dari Zaidan atau balasan dari Zikri.

"Baru aja selesai sih, tadi selesai kami mengambil foto bersamanya dia menjumpai teman-temannya katanya. Bentar lagi dia datang untuk makan siang bersama kami. Rindu parah yah Kakak Ipar hehee" Balas Zikri dalam pesan tersebut.

"Ini aku kirimin deh buat kakak buat jadiin instastory hehe"

"Hehe iya dong udah lama, abis dia nggak balas pesan aku dari tadi pagi. Oke makasih ya"

"Oh, maaf Kakak Ipar. Dari tadi sih Zikri liat memang dia nggak sentuh ponselnya sama sekali. Tenang, nanti dia bakal balas"

"Ah baiklah, nanti tolong bilang sama dia kalau sempat suruh balas chat ya hehe"

"Oke aman, nanti tunggu dia kesini dulu"

"Oke"

Tak lama setelah itu ponsel Zahra kembali berdering beberapa kali bersamaan. Mungkin Zikri yang membalas pesannya lagi pikirnya.

" Nih Kak Abang, dia udah keluar dan udah Zikri bilangin kalau Kakak nunggu balasan pesannya Oke"

"Uhh makasih loh Zikri, muka dingin dan datarnya memang sudah mendarah daging yah"

"Hehe begitulah Kak, sama-sama Kak"

Setelah mendapatkan pesan terakhir dari Zikri, ia jadi tersenyum-senyum sendiri setelah melihat pesan tersebut. Dan membuat teman-temannya pada heran melihatnya dan bertanya.

"Eh ini anak kenapa sih senyum-senyum sendiri?" tanya Ayu penasaran.

"Hm, apalagi kalo bukan Pak Dosen kita yang membuatnya tersenyum begitu" Sahut Rena yang tepat duduk disebelah Zahra.

"Kalian fokus makan aja deh, jangan gosipin gue terang-terangan" Sahut Zahra senyum malunya itu.

"Wah, akhirnya bakal segera pulang dong Dosen tercinta kita itu. Eh maksud gue dosen tercinta Zahra kita hehe" ejek Selly yang disambut tawa oleh semua teman-temannya itu.

"Apaan sih kalian" Ucap Zahra.

"Ciieee malu ciiieee" Ucap Ayu, Rena, dan Indri.

"Ih biasa aja kali" Tak sadar tiba-tiba pipi Zahra menjadi sangat merona sehingga membuat mereka jadi tambah ingin membercandai Zahra yang malu-malu seperti itu.

Di tengah-tengah suara tawa mereka tiba-tiba ponsel ditangannya kembali berdering. Saat ini bukan lagi Zikri, tapi Zaidan yang menelponnya.

"Ha.. Halo"

"Halo Rara, lagi dimana? Gimana ujian udah selesai?

" Masih dikampus Ze, Alhamdulillah selesai dengan lancar"

"Syukurlah, besok aku pulang sama Mama"

"Baik Pak Dosen, aku menunggumu disini"

"Yasudah, aku mau makan dulu sama mereka udah ditungguin dari tadi nih"

"Oke Zeze"

Zahra menaruh ponselnya dimeja dan kembali melanjutkan makan bersama teman-temannya kembali dengan tenang karena tidak lagi khawatir setelah mendapat kabar dari Zaidan.

"Yuhuuu akhirnya bisa makan dengan tenang setelah mendengar suara sang pujaan hati yang sedari pagi tadi dikhawatirin" ucap Rena dengan mengedipkan sebelah matanya.

"Ya kan gue cuma khawatir doang" sahut Zahra dengan senyuman.

"Eh kita udah mulai libur nih, apa rencana kalian?" tanya Meina tiba-tiba.

"Nggak ada sih, paling dirumah aja kali" Sahut Indri.

"Iya sama, kalau pun kemana-kemana ya pasti dalam kota aja" Sahut Selly.

"Iya, lagian kan liburnya nggak lama-lama amat sih" ucap Rena

"Ya kita nongki-nongki aja kaya biasanya" ucap Meina kembali

"Kecuali Zahra nih, dia pasti mau ngabisin waktu sama Pak Dosen setelah lama berpisah hehe" ucap Ayu sembari tertawa.

"Ku anggap perkataanmu benar aja deh Yu" sahut Zahra yang masih menyuapi masih ke mulutnya.

"Karena memang nggak bakal salah" Lanjut Ayu menyahuti.

"Katanya sih begitu tuh" Ucap mereka bersamaan sembari tertawa.

Kriing... Kringg...

Kriiingg... Kriiingg..

"Dek, ponselmu berdering terus ini. Cepat kamu jawab dulu" teriak Rizal yang sedang berjalan melewati kamar Zahra yang bersebelahan dengan kamar Zahra.

"Ah, iyaya. Sebentar, lagi makan ini loh" sahut Zahra dari meja makan di bawah.

Tak lama setelah itu, Zahra kembali ke kamar dan mengambil ponselnya. Ia melihat ada sekitar 15 pesan dan 22 panggilan tak terjawab.

"Eh, banyak banget panggilannya. Ada apa ya? " tanyanya penasaran.

Lalu Zahra menekan tombol panggilan kembali dilayar ponselnya untuk menelpon Zaidan.

Tutt.. Tutt..

"Halo yang, kamu dimana? Nggak kenapa-kenapa kan?" Ucap Zahra dari seberang telepon yang sedikit khawatir.

"Iya nggak apa-apa kok! " sahut Zaidan.

"Aku jadi khawatir liat kamu spam chat sama telepon dari kamu, aku lagi makan tadi"

"Hm, cuma kangen aja hehe. Nggak sabar banget ketemu kamu lagi nih"

"Hm, aku juga kangennya pakai banget nih. Sabaran sebentar lagi deh kan nanti bakal ketemu terus"

"Iya sih, eh iya kemarin tiba-tiba Tania muncul disini. Apa kamu yang kasih tau dia alamat rumah atau tempat kukiahku?" tanya Zaidan yang membuat Zahra terdiam tak bersuara.

"Apa? Tania mendatanginya kemarin? Apa jangan-jangan dia tidak mengabariku dari pagi sampai siang karena sedang bersama Tania? Tapi nggak mungkin, mana sempat dia urus. Kan dia sibuk. Jangan mikir yang enggak-enggak Zahra" batinnya berbicara.

"Eh kok bisa? Aku nggak pernah singgung sedikitpun soal itu sama dia? Mungkin dia tanya ke Zikri nggak?" tanya Zahra balik.

"Enggak, Zikri juga nggak pernah bilang. Untuk aku bisa mengatasinya kemarin kalau nggak bahaya tuh orang"

"Kamu nggak mikir macam-macam kan sayang?" tanya Zaidan.

"Ah nggak, aku percaya kamu kok" Sahut Zahra.

"Syukurlah"

Zahra dan Zaidan terus mengobrol panjang lebar hingga tengah malam. Hingga tanpa sadar mereka sudah sama-sama terlelap dalam tidurnya.

❤❤❤

TERIMAKASIH untuk para redears yang masih setia membaca dan menunggu Novel ini untuk up. Maaf beberapa hari nggak up karena memang ada beberapa alasan yang memang membuat Author tidak bisa menulis. Tapi sekarang Author sudah kembali🤭

Jangan lupa baca juga Novel 𝙈𝙀𝙍𝙀𝙆𝘼 𝙔𝘼𝙉𝙂 𝙏𝘼𝙆 𝙏𝙀𝙍𝙇𝙄𝙃𝘼𝙏 ya!

1
Mira Hastati
bagus
Mira Hastati
Lumayan
Nur fadillah
Saaaah...Saaaah...🤲🤲😀😀
Nur fadillah
Sabar...neng...😀😀
Nur fadillah
Ciee...ciieee...cemungut...💪🏻💪🏻🔥
Nur fadillah
Heeheee...lucu..bucin...,🤣🤣🤣
Nur fadillah
Kacian....😥😥
Nur fadillah
Heehee...lucu....🤣🤣
Nitaa Lutpyh
Nextt
Nitaa Lutpyh
sangat suka ceritanya
Mega Adelia
lanjut kak
Linda Zebua
lanjut thor
Bunga Blivers
iiih perempuan seperti itu memang harus di buwang dan sayangi tania
Bunga Blivers
guuuut zidan yang ganteng berani meyatakan cinta nya sama zahra
Bunga Blivers
tembak aja pak dosen zahre nya biar engak galo
Bunga Blivers
selamat ya zahra
Bunga Blivers
ya pak dosen tembak aja zahra biar engak ada yang ambil
Bunga Blivers
subah lah thor zidan tembak aja zahra
Nopi
kok lama banget updatenya? apa sdh tdk dilanjut lg ceritanya?
Puput Zahra
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!