NovelToon NovelToon
CEO BUCIN

CEO BUCIN

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Cintapertama / Cintamanis / Contest
Popularitas:952.6k
Nilai: 5
Nama Author: Seolpa

Demi mengejar impian dan cintanya Ayuna rela meninggalkan kota kelahirannya berharap agar dia bisa menghapus kenangan buruk dan menyakitkan di masa lalu. Dan juga agar bisa dekat dengan tunangannya yang sudah lebih dulu bekerja di ibukota.

Namun siapa sangka jalan yang dia pilih malah menuntunnya bertemu dengan Alvaro Ivander, CEO yang terkenal dingin dan kejam.

Hubungan yang rumit diantara mereka malah membuat Ayuna semakin tidak bisa lepas dari genggaman Alvaro. Apalagi Ayuna adalah wanita yang selama ini dicari oleh Al.

~ Akankah kisah cinta mereka berjalan mulus??? Ikutin terus ya jangan di skip!!! ~

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Seolpa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 33

" Gak enak banget ya ngobrol disini " ucap mama Soraya.

" Hmm... gimana kalau kita cari restoran sekalian makan siang bareng? " ajaknya.

" Maaf tante, tapi saya harus ke kasir dulu " ucap Yuna karena memang dia belum bayar belanjaan yang ada di trolinya.

" Wah, kamu lagi belanja? Memangnya bisa masak? " tanya Soraya karena melihat isi troli Yuna semuanya keperluan dapur.

" Bisa dong tan, kalau gitu aku ke kasir dulu ya tan " pamit Yuna pada Soraya.

" Mom, aku temani Yuna ya " ucap Mahen.

" Ya sudah mama tunggu kalian di La Pasta " ujar Soraya.

" Ok " Mahen segera mengejar Yuna. Melihat belanjaan Yuna yang lumayan banyak tanpa berkata apa - apa Mahen segera membantu Yuna.

" Biar aku aja, Mahen " Ayuna tidak enak hati melihat Mahen membawa semua belanjaannya.

" Udah gak apa - apa, ini berat kasihan kamunya " tolak Mahen.

" Kita mau kemana? " tanya Yuna saat mereka berjalan menuju ke restoran Itali.

" Mama ngajakin kita makan siang di sana " tunjuk Mahen pada restoran yang dia maksud.

" Mom " panggil Mahen saat melihat mamanya di salah satu sofa yang ada di restoran itu.

" Ayo sini, sayang " ucap Soraya pada Yuna.

" Ih, apaan sih mom? Baru juga kenal udah sok dekat aja " canda Mahen.

" Suka - suka mama dong, sirik aja kamu " Soraya meminta Yuna untuk duduk di dekatnya dan kemudian mereka memesan makanan.

" Kamu tinggal dimana? " tanya Soraya.

" Di Green Park Residence tan. "

" Bareng orangtua? " tanyanya.

" Tidak tan, Aku tinggal sendiri " ucapnya.

" Mandiri ya... Lalu dimana kedua orangtuamu? " Soraya mencoba mencari tahu identitas Yuna.

" Saya yatim piatu tan, mereka sudah meninggal sejak saya kecil " jelas Yuna membuat Soraya dan juga Mahen kaget.

" Sayang maaf ya, tante gak tahu " Soraya memegang tangan Yuna merasa menyesal dengan pertanyaannya tadi.

" Tidak apa - apa, tan " Yuna tersenyum.

" Wah, makanan datang " Mahen memecah suasana canggung diantara mereka.

" Pas banget ini cacing aku udah menari - nari sejak tadi " candanya sambil meliuk - liukan tubuhnya.

" Ih, apaan sih kamu " jawab Soraya sambil tertawa kecil begitupun dengan Yuna.

" Oh iya, kalian kenal dimana? " tanya Soraya disaat mereka menikmati makanan, Ayuna dan Mahen saling pandang dan tersenyum.

" Aku kenal Yuna waktu kita ada acara di Malang kemarin mom " jawab Mahen.

" Loh, kenapa mama gak ketemu Yuna? " Soraya merasa kalau di acara itu dia tidak melihat Yuna, apalagi Mahen selalu bersamanya hingga acara berakhir.

" Maksud aku, kita ketemu sebelum aku sampai di Hotel. Aku gak sengaja nabrak mobil Yuna saat mau beli mawar putih untuk mama " Mahen menjelaskan pertemuan demi pertemuannya dengan Yuna.

" Mama gak nyangka loh kalian bisa bertemu secara tidak sengaja begitu dan sekarang malah menjadi teman " ucap Soraya sambil memandang Mahen dan Yuna bergantian.

" Iya, tan " Ayuna tersenyum.

" Sekarang memang teman mom, ntar lagi jadi pacar " canda Mahen.

" Itu mah maunya kamu " Soraya menimpali dan Ayuna hanya tersenyum.

" Sepertinya keluarganya sangat baik dan bersahabat, tidak seperti yang dia katakan " batin Yuna.

" Jadi sudah berapa lama kamu kerja di Ivander Group? " tanya Soraya lagi.

" Baru tan, sekitar 1 bulan ini lah " jawab Yuna.

" Di bagian apa? " entah apa yang Soraya coba cari tahu.

" Divisi keuangan. "

" Sudah dong mom, dari tadi nanya mulu seperti polisi aja " kelakar Mahen menghindari pembicaraan seputar Ivander, karena Mahen gak mau mama Soraya bertanya tentang Al.

" Kamu ini... Mama kan pengen kenal Ayuna lebih dekat kali aja ntar jadi mantu mama " Soraya tersenyum pada Yuna, dalam hatinya memang sudah ada ketertarikan saat melihat Yuna. Tapi dia masih ragu dengan status Yuna yang sudah bertunangan. Apalagi secara tidak sengaja Soraya melihat cincin berlian yang melingkar di jari manis Yuna, semakin menguatkan ucapan Mahen karena menurutnya cincin itu bukanlah berlian abal - abal.

" Tante ada - ada aja " jawab Yuna.

" Jodohkan kita tidak tahu sayang " ucap Soraya lembut sambil memegang tangan Yuna.

" Setuju mom " sela Mahen.

" Kamu ini nimbrung aja " ujar Soraya.

" Oh iya... sudah siang ini, mama ada janji dengan teman " ucapnya saat melihat arlojinya sudah menunjukkan pukul 15.00 wib.

" Iya tan, saya juga harus pulang " sambung Yuna.

" Kalau begitu biar tante dan Mahen antar kamu dulu " Soraya berniat untuk lebih dekat dengan Yuna.

" Gak usah tan, ngerepotin. Aku pulang naik taxi aja " tolak Yuna karena tidak ingin merepotkan Mahen dan mamanya.

" Sudah, gak apa - apa " jawabnya.

" Tapi tante kan ada janji " Yuna masih mencoba menolak ajakan Soraya.

" Gak masalah, ayo " ajaknya dan memegang tangan Yuna.

" Kamu bawa semua belanjaan mama dan Yuna " perintahnya pada Mahen.

" Siap boss!!! " Mahen meletakkan tangannya di dahi. Mahen sangat senang karena sepertinya mamanya sangat menyukai Yuna, Mahen yakin Soraya akan mendukungnya untuk mendapatkan Ayuna.

🌸🌸🌸

" Mampir dulu, tan " Ayuna menawarkan Mahen dan Soraya untuk singgah di apartemennya.

" Lain kali ya, sayang " tolak Soraya halus.

" Kalau begitu terima kasih ya tan untuk makan siangnya dan juga udah nganterin aku pulang " ucap Yuna sopan.

" Sama - sama sayang, tante juga senang banget bisa kenal kamu " jawab Soraya.

" Mahen kamu bantuin Yuna bawa belanjaannya ke atas " Soraya memberi perintah pada Mahen yang sejak tadi tersenyum di kursi pengemudi.

" Gak usah tan, aku bisa sendiri " tolak Yuna.

" Gak apa - apa biar sekalian dia ada kerjaan, dari tadi bengong terus. "

" Tapi beneran tan, aku bisa bawa sendiri " Ayuna mengangkat semua belanjaannya untuk membuktikan kalau dia bisa.

" Udah sini biar aku bantu " entah sejak kapan Mahen sudah berada di belakangnya.

" Bukankah kita teman? Jadi kamu gak perlu sungkan " Mahen mengambil kantong belanja dari tangan Yuna, membuat Yuna tidak lagi bisa menolak.

" Kalau begitu aku masuk dulu tan, terima kasih banyak untuk semuanya " Ayuna berpamitan pada Soraya yang masih duduk di dalam mobil.

" Iya, senang berkenalan denganmu, tante harap kapan - kapan kita bisa jalan bareng lagi. "

" Baik, tante " Ayuna menyalami Soraya dan masuk Apartemen bersama Mahen.

" Aku langsung balik ya " ucap Mahen saat mereka sampai di depan pintu apartemen Yuna.

" Iya, makasih ya untuk semuanya " ucap Yuna.

" Dan maaf aku gak bisa nawarin kamu masuk. "

" It's Ok, lagian mama udah nungguin " jawabnya.

" Bye Yuna " ucap Mahen dengan tersenyum manis setelah memberikan kantong belanjaan itu pada Ayuna. Ayuna hanya bisa mengangguk dan membalas senyumannya.

" Duh, anak mama lagi bahagia ini " ledek Soraya saat Mahen masuk ke mobil dengan senyum sumringah.

" Thanks mom " Mahen memeluk erat mamanya yang sudah terlebih dahulu pindah ke depan.

" Buat kamu apapun akan mama lakukan, lagian mama juga pengen tahu wanita seperti apa yang kamu sukai " ucapnya sambil mengelus kepala putranya.

" Mama suka? " tanya Mahen setelah melajukan kendaraannya.

" Menurut mama dia sangat baik dan sopan, mama suka " ucap Soraya.

" Sayang sekali karena dia sudah bertunangan kalau belum, dia sangat pantas menjadi calon mantu idaman mama " Soraya menatap putranya.

" Tapi mereka kan belum menikah mom, jadi masih ada kesempatan untukku " ucap Mahen tanpa memandang Soraya.

" Tapi sayang... " sela Soraya.

" Mom, jangan minta aku untuk menyerah karena itu tidak akan mungkin " potong Mahen.

" Baru kali ini aku benar - benar tertarik pada wanita dan apapun akan aku lakukan untuk mendapatkannya " tegas Mahen, membuat Soraya membatalkan niatnya untuk menasehati putra kesayangannya itu.

" Selama ini sudah cukup aku mengalah pada Al, dan untuk kali ini aku tidak akan melepaskan Ayuna begitu saja. Bagaimanapun caranya aku akan mendapatkan Ayuna, hanya dia yang aku mau " batin Mahen.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
Ilalagagi Gagi
Lumayan
Haposan Parningotan
lanjut dan semangat untuk karya menginspirasi
Yuaridewi
ceritanya sangat jelek..muter" gk jelas
Fatmaa Atie
aku kok nek lihat mahen ya
Agus Perdana
semangat tor makin dalem makin bagus cerita nya semangatttz
Agus Perdana
Masi baca alurr nya se jauh ini oke sihh
Agus Perdana
semangat Yuna
dan buat Author semangat juga nulis nya😊
Ayu Nuraini Ank Pangkalanbun
krna Dy hanya bs menyentuhmu
Ayu Nuraini Ank Pangkalanbun
emng modus si Al😂😂
Ayu Nuraini Ank Pangkalanbun
🤣🤣🤣🤣
Ayu Nuraini Ank Pangkalanbun
cwe selingkuhan tunangnmu
Ayu Nuraini Ank Pangkalanbun
semangat mas bro
Ayu Nuraini Ank Pangkalanbun
widih ada yg jeles nh🤨🤨
kania_pesek
Yuna Yuna bodoh lu ke bangetan amat sihhh ihh ngenes gw lama2
Syafa Aldera
iini mana kelajutanya lgi seruh ni
Qipty Devastya
lm g up
Desi Rizal
upnya dong..
Ilham Risa: Hai kak, mampir juga yuk kak ke novel aku "bangkitnya pria terhina" makasih kak🙏
total 1 replies
Qipty Devastya
lm g up
Atin Aza
j
Atin Aza
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!