NovelToon NovelToon
Lembayung Senja

Lembayung Senja

Status: tamat
Genre:Fantasi Isekai / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:223.6k
Nilai: 5
Nama Author: Raga Senja

Cinta bisa menembus ruang dan waktu.Mungkin ungkapan itulah yang tepat untuk menggambarkan perasaan Nawang wulan.Gadis cantik yang jatuh cinta pada makhluk dari alam yang berbeda,yang konon merupakan putra dari penguasa samudra.

Akan kah kisah cinta Wulan berakhir bahagia,atau justru penuh luka karna dimensi yang berbeda..?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Raga Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 33

Hay semua ... Sekali lagi Author mengingatkan bahwa cerita ini hanyalah Fiktif belaka dan mutlak hanya kehaluan Author saja. cerita ini hanya bersifat hiburan semata dan tidak bermaksud menyinggung pihak manapun atau makhluk dari jenis apapun. Terimakasih ....

Happy reading ....

Wulan memperhatikan sekelilingnya dengan perasaan heran. Tempat ini terasa sangat asing baginya. Saat ini ia berada di depan sebuah bangunan megah yang mirip keraton atau kerajaan zaman dahulu. Orang orang di sekitarnya pun berpakaian ala ala prajurit kerajaan. dan yang lebih anehnya lagi. Disekitar tempat ini banyak gelembung gelembung air yang berterbangan dimana mana.

"Kita sedang ada dimana, Bayu." tanyanya pada Bayu yang ada di sampingnya.

"Ini rumahku, Wulan. Kau sekarang berada di rumahku. Di bawah laut," jelas Bayu

"Apa ! bawah laut?" tanya wulan terkejut dan tidak percaya.

"Iya, kau ingin bertemu dengan ibuku kan?

Wulan mengangguk.

"Nah, disinilah ibuku tinggal. Ayo masuk." Bayu menggandeng tangan Wulan. Sedangkan wulan hanya menurut meski masih merasa heran dan bertanya tanya dimana ini sebenarnya.

Mereka memasuki pintu masuk yang dijaga oleh dua orang. Kedua orang itu membungkuk begitu Wulan dan Bayu hendak masuk.

"Selamat datang, pangeran. Ibu ratu sudah menunggu anda di dalam.

Pangeran? jadi Bayu itu ternyata pangeran.

Bathin Wulan heran dengan sapaan orang itu kepada Bayu.

Bayu mengangguk menanggapi ucapan orang itu. Iya lalu melanjutkan langkahnya memasuki rumah yang lebih mirip istana itu. Setiap berpapasan dengan orang lain, mereka pasti selalu membungkuk hormat pada Bayu dan Wulan.

Bayu dan Wulan telah sampai di depan ruangan megah yang di dominasi warna keemasan. Di tengahnya terdapat sebuah kursi megah yang juga berwarna emas. Lantai yang menopang kursi itu sedikit lebih tinggi dari lantai yang lainnya. Atau mungkin bisa di bilang singgasana, dan di atasnya duduk seorang perempuan cantik yang memakai mahkota dikepalanya.

Di depan perempuan cantik itu, duduk beberapa orang laki laki dan satu di antaranya adalah perempuan yang tak kalah cantik dari perempuan yang duduk di singgasana.

Semua orang yang ada di situ membungkuk hormat begitu melihat Bayu, terkecuali perempuan yang ada di singgasana.

Bayu mendekat kekursi singgasana. Tangannya tetap erat menggandeng wulan.

"Salam ibu." Bayu mengatupkan kedua tangannya didepan dada pada perempuan bermahkota.

"Salam, nak." Orang yang di panggil Ibu oleh Bayu mengangguk seraya tersenyum.

"Akhirnya kau datang juga, kami sudah lama menunggumu."

"Iya, Bu. Aku datang bersama wulan." Bayu menatap wulan penuh cinta dan Wulan tersenyum membalas tatapan mesra kekasihnya. Sejak tadi Wulan memang tidak banyak bicara. Hanya mengikuti kemana Bayu membawanya. Kendati dia merasa benar benar asing dan aneh dengan tempat dan juga orang orang yang ada di sekelilingnya.

Ibunda Bayu memperhatikan Wulan dengan seksama.

"Cantik, sangat cantik. Pantas kau tergila gila padanya." Puji Ibunda Bayu.

Wulan dan Bayu saling tatap sambil tersenyum mendengar pujian itu.

"Tapi kau tidak bisa bersamanya, nak," ucap Ibunda Bayu lagi yang membuat senyum kedua sejoli itu seketika langsungbmemudar.

"Kenapa, Bu?" tanya Bayu heran.

"Duduklah dulu, nak. Akan ibu jelaskan alasannya." Ibunda Bayu menunjuk dua buah kursi kosong di depannya.

Bayu menuruti perintah ibunya. Dia dan Wulan duduk di depan singgasana ibunya.

"Ada apa, Bu. Cepat katakan kenapa aku tidak bisa bersama Wulan?"

Ibunda Ratu tersenyum sinis. "Kau masih juga bertanya nak? tentu saja karena kalian berbeda."

"Kalau soal itu tentu aku tahu, Bu. Tapi aku dan Wulan sudah sepakat untuk tetap bersama meskipun kita berbeda.Meski apapun yang terjadi," tegas Bayu sambil mempererat genggamannya pada Wulan. Seorang perempuan cantik yang ada di hadapan Bayu membuang muka mendengar ucapan Bayu. seolah dia merasa sangat jengah mendengarnya.

Ibunda Ratu turun dari singgasananya. Dia menghampiri perempuan cantik itu.

"Kau tidak bisa bersama Wulan, nak. Meski sebesar apapun cinta kalian." Ibu Ratu berhenti sejenak.

"Lagipula Ibu sudah menjodohkanmu dengan Anjani." Ibu memegang pundak anjani seolah mengenalkannya pada Bayu.

"Anjani?" siapa dia Bu?" Bayu memperhatikan Anjani sekilas dan Anjani yersenyum manis pada Bayu.

"Dia putri dari penguasa laut seberang," jawab Ibu.

"Orang tuanya dan Ibu sudah sepakat untuk manyatukan kalian."

"Tidak, Bu." Bayu menjawab cepat.

"Aku mencintai wulan dan aku hanya akan bersamanya."

"Jangan menjadi pembangkang nak." Ibu Ratu mulai tersulut emosi.

"Apa yang aku ucapkan, maka itu yang akan terjadi."

Bayu bangkit dari duduknya. Ia menghampiri ibunya.

"Ada apa denganmu Bu? bukankah dulu kau menyetujuiku bersama Wulan ? Ibu juga tahu kan betapa aku mencintai Wulan? kenapa sekarang ibu seperti ini?" Nada suara Bayu juga mulai meninggi, sama seperti ibunya.

"Ibu fikir kau hanya ingin mengganggu dan bermain main dengan gadis itu nak, Ibu tidak menyangka kalau kau benar benar mencintainya." Ibu ratu menepuk pundak Bayu.

"Tapi Ibu ingatkan sekali lagi, walau sebesar apapun cintamu padanya. Kau tidak bisa bersamanya." Memandang Wulan dengan penuh amarah. bola matanya seketika berubah merah menyala. Persis seperti Bayu saat sedang marah.

Ibu Ratu lalu kembali naik ke singgasananya.

"Menikahlah dengan Anjani, dan biarkan gadis itu tetap disini sebagai budakku." Titahnya pada Bayu dengan cukup tegas.

"Tidak, Bu. Itu tidak akan terjadi." Bayu menggeleng gelengkan kepalanya menolak mentah mentah titah ibunya.

"Sudah kubilang jangan menjadi pembangkang Bayu samudra." Bentak Ibu sambil berdiri penuh amarah. Kilatan cahaya merah seperti keluar dari matanya. Orang orang atau lebih tepatnya para makhluk yang sejak tadi hanya menonton perdebatan Bayu dan Ibunya pun segera berdiri. Mereka takut akan kemarahan Ratunya.

"Maaf pangeran, sebaiknya turuti saja apa mau Ibu Ratu. sebelum dia murka," ucap salah satu dari mereka.

"Tidak, paman. Aku tidak akan melakukannya." Bayu menarik tangan Wulan

"Ayo. Wulan, Kita pergi dari sini. aku menyesal membawamu kesini," ucapnya sambil melangkah hendak meninggalkan ruangan itu.

"Mau kemana kau nak," tanya ibu ratu masih dengan amarahnya yang mengerikan.

" Maaf, Bu. Aku harus pergi." Pamit Bayu.

"Tetap disini dan menikahlah dengan Anjani." Ibu ratu menggoyang goyangkan tangannya yang membuat tempat itu seketika menjadi terguncang hebat.

"Bayuu.. !" teriak Ibu Ratu dengan cukup keras membuat sakit gendang telinga. Para punggawanya dan juga anjani pun langsung menutup telinga mereka.

Bayu tahu Ibunya sudah benar benar murka. Ia segera membopong Wulan lalu melesat dari tempat itu.

****

Wulan terlonjak dari tidurnya. Ia langsung membuka matanya seperti seseorang yang baru terbangun dari mimpi buruk. Di sampingnya Bayu masih setia menemaninya. dia bahkan masih menggenggam tangan Wulan.

"Kau sudah bangun?" tanyanya lembut.

Wulan mengedarkan pandangannya. mencoba mengenali tempatnya berada saat ini.

"Ini kamarku kan?"

Bayu mengannguk. "Kita sudah kembali kekamarmu."

"Apa aku bermimpi, Bayu? baru saja aku merasa seperti bertemu dengan ibumu?"

"Kau memang baru saja bertemu dengan ibuku," jawab Bayu sambil tersenyum.

Wulan menggerak gerakan badannya. Ia merasa pegal pegal di sekujur tubuhnya seperti habis bepergian dari jarak yang sangat jauh.

"Kau lelah?" tanya Bayu melihat pergerakan Wulan.

"hmm.." Wulan mengangguk.

"Minumlah.." Bayu menyerahkan segelas air yang di ambilnya dari meja di samping ranjang Wulan.

Wulan meneguknya cepat karena ia memang merasa sangat haus. Ia lalu menatap Bayu, masih dengan perasaan bingung tentang apa yang sebenarnya terjadi. Tadi dia tertidur, lalu datang kerumah Bayu dan bertemu dengan ibunya, namun setelah bangun dia sudah kembali lagi kekamarnya. Semuanya seperti mimpi, tapi juga terasa begitu nyata. Ia buahkan masih merasakan telinganya berdengung akibat teriakan ibu Bayu yang sangat keras.

Mengetahui kekasihnya yang seperti orang linglung, Bayu segera mengusap kening Wulan.

"Tenanglah, kau hanya merasa lelah karena habis jalan jalan tadi."

Wulan mengusap wajahnya, mencoba mengembalikan semua kesadarannya.

"Jam berapa sekarang? apa sudah pagi?" tanyanya sambil melihat jam didinding kamarnya.

"Belum, baru jam 3 pagi," jawab Bayu meski Wulan sudah tahu jawabannya.

"Kalau kau masih mengantuk tidurlah lagi. Aku masih akan menjagamu."

"Tidak, aku sudah tidak mengantuk, hanya lelah saja, badanku pegal semua Bayu," keluh Wulan lalu duduk setengah bersandar.

"Mau ku pijit ?" Bayu menawarkan jasa sembari tersenyum menggoda.

"Tidak terimakasih, kau hanya akan membuat badanku menjadi semakin sakit," tolak wulan sambil mencibir membuat Bayu tidak bisa menahan tawanya.

Wulan memegangi keningnya lalu memijitnya perlahan. "Oh ya, Bayu. Apa ibumu tidak menyetujui hubungan kita. Sepertinya dia marah marah tadi?" tanya Wulan sembari mengingat mimpinya tadi.

Bayu tertegun, menatap Wulan lekat.

"Benar, ibuku tidak menyetujui hubungan kita. Dia begitu murka tadi karena aku tidak menuruti apa maunya," jelas Bayu.

"Lalu?"

"Lalu apa?" Bayu balik bertanya.

"Lalu apa yang akan kau lakukan?" Wulan memperjelas maksud pertanyaannya.

"Aku akan tetap bersamamu. Tidak ada yang bisa memisahkan kita, walau ibuku sekalipun." Tegas Bayu. Dia lalu merengkuh Wulan dalam peluknya.

"Aku mencintaimu. Sangat mencintaimu," ucap Bayu lembut sambil mengecup kening Wulan.

Sikap Bayu yang seperti inilah yang selalu membuat Wulan tak berdaya. Ia terlena, terbuai pada cinta luar biasa milik Bayu samudra.

Gadis itu membenamkan kepalanya pada dada bidang Bayu. ingin merasakan kenyamanan berada dalam pelukan orang yang sangat menyayanginya. Namun saat menggerakkan kepalanya, tiba tiba Wulan merasa sakit di bagian lehernya.

"Aduh..!" Wulan mengaduh kesakitan.

"Kenapa, Wulan?" tanya Bayu terkejut. Ia segera melepaskan pelukannya.

"Leherku sakit sekali," jawab Wulan sambil memegangi lehernya.

"Kenapa? coba kulihat." Bayu memeriksa leher Wulan, dan betapa terkejunya dia melihat leher Wulan yang...

1
Edelweiss🍀
sahabat begitu susah nyarinya, aku aja cuma punya satu susah senang dibagi bersama mski sma2 udh bkeluarga ada anak jga
Edelweiss🍀
sahabat begitu susah nyarinya, aku aja cuma punya satu susah senang dibagi bersama mski sma2 udh bkeluarga ada anak jga
Edelweiss🍀
wulannya sungguh cantik jelita, dari manusia smpai dunia lain kepincut sma dia😃
Edelweiss🍀
Bikin penasaran, agak horor nih krna cowo ya dari dunia lain.😂
Raga Senja: Biar gk penasaran, lanjut trs bacanya sampe akhir yaa, jangan lupa baca sequel nya jg😀
total 1 replies
then_must_nanang
kang Damar pancen oye...
Edelweiss🍀
Aku yg gak pernah ke pantai, selain jaraknya jauh jd dlu selalu dilarang oleh alm.bapakku. kalau dulu di sekolah ada acara ke pantai pasti aku gak dibolehin ikut
Edelweiss🍀
untuk bab pertama di karya pertama penulisan sdh cukup rapi, ceritanya jg menarik. lanjut baca pelan2🤭
Ig : Author_fanie.liem: Hai kak perkenalkan saya poicpan dan Gc Bcm, kita di gc akan belajar bersama kaka mentor senior jg kita kemarin sudah mengadakan event tertentu dan mendapatkan reward.


Saya Mau mengajak kaka untuk bergabung bersama kami

caranya hanya wajib follow akun saya pemilik Gc Bcm ya, maka otomatis akan mendapatkan undangan.

Terima Kasih.
total 1 replies
Desi Ragiel Nst
saat aku baca ini.. bulan depan puasa thor 😁 2024
Raga Senja: wah iya, sbentar lagi puasa😊ikuti trs kisahnya sampai akhir ya, karena ada sequel nya jg, seru banget deh pokoknya😊
total 1 replies
Ranny
jangan sampai kau perkosa Wulan damar hanya karena ingin memiliki nya berarti cintamu tak benar² tulus
Ranny
ikhlaskan saja Damar suatu saat kau pasti akan menemukan kebahagiaan mu
Ranny
damar cari masalah nih ceritanya
Ranny
Bayu terlalu posesif terhadap Wulan
Ranny
buat Anjani jadian dengan Damar aja thor
Ranny
Damar tak usah cari bukti lah wong sejak awal Wulan sdh tau siapa sebenarnya Bayu
Ranny
itu gertakan sambel ibu mu Bayu supaya kau segera pulang
Ranny
Anjani sdh tau kalau Bayu tak menyukainya tapi kok tetap maksa ya 🙄
Ranny
waduh kok aq deh deg kan ya menunggu kelanjutan ceritanya 😱🤭
Raga Senja: Trimakasih utk semua dukungannya kk😊ikuti trs kisahnya sampai akhir ya, dan jngan lupa baca sequel nya jg😀
total 1 replies
Ranny
demi cinta apapun bisa di halalkan 🙄
Ranny
Wulan seharusnya bisa lebih tegas lagi
Ranny
namanya juga cinta buta asalkan jangan sambil raba² ya 🤭😱
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!