NovelToon NovelToon
Prahara Cinta Dua Saudara

Prahara Cinta Dua Saudara

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Dosen / Tamat
Popularitas:3.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Sensen_se.

Siapa sangka, jika pesona dingin seorang dosen mampu memikat hati dua perempuan kakak beradik.

****

Bryan Atmaja, dosen muda yang tampan selalu ketus dan dingin terhadap orang asing. Namun begitu lembut dan penuh kasih terhadap orang-orang yang dia sayangi.

Andin Mulia Pratiwi gadis polos sederhana yang tidak pernah mengenal cinta. Ia dijadikan asdos oleh dosen ganteng bernama Bryan Atmaja, yang pernah mencintai sahabatnya. Andin tidak percaya ketika cinta itu telah berlabuh untuknya.

Dewi Permata Putri, kakak kandung Andin juga jatuh cinta dengan Bryan sejak pandangan pertama. Bagaimana kisah segitiga itu berlangsung?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sensen_se., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Potek

"Bry, kamu nggak apa-apa?" tanya Dewi khawatir menyentuh lengan Bryan satunya.

Bryan tidak bisa menepis tangan Dewi, karena dia menyentuh lengan kiri Bryan yang terluka. Akhirnya Bryan membiarkan saja. Andin pun tidak berani memperingatkan.

"Nggak apa-apa, lepas Dew." Bryan masih menampakkan wajah marahnya.

Ruangan itu serasa panas meski suhu AC cukup rendah. Karena semua orang di dalamnya sedang terbakar api cemburu. Dewi melepaskannya perlahan.

"Mulai sekarang jangan ada yang kamu spesialkan selain aku. Panggil dia Jonathan seperti orang-orang. Aku nggak mau dengar alasan apa pun! Dan kamu Jo, makasih udah nolong kami. Tapi jangan pernah sekali pun kamu merayu dia lagi!" tegas Bryan mengetatkan gerahamnya.

"I ... iya, Kak," sahut Andin pelan melirik Jo, ia takut melihat kemarahan Bryan.

"Haiss ... potek hati Abang, Neng," gerutu Jo pelan menyentuh dadanya.

Jonathan, pria yang suka nyablak sekenanya, namun dia gentlemen. Meskipun pada kenyataannya ia kecewa, gadis yang ia suka ternyata sudah menjadi milik orang lain. Jo mencoba menerima kenyataan. Dan masih tetap berbuat baik pada mereka.

'Untung aku belum terjatuh terlalu dalam,' batin Jo.

Dewi menggenggam kuat kedua tangannya melihat percakapan orang-orang di hadapannya. Napasnya memburu terdengar begitu kasar. Kemarahannya bahkan sampai ke ubun-ubun.

"Kak, aku makan dulu bentar ya," izin Andin pada Bryan.

"Jangan jauh-jauh. Di sofa saja!" titah Bryan.

Andin mengangguk, ia lalu beranjak dan berjalan menuju sofa. Jo pun mengekorinya dari belakang.

"Hei Jo, jangan dekat-dekat sama Tiwi!" pekik Bryan memperingatkan. Ia teringat jika Andin berpesan agar memanggilnya Tiwi mulai sekarang. Meski ia penasaran apa alasannya.

Jo yang berjalan terhenti seketika. Ia sampai reflek mengangkat kedua lengannya. Serasa seperti hendak ditembak. Andin menahan tawanya melihat kelakuan Bryan.

Jo lalu duduk di ujung sofa berjauhan dari Andin. Gadis itu segera membuka bungkusan yang dipegang kemudian menikmati makanannya. Sedangkan Dewi berpindah, mendudukkan diri di samping Bryan.

"Masih sakit ya?" tanya Dewi penuh perhatian.

"Hmmm," sahut Bryan singkat.

"Udah lapor polisi?" Dewi terus mengajaknya berbicara.

"Nggak ada saksi dan bukti!" tandas Bryan masih terus menatap Andin. Memastikan dua orang yang duduk di sofa itu saling berjauhan.

Dewi menghela napas panjang. Sudah dikhawatirkan sejauh itu namun sikap Bryan masih dingin. Berbeda jauh saat bersikap terhadap Andin.

Dewi tidak menyerah, bahkan saat perawat memberikan jatah makan siang, buru-buru ia bersemangat ingin menyuapi Bryan. Namun ditolak oleh pria itu.

"Kamu harus makan Bryan, biar cepet pulih. Ayo aku suapin. Dikit aja nggak apa-apa," bujuk Dewi menyodorkan sendok berisi makanan.

Bryan tetap menolaknya, tidak mau membuka mulutnya sedikitpun. Bahkan menampik tangan Dewi. "Aku cuma mau disuapi oleh kekasihku," tandas Bryan.

Jleb!

Penolakan demi penolakan terlihat di depan mata. Namun anehnya Dewi seolah tebal muka. Entah kenapa dia begitu tertarik dengan Bryan.

Dewi menampakkan senyum getir, meski sebenarnya dalam hati menangis. Andin yang melihatnya segera menghabiskan makanan dan berjalan mendekatinya.

"Maaf, Mbak. Biar saya saja," ucap andin pura-pura tidak mengenal Dewi.

Andin segera mengambil alih menyuapi Bryan. Ia menyuapi dengan sabar, sesekali Andin melirik kakaknya yang terlihat penuh amarah. Namun ia berusaha biasa saja. Meski Dewi terus menatapnya dengan intens.

"Aku permisi dulu, semoga cepat sembuh ya, Bry," tukas Dewi beranjak dari duduknya.

Saat menyentuh gagang pintu, suara Bryan menghentikannya.

"Dewi, tunggu!"

Beraambung~

1
De2130
hahaha lucu
elis khen
kok gk lanjut thor?
nobita
masa depan Arman itu Dewi..
nobita
iyaa ini lamaran di rumah sakit.. sepesial buat kamu Andin...
nobita
jadi gemes dehh.. dengan sikap dua sejoli itu...
nobita
kesempatan dalam kesempitan.. Bryan bisa memeluk Andin...
nobita
sampek Bryan gak sengaja nyium punggung tangannya Andin... gak sadar dia... terlalu khawatir berlebihan...
nobita
seperti kisah nyata ini... reel... author emang the best... pemilihan alur ceritanya mantappp...
nobita
yup aku mampir di karyamu yg ke 3
𖣤​᭄☘𝑺ᴇᴎᴤᴇᴎ͠ ⍣ᶜᶦᶠ//@sensen_se: terima kasih banyak kak ❤❤
total 1 replies
Omha Achun
Luar biasa
Hilmiya Kasinji
bagus
ros
Luar biasa
Fatimah Azzahrak⃟K⃠
Judul menarik isi cerita juga menarik 😭
Fatimah Azzahrak⃟K⃠
Cerita nya bagus ni buat awalan tir
Atiah arini
lanjud bagus
Dayu Dwita
Keren banget
Sarah Harona
ini ceritanya lbih seru dri gandi chaca trimakasih thor semangat
𖣤​᭄☘𝑺ᴇᴎᴤᴇᴎ͠ ⍣ᶜᶦᶠ//@sensen_se: terima kasih banyak sudah mampir kak... mampir juga di karya lainnya yuk ☺
total 1 replies
Sarah Harona
karyamu keren Thor sangat menarik
Sarah Harona
karyamu keren banget Thor
sepriadi sepiisfa
nuhun
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!