" Ia yang selalu terlihat bersinar! " gumam Lana saat memandang wajah lelaki dihadapannya.
Pria yang selama ini hanya ada didalam angan - angannya, kini secara nyata berdiri tepat dihadapannya. Kebahagiaan Lana sungguh tiada tara, seolah ia telah memiliki dunia dengan segala. Sejenak ia lupa akan lukanya yang masih basah - basahnya.
Lelaki tampan yang suara merdunya hanya ia dengar dari media pemutar musiknya, lelaki yang senyumannya hanya bisa ia lihat dari layar kaca, lelaki dengan kemisteriusannya mengundang banyak tanya kini benar - benar berdiri dihadapan Lana.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Little Peony, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CEMBURUNYA PRIA BERHATI DINGIN
Lana hanya terpaku ditempatnya, bahkan tangannya seolah membeku, ia tidak melanjutnya pekerjaan yang sedang ia lakukan saat itu. Bahkan air kran masih mengucur dengan derasnya tumpah kedalam bak pencucian piring. Pelukan hangat Min Yoongi membuatnya mematung, perasaannya bercampur aduk dan jujur saja dekapan hangat lelaki itu sungguh membuat dirinya hampir kehilangan kewarasan.
“ Oppa, aku juga ingin seperti ini selamanya. Tetapi aku perlu membereskan sisa cucian piring bekas makan kita Oppa “ tukas Lana pada akhrinya mencoba menghentikan romansa dihari yang masih pagi.
“ Hmm “ Yoongi mengehela nafas dengan kasar, agaknya ia terpaksa melepaskan rengkuhan lengannya dari tubuh Lana.
“ Baiklah, aku mandi dahulu kalau begitu. Aku kurang suka dengan aroma bumbu masakan yang menempel di bajuku “ ujar Min Yoongi kemudian.
“ Iya Oppa “ Lana mengulum senyum, menatap wajah tampan lelakinya.
“ Naiklah ke kamarku jika sudah selesai mencuci piring, dari tangga belok ke sebelah kanan kamar pertama. Masuk saja aku tidak mengunci pintunya “ sambung Min Yoongi seraya berjalan menuju anak tangga yang terhubung dengan lantai dua rumahnya.
Perempuan berparas cantik itu hanya mengulaskan senyuman tipis dan menganggukkan kepalanya dengan canggung. Benaknya yang belum waras karena pelukan Min Yoongi baru saja kini kembali di buat makin kalut karena permintaan lelaki itu mengikutinya kedalam kamarnya, tempat yang sangat pribadi bagi seseorang.
“ Apa yang kamu pikirkan Lana! Jaga kewarasanmu! Kamu tahu betul Min Yoongi bukan lelaki seperti itu! “ Lana memukul kepalanya pelan untuk mengembalikan kesadaran dirinya sendiri.
Lana membasuh tangannya seteleh melepas sarung tangan pencuci piring dan menyeka tangan basahnya dengan handuk kecil yang menggantung tidak jauh dari bak cuci piring. Kakinya ragu – ragu melangkah menapaki setiap anak tangga yang akan membawanya tiba dilantai dua tempat dimana kamar Min Yoongi berada. Nafasnya mulai tidak beraturan bahkan agak terasa berat untuk dihela.
Tok..tok..tok..
Tidak ada jawaban dari pemilik kamar namun Lana memberanikan dirinya menarik pelan gagang pintu dan mendorongnya perlahan hingga pintu terbuka lebar. Kamar khas pria berkonsep monokrom nan elok dan sangat elegan, sebuah tempat tidur berukuran besar dengan bagian belakang beton yang dilapisi ornamen kayu menambah kesan hangat.
(Source : Internet)
Kekasih Min Yoongi itupun mengangkat tumitnya masuk semakin jauh kedalam kamar, namun ia segera menghentikan pergerakannya dan memilih duduk pada sofa hitam didalam ruangan dengan sebuah meja kayu. Pada sofa empuk berbahan leather itu terlihat sebuah gitar akustik berwarna hitam, sementara diatas meja bertengger piano keyboard yang agaknya sering digunakan Min Yoongi untuk menulis lagu.
(Source : Weverse)
Belum lama menjatuhkan tubuhnya diatas sofa, Min Yoongi tampak menyembulkan dirinya dari balik pintu kamar mandi yang berada tidak begitu jauh dari deretan almari pakaian disudut kamar. Ia mengusap – usap rambut basahnya dengan handuk kecil disebelah tangannya dan melemparkan pandangannya kearah Lana yang tengah terpaku memandanginya.
“ Kenapa duduk disitu? “ tanya Min Yoongi pada Lana.
“ Tidak apa – apa, aku tertarik dengan alat musik milik Oppa “ tukas Lana kemudian.
(Source : Internet)
“ Hmm baiklah, jadi apa yang ingin kamu lakukan hari ini bersamaku? Hari ini semua waktu ku buatmu “ Min Yoongi menyentuh puncak hidung Lana dengan jemarinya, membuat wajah Lana merona kemerahan.
“ Aku? Aku ingin memandangimu terus menerus seharian, untuk menebus waktu – waktu selama kamu tidak ada disampingku Oppa “ gumam Lana sembari membelai wajah Min Yoongi yang hanya berjarak beberapa jengkal dari dirinya dengan begitu hati – hati.
Min Yoongi yang semula membungkukkan badannya sambil menatap paras ayu kekasihnya itu kini tampak menyingkirkan gitar yang berada disamping Lana dan meminta perempuan cantik itu menggeser duduknya. Sesudahnya ia menjatuhkan kepalanya dengan rambut yang masih setengah basah tepat diatas pangkuan kaki Lana.
“ Pandangi aku sepuasmu Lana – ya “ ucap Min Yoongi dengan begitu nyamannya saat ia sudah merebahkan tubuhnya dipangkuan kekasihnya, matanya terpejam dan kedua tangannya terlipat kedepan dada.
Lana tersenyum tanpa melepaskan sorot matanya dari wajah pria tampan dihadapannya, ia ingin berlama – lama merekam rupa kekasihnya itu dengan kedua netranya dan mengingatnya dalam setiap jengkal memorinya. Min Yoongi terlampau indah dari sudut pandang Lana, lelaki yang tidak begitu hangat tetapi selalu terasa nyata cintanya bagi Lana. Perlahan jemari Lana menyapu setiap helai rambut Min Yoongi yang lembut dan masih sedikit lembab sambil terus memandanginya.
“ Oppa “ panggil Lana pelan.
“ Hmm? “ Min Yoongi masih memejamkan matanya menikmati belain lembut Lana.
“ Saranghae “ bisik Lana malu – malu.
Min Yoongi kini membuka kedua kelopak matanya, terlihat mata cokelatnya yang berkilatan memantulkan rupa Lana yang tersenyum disana. Lelaki itu kemudian beranjak dari posisinya semula, ia kemudian mendekatkan wajahnya kearah kekasihnya dan mendaratkan bibirnya pada bibir Lana yang merona saat itu karena dipoles tipis dengan pewarna bibir dan mengecupnya dengan begitu hati - hati. Sepersekian detik Lana memejamkan matanya menikmati sentuhan lembut bibir Min Yoongi yang masih memagutnya dengan begitu lembut.
Kring.. Kring.. Kring
Sepasang kekasih itupun kini terjaga dari keintiman yang tengah membalut raga keduanya, Min Yoong segera menarik dirinya saat terdengar lantunan nada dering dari ponsel Lana yang tengah memanggil pemiliknya. Lana berdehem singkat saat ia dan Min Yoongi sudah berjarak, lalu meraih ponsel yang masih meraung – raung nyaring.
“ Hmmm “ sapa Lana pada seseorang diseberang panggilannya.
“ Apakah kamu dirumah? Ayo kita ke bioskop, aku jemput sekarang “ suara lelaki terdengar mengajak Lana menonton bersama.
“ Apakah Oppa sesantai itu? Hari ini kamu harus mengunjungi kakek di mansion Oppa! Sudah aku tutup telponnya, aku sedang tidak dirumah Oppa dan aku tidak bisa pergi denganmu “ sambung Lana lagi.
“ Eonni! Ayo pergilah menonton bersama kami, Oppa Noah sedang mengatur kencan buta untukmu Eonni! “ kini suara perempuan yang tak lain milik Jung Sena terdengar berteriak memanggil Lana.
“ Ah Sena – ya, kencan buta? Kencan buta untukku? “ Lana melontarkan tanyanya pada ucapan adik perempuan Noah baru saja.
Sejurus dengan ucapan Lana mengenai kencan buta baru saja, pria yang tadinya biasa saja terlihat melemparkan tatapannya kearah Lana. Sorot mata Min Yoongi tampak begitu tajam, kobaran api cemburu begitu kentara menyelimutinya. Lelaki itu seolah tidak suka dengan perkataan kekasihnya mengenai kencan buta.
(Source : Internet)
“ Hahaha, Sena – ya aku tidak memerlukan itu. Sudah eonni sedang sibuk, nanti akan ku hubungi kembali. Sampaikan ke Oppa Noah bahwa aku tidak bisa pergi “ Lana segera merampungkan pembicaraannya.
“ Kencan buta? “ Min Yoongi masih menatap dengan kesal kearah Lana.
“ Hmm mereka hanya bercanda, ini adik Pak Noah dan biasa kami hanya bercanda “ tukas Lana dengan berhati – hati, ia menyadari bahwa Min Yoongi tidak pandai menyembunyikan perasaannya sehingga Lana perlu meredam kekesalan yang terlihat begitu jelas terlukis diwajah kekasihnya itu.
“ Pergi saja berkencan buta jika kamu mau “ cibir Min Yoongi pada Lana.
“ Oppa, cobalah bercermin “ ucap Lana tidak menanggapi kemarahan Min Yoongi.
“ Kenapa? “ lelaki itu kini mengerucutkan bibirnya seraya mengangkat sedikit dakunya menatap Lana.
“ Bercerminlah, jika sedang cemburu Oppa sangat menggemaskan “ Lana tersenyum memandang Min Yoongi yang masih melipat wajahnya.
“ Aku tidak cemburu, kenapa aku cemburu? “ dengan gengsi nya yang hampir menyentuh angkasa lelaki itu menolak mentah – mentah anggapan Lana pada dirinya.
“ Baiklah Oppa tidak cemburu, tapi kenapa menjadi kesal padaku? Bukan aku yang ingin pergi, tapi mereka mengajakku “ tukas Lana Lana lagi.
“ Hmmm “ gumam Min Yoongi.
Cup!
Tiba – tiba ditengah kekesalan Min Yoongi, dengan begitu beraninya Lana mendaratkan ciumannya pada pipi pria tampan itu, perempuan itu tersenyum melihat lelakinya terlihat malu – malu saat ia mengecup pipinya dengan singkat.
“ Ah! Bagaimana aku bisa marah jika kamu begini “ teriak Min Yoongi dengan riang gembira, kemudian ia menarik tubuh Lana kedalam dekapanannya dan memeluknya dengan begitu erat. Ia merasakan kecintaan yang luar biasa pada Lana, perempuan biasa saja dengan paras ayu nan mempesona yang begitu cakap dalam beberbagai hal dan ia pintar merebut hatinya.
dan biasanya Suga 🤣
kita satu server thorr kalo emang bias nya Suga 🤣🤣
tuing.... lampu hijau mulai menyala...
hai thor... maaf, baru bisa mampir lagi...