NovelToon NovelToon
Nikah Muda SMA

Nikah Muda SMA

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Perjodohan / Nikahmuda / Contest / Tamat
Popularitas:123.7k
Nilai: 5
Nama Author: Dek_Zhea♡《

Menikah saat masih SMA? Yang benar saja? Akankah kisah ku ber akhir dengan bahagia?

Ikuti kisah Alifea dan Azrel yang absurd dalam cerita Nikah muda SMA!

Salam Author-Jangan lupa follow, like and coment!✓

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dek_Zhea♡《, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Im lost you, again

"Hai! sayang! i miss you!"

Ah, suara itu, suara siapa lagi kalo bukan suara Azrel? Alifea hanya tersenyum memandang Azrel yang sibuk menguyel-uyel dirinya sampai kegelian. Alifea cuman bisa membiarkannya sampe Azrel puas. Dirinya sedang sibuk menonton televisi sambil makan cemilan.

"Dek, kamu mau kamar mereka nanti kayak apa? Mas udah nyiapin semuanya, kamu tinggal bilang aja," ucap Azrel sambil memindahkan posisi Alifea ke dalam pelukannya. Berat badan bumil 8 bulan itu jadi agak susah buat dipangku.

"Terserah."

Yap, jawaban seorang cewek, TERSERAH.

Azrel mengelus-elus perut Alifea yang sudah membuncit itu, ukurannya menurut Azrel lebih besar dari bumil biasanya. Azrel memprediksikan bayinya akan lahir kembar. Sebab itu Azrel tak mau jauh-jauh dari Alifea, bukan Alifea yang nggak mau jauh darinya.

"Assalamualaikum, calon jagoan papah, gimana kabarnya?"

Alifea mendelik pada Azrel yang sibuk memperhatikan perut buncitnya.

"Waalaikumsalam, hai papah Azrel, tolong jangan ganggu mamah yang lagi sibuk makan ini ya," sindir Alifea menjauhkan tubuh Azrel dari dirinya.

Azrel menurunkan rotasi bibirnya, mengambil kue yang baru saja Alifea mau masukan ke dalam mulutnya. Itu lo, Azrel gambil kur yang udah setengah kena liurnya Alifea, terus langsung dikunyah:)

"Heh! bandel banget sih! sono ah! mandi!"

Seketika Azrel menyengirkan bibirnya, mencium pipinya lalu hendak pergi ke kamar mandi. Alifea kembali menyantap cemilannya damai. Seketika terganggu lagi ketika pintu rumahnya ditekan bel nya.

"Ih, siapa sih? Ganggu banget tau ngg---"

"Eh?"

Alifea menatap sebuah kotak kue yang ada di depan pintu rumahnya, dengan rasa penasaran Alifea mengambil kotak tersebut dan membawanya ke dalam kamar. Dikiranya itu adalah kue yang dipesan Azrel untuknya.

"Mas, ini kue yang dipesan kamu? Kok nggak ada namanya?" tanya Alifea setengah berteriak. Walaupun begitu Azrel tetap bisa mendengarnya jelas.

"Hah? Kue? Perasaan mas belum beli deh. Coba liat dulu."

Dengan rasa penasaran, Alifea membuka kotak kue itu. Ternyata di dalamnya ada chesecake matcha kesukaannya, baru pernah Alifea makan sekali tuh kue saat di prancis. Tapi bedanya mungkin di atas krimnya ada bubuk aneh dan baunya lebih menyengat.

"Cobain aja dulu kali ya? Siapa tau beneran dipesen buat ku."

Dengan rasa penasaran yang kuat, setengah berjongkok karna terhalang oleh perut besarnya. Alifea menaruh kue itu di lantai dan mencolek krim nya agak banyak.

"Nyam, nyem, nyem ... hm ..."

"Rasanya ..."

Hah?

"Hoekk!"

Tanpa sengaja mulutnya seketika mengeluarkan darah, mukanya berubah menjadi wajah kesakitan. Tubuhnya menjadi mati rasa, yang dia rasakan sekarang. Bawah tubuhnya yang basah, dalam perutnya yang sakit dan terasa terus menendang. Mulutnya yang terus bereaksi mengeluarkan darah.

Tendangan dari perutnya yang berasa 2 kali lipat karna Alifea mengandung anak kembar, membuat sedikit air matanya mengalir kesakitan. Alifea mencoba memanggil Azrel yang sedang mengganti bajunya.

Sakit ... sekali.

Alifea tersungkur lemas sambil memegang perutnya erat-erat, wajahnya tampak sangat kesakitan. Terlihat dia terus menahan sakit dari perutnya dan darah yang keluar dari mulutnya. Mulutnya terus memanggil Azrel yang masih dalam kamar mandi.

"Shhh ... mas, tol--tolong ..."

"Ukh, mas, sakit ... hiks."

Sakit, itulah yang dirasakannya. Pandangannya mulai kabur seketika.

Azrel yang sedang mengancingi kemejanya yang tinggal sedikit lagi, langsung berlari ketakutan dan panik menghampiri Alifea yang terus memanggil namanya. Badan mungil nya jatuh kelantai dan terlihat bercak darah dan air ketuban yang pecah.

"Dek! adek! Fea!"

Azrel dengan panik membawa Alifea ke bawah lantai rumahnya, memanggil mamanya dan beberapa pegawai untuk membawa Alifea ke rumah sakit. Alifea terus mencengkram kemeja Azrel sampai kusut, ujung bawah bibirnya berdarah akibat menahan sakit dari mulutnya.

"Mas, sakit, nggak kuat. To--tolong."

Alifea terus bergumam kesakitan, sebisa mungkin mempertahankan kandungannya. Rasa sakitnya bukan seperti mau melahirkan biasa, rasa lain seperti sedang menggerogotinya. Seperti, tubuhnya bereaksi karna obat atau racun.

"Ma, Fea nggak kuat mah. Ukh, sak--sakit." Alifea terus saja bergumam kesakitan, Ghea yang tampak sangat khawatir mengelus puncak kepala Alifea.

"Tenang ya sayang, tahan. Fea pasti bisa."

Azrel menggengan tangan Alifea yang mencengkram tangannya kuat, sehingga Azrel sedikit meringis kesakitan. Tangan lainnya menggengam handphonenya, beralih menelepon Riksa.

[Halo, kenapa Zrel?]

"Riks, tolongin gue Riks! Fea mau melahirkan Riks!"

[Hah? Beneran? Sela---]

"Masalahnya hari ini bukan jadwalnya! Fea yang pas gue temuin ketubannya udah pecah! tolong lo kirim siapa kek, buat meriksain kamar gue! tolong Riks, situasi nya jadi aneh!"

[Kok bis---]

"Plis Riks! cepetan! Fea udah kesakitan!"

Terdengar di telepon Riksa, suara Azrel yang panik dan gumaman jelas Alifea yang sangat kesakitan. Dengan rasa panik juga, Riksa mematikan telefonnya dan mengambil kunci motornya.

"Loh Riksa, lo mau kemana?"

Sebelum Riksa meninggalkan Theia dan Reon yang sedang berkumpul dengannya. Riksa menyalakan gas motornya.

"Gue minta tolong kalian, cepetan kalian ke rumahnya Azrel. Azrel butuh gue di rumah sakit."

Theia berkerut memandang kepergian dokter muda satu itu. Menggenggam handphonenya, sedikit bergaya sok cool sebelum menjalankan tugasnya sebagai tangan kanannya Riksa.

"Ayo Ren, mereka berdua butuh kita."

****

Theia memandang sekitar kamar Azrel, perasaan nya kalut juga mendengar sahabat kesayangannya itu kesakitan karna ingin melahirkan. Tapi kata Azrel, disitulah yang mencurigakan.

"The, kayaknya ini kue yang mencurigakan deh. Coba kamu liat," ucap Reon yang sudah memegang cake yang agak hancur karna sudah terjamah.

"Hah? Kue? Kok jadi kue sih beb?"

"Tck, liat dulu napa Thei, bisa aja kue ini jadi tersangka kan."

Theia memandang cake itu dengan seksama, matanya teralihkan ketika melihat banyaknya bercakan darah di samping tata letak cake itu tadi. Keningnya jadi berkerut.

"Kok ada darah? Punya siapa dah?"

"Kata Azrel itu darahnya Fea sih, biasanya kan orang melahirkan cuman kesakitan di perutnya karna bereaksi, gitu."

Muka Theia tambah berkerut heran. "Kok bisa Feli muntah darah? Kan---"

Matanya terseret pada cake yang ada di tangannya, Theia segera mencari tanda di kotak kue itu. Sebisa mungkin mencari petunjuk.

"Adwijaya, cakes?"

****

Brumm ... ckitttt!

Terlihat sebuah motor ninja merah berhenti di sebuah toko kue cantik mini. Bertuliskan di depannya 'Adwijaya in cakes.

Theia tahu betul punya siapa toko kue tersebut, dari nama depannya saja udah ketebak.

"VINA!"

Urusan ini, harus diselesaikan.

"Loh Theia? Apa kab--"

Brak!

"Kue ini punya toko lo kan?!" gertas Theia tanpa basa-basi, menyerahkan kotak kue beserta isinya.

Lantas Vina kaget, pegawai yang disampingnya juga sampai loncat saking kagetnya. Vina mengerutkan dahinya heran, melihat perubahan sikap Theia padanya.

"Emangnya kenapa sih Thei?"

Theia memandang Vina penuh amarah, bisa-bisa nya orang ini bersikap licik lagi tanpa raut tak berdosa.

"Lo tau? Gara-gara kue lo, Feli jadi kesakitan parah yang pas mau ngelahirin! pasti lo kan yang ngasih kue itu dan ngasih sesuatu ke dalamnya? Ngaku!"

Theia berteriak dengan pelupuk penuh air mata, perasaannya sungguh tak terima. Reon berusaha menurunkan emosi gebetannya itu. Vina makin bingung dengan apa yang diucapkan Theia.

"Bentar-bentar, Feli mau ngelahirin? Terus apa hubungannya sama kue?"

"Gue sangkanya karna Feli bereaksi karna dia makan kue yang dikirim sama lo! paham nggak sih lo?!"

Dengan perasaan kalut juga, Vina meraih cake tersebut dan mengeceknya dengan seksama. Sedangkan Reon berusaha mendinginkan kepala Theia yang mulai panas.

Dengan mengecek mulai dari krim nya, lama-lama dahi Vina ikut berkerut setelah mencium bau krim yang ditaburi bubuk, sebisa mungkin Vina tak ikut mencicipinya. Mukanya tiba-tiba berubah, ketika mengenali bau dari krim cake nya itu.

"I, ini. Nggak mungkin!"

"Kenapa?" serempak Theia dan Reon penasaran dan ketakutan.

"Kuenya dikasih bubuk racun! gawat!"

Dan lebih Vina takut lagi, ketika melihat note tulisan di bawah kotak kue itu. Tulisan Fanesha, Vina sangat mengenalnya.

****

Azrel dan Ghea ikut mengiringi Alifea menuju ruang UGD. Alifea terus saja menahan sakitnya agar bayinya selamat, tangan Azrel yang menjadi tumpuannya menahan sakitnya.

"Tahan sayang, kamu harus bisa."

Alife tak bisa menjawabnya, bibirnya kelu. Terus menggelengkan kepala, Azrel sangat tak tega melihat istri mungil satunya tersebut. Sampai ruang UGD, Alifea dibawa masuk oleh beberapa suster rumah sakit.

"Dokter Matran mana?!"

"Maaf mas, nyonya, dokter Matran sedang libur hari ini," ucap salah satu suster, suaranya dia pelankan karna ketakutan.

"Apa?! kamu ini gimana sih?!"

Kali ini Ghe ikut marah, perasaan takutnya kian mengebu. Tiba-tiba Riksa menyalip suster tersebut dan mulai memasuki ruang UGD. Sekilas dia menepuk bahu Azrel dan tersenyum tipis.

"Tolong Riks, selamatin istri gue. Gue mohon."

Senyuman ketakutan, yang Riksa tampakan sekarang.

"Gue akan berusaha Zrel, lo tinggal doa aja, oke? Kita disini juga takut."

Riksa berlalu meninggalkan Azrel dan Ghea diluar, pintu UGD pun ditutup. Azrel menangis ketika melihat dari kejauhan, Alifea yang tampak sangat kesakitan. Terus memanggil namanya. Tubuhnya seakan akan mati rasa hingga terjatuh ke dasar lantai.

-

"Tarik nafas ..."

"Keluarkan, tarik nafas ..."

"AKH!"

Gelap, nyawanya seakan ikut tercabut. Setelah mengeluaran dua bayi dari rahimnya, rasanya sangat sakit. Darah lebih banyak keluar dari tubuhnya.

"Fea?"

Bersambung~

1
Cici_sleman
jauh bgt bahasanya sm kita2...trllu kasar..
Cici_sleman
emang kutu rasanya hambar yah?😅
V¡K@
pliss jangn meningsoy dulu Fell😭😭😭
V¡K@
Vani kah???!
erni aurelia
kasar bgt ngomongnya,authornya bukan orang Sunda asli ya jadi ga tau klo kata2 yg dipake itu kasar
EM1212
kug ndadak calon istri dan calon suami, semangat membuat karya,,
Erna Candra
iya bahasa nya kasar bgt sm agak lebay 😄
Khenisa Maulida Zulkarnaen
seharusnya ada bahagia dengan anaknya
Khenisa Maulida Zulkarnaen
ga asik endingnya
Khenisa Maulida Zulkarnaen
hedeh ga bngt nih novel masa penjahat hampir 5 taun ga ada yang nglaporin ga bnget
Idan Cedan
thor ko Bahasa mys KaSaR Bgt ya? ??
nur imamah
mana fisualnya thor
Khenisa Maulida Zulkarnaen: bayangin aja pemeranya anda sama pasangan anda
total 2 replies
Hesty agustin13
kak lanjutin dong🙏🥺
Dharaaaeiy: iya makasih😀
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!