Novel ini bercerita tetang Lian Herman yang mati karena serangan jantung dan bereinkarnasi kedunia Narian dan mendapatkan system,
Narian adalah dunia ajaib dengan sejarah ratusan ribu triliun tahun yang sangat besar beribu ribu kali bumi, disana terdapat prajurit sihir dari berbagai ras unik yang sangat banyak dan sulit dijelaskan yang masing masing memiliki domain atau wilayahnya tersendiri.
setelah mengetahui betapa besarnya dunia ini dan dia juga tahu bahwa dia mempunyai sistem, Lian Herman bertujuan untuk menjelajahi dunia ini dan juga menjadi yang terkuat tentunya.
apakah tujuannya akan berhasil atau tidak ? tidak ada yang tahu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muhtaz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ch 32 . Desa Rahasia.
Kemudian setelah semua barang yang dibutuhkan di memasukkan ke dalam gelang penyimpanan, Lian dan Gianna segera pergi ke balai istana.
di balai istana,
Terlihat bahwa semua orang sudah berkumpul dan ketika mereka datang, Lian dan Gianna langsung di sambut oleh para pelayan dan tentara kerajaan.
Setelah itu,
Sebelum Lian pergi dia terlebih dahulu meminta restu orang tuanya, kemudian setelah itu dia bersama Mentri Erik Hou pun pergi dari kerajaan Herman.
pada saat mau berangkat Mentri Erik juga memberitahunya bahwa perjalanan ini akan memakan waktu tiga hari paling cepat.
Sempat juga Lian bertanya kepada Gianna apakah dia akan ikut dengannya ?, tetapi jawaban Gianna tidak, karena dia memilih untuk tinggal dan mempersiapkan pernikahan mereka.
Gianna juga menambahkan bahwa nanti pada saat kompetisi Lian akan bertemu dengan Gurunya.
dan pada saat di pintu gerbang keluar kota Lian juga sempat mendapatkan ucapan selamat tinggal dari kakaknya Turia tetapi karena kesalah pahaman belum kelar dia memilih untuk mengabaikannya.
Perjalananpun dimulai,
Pada hari pertama semuanya berjalan dengan sempurna tidak ada gangguan karena mereka memilih jalan alternatif yang lebih aman dan juga cepat.
Selama perjalanan ini juga, karena Lian dia masih belum memiliki basis kekuatan dewa prajurit sihir dan bisa dibilang masih seperti manusia biasa yang membutuhkan istirahat jadi terkadang mereka berhenti.
pada Hari kedua perjalanan, Mentri Erik memberi tahu Lian yang saat ini baru bangun dari tidurnya.
"Tuan muda !, sebentar lagi kita akan memasuki sebuah desa yang aku sebut desa ini adalah desa penempa !"
Lian yang saat ini masih setengah hidup karena baru bangun tidur menguap dan mendengar nama desa aneh ini tanpa sadar dia berbicara.
"Desa penempa ?"
Mentri Erik juga melanjutkan untuk menjelaskan.
"Desa penempa adalah sebuah desa yang setiap masyarakatnya mempunyai kebiasaan unik yaitu menempa sebuah senjata dan nama desa penempa ini di ambil dari kebiasaan unik tersebut"
Lian sempat heran mendengar ini dan dia langsung bertanya sambil menguap.
"Mentri !, bukankah mereka sama dengan seorang pengerajin "
Mentri Erik mendengar ini dan dia langsung menggelengkan kepalanya setelah itu dia berkata.
"Tidak tuan muda !, meskipun pengerajin juga membuat senjata tetapi bisa dibilang metodenya berbeda..."
Mentri berhenti disini beberapa saat tidak lama hanya satu detik setelah itu dia melanjutkan.
"Kalau seorang Pengerajin dalam proses membuat sesuatu disebut memurnikan dan ini adalah cara moderen dalam membuat sesuatu seperti Harta atau senjata,
Tetapi di desa ini bisa dibilang bahwa mereka masih mempertahankan cara kuno dalam membuat sesuatu yaitu dengan cara menempa dan Harta yang mereka tempa juga terbatas pada senjata-senjata yang tidak memiliki sihir di dalamnya"
Disini Lian bingung dan dia memikirkan bukankah itu tidak berguna melawan seorang prajurit sihir jika digunakan !,
Melihat bahwa Lian masih bingung Mentri Erik juga melanjutkan.
"Sebenarnya Tuan muda, aku sengaja datang ke desa ini untuk membelikanmu sebuah senjata yang dibuat oleh mereka..."
Sampai disini Lian terkejut dan langsung berkata.
"Mentri !, bukankah senjata ini tidak akan berguna melawan seorang Prajurit sihir !..."
Mendengar sampai disini Mentri juga langsung menyela dan dia berkata sambil mengelus jenggotnya.
"Memang apa yang di katakan tuan muda benar, akan tetapi senjata yang mereka buat berbeda,
meskipun senjata mereka tidak memiliki sihir tapi yang membuat sepesial adalah bahwa senjata ini tidak tahu kenapa bisa melukai seorang prajurit sihir bahkan dewa prajurit sihir diatasnya juga bisa,
Dan tentunya senjata mereka mempunyai tingkatan juga dan bisa melukai seorang dewa prajurit sihir tentunya membutuhkan senjata paling tingkat 5"
Mendengar sampai disini Lian sangat-sangat terkejut.
"Apa !, bukankah ini adalah ancaman bagi dunia Narian dan seharusnya keberadaan seperti mereka sudah lama di musnahkan bukan !"
Mendengar keterkejutan Lian Mentri juga hanya tersenyum menanggapi setelah itu dia melanjutkan.
"Yang dikatakan tuan muda adalah benar, sejak pertama aku menemukan desa ini aku dibuat penasaran, oleh karena itu aku meneliti tetang asal-usul mereka..."
Mentri berhenti disini dan setelah menghela napas dia melanjutkan.
"Menurut penelitianku selama seratus tahun ini aku menemukan fakta bahwa mereka mempunyai asal kuno yang mengerikan, tidak banyak mengenai cerita ini hanya ketika awal-awal dunia Narian terbentuk mereka adalah penguasa dunia Narian dan untuk pertanyaan berapa lama mereka menguasai tidak ada yang tahu,
Dan yang lebih mengejutkannya lagi bahwa aku mengetahui tentang asal-usul mereka karena aku menemukan arsip kuno di perpustakaan kerajaan Herman, dan bisa disimpulkan bahwa leluhur kerajaan Herman dulu mempunyai hubungan dengan mereka..."
Sampai penjelasan ini Lian sudah sangat terkejut sampai dia tidak bisa mengatakan apapun dan mulutnya sudah membentuk Hurup o dari tadi.
Mentri Erik juga terus menjelaskan bahwa tujuannya datang ketempat ini sebenarnya karena janji dengan kepala suku desa penempa,
bahwa ia akan membawa keturunan dari luluhur Keluarga kerajaan Herman, tadinya dia akan membawa Turia akan tetapi tidak disangka rencananya akan berubah.
Disini tentu Lian sangat terkejut tetapi dia kembali tenang setelah menghela nafas dan di akhir percakapan mereka Mentri Erik berkata dengan serius.
"sebenarnya desa ini adalah desa rahasia yang tidak ada seorang prajurit sihir manapun bisa menemukan atau merasakan keberadaan mereka bahkan untuk seorang prajurit sihir yang dikatakan dalam legenda dunia Narian yaitu tingkatan Ilahi tidak bisa merasakannya,
karena desa ini tidak tahu kenapa dilindungi oleh kekuatan misterius, dan saat aku menemukannya juga itu hanya kebetulan, jadi tolong tuan muda saat sudah keluar dari desa ini jangan sebarkan mengenai keberadaan mereka meskipun tuan muda di ancam kematian jangan sebarkan kepada siapapun bahkan keluarga tuan muda sendiri, juga mengenai hal ini Raja tidak tahu apa pun hanya aku seorang yang tahu !"
Mendengar hal ini dan melihat betapa seriusnya Mentri Erik Lian menelan ludahnya sendiri dan mengangguk tanpa sadar.
Selama percakapan ini juga akhirnya mereka sampai.
Terlihat bahwa sejauh mata memandang tidak ada apapun disini, Lian melihat bahwa ini adalah hanya tanah kosong tidak ada apapun bahkan ini seperti tanah kematian karena rumputpun tidak tumbuh disini.
Melihat ini Lian sempat ragu, apakah Mentri berbohong kepadanya ?.
Tetapi keraguannya tidak bertahan lama setelah mentri mengeluarkan sesuatu yang itu bentuknya seperti sebuah kerikil.
"Tuan muda !, sebentar lagi kita akan memasuki desa ini "
Setelah mengatakan hal ini Mentri langsung memecahkan benda tersebut dan seketika mereka diselimuti oleh kabut misterius,
Itu hanya berlangsung selama sepuluh detik dan saat kabut menghilang Lian dibuat bingung,
karena mereka masih sama berada di tempat tadi tetapi yang membedakannya adalah yang tadinya seperti tanah kosong kematian tetapi sekarang berubah.
terlihat bahwa di sejauh mata memandang terdapat rumah-rumah penduduk desa dan tidak tahu kenapa di desa ini sangat berisik dengan suara palu memukul besi.
Dan ketika mereka sampai ternyata sudah ada seseorang yang di tugaskan untuk menyambut mereka.
...----------------...