NovelToon NovelToon
Cinta Di Pesantren Story

Cinta Di Pesantren Story

Status: tamat
Genre:Teen / Contest / Teen Angst / Tamat
Popularitas:198.1k
Nilai: 5
Nama Author: supriyanti210701

Asyifa Alexandre Saputri sering dipanggil syifa,anak seorang pengusaha yang kaya raya bernama Albert Alexandre.memiliki sifat dingin,keras kepala tapi pintar. kesibukan orangtuanya membuat Syifa melakukan hal hal yang tidak baik,sehingga kedua orangtuanya memasukkan Syifa kepesantren untuk memperbaiki ilmu agama di pesantren milik teman dari ayah adinda kakak dari Albert


namun tidak disangka Syifa malah mendapatkan jodoh

tapi saat dia bertemu jodohnya Syifa mengalami kecelakaan sehingga membuat setengah ingatannya hilang,lalu apa yang terjadi selanjutnya

saksikan kelanjutannya ceritanya di novel yang berjudul "cintaku di pesantren story"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon supriyanti210701, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

32. Terungkapnya perasaan Bian

"Apapun yang kamu kenakan itu pasti bagus nak karena kamu itu memang cantik,tapi coba kamu tanya sama Bian ya." Sengaja meminta pendapat Bian.

"Iya bagus kok Mi."Tanggap Ustadz Bian tanpa melihat kearah Adinda.

"Kalau ngasih pendapat itu dilihat dulu."Protes Umi yang melihat Ustadz Bian hanya memberikan pendapat.

Ustadz Bian mengangkat kepalanya dan melihat kearah Adinda.

"Iya sangat cantik."

"Sangat cantik tapi kalau dipakai Syifa pasti jauh lebih cantik."Batin Ustadz Bian.

Umi dan Mama terlihat sangat senang mendengar ucapan Ustadz Bian

"Baiklah berarti kita pilih gaun yang ini saja ya." Umi menunjuk kearah gaun yang sedang dipakai Adinda.

"Iya umi,Adinda nurut saja."

Adinda pergi kearah ruang ganti untuk mengganti bajunya kembali.

Setelah selesai mereka mencari jas untuk Ustadz Bian.

Adinda melihat kearah jas yang berwarna senada dengan gaun miliknya untuk pernikahan.

"Umi lihat jas itu memiliki warna yang senada dengan gaun pengantin milikku."Adinda menunjuk kearah jas tersebut.

Umi melihat kearah tunjuk Adinda.

"Iya itu sangat cocok untuk pasangan gaun pengantin milikmu."

Mereka berempat melangkah menuju jas yang ditunjuk Adinda,saat di depan jas tersebut.

"Sayang cobain jas ini ya."Bujuk Umi pada Ustadz Bian.

Ustadz Bian mengambil jas yang ada di tangan Uminya dan melangkah meninggalkan mereka ke ruang ganti.

Setelah memakai jas Ustadz Bian keluar dari ruang ganti untuk menunjukkan kepada Umi, Mama,dan Adinda.

"Wah kamu terlihat sangat gagah saat memakai jas ini."Mama memuji Ustadz Bian

"Terimakasih Ma tapi itu terlalu berlebihan,apakah kalian suka?"

"Mendingan kamu tanya saja sama calon istrimu itu." Umi sengaja agar mereka berdua bisa saling lebih mengenal.

"Bagaimana Adinda apakah jas ini sudah bagus?"

"Itu sudah sangat bagus kok Ustadz,bahkan Ustadz sangat tampan jika memakai jas itu."

"Maaf Ustadz tapi jas itu akan terlihat lebih cocok jika dipakai oleh Ustadz David."Batin Adinda menolak.

"Wah kalian akan menjadi pasangan yang sangat serasi."Puji Mama memuji Adinda dan Bian.

Ustadz Bian dan Adinda hanya diam tanpa menjawab ucapan dari Mama.

Pelayan segera mengemas gaun dan jas yang mereka pilih.

Ustadz Bian berjalan menuju kasir untuk membayar pakaian yang mereka beli.

Setelah membeli gaun dan jas mereka melangkah ke mobil, Ustadz Bian melajukan mobilnya menuju toko perhiasan untuk mencari cincin pernikahan.

Sekitar 20 menit kemudian mereka sampai di toko perhiasan.

Di dalam toko Umi dan Mama sangat semangat mencari cincin tapi tidak dengan ustadz Bian dan Adinda, mereka berdua hanya melihat kekompakan orangtua mereka saat mempersiapkan perlengkapan untuk pernikahan mereka.

"Mungkin saya akan sangat bahagia dan bersemangat jika saja yang menjadi calon istri saya adalah Syifa."Batin Ustadz Bian sembaring tersenyum tanpa ia sadari.

"Saya akan sangat semangat bahkan mungkin saya sendiri yang akan mempersiapkan semua peralatan dan acara pernikahan ini jika yang berada di posisi Ustadz Bian adalah Ustadz David,tapi apakah dia juga merasa seperti itu pada saya secara dia membenci saya?."Batin Adinda dan tanpa ia sadari dia juga tersenyum.

Mama melihat kearah Adinda dan Ustadz Bian yang sedang tersenyum sendiri.

"Kenapa kalian berdua tersenyum,ingat kalian belum muhrim jadi jangan memikirkan yang belum harus kalian pikirkan."

Adinda dan Ustadz Bian tersadar dari lamunan mereka.

"Tidak kok Ma, Adinda hanya senang melihat Mama bisa bahagia."Elak Adinda untuk menutupi rasa malunya karena tersenyum meskipun bukan memikirkan yang diucapkan Mamanya.

"Iya Ma, Bian juga sama seperti Adinda senang melihat kekompakan Umi dan Mama."

"Kalian memang anak yang baik bahagia saat melihat orang lain bahagia,tapi Umi juga akan bahagia jika kalian bahagia."

"Iya itu sangat benar kami semua akan sangat bahagia saat melihat anak anak kami bahagia."

"Apakah Mama dan um6i sudah mendapatkan cincin untuk pernikahan Adinda dan Ustadz Bian?"

"Kenapa Umi dan Mama kamu harus memilihkan cincinya saat calon penggantinya ada disini, kalian berdua bisa memilihnya sendiri."

"Iya akan lebih baik kalian memilih cincinya sendiri."

Adinda berjalan untuk melihat cincin yang ada di toko itu dan diiringi Ustadz Bian.

"Kamu suka yang mana?"tanya Ustadz Bian yang memang tidak tahu harus memilih yang mana karena tidak ada yang disukainya.

"Sebentar Ustadz,saya sedang mencarinya."

Adinda terus mencari cincin yang ia sukai sampai saat dia tertuju pada sepasang cincin berwarna silver dengan ukiran cantik dan mempunyai tiga berlian.

"Saya mau yang ini Ustadz."Adinda menunjuk kearah cincin yang ia inginkan.

"Baiklah,Mbak kami pilih cincin yang itu."Bian menunjuk kearah cincin yang Adinda tunjuk.

Ustadz Bian segera membayar cincinya tapi tidak sengaja dia melihat sebuah kalung emas dengan mainan berbentuk hati yang terbuat dari emas dan mempunyai berlian di tengahnya.

"Kalung itu akan sangat cantik kalau Syifa yang memakainya, sebaiknya saya membelinya saja."Ustadz Bian terus membatin.

"Mbak ,tolong ambilkan kalung emas itu ya nanti saya kembali kesini untuk mengambilnya."Pinta Ustadz Bian sambil menyerahkan kartu berwarna gold miliknya.

Setelah membayanya Ustadz Bian meninggalkan toko tersebut untuk mengantarkan Adinda,Umi,dan Mama pulang ke mobil.

Sesampainya di mobil Ustadz Bian membuka mobil miliknya.

"Umi,Mama dan Adinda tunggu dulu di mobil ya Bian mau ke toilet dulu."Tanpa menunggu jawaban Ustadz Bian meninggalkan mobil dan kembali menuju toko perhiasan itu.

"Apa benar Ustadz Bian mau pergi ke toilet,lebih baik saya mengikutinya saja."Batin Adinda curiga.

"Adinda mau ke toilet dulu ya."Bergegas meninggalkan Umi dan Mamanya.

Adinda mengikuti Ustadz Bian dari belakang dan tidak sedikitpun Ustadz Bian menyadarinya.

Sesampainya di toko perhiasan tadi.

"Mbak,saya mau mengambil kalung yang tadi saya beli."

Pelayan toko mengambil sebuah bingkisan dan memberikannya kepada Ustadz Bian.

"Terimakasih Mbak."Bian berlalu meninggalkan toko perhiasan itu.

Selama di perjalanan ke mobil Ustadz Bian berbicara sendirian.

"Kalung ini akan terlihat sangat cantik jika nanti dipakai Syifa."

Adinda yang memang sedari tadi mengikuti Ustadz Bian dapat mendengar ucapan ustadz Bian.

"Jadi Ustadz Bian sebenarnya menyukai Syifa,tapi kenapa dia menerima perjodohan ini?"Batin Adinda tak percaya.

Ustadz Bian sudah berada di depan mobilnya begitupun Adinda mereka masuk bersamaan.

"Kalian tadi janjiankan bukannya pergi ke toilet?"tanya Umi penasaran.

"Tidak, toilet pria dan wanita itu beda tempatnya."Jawab Adinda sekenanya.

"Benarkah, tapi berarti kalau toiletnya sama kalian akan janjian gitu."

"Tidak Umi kita belum muhrim."

"Iya,jadi nunggu muhrim baru kalian akan pergi ke toilet bersama."Goda Mama.

"Kalau itu Syifa,saya mau saja pergi kemanapun bersama. Sadar Bian,dia itu calon Adik ipar mu."Batinnya menyadarkan dirinya.

Karena sudah bosan menjawab ucapan Mama dan Umi, Ustadz Bian melajukan mobilnya untuk mengantarkan Adinda dan Mamanya pulang.

Setelah mereka sampai di rumah keluarga Faris, Adinda dan Mamanya turun dari mobil ustadz Bian.

"Terimakasih ya nak."

"Iya sama-sama Mama."

Ustadz Bian kembali melajukan mobilnya menuju rumahnya.

____________Di Jepang_________

Terlihat di sebuah kamar berwarna pink seorang gadis yang sedang berbaring di tempat tidur.

"Kenapa hatiku sering gelisah seperti ini,apa yang akan terjadi."Batin Syifa terlihat gusar.

Tiba tiba pintu kamar diketuk, Syifa beranjak dari tempat tidurnya untuk membuka pintu.

"CEKLEK."

"Sayang, Ayah mau ke kantor sebentar kamu mau ikut Ayah tidak?"

"Ayah bisakah kita pulang ke Indonesia besok?,Syifa kangen sama kak Adinda."

"Kalau besok tidak bisa sayang tapi untuk lusa kita bisa pulang ke Indonesia."

"Baiklah tidak menjadi masalah yang terpenting kita bisa pulang ke Indonesia."

**Terus ikuti episode selanjutnya ya dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian agar Author lebih semangat melanjutkan ceritanya

Terimakasih 🙏.

salam untuk semuanya**

1
𝓗𝓐𝓔𝓒𝓗𝓐𝓝
lanjut kak
𝓗𝓐𝓔𝓒𝓗𝓐𝓝
beruang kutub
syafaulqi#ukhty
beruang kutub 😭🤣🤣
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa
𝓗𝓐𝓔𝓒𝓗𝓐𝓝: bagus banget buat gue nangis
total 1 replies
Nur Lutvi
thor kok tamat sih ceritanya bagus loh
Dini Eriani
harta bukan segala nya
tapi masih sayang dan perhatian itu melebehi segalanya
Dini Eriani
bapak nya syifa gak peduli sih sama ank sendiri
Dini Eriani
kuntilanak jodohmu tuh kak🤣
Dini Eriani
biar pun nakal syifa tetap tahun nvaji sholat
Dini Eriani
awas jodoh lo ntar
Dini Eriani
🤣🤣🤣
Dini Eriani
awas jodoh lo ntar
Dini Eriani
issshhh kok mama gua dibawa” sih thor
Dini Eriani
nmx kek sm
Dini Eriani
IQ nya pinter bngt umur 15 udh lulis S2
jisoo❄❄
loh loh, kata syifa tadi di Amerika😕
Purianti Santi
lanjuuuutt tor
گسنيتي
emmmmm bikin kesel thor. kok dikit bgt sieh gak ada asmara melnda mereka ber empat
گسنيتي
lanjud thor mkin seru,
گسنيتي
ayo dong thor jodohin syifay sm ustadz abian biar diel thor gk rela syifa sm ustadz david he
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!