NovelToon NovelToon
Ardhan

Ardhan

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Misteri / Tamat
Popularitas:123.9k
Nilai: 5
Nama Author: Daratullaila 13

Ardhan Husein Zakhori adalah CEO di Millenial Group. Ia mewarisi perusahaan Kakeknya. Pribadinya yang sangat ramah membuatnya disukai banyak orang. Ia memiliki ambisi yang besar diumur yang masih muda. Namun, karena Kakeknya semakin tua dan mulai sakit-sakitan ia harus mencari calon istri dan menikah secepatnya. Saat itu pula cinta masa kecilnya datang.

"Will you marry me?" tanya Ardhan.
"Yes, I do," jawab wanita itu.

Ardhan yang malang. Ia tak tau jika hal itu akan menjadi awal ia mengetahui banyak kenyataan pahit. Akankah Ardhan menerima kenyataan dan mempertahankan cinta masa kecilnya? Atau menikahi orang lain demi mewujudkan keinginan Kakeknya? Dapatkah Ardhan bertahan dengan semua ujian ini? Penuh puzzle yang harus diselesaikan, ikuti perjuangan Ardhan dalam cerita ini!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daratullaila 13, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Uang

..."Uang bisa mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat."...

...✨...

Ibu Titin sudah sering sakit sejak masih muda. Titin dan ayahnya harus bekerja lebih keras untuk kehidupan mereka. Adanya dana dari tanah yang dibeli untuk pembangunan sangat membantu mereka. Dana itu tak tanggung-tanggung. Harga tanah menjadi 10 kali lipat dari biasanya.

Setelah Titin mendapat semua uang bayaran, ia pergi ke bank untuk menyimpan. Ia membawa tas kecil agar tak dicurigai orang. Ia menaiki angkutan umum dan memegang erat tasnya. Sesampainya di bank ia langsung melaksanakan tujuannya.

"Huh lega sudah," batinnya saat keluar dari bank.

Ia berjalan ke terminal menunggu angkutan umum. Hari sudah cukup siang. Matahari mulai terik. Bau keringat orang di sekitar sangat mengganggunya.

"Huekk ... huekk ...," Titin merasa mual.

Badannya lemas karena ia memang belum sarapan sebelum pergi. Ditambah lagi aroma tak sedap merasuki indra penciumannya. Tak lama setelah itu ia pun pingsan.

"Hmm ... hmm ...," gumam Titin tak sadarkan diri.

Ia mengerjapkan matanya menyesuaikan dengan cahaya. Ruangan bernuansa putih menyambut dirinya. Ia melihat seorang pria sedang bicara dengan dokter. Ketika pria itu menyadari Titin sudah bangun ia langsung menghampiri Titin.

"Masih mual?" tanya pria itu sumringah.

Titin membuang muka. Itu adalah pria yang tak ingin ditemuinya. Ya, itu adalah pria pengusaha.

"Titin," panggil pria itu lembut.

Suaranya meluluhkan Titin. Titin tanpa sadar melihat ke arahnya. Wajah pria itu terlihat antara sedih dan bahagia. Akan tetapi, ekspresi wajahnya sekarang lebih terlihat bingung. Ia membuka mulut seperti hendak mengatakan sesuatu tapi tertahan.

"Huekk ... huekk ...," Titin kembali mual.

Pria itu segera memapah Titin menuju toilet. Ia memijat tengkuk Titin agar membantu mengeluarkan mualnya. Diberinya juga minyak angin agar Titin lebih tenang. Setelah selesai mereka kembali ke kasur. Pria itu menidurkan Titin dan membersihkan sedikit noda di sekitar mulut Titin.

"Sudah merasa baikan?" tanya pria itu yang hanya mendapat anggukan dari Titin.

"Sebenarnya kamu hamil karena itu kamu mual-mual terus," ucap pria itu menghela napas panjang.

Bagai petir di siang bolong. Ia tak percaya dengan apa yang ia dengar. Sekujur badannya kaku. Rasa takut menyelimuti dirinya. Air di pelupuk matanya sudah siap jatuh tapi ia lebih dulu tak sadarkan diri akibat shock.

***

Ardhan terbangun dengan selang infus di tangannya. Matanya melirik ke kanan ke kiri menerka dimana ia berada.

Rumah sakit, batinnya.

"Ardhan kamu udah sadar?" tanya seorang wanita di sebelahnya.

"Key? Sejak kapan kamu di sini?" tanya Ardhan heran.

"Aku baru aja teleportasi," jawab Key.

"Ah ... kamu becanda aja," ucap Ardhan tak percaya.

"Aku tunjukkan ya," ujar Key.

Plop

Benar saja. Key sudah menghilang.

Plop

Key kembali lagi tapi dengan suntik di tangannya.

"Kamu dokter Key?" tanya Ardhan ragu.

Key menyeringai. Ia menujukan suntiknya ke lengan Ardhan yang mulai mundur.

"Ini adalah racun Dhan, hahaha," ucap Key tertawa jahat.

"Aaaaahhhhhh ...," Ardhan terlonjak.

Huh cuma mimpi, pikirnya.

Ardhan bangkit dan membersihkan tubuhnya. Ia akan pergi ke kantor pagi ini. Ia segera merapikan dirinya dan turun ke bawah.

Noah terlihat sedang memainkan gawai. Nasi gorengnya ditinggal begitu saja. Tak biasanya ia seperti ini. Ardhan pun mengendap-endap ke belakang tubuh Noah. Ia melihat Noah sedang chattingan dengan seseorang.

A li a, eja Ardhan dalam hati.

"Cieeeee ...," ucap Ardhan mengagetkan Noah.

Noah langsung memeluk gawainya. Ia tersipu malu dan lanjut memakan nasi gorengnya. Sedangkan Ardhan duduk dan memakan rotinya.

Ardhan fokus memakan rotinya. Diperhatikan Noah yang sesekali mencuri kesempatan untuk membalas pesan.

Baguslah kalau dia bisa senyum sekarang, batin Ardhan tersenyum simpul.

Setelah sarapan Ardhan mengunjungi Kakeknya dan membawakan obat. Dari tadi pagi ia tak melihat bi Titin. Ia pun berjalan dengan santai ke kamar Kakek. Ardhan membuka pintu perlahan. Dilihatnya Kakek sedang memandang ke arah luar.

"Kek," panggil Ardhan memasuki kamar.

Kakeknya menoleh. Ardhan menghampiri beliau dan meletakkan obat di nakas.

"Minum obat dulu Kek," ucap Ardhan.

Kakek menurut. Ardhan menyuapkan obat dan memberi air. Ia menggenggam tangan Kakeknya erat dan menatapnya sendu.

"Dimana calon istri kamu?" tanya Kakek tiba-tiba.

"Besok aku kenalkan ke Kakek ya," ucap Ardhan tersenyum.

Kakeknya pun ikut tersenyum. Setelah berbincang cukup lama, Ardhan memutuskan untuk pergi ke kantor. Ia menyelimuti Kakeknya dan memastikan Kakeknya aman.

Ardhan berjalan menuju bagasi. Cuaca pagi ini cukup bagus. Ia berdiri agak lama di depan rumah sembari menikmati terik matahari yang menyentuh kulitnya. Disapanya beberapa orang yang melintas rumahnya. Setelah dirasa cukup ia pun mengendarai mobil menuju kantor.

Terlihat Key menunggu seseorang di jalan khusus. Siapa lagi yang melintasi jalan itu kecuali Ardhan. Ardhan pun mencoba meluluhkan egonya dan menyapa Key.

"Selamat pagi," ucap Ardhan ramah.

"Ardhan kamu akhirnya datang. Aku kangen," ucap Key bergelayut manja di lengan Ardhan.

"Yaudah ayo masuk," ajak Ardhan.

Ardhan membawa Key menggunakan jalan khusus. Key masih menggandeng lengan Ardhan dan menempelkan tubuhnya. Mereka berjalan sampai di ruangan Ardhan.

"Ardhan aku kangen," ucap Key memeluk Ardhan setelah sampai di ruangan.

"Ini kan udah jumpa," jawab Ardhan mencoba membalas pelukan Key.

Noah belum tiba. Ardhan berpikir mungkin ia sedang bersama Alia. Sedangkan Key belum melepas pelukannya. Ardhan berusaha melepas tapi Key memeluknya semakin erat.

"Jangan di lepas Dhan, aku kangen," lirih Key.

Ardhan pun masih memeluknya. Namun, ia merasa tak nyaman berpelukan cukup lama begini. Apalagi bagian tubuh Key menyentuhnya.

"Key besok aku kenalkan kamu ke Kakek," ucap Ardhan yang membuat Key melepas pelukan.

"Aku belum siap," jawab Key menunduk.

"Key aku udah lama ngelamar kamu. Kapan kamu siap? Intinya besok aku kenalkan kamu ke Kakek," tegas Ardhan.

"Kalau gitu aku minta uang. Aku mau nyiapkan sesuatu untuk Kakek dan aku mau tampil cantik," ucap Key menyodorkan tangannya.

"Cepat Ardhan aku minta uang. Aku mau kartu kamu aja kalau gak ada uang tunai," tagih Key lagi saat tak mendapat respon dari Ardhan.

Oh ini maksudnya pelukan tadi, batin Ardhan tertawa miris.

Ardhan mengeluarkan dompet dan mengambil satu kartu hitam.

"Ini bisa kamu pakai di mall Cendana. Kartu ini gak ada limitnya kalau di sana," ucap Ardhan berlalu ke singgasananya.

"Terimakasih calon suami aku sayang," ucap Key menyium pipi Ardhan sekilas kemudian pergi.

Huh dasar. Kamu akan menunjukkan sendiri kalau kamu bukan Key, batin Ardhan mengusap pipinya bekas dicium Key.

Ardhan melanjutkan pekerjaan dan melakukan sedikit kesenangan kecil.

1
Jeffie Firmansyah
mengubah takdir di novel kuno nya kenapa tdk diterusin , padahal cerita nya keren Thor
Gibran
kok si ling jdi ke sini sih thor
Bunbun Boba
koq ad Ling disni
Avocado
semangat Kaka.....😊, lanjutkaannn terusss....pantang mundur....semangat yok semnagat....saya suka sama ceritanya😍😍, aku mendukungmu...
mohon dukungannya juga untuk novelku kak....SunFlower. mohon tinggalkan saran, masukan dan kritik kan dariku yang masih belajar ini....🙏🏻😊🤗
Neti Jalia
boom like untukmu kk🤗🙏
Lenkzher Thea
Lanjut ka👍❤
Lenkzher Thea
Lanjut ka bom like sudah hadir lagi
Lenkzher Thea
lanjut
Lenkzher Thea
waduuuh knp jadi begitu ka
하늘
Aamiin, semoga author juga sehat selalu ya
semangat terus, ditunggu updatenya
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐
💛 Good luck! 💛
⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
하늘
lanjut thor, semangat terus up nya
Hiatus
cicil dl ya thor.
semangat^^
하늘
nice kak, lanjut
Manami Slyterin
lanjut mangatz
Manami Slyterin
lanjut
Hiatus
swmangat up thor
Tara
Semoga happy ending. Langsung give5🌟n 🎁click Fav n like. Semangat kak!! 🥰🤗🌹🙏
riski iki
kok Hiatus 🤣
Nindira
Apa ini?
Mommy Gyo
3 like hadir thor

maaf Cinta dan air mata dan cinta Berlumur Dosa tahap penghapusan gak usah di like ya Thor 🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!