NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Presdir

Terjerat Cinta Presdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:745.3k
Nilai: 5
Nama Author: yulia.l

Karya pertama.
Masih tahap revisi.
Banyak typo bertebaran.



Hana seorang gadis yang cantik dan lembut, dirinya harus berurusan dengan Reihan, pria yang mencintainya tapi tidak suka di bantah.



Nb: Aku buat ceritanya enggak berat-berat tapi ringan dan datar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yulia.l, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps 31.

Setelah meninggalkan Angel si wanita tidak tahu malu itu, Reihan kembali membawa Hana ke dalam ruangannya.

"Sayang, sementara kau duduk dulu di sini, aku akan membereskan pekerjaanku dulu, ya?" pinta Reihan yang langsung di angguki oleh Hana.

Reihan mengecek sisa berkas yang berada di atas meja kerjanya, tak sampai 30 menit akhirnya selesai dan ia bisa bernafas lega.

"Beres" ucap Reihan.

Lalu Reihan menengok ke arah Hana yang terus memperhatikan dirinya.

"Tampannya..." gumam Hana terus memandangi wajah Reihan sembari menopang dagu dengan satu tangannya.

Ya, Hana akui Reihan memang begitu tampan, apalagi saat sedang serius bekerja, sehingga membuat tatapan matanya tak mau berpaling ke arah lain.

"Tampan?" tanya Reihan mengerutkan keningnya.

"Ya... " jawab Hana yang masih tidak sadar dengan ucapannya.

Reihan berjalan ke arah Hana, lalu ia membungkukkan tubuhnya mensejajarkan wajahnya tepat di hadapan Hana.

"Apa aku sangat tampan, hem?" tanya Reihan dengan menggoda Hana.

"Ya... Hah? eh, hehe...." Hana yang melamun, langsung tersadar dari lamunannya dan membuat ia salah tingkah.

Reihan mengacak rambut Hana dengan begitu gemas. "Jangan kebanyakan melamun." ucapnya lalu duduk di samping Hana.

"Mas Reihan, memangnya kita mau pergi jalan-jalan ke mana?" tanya Hana.

"Kita akan kencan." jawab Reihan.

"Kencan? dengan memakai baju formal seperti ini? apa tidak terlihat kaku?" tanya Hana yang melihat penampilan Reihan dari atas sampai bawah.

"Benarkah?" tanya Reihan memperhatikan dirinya sendiri.

"Iya... Mas Reihan harus mengubah sedikit penampilannya, mau kan?"

"Terserah kamu saja, sayang,"

"Baiklah, hehe...."

Hana menarik tangan Reihan membawanya untuk berdiri.

"Ayo membungkuk!" pinta Hana yang langsung di turuti oleh Reihan.

Hana mulai melepaskan dasi yang ada di leher Reihan dan melemparnya di sofa. Ia juga menata rambut Reihan, memberikan sentuhan gaya rambut ala Korea dengan memakai poni agar terlihat cool.

"Nah... kalau begini kan lebih santai dan terlihat sangat tampan seperti Oppa,"

"Benar, sudah tampan?" tanya Reihan memastikan penampilannya.

"Iya"

"Kalau begitu ayo kita pergi" ajak Reihan. Hana menganggukkan kepalanya dan mereka berdua segera pergi meninggalkan ruangan itu.

-

"Eh, siapa ini? apa dia Bos kita? aku tidak mengenalnya," ucap Juna memperhatikan tampilan Reihan.

"Ck. Kau mau mengejekku!" Raihan berdecak kesal.

"Tidak, aku tidak mengejekmu Bos. Oh iya, apa boleh aku ikut?" tanya Juna begitu berharap mereka berdua akan mengajaknya.

"Tidak boleh! mengganggu saja." ucap Reihan.

Rio yang yang sedari tadi

mendengar pembicaraan mereka berusaha menahan tawanya sambil pura-pura sibuk melihat ke layar komputer.

"Kak Juna, yang rajin ya kerjanya. Semangat!" ucap Hana memberi dukungan kepada Kakaknya.

"Iya..." jawab Juna menyebikkan bibirnya.

Mereka berdua berjalan memasuki lift sambil bergandengan tangan dengan senyum merekah di antara keduanya.

"Rio, aku jadi bingung dengan adikku, dia itu menyemangatiku atau mengejekku sih?" tanya Reihan kepada Rio.

"Menurutmu?" Rio balik bertanya.

-

Saat keduanya sudah keluar dari dalam lift. Beberapa karyawan memberi hormat kepada Presdirnya dan di balas senyum oleh Reihan.

Hana yang melihat interaksi antara presdir dengan karyawannya, membuat dirinya begitu senang karena Reihan mau belajar untuk bisa menghormati orang lain.

Mereka berdua segera memasuki mobil. Pak supir langsung menjalankan mobilnya ke tempat yang akan mereka tuju.

-

Di depan mall.

"Mas, apa kita akan kencan di mall?" tanya Hana.

"Iya. Aku ingin menghabiskan waktu bersamamu seharian ini dengan berkencan." jelas Reihan.

"Bagaimana kalau kita nonton bioskop saja! Mas mau?" usul Hana.

"Boleh" jawab Reihan.

Mereka berdua berjalan ke tempat bioskop lalu memesan tiket.

"Mas mau nonton film apa?" tanya Hana.

"Terserah kamu saja." jawab Reihan.

Setelah mendapatkan tiket film yang akan di tonton, Hana mengajak Reihan membeli pop corn dan minuman yang tak jauh dari sana.

Saat sedang memesan pop corn, beberapa wanita yang ada di sana terus melirik ke arah Reihan sehingga Hana yang melihatnya begitu kesal.

"Sayang... mataku kemasukan sesuatu. Rasanya sangat perih." keluh Hana dengan begitu manja di depan para wanita itu.

"Mana yang sakit sayang? sini biar aku tiup." Reihan langsung mendekat ke wajah Hana lalu meniup matanya yang sakit.

"Apa sudah lebih baik?" tanya Reihan.

"Ya, sudah lebih baik. Terimakasih sayang," ucap Hana lalu mencium pipi Reihan di depan para wanita itu.

Reihan begitu terkejut saat melihat sikap aneh Hana yang langsung menciumnya lebih dulu. Karena yang ia tahu Hana tidak akan memulai tanpa dirinya yang mencium Hana lebih dulu.

Pada saat Reihan menengok ke arah para wanita yang ada di sana, ia sekarang bisa mengerti kalau ternyata Hana sedang cemburu.

"Mas, sebentar lagi film nya sudah mau mulai, yuk cepat." ajak Hana dengan menggandeng lengan Reihan.

Mereka berdua mendapatkan kursi di bagian tengah. Bioskop pun tidak terlalu ramai hanya ada beberapa pasangan saja.

"Sayang, apa kamu pernah ke sini juga? sepertinya kamu hafal dengan tempat ini, atau kamu pernah pergi bersama pria lain?" tanya Reihan menyelidik.

"Aku sering menonton bersama Amel dan Tika, baru kali ini aku pergi menonton dengan seorang pria, yaitu kamu," ucap Hana.

"Benarkan?" tanya Reihan tersenyum senang.

"Hmm" jawab Hana.

Reihan pun langsung merangkul tubuh Hana dan menciumi pipinya.

"Mas malu.... nanti di lihat orang..." bisik Hana.

"Tadi kamu menciumku di depan banyak orang, tidak malu sama sekali, tapi kenapa sekarang jadi pemalu," ucap Reihan ikut berbisik.

Mereka melanjutkan menonton filmnya. Sesekali Hana menyuapi Reihan dengan pop corn. Begitu juga dengan Reihan, ia sangat bahagia karena ini adalah pengalaman pertama baginya menonton film bersama dengan wanita yang ia cintai.

1
Andariya 💖
eh..eh main sosor sj😀😀😀🤪
Andariya 💖
wah..di bos nyosor sj
Andariya 💖
suka pada pandangan pertama, ya bossss
Andariya 💖
mampir
Michelle Rafa
ini knp GK ada lanjutannya Thor
Rini Maryani
lanjut ka
Clay Primrosse
kok gak ada lanjutannya sih, bikin penasaran aja
Clay Primrosse
lanjutkan
Susanihikmah
up lagi kakk
ice lemon tea
nyam...
ice lemon tea
siap
ice lemon tea
yay
ice lemon tea
aku suka karya mu thor pas sekali mantap
ice lemon tea
suka.......
Herman
lanjutannya mana nih...🤔
E
hadir... lanjut 👍
E
semangat 💪
Eni Trisnawati Mmhe Winvan
doyan ceker ayam jg nih bayi 😀😀😀😀😀
Eni Trisnawati Mmhe Winvan
makanya leo Dinda tuh jangan di sia siain dah pergi aja loe kehilangan
Eni Trisnawati Mmhe Winvan
Leo kasihan dah ah dah mandi minyak wangi dah bergaya gak di lirik pula ma Dinda 🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!