I Love You Tante..! 2 adalah sekuel dari Novel yang berjudul sama, I Love You Tante..!.
Di Novel ini akan diceritakan tentang perjalanan rumah tangga yang berbeda usia, Antara Nia dan Bobby.
Perbedaan usia yang cukup jauh -+14 tahun pasti banyak sekali perbedaan sudut pandang.
Apakah Nia dan Bobby mampu bertahan seperti kedua orang tua Nia yang mempunyai kehidupan yang bahagia walaupun menjalani pernikahan beda usia juga?
Disini juga akan diceritakan tentang restu dari orang tua Bobby dan juga kehidupan rumah tangga para sahabat-sahabat Nia.
Bila ingin membaca novel ini, author sarankan untuk membaca Novel yang berjudul I Love You Tante..! yang pertama dulu. Biar nyambung ya reader.🙏🏼😁
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon de'rini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
32# Apa penting nya di ingat?
Mobil Fajar memasuki halaman rumah Farah, Ia memarkirkan mobil nya di luar garasi seperti biasanya. Fajar melangkahkan kaki nya menuju pintu rumah itu.
Tiba-tiba saja segerombolan wartawan datang menyerbu rumah itu. Fajar pun terheran-heran dengan banyak nya wartawan yang datang.
"Gue lagi gak menangani kasus hukum Artis, tetapi kenapa banyak wartawan ya?" Gumam Fajar.
"Pak, ada Ibu Farah nya?" Tanya seorang wartawan.
"Pak, apa benar istri Anda pernah mempunyai hubungan dengan Bapak Gunawan?" Tanya seorang wartawan lain nya.
"Pak, apa benar sebelum menikah dengan Bapak, Ibu Farah sudah mempunyai anak dari Bapak Gunawan?" Tanya seorang wartawan lagi.
Dreetttt! Dreetttt!
Fajar mengangkat panggilan telepon dari seseorang yang sedang menghubungi nya. Lalu, ia mengabaikan pertanyaan-pertanyan dari para wartawan itu dan berusaha masuk kedalam rumah tersebut.
Klekkk! Klekkkk!
"Kok di kunci? Kemana Farah?" Gumam Fajar.
"Pak bisa di jawab dulu pertanyaan kami Pak? Kami sudah menunggu dari tadi." Ucap para wartawan itu.
Dengan tergesa-gesa, Fajar merogoh tas nya dan mencari kunci cadangan. Setelah itu ia membuka pintu rumah tersebut, lalu masuk dan langsung mengunci pintu rumah itu.
"Ya." Sapa Fajar saat menerima telepon dari seseorang yang sedang menghubungi dirinya.
"Fajar, bisa jelaskan pada kami keluarga mu, apa benar gosip yang beredar tentang istri mu?" Tanya Mama nya Fajar.
"Ma, aku... Nanti aku jelaskan. Nanti aku kerumah ya." Ucap Fajar.
"Ok, Mama tunggu!" Ucap Mama nya.
Fajar mengakhiri panggilan telpon tersebut dan mencoba menghubungi Farah.
Beberapa kali ia mencoba memanggil Farah, tetapi Farah tidak mengangkat nya. Fajar pun mulai mengumpat dan terus mencoba menghubungi Farah lagi. Tetapi, hasil nya tetap sama.
"Dasar perempuan sialan!" Ucap Fajar sambil membanting keramik yang terpajang di bufet ruang tamu.
..
Bobby yang baru saja sampai di depan rumah Bapak, langsung merogoh saku nya dan memberikan tagihan taksi yang ia tumpangi itu. Lalu, Bobby pun bergegas turun dan membuka gerbang rumah mertuanya itu.
Suasana rumah tampak sepi. Tetapi, mobil Nia ada di halaman rumah tersebut. Tak sabar ingin bertemu dengan Nia dan Kimmy, Bobby pun langsung melangkah masuk kedalam rumah mertuanya itu.
"Assalamualaikum." Ucap Bobby.
"Waalaikumsalam." Sahut emak yang tampak sedang duduk di kursi meja makan sambil terbatuk-batuk.
"Mak, Emak sakit?" Tanya Bobby.
"Eh Tong, lu sudah pulang?" Ucap Emak sambil tersenyum.
"Sudah Mak." Bobby beranjak mendekati Emak dan mencium tangan Emak.
"Emak sakit? Kalau Emak sakit kita ke Dokter saja ya?" Ucap Bobby.
"Kaga Tong, Emak tadi keselek doang. Lu perhatian amat sama Emak." Ucap Emak sambil tersenyum menatap Bobby.
"Oh, syukurlah kalau Emak tidak sakit. Hati-hati Mak." Ucap Bobby.
"Iya Tong. Duh, mantu gue." Ucap Emak dengan wajah yang sumringah.
"Mak Nia sama Kimmy mana ya?" Tanya Bobby.
"Kimmy ikut Bapak jalan-jalan keliling komplek. Kalo Nia, ada tuh di atas, lagi tidur kali." Ucap Emak.
"Oh ya sudah, Bobby langsung ke atas ya Mak." Ucap Bobby.
"Gi dah." Ucap Emak.
Bobby pun langsung beranjak ke atas untuk menemui Nia. Bobby membuka pintu kamar Nia dengan perlahan. ia melihat Nia sedang tertidur di atas ranjang nya.
Bobby menaruh tas ranselnya di atas lantai dan membuka jaket nya. Lalu, ia menghampiri Nia. Bobby duduk di tepi ranjang dan membelai lembut pipi Nia.
Nia membuka matanya, lalu ia menatap Bobby yang sedang tersenyum kepadanya.
"Maaf mengganggu tidur mu." Ucap Bobby.
"Gak apa-apa kok." Ucap Nia yang langsung beranjak duduk di atas ranjang.
"Dari tadi atau baru datang?" Tanya Nia.
"Baru datang kok." Jawab Bobby.
"Oh." Sahut Nia.
Lalu, Nia membenahi rambut nya dan kembali menatap Bobby.
"Bee, aku mau minta maaf atas kelakuan Mama ku." Ucap Bobby.
Nia tersenyum getir dan menundukkan pandangannya.
"Nia, apa saja kata Mama?" Tanya Bobby lagi.
"Aku tidak ingat Mama mu bilang apa saja." Ucap Nia.
Bobby mengeryitkan dahinya dan menatap Nia dengan seksama.
"Seriusan?" Tanya Bobby.
"Iya. Aku kemarin pulang dari restoran. Terus, kepala ku kepentok tiang, jadi nya aku amnesia." Ucap Nia.
Bobby semakin tak mengerti dengan apa yang di katakan istri nya itu.
"Ih kamu bercanda terus sih." Ucap Bobby.
Nia tertawa kecil dan menatap Bobby dengan mata nya yang berkaca-kaca.
Bobby terdiam dan melihat luka jauh di dalam mata Nia.
"Bee, maafkan Mama ya. Mama ku ngomong apa sih sama kamu?" Desak Bobby.
"Apa penting nya aku mengingat ucapan Mama mu?" Tanya Nia.
Bobby pun terdiam mendengar kata-kata Nia.
"Mengingat ucapan yang menyakitkan hanya membuat hati ku sakit. Jadi, untuk apa aku mengingatnya? Apa faedah nya? Bagi ku, selama kamu berperinsip untuk tetap bersama aku dan anak-anak, itu sudah cukup Bobby."
Air mata pun menetes di pipi Nia.
"Bila Mama mu tidak memberikan restu, tidak masalah. Yang penting kita menikah dengan sah dan bahagia. Seiring berjalannya waktu, ada saat nya hati manusia melunak. Di saat itulah mungkin Mama mu akan menerima aku dan anak-anak kita." Ucap Nia.
Bobby tak tahan lagi menahan haru di hati nya. Tanpa mampu berkata-kata, Bobby langsung memeluk Nia dengan erat.
"Bobby, terima kasih sudah mencintai aku dan anak-anak kita." Ucap Nia.
Bobby menangis di pelukan Nia. Ia benar-benar merasa beruntung memiliki Nia.
"Jangan pernah berpikir pergi dari ku ya Nia." Ucap Bobby.
Nia melepaskan pelukannya dan menatap mata Bobby yang basah karena air mata. Nia menghapus air mata Bobby dengan lembut. Lalu, ia mengecup lembut bibir Bobby.
"I Love You Berondong." Ucap Nia.
Bobby tertawa kecil dan menatap Nia dengan seksama.
"I Love You Too Tante Nia." Ucap Bobby.
Nia mengerutkan dagu nya dan menatap Bobby dengan tatapan yang sebal.
"Kenapa?" Tanya Bobby.
"Jangan panggil Tante ah, kesan nya aku tua!" Ucap Nia.
"Eh, tahu gak? Tante-tante itu yahut tahu. Tapi, hanya berlaku dengan Tante Nia saja. Kalau tante yang lain, tidak." Ucap Bobby.
"Bisa aja berondong! benar kaga tuh yang di omongin?" Tanya Nia.
"Sumpah dah, kalau Tante Nia itu gimana gitu. Hmmm, brrrrr.." Ucap Bobby.
Nia tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi suami nya.
"Halah, palingan gombal doang."
"Enggak kok." Ucap Bobby.
"Bohong!"
"Beneran. Kalau enggak ngapain di nikahin, terus di hamili sampai 2 kali." Bisik Bobby.
Kini, pipi Nia bersemu merah.
Brakkkkkkkkk!
Terdengar bunyi benda terjatuh dari lantai bawah. Nia dan Bobby pun terkejut mendengar suara tersebut.
"Apaan tuh?" Tanya Nia.
"Sebentar ya, kamu tunggu disini. Aku lihat dulu." Ucap Bobby.
Nia menganggukkan kepalanya.
Bobby pun melangkah keluar dari kamar dan menuju ke lantai bawah.
"Mak." Panggil Bobby.
"Bapak?" Panggil Bobby lagi.
Bobby menyapukan pandangannya dan mencoba mencari benda apa yang terjatuh. Saat Bobby melangkah ke dapur, ia melihat kursi makan yang terbaring dilantai.
"Oh ini toh yang jatuh." Gumam Bobby sambil melangkah mendekati kursi tersebut. Saat Bobby berada di depan meja tersebut, mata Bobby tertuju kepada sosok yang tertelungkup di lantai dapur.
"Astaghfirullah Emak!" Seru Bobby.
bnyak bnget pelajara hidup dari cerita ini
terimakasih ototr tersayang ❤❤❤❤
kasian farah sm queen