Genre: Action, Martial Art, Fantasy, Over Power, Xianxia, Comedy.
Setelah kehilangan orang tuanya saat berumur 8 tahun, Wu Ming tidak memiliki semangat hidup dan tidak tahu apa yang harus ia lakukan selanjutnya.
Bertemu dengan Hui Luo, seorang pria 20 tahun adalah sebuah keberuntungan bagi Wu Ming.
Hui Luo mengangkat Wu Ming menjadi murid dan mendidik Wu Ming untuk menjadi kultivator yang baik, di bekali 7 Dantian membuat Wu Ming tak terkalahkan dan memiliki kekuatan yang besar dalam waktu singkat.
Jadilah saksi petualangan Wu Ming yang nantinya akan di sebut sebagai Kaisar Void Ming!
"Jika aku dan keluargaku tidak memiliki tempat di dunia ini, aku akan membuat duniaku sendiri. Tidak ada yang dapat menentangku disana!"
#Terima kasih kepada Kak Ron (shujinkouron) yang telah menginspirasi saya untuk menulis cerita ini.
Basic : *Journey to Immortality by: shujinkouron
*Legenda Pendekar Naga by: Shujinkouron
*Against The God by: Mars Gravity
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vi', isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch.32 Rencana Wu Ming
Sesuai rencana, Wu Ming bertugas untuk membebaskan semua tahanan dan membawa mereka keluar dari markas bandit, sedangkan Hui Luo dan Biksu Qin bertugas untuk mengalihkan perhatian para bandit selagi Wu Ming keluar dari markas Bandit bersama para korban.
Wu Ming memakai jurus Mata Astral untuk mengawasi jalur yang akan ia lewati bersama tahanan agar tidak bertemu dengan para bandit.
"Guru, kakek berhati hatilah aku akan menunggu kalian di luar" ucap Wu Ming.
"Serahkan sisanya pada kami ming'er, Pastikan semua tahanan dapat selamat keluar dari tempat ini " balas Hui Luo dengan tersenyum.
Wu Ming segera mengajak semua tahanan untuk keluar dari markas Bandit, walaupun penampilan Wu Ming hanya seorang anak kecil tidak ada yang meremehkannya, karena mereka telah melihat sendiri kekuatan Wu Ming yang dapat membengkokan Jeruji Baja dengan kedua tangan mungilnya.
Diketahui jumlah total semua tahanan setidaknya berjumlah 50 orang, sebenarnya melakukan perjalanan dengan jumlah orang sebanyak itu sungguh mustahil tidak diketahui oleh para bandit, namun berkat Mata Astral semuanya menjadi mungkin.
Wu Ming dan para tahanan berpisah dengan Biksu Qin dan Hui Luo, mereka merencakan akan bertemu kembali di tempat yang telah ditentukan.
Hui Luo dan Biksu Qin menunggu para Tahanan dan Wu Ming menginggalkan markas Bandit cukup jauh barulah mereka menyibukkan para Bandit.
Setelah 10 menit berlalu Biksu Qin dan Hui Luo memulai penyerangan ke para Bandit, para bandit terkejut saat melihat rekannya satu persatu terbunuh dengan satu serangan Biksu Qin menggunakan jari, Biksu Qin tak memberikan waktu untuk para Bandit mencerna situasi yang terjadi, dirinya kembali membantai satu per satu para bandit yang menggunakan senjata Golok besar, beberapa Bandit berhasil menyerang Biksu Qin menggunakan Panah dan Golok namun bukan Biksu Qin yang terluka, Senjata merekalah yang retak dan panah yang di arahkan ke Biksu Qin hancur setelah menembus Jubah Biksu Qin.
Para Bandit mulai putus asa setelah mencoba menyerang kembali beberapa kali namun hasil yang didapatkan tetap sama.
"SIAPA YANG BERANI MENGACAU DI MARKASKU !".Seru seseorang bertubuh kekar serta memakai topi jerami berlambangkan simbol ¢.
"Hmmph!... Aku!, akulah orang tersebut!...Aku sudah menahan diri cukup lama untuk tidak menghabisimu, kemarilah dan temui ajalmu wahai pendosa!" Seru Biksu Qin tersenyum lebar.
Carbizen, Salah satu dari tiga Ketua Kelompok Bandit Carbizen cukup terkejut dengan kemampuan Biksu Qin yang dapat menahan serangan panah yang sangat tajam dan dilapisi oleh racun, namun tentu dirinya juga dapat melakukan hal yang Biksu Qin lakukan, Carbizen menduga bahwa Biksu Qin mempunyai Ilmu Pemurnian Tubuh yang kuat namun Carbizen percaya diri bahwa dirinya dapat mengalahkan Biksu Qin karena dirinya mempunyai Senjata Pusaka yang sangat bagus.
" Namaku Carbizen!, Aku menantangmu untuk berduel denganku!, Jika kau menang aku akan membiarkanmu keluar hidup hidup dari sini, namun jika kau kalah para tahanan yang kau anggap sudah aman sekarang akan binasa ditangan kami!."
"Tidak perlu basa basi, aku tidak punya waktu untuk berurusan denganmu, mari kita selesaikan ini dengan cepat." Balas Biksu Qin dengan nada malas.
" Dan ya, sepertinya kau meremehkan Ming'er, sebenarnya dia dapat mengancurkan kalian tanpa harus menyentuh kalian sedikitpun, aku menempatkannya untuk menjaga para tahanan hanya untuk menghindari dirinya menjadi haus darah." Sambung Biksu Qin dengan tersenyum lembut.
Carbizen Maju menantang Biksu Qin dalam 1 vs 1, tentu dirinya tidak berniat adil, jika saja dirinya terpojok maka anak buahnya akan menyerang Biksu Qin demi menyibukkannya selagi Carbizen melarikan diri.
" Hmph!... Omong Kosong!, Matilah ka--."belum sempat Carbizen menyelesaikan kalimatnya, dirinya sudah hilang dari tempat dirinya memasang kuda kuda dan bersiap menyerang Biksu Qin.
Suasana menjadi hening karena para Bandit sangat tercengang mengetahui Ketua mereka terpental mundur 100 meter dan berhenti saat menabrak batu besar, tubuh Carbizen hancur!, seluruh tulangnya remuk!, bahkan anak kecil akan langsung mengetahui bahwa Carbizen dalam kondisi sekarat!.
Tidak ada yang mengetahui apa yang di lakukan oleh Biksu Qin sampai membuat Carbizen dalam kondisi tersebut, beberapa bandit melihat Biksu Qin hanya melayangkan pukulan pelan keudara yang mengarah ke Carbizen, seketika angin kencang datang dan Carbizen terpental mundur cukup jauh.
Para bandit yang bersenjatakan Golok menyerah dan memohon ampun pada Biksu Qin agar tidak membunuh mereka, tidak ada yang cukup bodoh untuk tetap melawan Biksu Qin, itulah yang dipikirkan hampir semua orang yang berada disana, namun ternyata ada seorang yang cukup bodoh untuk tetap menyerang Biksu Qin.
Salah satu Bandit menembakan Panah yang dialiri oleh sihir yang sangat kuat kearah Biksu Qin, namun Biksu Qin dengan mudahnya menangkap panah tersebut dan mematahkannya menjadi dua.
"Apa apaan itu !" Umpat seorang yang menembakan panah tersebut.
Tiba tiba orang tersebut merasa pandangannya menjadi gelap dan dirinya terjatuh ke tanah.
Hui Luo berhasil melumpuhkan semua pemanah yang bersembunyi di hutan maupun dalam markas.
jika benar tolong bhs Inggrisnya di hilangkan aj.
thanks