NovelToon NovelToon
Akhirnya Ku Menemukan Mu

Akhirnya Ku Menemukan Mu

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Tamat
Popularitas:70k
Nilai: 5
Nama Author: Tarti

Akhirnya ku menemukanmu
Saat hati ini mulai merapuh
Akhirnya ku menemukanmu
Saat raga ini ingin berlabuh
Ku berharap engkau lah
Jawaban sgala risau hatiku
Dan biarkan diriku
Mencintaimu hingga ujung usiaku

Jika nanti ku sanding dirimu
Miliki aku dengan segala kelemahanku
Dan bila nanti engkau di sampingku
Jangan pernah letih tuk mencintaiku

Sepasangan kekasih yang harus terpisah karena keadaan. Namun, dengan berbagai cobaan yang datang, akhirnya mereka di pertemukan kembali dan di satukan dengan keadaan yang berbeda pula.

Raditya Purnomo ♥️ Winda Wulandari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tarti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32

Sementara itu, Winda telah sampai di kontrakan. begitu masuk rumah, Winda segera memeluk Septi yang tengah menonton televisi, sambil menanggis tersedu-sedu. Septi terkejut melihat Winda.

"Winda, ada apa? Kok nanggis?"

Winda tak menjawab. Dia masih terus menanggis dalam pelukan Septi. Akhirnya Septi hanya bisa diam, membiarkan Winda menanggis. Setelah puas menanggis, Winda melepaskan pelukannya dan menunduk. Septi mengangkat dagu Winda.

"Hei, kenapa kamu menanggis? Ada apa?"

"Mas ... mas Gito, mbak!"

"Gito? Kenapa dengan Gito?"

"Mas Gito udah bohong sama aku."

"Bohong? Bohong bagaimana?"

"Ternyata selama ini mas Gito adalah mas Radit."

Septi terkejut mendengar perkataan Winda.

"Maksud kamu apa Win? Aku gak ngerti."

Winda menceritakan semua yang telah di alami. Gito yang selama ini dia cintai adalah Radit, yang tak lain adalah atasannya. Mendengar cerita Winda, Septi tersenyum dan membelai pipi.

"Harusnya kamu senang dong bahwa laki-laki yang jadi kekasihmu adalah seorang pengusaha kaya, calon CEO di perusahaannya."

"Tapi aku gak suka, mba."

Winda merajuknya

"Lho gak suka gimana? Punya pacar orang kaya kok gak suka."

"Ya gak suka aja kenapa harus bohong. Coba aja setelah ingatan mas Radit pulih dia ngomong jujur ke aku. Aku gak akan semarah ini."

Lagi-lagi Septi tersenyum. Dia merangkul pundak Winda. Dia memahami perasaan Winda saat ini.

"Ya udah kamu istirahat ya. Jangan pikirin apa-apa lagi."

Winda mengangguk lalu menuju kamar mengambil handuk dan baju ganti, dan masuk kamar mandi untuk membersihkan diri lalu beristirahat di kamar. Sementara itu, Septi termenung, memikirkan apa yang Winda ceritakan tadi. Pantas saja Septi mengenal Gito waktu pertama kali bertemu. Ternyata Gito adalah Radit, sang atasan. Septi bergegas masuk kamar untuk beristirahat.

####

Keesokan harinya. Septi tengah bersiap-siap untuk berangkat kerja. Tetapi dia heran, Winda tak terlihat. Dia mengetuk pintu kamar Winda.

"Winda, sarapan yuk ...."

Winda membuka pintu kamar nya. Septi terkejut melihat Winda belum rapi.

"Lho Win, kok belum rapi? Hari ini kamu gak kerja?"

"Enggak, mbak. Aku gak kerja."

"Kenapa?"

Winda hanya menggelengkan kepalanya. Sebenarnya Winda enggan kembali kerja karena dia gak mau ketemu lagi dengan Radit dan keluarganya.

"Hei, kok bengong."

Winda hanya tersenyum dan lagi-lagi menggelengkan kepalanya.

"Ya udah. Sarapan yuk."

Winda mengapit lengan Septi menuju keruang tengah untuk sarapan. Selesai sarapan, Septi bersiap untuk berangkat kerja.

"Kamu beneran gak masuk kerja?" tanya Septi menegaskan.

"Iya beneran. Aku gak masuk kerja hari ini."

"Kamu enggak apa-apa kan?"

"Enggak, mbak. Aku baik-baik aja kok. Beneran."

"Ya udah. Kalau begitu aku berangkat dulu, ya. Kamu di rumah aja. Kalau ada apa-apa, kabari aku."

"Iya, mbak."

*Assalamualaikum."

"Waalaikumssalam. Hati-hati di jalan, mba."

Septi mengangguk lalu bergegas ke tempat kerja. Winda menutup pintu rumah dan mengambil ponselnya yang sengaja dia silent dari semalam. Winda terkejut ketika membuka ponselnya. Banyak panggilan tak terjawab dan pesan dari nomor Gito, Radit dan juga Adi. Winda mengabaikan nya dan segera ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Selesai mandi, Winda termenung di kamarnya. Dia memutuskan untuk pulang ke kampung halamannya. Setelah mengemasi pakaiannya, Winda menulis surat untuk Septi juga surat resign untuk pak Seno. Winda menarik nafasnya dalam-dalam dan keluar dari rumah, memberhentikan angkutan kota yang membawakan ke terminal bus.

Sore harinya. Ketika Septi pulang kerja, tampak kebingungan karena tak mendapati Winda di rumah. Nomor ponsel Winda pun tak dapat di hubungi. Di tengah kebingungannya, tatapan mata Septi tertuju pada selembar kertas di atas televisi. Surat dari Winda. Septi mengambil surat itu dan membacanya.

Assalamualaikum ....

Mbak Septi, terimakasih selama ini telah mau menjadi teman ku. Mbak Septi telah bersedia menjadi tempat aku berkeluh kesah. Maafin aku ya sudah banyak merepotkan mbak. Aku pamit mbak. Aku pulang ke kampung halaman untuk melupakan semua yang udah pernah terjadi. Sukses selalu buat mbak. nitip salam buat mas Sony.

Oh iya nitip surat untuk Pak Seno, ya mbak. Surat resign. Sampaikan permohonan maaf ku untuk beliau.

Terimakasih ya mbak. Aku sayang mba Septi.

Wassalamu'alaikum.

Winda.

Septi menarik nafasnya perlahan. Dia merasa kehilangan Winda. Selain sebagai sahabat, Septi telah menganggap Winda sebagai adiknya. Septi menyimpan surat itu ke dalam tas kerjanya, lalu beristirahat.

####

Winda telah sampai di kampung halamannya menjelang malam. Ketika sampai di rumahnya, dia tertegun. Bangunan semi permanen telah berdiri di pekarangan rumahnya. Banyak orang sedang menikmati kopi dan gorengan. Winda menghampiri warung itu.

"Assalamualaikum ...," sapa Winda. Seorang laki-laki tua keluar dari warung. Dialah Pak Kirno. Dia terkejut melihat Winda.

"Waalaikumssalam ... duh Gusti, anak ku Winda, kamu sudah pulang, nduk ... "

"Iya, pak. Winda kangen sama bapak."

Winda salim dan mencium punggung tangan Pak Kirno, lalu memeluk laki-laki paruh baya itu.

"Mana ibu, pak?" tanya Winda seraya melepaskan pelukannya.

"Ada lagi goreng pisang."

Winda segera menemui ibunya yang sedang berada di dapur.

"Assalamualaikum, Bu."

Bu Kirno terkejut mendengar suara Winda. Dia menoleh.

"Waalaikumssalam. Ya Allah, Winda. Kamu pulang!"

Bu Kirno mematikan kompornya lalu menghampiri Winda. Winda salim mencium punggung tangan ibunya. lalu memeluknya.

"Kamu apa kabarnya, nduk?

"Alhamdulillah baik. Ibu sendiri bagaimana?" tanya Winda sambil melepaskan pelukannya.

"Seperti yang kamu lihat."

Mereka pun terlibat obrolan santai.

"Winda bantu menggoreng pisang ya bu.," tawar Winda.

"Enggak usah. Kamu istirahat saja. Pasti kamu capek di perjalanan tadi."

Winda tersenyum.

"Kalau begitu, Winda ke kamar ya Bu."

Bu Kirno mengangguk. Winda bergegas ke kamarnya untuk menyimpan pakaiannya, lalu mandi. Selesai mandi, Winda merebahkan tubuhnya di kasur. Lalu dia mengaktifkan ponselnya yang di non aktifkan sejak Winda berangkat dari Jakarta. Ketika ponselnya aktif, banyak pesan dan notifikasi panggilan tak terjawab. Dari nomor Gito, Radit, Adi Vika dan yang terakhir adalah dari Septi. Dari sekian banyak pesan masuk, hanya pesan dari Septi yang Winda baca. Winda pun menelfon Septi. Septi bahagia mendapatkan telfon dari Winda. Mereka pun berbincang-bincang dengan berbagai macam topik. setelah kurang lebih satu jam lamanya mereka berbincang-bincang, Winda mengakhiri telfonnya. Winda kembali me non aktifkan ponselnya dan menyimpannya di laci meja. Winda pun segera terlelap.

1
Hap£!π
bagus ka, alur cerita dg konflik ringan jd bacby santai enak g pk emosi/Facepalm/
Tarti Rizky: terimakasih atas apresiasinya. terimakasih pula sudah mampir untuk baca. semoga terhibur
total 1 replies
Wina Winarsih
tetap semngat yaa Thor 🥰
Wina Winarsih
jadi penasaran Winda Nerima lamaran Radit gak yah 🤗lanjut Thor 🥰
Wina Winarsih
lanjut kak seru juga
Wina Winarsih
Terharu baca novel ini, semangat terus ya ka Thor 🥰
ria
galau nich mas radit
Jejak SND
bom like mendarat dari Jodoh Cinta Pertama kak
Tarti Rizky
terimakasih kak atas apresiasinya. Alhamdulillah jika suka
Reni Apriliani
Terimakasih thor ceritanya.. syukaaa ❤❤❤
meluncur ke cerita lainnya
Zia
aku hadir bawa boom like kak, jangan lupa mampir di karyaku ya "my husband is his uncle" 🤗
Nur Jannah
radit yg katanya lagi sakit pasti adalah gito yg menyamar deh,🤔🤔🤔
yetege
trimakasih..telah up..selamat tahun baru..semoga d tahun baru ini tambah banyak pembacaya semangat
Tarti Rizky: aamiin.
total 1 replies
Tarti Rizky
terimakasih kakak. selamat tahun baru untuk kakak
Nak Wi
lanjut semangat thor di taun baru ini 👍
yetege
next Thor semangat 💪❤️
yetege
next Thor semangat 💪💪❤️
Darah Biru (Bangsawan)
Favorit ♥️ rate bintang 🌟🌟🌟🌟🌟 saling mendukung 👍🏻💕
Darah Biru (Bangsawan)
mantap
Darah Biru (Bangsawan)
👍🏻👍🏻👍🏻
Darah Biru (Bangsawan)
👍🏻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!