NovelToon NovelToon
Masih Kecil, Menikah

Masih Kecil, Menikah

Status: tamat
Genre:Cintamanis / Contest / Tamat
Popularitas:2.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: Lunoxs

Ruhi amat sangat mencintai uang, karena itulah ia dipilih kakek Bizar untuk menikah dengan cucunya, Asraf.

Dua manusia berbeda generasi, mampukah mereka bersatu? atau malah berhenti ditengah jalan.

Kisah Ruhi dan Asraf di mulai...

✍🏻 revisi typo dan pemberian judul bab 💕

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lunoxs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 32 - Menikmati Permainannya Sendiri

Ruhi mengerjabkan matanya berulang, baru membuka mata saja ia sudah merasa tubuhnya remuk redam.

"Mas ...." desis Ruhi, ia melirik ke samping, melihat kearah kasur yang semalam menjadi tempat tidur suaminya.

Kosong.

Dimana mas Asraf? Ruhi membatin.

Ia mencoba bangun dengan susah payah, initi tubuhnya sangat sakit juga badannya yang terasa kaku semua.

Ruhi duduk dan memegangi selimut hingga ke dada, menutupi sendiri tubuhnya yang masih polos.

"Mas?" panggil Ruhi lagi dengan suara sedikit keras, matanya mengedar tiap sudut ruangan kamar itu. Tapi dimana-mana tak terlihat batang hidung sang suami, dari arah kamar mandi pun tidak terdengar suara-suara percikan air.

Mata Ruhi memanas, ia menggigit bibir bawahnya menahan tangis.

Ditinggal sendirian dalam keadaan seperti ini membuat ia merasa sangat hina. Sedih bukan main, terlebih perih masih mendominasi pangkal pahanya.

Tak bisa ditahan, akhirnya Ruhi menangis sejadi-jadinya. Membodohi diri sendiri karena mempercayai ucapan playboy tua bangka itu.

"Jahat kamu Mas." ucap Ruhi dengan sesenggukan, ia kembali menangis dengan air mata yang lebih deras.

Ceklek!

Pintu kamar terbuka, Asraf masuk dan langsung syok melihat Ruhi yang menangis seperti itu.

"Loh loh loh, kamu kenapa?" tanya Asraf cemas, ia bahkan melempar paper bag bawaannya asal ke atas ranjang dan memeluk tubuh mungil sang istri.

"Kamu kenapa sayang?" tanya Asraf lagi karena belum mendapat jawaban.

"Mas darimana? kenapa meninggalkan aku sendirian disini setelah apa yang terjadi." jawab Ruhi dan ia makin menangis, tangan kanannya pun memukul mukul punggung sang suami yang sedang memeluknya erat.

"Ya Allah sayang, aku membeli obat untuk mu." jelas Asraf apa adanya.

Tadi pagi ia bangun lebih dulu, melihat Ruhi masih tertidur pulas ia tak tega membangunkannya.

Ketika bangun Asraf langsung teringat percintaan panas semalam, sadar jika dia terlalu ganas, Asraf memeriksa bagian inti sang istri yang semalam ia hentak-hentak tak karuan.

Dan ternyata benar dugaannya, inti itu lecet bahkan sedikit bengkak.

Merasa bersalah, akhirnya setelah membersihkan diri Asraf keluar ke apotik untuk membelikan Ruhi obat.

"Maafkan aku ya." ucap Asraf sambil melerai pelukan itu, ia menatap Ruhi dan menghapus semua air mata.

"Aku tidak mungkin meninggalkanmu," jelas Asraf lagi, susah sekali memang meyakinkan anak kecil ini.

"Mas pergi tanpa memberi tahuku, bagaimana aku bisa tidak berpikir yang macam-macam." jawab Ruhi menggerutu.

"Iya iya, aku yang salah."

Asraf mengecup sekilas bibir Ruhi agar berhenti berkeluh kesah.

"Apa terasa sangat sakit?" tanya Asraf, tangannya menyentuh bagian itu yang masih ditutupi selimut.

Karena malu, akhirnya Ruhi hanya bisa mengangguk kecil, menjawab IYA pertanyaan sang suami.

"Ayo ku mandikan, setelah itu aku obati."

Ruhi tercenung, tidak memberi respon apapun atas ucapan Asraf itu.

"Kenapa? aku sudah melihat semuanya, bahkan sudah merasakan bagaimana nikmatnya," goda Asraf dan membuat Ruhi mencebik.

Bukan begitu, aku takut Mas minta lagi di kamar mandi nanti. Batin Ruhi, lidahnya kelu untuk berkata seperti itu.

"Aku tidak akan meminta lagi, mana tega aku melihat mu kesakitan." jelas Asraf, seolah bisa mendengar suara hati Ruhi.

"Janji?" tanya Ruhi dan membuat Asraf terkekeh pelan, ternyata benar tebakannya tadi, mengira bahwa Ruhi takut ia akan meminta itu lagi.

"Iya janji, tapi sebenarnya kalau main di air lebih licin sayang, tidak akan terasa sakit."

"Maass!!!" rengek Ruhi, ia hampir menangis lagi membayangkan intinya ditusuk tusuk.

"Hahaha, iya iya tidak." ucap asraf sambil menurunkan selimut di tubuh Ruhi, lalu menggendong tubuh sang istri yang polos itu ke kamar mandi.

Sesuai janji, Asraf hanya memandikan Ruhi saja. Hanya sesekali ia meremat kedua gunung kembar itu karena merasa gemas.

Selesai mandi, Asraf kembali menidurkan sang istri. Lalu meminta Ruhi untuk membuka kedua kakinya lebar-lebar.

"Mas, biar aku sendiri yang obati," tawar Ruhi yang masih enggan membuka kedua kakinya, malu.

Ia juga merasa lebih baik setelah mandi, sepertinya tidak butuh obat itu lagi.

"Kamu mana bisa melihat bagian yang lecet. Ini harus segera sembuh sayang, agar kita bisa menyatu lagi." jelas Asraf sungguh-sungguh.

Ruhi melempar sang suami dengan bantal terdekat, kesal, kenapa sedari tadi pembicaraannya selalu mengarah ke situ.

Asraf terkekeh, merasa lucu sendiri. Jujur saja, sebenarnya ia juga tidak sanggup jika hanya melihat tanpa bisa merasakan. Tapi ia harus sabar, ini semua demi kesembuhan sang istri.

"Buka kakimu." ucap Asraf lagi, mau tidak mau akhirnya Ruhi menurut. Dengan canggung ia membuka kedua kakinya lebar-lebar.

Ia menggigit bibir bawahnya kuat ketika melihat kepala sang suami yang sudah bersemayam di sana.

Perlahan, Ruhi mulai merasa jika Asraf mengoles krim itu di sana. Terasa dingin, apalagi ketika Asraf meniup-meniup pelan agar krim itu cepat kering.

"Mas, sudah," lenguh Ruhi, matanya terpejam menahan sensasi aneh.

"Sebentar lagi sayang." jawab Asraf dibawah sana, ia sedang serius mengobati, Asraf terus meniup-niup pelan inti Ruhi.

Tidak tahukah Asraf, jika itu membuat Ruhi berdenyut hebat. Anggaplah Ruhi bodoh, tapi ia malah mendesah mendapati perlakuan itu, hingga memancing sang singa untuk datang.

Asraf yang mendengar ******* Ruhi mulai bangkit dan membungkam mulut sang istri yang menganga dengan ciumannya.

Sumpah demi apapun, Asraf juga sudah tidak tahan. Sedari tadi ia sudah sesak, butuh pelepasan.

Entah dimenit keberapa, akhirnya keduanya kembali menyatu, setelah Ruhi benar-benar basah barulah Asraf masuk ke dalam, masuk hingga ia tenggelem sempurna.

Perih tadi entah hilang kemana, semua rasa berubah menjadi candu yang ingin Ruhi rasakan terus menerus.

Keduanya terus mendesah dan melenguh tak ada puasnya. Yang satu darah muda, yang satunya darah perjaka tua. Sudah tidak ada yang bisa menghentikan kegilaan mereka.

Ditengah-tengah hentakan itu, Asraf teringat sesuatu yang sedari semalam ia lupakan.

"Sayang, apa kamu sudah memakai kontrasepsi?" tanya Asraf dengan suara terengah, ia masih berpacu dengan kenikmatannya.

"Ya Allah Mas, belum, aku lupa." jawab Ruhi jujur, ia bahkan mendorong dada Asraf agar berhenti bergerak di atas tubuhnya.

Mendapati jawaban Ruhi itu, membuat Asraf menyeringai penuh arti.

"Tenanglah sayang, kamu tidak akan hamil hanya karena 1 atau 2 kali percobaan." jelas Asraf sambil memelankan tempo permainannya.

"Kamu pernah dengar KB alami?" tanya Asraf lagi dan Ruhi mengerutkan dahi, bingung, tidak tahu.

"KB alami itu, kita sendiri yang mencegah terjadinya pembuahan."

"Caranya?" tanya Ruhi penasaran, pasalnya ia belum siap untuk hamil, masih ingin kuliah dulu.

"Caranya, sayang yang di atas dan aku yang dibawah, posisi seperti itu membuat pembuahan susah terjadi karena cairanku langsung turun ke bawah ketika keluar." jelas Asraf bohong.

Ruhi nampak berpikir dan membenarkan perkataan sang suami.

"Iya juga ya Mas." jawabnya polos.

Setelah itu keduanya pindah posisi, kini giliran Ruhi yang menari-nari.

Sumpah demi apapun, Asraf sangat menyukai posisi ini, pun Ruhi yang makin lama menikmati permainannya sendiri.

1
quile
sorry Thor... pas Baca sinopsisnya nya kirain Si ruhi namanya (Ruhi amat) jd nyangkanya Laki"..🤣🤣🤣 pas baca Bab 1 langsung melongo ehh masa iya laki di jodohin sama Laki🤭 ternyata salah pemahaman sayanya🤭
Nur Alifa
bagus
apajalah
🍁🍁🌾
Rita Juwita
luar biasa...
Atiah arini
good
Anjar Angel Part II
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Ppkn Ibu
Luar biasa
LENY
DUH SEDIHNYA KAKEK MENINGGAL SEBELUM SEMPAT KETEMU ASRAF 😭😭
LENY
ASRAF MULUTMU TAJAM SEKSLI SUKA MENGHINA PANTAS AJA RUHI KESAL.
LENY
RANDU ADIK RUHI😊
!m_mah
alex mencurigakan 🤔
🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘
Luar biasa
Ida Sriwidodo
🤣🤣🤣😂😂😂
Nikma: Permisi kakak Auhor ...

Halo kak Reader, kalau berkenan mampir novelku juga 'Kesayangan Tuan Sempurna' yaa..
Terima Kasih😊🙏
total 1 replies
Ida Sriwidodo
Ahahahh... astagaa.. aslik ngakak baca part akhirnya
Krik.. kriik.. 🤣🤣😅😅
feri marlinda
Luar biasa
aliya
bagus
komalia komalia
mobil nya kena gempa
komalia komalia
aku udah nebak pasti boneka yang jadi pelampiasan nya
komalia komalia
dasar ruhi bodoh nya Hahaha
komalia komalia
aku penasaran sama bingkisan asraf apa ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!