NovelToon NovelToon
Presdir Muda VS Nona Muda

Presdir Muda VS Nona Muda

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Fantasi / Cintamanis / Contest / Perjodohan / Tamat
Popularitas:589.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ang lin Hua

Kau hadir dengan sebuah alasan klise yaitu cinta untukku si pemain cinta.

Dan kini setelah semua yang kita alami,kau memberiku sejuta alasan untukku tetap Mencintaimu.

Setelah merasakan cinta kini aku tau kenapa kau menolakku KARINA. Tapi kini kau menarikku jauh kedalam sayap kerinduan. Dan aku tidak akan membiarkan masa lalu mendorongmu jauh dari cintaku karena tanpamu cintaku tak kan sempurna KARINA ADESTA.

Meskipun kau memberiku pelangi dan hujan secara bersamaan tapi entah kenapa hatiku tak bergeming sedikitpun dari ruang cinta ini.

Aku tidak menyangka akan bisa bertahan sampai akhir dengan cinta yang seperti air di samudera luas

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ang lin Hua, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Saat saat romantis bersamamu

Gerald menepuk pelan jidat Karina hingga membuat gadis itu meringis kesakitan, dan mendelik tajam ke pria itu.

"Emang lo pikir apa!?" ujarnya. Ia mendekatkan wajahnya ke arah Karina hingga membuat gadis itu menjauh karena takut.

"Siapa Juju?"

"Dari mana lo tau Juju?" lirihnya meski Karina terkejut mendengar nama yang ia sembunyikan dari semua orang.

"Lo ngigau, Neng. Ayo, jawab! Siapa Juju? Jangan-jangan cowok lo, ya?" selidiknya.

 

"Kalau, iya, kenapa? Emang lo aja yang bisa gonta-ganti cewek. Gue juga bisa," ucapnya dengan ketus.

 

Gerald kembali menjauhkan wajahnya lalu mengelus dagunya dan mengernyitkan alisnya. "Kayaknya gue juga pernah dengar nama nih orang."

"Di mana? Cepet bilang di mana? Di mana?!" berondong Karina dengan semangat menarik kimono Gerald tanpa sengaja, tubuh Gerald tak seimbang hingga ia tersungkur di kasur dan karena terkejut ia pun spontan ikut menarik Karina.

BANG!

Keduanya dalam posisi yang tak wajar.

Tomi yang kebetulan masuk, begitu saja terkejut melihat posisi mereka. "Opss! Eehhh ... oohhh ... aaahh … gue keluar, gue nggak lihat apa-apa."

Karina menjulurkan tangannya ke arah Tommi yang segera kabur, tetapi ia gagal.

"Dia kenapa?" ujar Karina.

Gerald yang sedari tadi menahan tindihan Karina mengempaskan kepalanya lagi di kasur.

"Eh, anak manja! Lo nggak lihat posisi kita kayak gimana? Siapa pun yang lihat kita kayak gini pasti mikir yang sama dengan Tomi."

Karina menoleh dan mulai melihat ke sekitarnya mengamati posisinya yang duduk di atas tubuh Gerald. Sontak ia langsung menjauhkan diri dan menjadi salah tingkah.

 

"Hhuuhhh, akhirnya bisa bernapas lega," desah Gerald kembali duduk.

 

Karina segera beranjak masuk kamar mandi untuk mengganti pakaiannya sekaligus menyembunyikan malunya dari Gerald.

 

"Dasar musang gila! Gue heran nasib gue sial melulu kalau ketemu dia," gerutu Karina melepas semua bajunya.

"Eh, cewek oon! Gue denger lo ngomong apa. Dalam waktu lima menit lo harus turun, kalau nggak gue yang masuk ke situ!" ancam Gerald sembari terkikik pelan dan berjalan keluar.

 

Gerald berdiri sambil meneguk wine-nya di ruang belajar, tak lama tubuh Karina terlihat mengendap memasuki ruangannya.

"Ngapain kita di sini?" tanyanya mendekat ke samping Gerald.

"Nih, buat kamu," ucapnya menyerahkan sebuah kotak kado kecil.

"Boneka Barbie? Eh, tukang pamer! Lo pikir gue anak lima tahun apa dikasih kado beginian? Lo tuh, ya, nggak romantis banget! Orang kalau mau kasih sesuatu ke cewek itu yang bagus kayak berlian. Cincin permata atau apa kek, bukannya mainan kayak gini!" omel Karina.

"Udah selesai khutbahnya?" tanya Gerald menatap dingin ke arah Karina yang ketakutan. "Lo nggak lihat tuh boneka apa? Itu Barbie Princess Island, bukannya lo suka?"

 

Karina menatap awas ke arah Gerald. Ia melangkah perlahan meneliti seluruh tubuh dan wajah Gerald. Pria itu berusaha bersikap tenang dengan segelas wine-nya.

 

"Lo kenapa liat gue kayak gitu?"

"Tau dari mana lo kalau gue suka Boneka Princess Island."

"Anggi."

"Nggak mungkin, sejak kapan lo deket sama Anggi?"

 

Gerald memutar bola matanya dan mendengkus kesal ke arah Karina.

"Oh my god! Eh, cewek OON! Otak lo ketinggalan di mana sih? Makanya jangan kepintaran jadi orang! Akibatnya lo jadi pelupa."

 

"Maksud lo?"

"KARINA!" pekiknya keras menekan huruf nama Karina.

"Lo lupa, ya? Di Kengston gara-gara lo diem mematung lihat nih boneka, mommy sama adik gue frustrasi nyariin lo? Sekarang malah berlaga lupa lagi."

"Ha? Jadi lo sengaja beliin gue cuma gara-gara itu?"

"Baru nyadar lo?"

 

Karina melompat kegirangan. Ia pun segera menghambur dan memeluk Gerald seraya menciumi pipinya. Hati pria itu tiba-tiba berdebar kencang, napasnya mulai tak beraturan, dan tangannya gemetar saat menerima reaksi Karina yang seperti itu. Ia segera melepaskan diri dan berlagak risi padahal dalam hati ia ingin sekali lebih dimanjakan calon istrinya itu.

 

"Iihhh apaan, sih? Risi tau!" protesnya.

"Yee … gitu aja risi bukannya lo udah kebiasaan nyosor sama cewek-cewek? Kenapa disentuh gue malah risi begitu?"

"Lo mau tanggung akibatnya?"

"Maksud lo?"

 

Karina berubah takut kembali. Gerald lagi-lagi menggodanya, dia melangkah mundur saat Gerald hendak mendekatinya.

 

"Lo ini plin-plan banget jadi cewek. Bukannya lo mau yang lebih dari ini."

"Eh, otak ngeres! Lo pikir gue penganut aliran **** kayak lo apa? Dasar otak mesum!"

"Kalau gitu kenapa lo ...."

 

Belum sempat Gerald menyelesaikan kata-katanya, lagi-lagi Tommi datang mengganggu keduanya.

 

"Astaga!" ujarnya membalikkan badan.

"Ada apa?" tanya Gerald mengatur ulang posisi berdirinya.

"Bokap lo telepon, katanya dia udah pesan kartu nikah di catatan sipil tinggal tunggu persetujuan lo aja."

"Kasih tau dia, kirim cincin dan surat perjanjian ke alamat calon menantunya itu. Dan bilangin kalau menantunya pasti akan menyetujui pernikahan ini. Pasti."

 

1
Anonim
Gak masuk akal .. masa pemeran utamanya meninggal smua .. ceritanya payah
Ari Wulan
Lumayan
Ari Wulan
Luar biasa
Lulu Vanessa
Kecewa
Ari Febrianto
yang bener mana?
Ari Febrianto
terutama ini dia di Indonesia dibab selanjutnya tiba-tiba di Paris🥲
Ari Febrianto
ini cerita kok ngawur ya🤔. tadi tomi di Indonesia. dibab selanjutnya di Paris. emang Tomi punya pintu doraemon
Erni Fitriana
mampir untuk nyimak
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa
Santi Sukmawati
masa iya sih Ge ,kan roby bukan Suzanna
Alwi
gak nyambong,,, setelah melewati semua ujian,, kok akhir nya mati semua,, pemeran utama lagi,, kpan bahagia nya,,,
Nenk Kwr
thor masa semua keluarga dan pemeran utamanya mati semua. ga masuk akal saja, mereka keluarga sukses dan kaya raya yg pasti punya banyak pengawal harus kalah sama seorang haris.
Alwi
masak pemain utama mati Thor,, nyesel gue baca,, masak yang baik kalah ,, yang jahat selamat,,
Susilawati Dewi
kasian karina
Susilawati Dewi
ya pasangan aneh
Susilawati Dewi
ya knp bls ya ke gerald
Susilawati Dewi
ada ada aja
Susilawati Dewi
semoga cerry sm robi kebongkar
Susilawati Dewi
hahahahaaaa
Susilawati Dewi
ya ampun dasar gerald ga bs tegas
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!