NovelToon NovelToon
Sweet Moments

Sweet Moments

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Action / Misteri
Popularitas:339k
Nilai: 5
Nama Author: savetia

Beruntungnya Aku Bersamamu

"Grizella Maheswari"

Aku akan bersamamu, aku akan melakukan yang terbaik, agar mipimu tidak berubah menjadi mimpi buruk lagi, aku berjanji akan selalu ada untukmu mengubah semuanya menjadi indah.

"Erkan Gibra Arsakha"

Kisah seorang gadis yang masih memiliki Trauma di masalalu dan seorang Pria yang akan mengubah semuanya, di sini lah dimana moment buruk itu di rubah menjadi moment yang indah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon savetia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kebersamaan

🍁In your eyes, I'm alive.

Di dalam matamu, aku merasa hidup

Inside you're beautiful.

Di dalam diri, kau adalah keindahan

Something so unusual in your eyes.

Sesuatu yang sangat luar biasa ada di dalam matamu

I know I'm home (yeah)

Aku tahu aku pulang

Every tear, every fear.

Setiap air mata, setiap ketakutan.

Gone with the thought of you.

Hilang dengan memikirkan tentangmu.

Changing what I thought I knew.

(Kau) mengubah apa yang aku pikir sudah aku tau.

I'll be yours for a thousand lives.

Aku akan menjadi milikmu untuk seribu kehidupan🍁

...( Rita Ora - For You (Fifty Shades Freed) Feat. Liam Payne)...

🍂Cimahi - Jawa Barat

16 : 30 WIB🍂

"ya allah geulis, akhirnya udah nyampe dari tadi kita nungguin!" ujar seseorang memeluk tubuh Zella "kumaha kabarna damang?.."

"Alhamdulilah Mamih Zella sehat" jawab Zella melepaskan pelukannya lalu mencium tangan Mamih Tania

tidak lama di susul dengan kedatangan Erkan yang membawa koper Zella "udah Mih kita ngobrol di dalem ajah" ajaknya

dengan cepat Mamih Erkan membawa Zella masuk kedalam Vila, Erkan yang melihat tingkah mamaihnya hanya bisa menggelengkan kepala, benar apa yang di katakan Erkan tadi akan membawa Zella ke vila, lebih tepatnya vila milik keluarganya, sebenarnya ia jugalah yang mengajak keluarganya untuk liburan kemari, begitupun dengan Erkan dirinya juga butuh juga liburan, apa lagi akhir-akhir ini masalah selalu menghampirinya.

"lo baru dateng Zell"

"Loh Din lo juga ada di sini" tanya Zella yang melihat sahabatnya juga berada di sini

"itu gue..."

"gue yang ajak dia" sela sesorang yang datang dari arah belakang menghampiri mereka " Hai Zell?... dateng juga lo!.. dimana kakak gue"

"Hai Van... Tadi dia!.." jawab Zella menoleh ke belakang mencari sosok Erkan

"Si Aa tadi ke kamarnya ganti baju sambil naro koper kamu geulis" jawab Mamih Tania" Duhh... Mamih seneng deh liburan di temin 2 calon mantu " lanjutnya dengan senang

hal itu membuat Dina dan Zella saling pandang ketika mendengar Mamih Tania mengatakan 2 calon mantu, sedangkan Revan hanya terkekeh melihat wajah bingung Dina...

"Teteh!... " triak seseorang dari arah belakang langsung berlari ke arah Zella dan memeluknya

"Hai Vrey!" sapa Zella membalas pelukan adik bungsu Erkan

"Kita dari pagi nungguin Teteh, kata Aa Teteh datengnya sore, karna seminar dulu?"

"Iya tadi Teteh seminar dulu" jawabnya dengan mengatakan Teteh untuk dirinya entah kenapa Zella suka di panggil itu ketika dirinya dulu datang ke kediaman Arsakha, dan dirinya juga menjadi dekat dengan Vreya karna sering betukar pesan, apalagi gadis itu akan masuk perguruan tinggi kedokteran sebentar lagi, jadi Zella sering memberi masukan pada gadis itu.

"Teh kebelakang yu, tadi kita lagi kumpul di gajebo, iyakan teh Del? langsung di agngguki oleh Dina

"Vrey!... Teteh kamu teh butuh istirahat takut cape abis perjalanan kesini ?" Mamih Tania mempringati

"iya Zella butuh istirahat!.." Erkan datang menghampiri mereka, penampilanya kali ini terlihat segar pria itu sepertinya habis mencuci mukanya, seperti biasa Erkan selalu menggunakan kaos oblong berwarna hitam dan celana jeans pendek khas Erkan jika sedang tidak bekerja

"Iya tapi Teteh tidurnya sama Vreya ajah yah sama Teh Del juga "

"Iya!.." Jawab Erkan pada adiknya "kamu istirahat dulu yah! " printah Erkan mengelus lembut pucuk kepala Zella hal itu tidak luput dari perhatian orang yang berada di sana

Zella hanya mengangguk pipinya sudah bersemu merah karna malu, karna Erkan mengelus rambutnya di depan Mamih Tania,

"Ekhmmm..Yaelah udah kali " ledek Revan

Mamih Tania hanya tersenyum melihat itu "Yaudah Vrey ajak Teteh kamu istirahat yah, nanti magrib kita solat berjamaah bareng "

"siap Mih" jawab Vreya dengan memberi hormat pada mamihnya "ayo Teteh-teteh kita ke kamar " ajak Vreya mengandeng Dina dan Zella..

"dasar itu anak seneng dia punya temen" Mamaih Tania menggelengkan kepalanya melihat kelakuan anak bungsunya "A di cariin Papih tuh di suruh ke gajebo!" ujarnya pada Erkan

"Iya tadi papih bilang, kalo Lo dateng suruh nyamperin ke gajebo, mau bahas semalem mungkin" lenjut Revan

"A kamu gak kenapa-napakan, gak ada yang lukakan?" tanya Mamih Tania menangkup wajah Erkan mengerakanya ke kiri dan kanan melihatnya dengan khawatir

Erkan langsung mengenggam Tangan Mamihnya yang berada di wajahnya, lalau di bawa tangan itu untuk di kecupnya, lalu Erkan mengelus lembut tangan Mamihnya " Erkan gak apa-apa ko Mih, liat gak ada yang luka " ujarnya menenangkan sang Mamih

Tania hanya menghela nafas " Mamih takut terjadi sesuatu sama kamu A, apalagi pas Mamih denger tentang Zack, jantung Mamih teh hampir copot rasanya, apa lagi pas kemarin kamu nyuruh kita semua ngungsi ke Vila, ekhhh.. paginya liat berita itu, Mamihkan kaget!" yadah gih.. sana kasian Papih kamu udah nunggu dari tadi "

"hmm iya!" jawab Erkan seraya mencium pipi kanan Mamihnya lalu berlalu pergi dengan Revan yang mengekorinya di belakang

🍁🍁🍁

"Kayanya lo punya hutang penjelasan deh sama gue Din?"

"apa beb?.. penjelasan apa? jawab Dina pura-pura sibuk mencari baju dalam koper

"emang Teh Zella gak tahu kalo Teh Del tuh Paummmm" Dina dengan cepat langsung membekap mulut Vreya, namun dengan cepat Zella melepaskan bukaman Dina langsung menarik Vreya ke sisinya

"tadi apa Vrey?" tanya Zella Sedangkan Dina memberi kode pada Vreya dengan menggelengkan kepalanya

Vreya hanya menyengir melirik Dina "Itu.. teh kata A Revan Teh Del pacarnya "

Zella membulatkan matanya menatap Dina "Serius Beb, lo pacaran sama Revan, tega bangt sih lo gak ngasih tau gue " ujar Zella dengan kesal

"Gak gue gak pacaran dianya ajah yang ngaku-nagaku, lagian gue kesini yang ajak itu laki lo Erkan, si meong garong mah cuman jemput gue doang barengan kesininya?"

Zella memancingkan matanya menatap sahabatnya penuh selidik ingin memastikan ada kebohongan atau tidak apa yang di katakannya tadi, tapi seperti tidak ada, akhirnya Zella hanya berdecak "Padahal kalo lo pacaran sama Revan, gue dukung ko beb"

"Iya bener! Vrey juga dukung Teh Del, emang sih sikap Playboy Aa gak ketulungan, Mamih ajah sampe geleng-gelang kepala liat kelakuanya, tapi akhir-akhir ini kayanya udah engga deh, tapi gak tahu juga sih soalnya selama seminggu ini Aa ada di Itali" terang Vreya

"dah.. ah.. gue gak mau bahas itu, dah sono Zell, lebih baik lo mandi, tuh bajunya udah gue ambilin" tunjuk Dina pada baju Zella yang di taruhnya di atas kasur " Erkan yang ngajak gue kesini bukan Revan itu meong garong cuman jemput doang, laki lo nyuruh gue ambilin baju, takunya lo bawa baju dikit doang pas seminar, jadi gue selipin deh baju lo di koper gue " lanjutnya

"Ok.. Thanks gue mandi dulu" ujarnya seraya mengambil baju lalu masuk ke dalam kamar mandi

🍁🍁🍁

"Papih gak yakin kalo Zack gak bakalan bikin ulah lagi " ujar Papih Gibran yang kini sedang berbicara dengan Erkan di gajebo

"Erkan juga berpikir begitu apa lagi, buku bukti kejahatan dia belum ketemu "

"Gila tuh orang, walaupun udah di tangkep tapi mata dan telingnya banyak, gue heran sama Grandpa percaya banget sama tuh orang sampe, semua aset-asetnya di kasih Zack semuanya" Revan menggelengkan kepalanya

"memang dari dulu Grandpa kalian itu, udah percaya banget sama Zack, di bandingkan sama anak kandungnya sendiri" Terang Gibran

karna memang ia sendiripun sebenarnya masih ada yang menjanggal di hatinya, kenapa Ayahnya itu memberikan semua hartanya pada Zack, lantas kenapah Daddy-nya itu membawa Erkan dengan alasan sebagi penerus, tapi pada akhirnya Zack yang menerima itu semua 'benar-benar ada yang janggal' pikirnya

sedangkan Erkan diam enggan menanggapi hanya meneguk air teh hangat yang di berikan Mamihnya tadi. Erkan memang lebih suka minum Teh, atau susu dia tidak seperti kebanyakan pria yang suka meminum kopi, merokokpun tidak.

Gibran melirik ke arah putra sulungnya, 'Apa ini ada kaitanya tentang malam itu" batinnya, Gibran sudah tahu tentang kematian ayahnya, anaknya sendirilah yang mengakui jika dia telah membunuh Kakeknya sendiri, yang Gibran lakukan saat itu hanya memeluk anaknya, hanya bisa mengatakan 'Jika itu bukan salah Erkan' dan hari itupula dirinya untuk pertama kali melihat putranya kembali. dan kejadian itupun hanya dirinya yang tahu sedangkan istrinya hanya tau jika Delio meninggal karna penyakitnya

"kamu bilang dia terlibat dengan kecelakan pesawat itu, dan salah satu penumpangnya Raina putri Maheswari, ibu dari Zella?"

"hmmm" gumam Erkan seraya meletakan gelas yang di pegangnya ke atas meja "jangan ada yang memberitahunya ini masih rahasia" lanjutnya

" Hello everyone! "

semua mata yang berada di gajebo langsung mengarah pada seseorang yang baru saja datang sambil tersenyum dengan merentangkan tangan

" lo baru dateng Vel? kirain gue siapa! " ujar Revan melihat Marvel yang baru saja datang kini sudah berdiri di hadapan mereka

"gimana kabarnya Pih?..." tanya orang tersebut dan di jawab baik oleh Gibran "Gila lo Kan ngajakin gue liburan, tumben banget, tadi pas masuk ketemu mamih katanya di suruh masuk bentar lagi mau magrib! " lanjutnya

"yasudah kalian masuk duluan saja, Papih masih ingin berbicara dengan Erkan sebentar" langsung di angguki oleh Revan

Revan langsung menarik Marvel untuk ikut denganya "gue kalo ketemu Mamih, selalu di ingetin tentang dosa mulu, serem gue!" ujar Marvel pada Revan

"mangkanya tobat, banyakin dosa mulu sih lo ?"

Marvel berdecak "Kaya lo engga ajah" mereka berduapun langsung tertawa, menertawakan diri meraka sendiri seraya meninggalkan Erkan dan Papih Gibran yang kini memulai kembali pembicaraan mereka

"Son sebenernya Papih tidak ingin membahas ini, tapi Papih selalu merasa curiga tentang kematian Grandpamu sepertinya ada yang janggal, bisakah kamu menceritakan kejadian malam itu?

seketika tubuh Erkan menegang, Gibran yang melihat itu kembali berbicara "maafkan Papih sudah membahasnya lagi, tapi son yang kamu lakukan dulu Papih tidak menyalahkanmu" Gibran langsung berdiri menepuk pundak Erkan "Itu bukan salahmu nak" lanjutnya lalu melangkah pergi

"malam itu Erkan memang berniat membunuh Grandpa" Gibran menghentikan langkahnya menatap Erkan yang kini juga menatapnya "tapi Erkan tidak menjadi membunuhnya karna Grandpa....."

dari situlah Erkan menceritakan semua kepada Papihnya tentang apa yang sebenarnya terjadi, hal itu semakin menambah kecurigan Gibran karna tentang kematian Delio hanya dirinya dan orang kepercayaannya yang tahu, karna pada saat itu Juan orang kepercayaanya yang dia printahkan untuk menemani Erkan dan dari dirinyalah Erkan dan Gibran bisa saling bertukar kabar, karna memang Delio ayahnya menutup Akses untuk bertemu dengan anaknya, Juanlah yang menghubunginya pada saat kejadian itu, dan kebetulan pada saat itu dirinya sedang berada di Granada Spanyol jadi dengan cepat Gibran datang ke itali.

Malam hari waktu sudah menunjukan pukul 12 malam, tapi kecerian canda dan tawa tidak pernah berhenti, mereka juga baru selesai mengadakan barbeque di halaman belakang Vila, dan setelahnya mereka duduk bersantai.

"Heh Bocil.. sono tidur Papih sama Mamih ajah udah masuk, gak baik buat bocil kaya lu gabung sama orang dewasa kaya kita" ledek Marvel pada Vreya

Vreya mencerutkan bibirnya mendengus sebal " Enak ajah umur Vrey udah 17 tahun, bentar lagi mau masuk fakultas kedokteran kaya Teh Zella sama Teh Del. We..." Vreya menjulurkan lidahnya pada Marvel "Vrey udah punya KTP jadi udah dewasa dong, iyakan Teh? " Vreya langsung bergelayut manja pada Dina yang memang duduk di sebelahnya

"Iya Vrey kamu udah Dewasa?" jawab Dina menepuk lembut lengan gadis itu

"Gak!.." sanggah Erkan dan Revan secara bersamaan karna menurut mereka Vreya masih adik kecilnya, dan mereka berduapun begitu posesive terhadap adiknya itu, terlebih lagi Revan.

"Kalian kenapa, adik kalian tuh emang udah gede, gak baik juga kalo terlalu di kekang berlebihan"

"nah.. tuh denger ibu psikolog ngomong apa? " Vreya langsung mengajak tos Dina, karna merasa senang sekarang dia mempunyai sekutu yang bisa membelanya, mungkin satu lagi sekutu untuknya yang saat ini sedang tertidur manis di pelukan kakaknya, dan sama sekali tidak tergangu dengan keberisikan yang mereka ciptakan

"baby kamu tuh gak ngerti, dia itu emang masih kecil, aku gak mau dia nanti kalo pacaran, terus nanti di sakitin cowo gimana?" ujar Revan bangun dari duduknya ingin menghampiri Dina yang memang duduk di hadapanya

namun Marvel menarik baju Revan untuk mendudukanya kembali "Mangkanya lo jagan mainin cewe, bilang ajah lo takut adek lo kena karma akibat ulah lo"

Vreya dan Dina langsung mengancungkan jempolnya pada Marvel menyetujui apa yang di katakanya, sedangkan Revan hanya mendengus sebal

"lo gk mau ngebelain gue?" tanya Revan pada Erkan yang sedari tadi hanya diam namun tangannya tidak berhenti mengelus kepala Zella yang tertidur bersandar di dadanya dengan nyaman.

Erkan hanya mengangkat bahunya acuh "gue mau pindahin Zella ke kamar, kalian lanjutin aja ngobrolnya" dengan pelan Erkan melepaskan tangan Zella yang melingkar di pinggangnya, kemudian dengan hati-hati Erkan memposisikan dirinya untuk mengangkat Zella ala bridal style

"Vrey bantu bukain pintunya A " Erkan mengangguk, lalu Vreya berjalan mengikuti Erkan di bakangnya

setelah berada di kamar Erkan meletakan Zella dengan hati-hati di atas tempat tidur lalu menyelimutinya "Aa titip teteh kamu yah De " pinta Erkan serya mengusap lembut pucuk kepala adiknya "kadang-kadang teteh kamu suka kebangun, nanti kasih tau A yah, kalo gak kasih tahu Dokter Delina" lanjutnya

"Iya A, ini Vrey temenin teteh disini Teh Del juga kayanya masih di tahan sama A Revan di bawah " jawabnya dengan setengah bingung dengan maksud dari kata kakaknya, karna kenapa Tetehnya itu kalo bangun harus kasih tahu kakaknya atau Teh Delina

"kamu juga tidur udah malam, yadah A tinggal yah Bocah! " ujar Erkan mengoda Vreya dengan terkekeh geli melihat expresi adiknya itu yang menatap tajam padanya, ternyata mengoda adiknya menyenangkan juga, karna ini pertama kalinya bagi Erkan mengoda adiknya

"Ikhhh.. Aa Vrey udah Dewasa bukan bocah lagi" protesnya dengan sebal "dah sana Vrey mau tidur.. bikin sebel ajah" usirnya dengan marah, namun hatinya juga merasa senang karna Kakaknya yang biasanya serius ternyata sekarang bisa mengodanya.

🍁🍁🍁

"Loh.. kamu belum tidur A?"

Erkan yang sedang meneguk minuman dinginya langsung dari botol menoleh ke arah Mamihnya "Hmmm" gumam Erkan meletakan botol tersebut ke meja " Mamih juga belum tidur " tanyanya balik

Tania mengelengkan kepalanya seraya duduk di kursi "boro-boro Mamih tidur malah di ajak bergadang sama Papi kamu, kirain Mamih ngajakin tidur duluan bener-bener tidur, Ekhhh.. malah ngajak bergadang" ujarnya dengan kesal

Erkan hanya bisa tertawa kecil mendengarnya, ternyata Papihnya itu sudah tua stamina anak muda "trs Mamih ngapain ke dapur.. tar Papih nyariin lagi "

"Gak Papih kamu udah molor duluan, Mamih teh haus A pengen minum" Tania meraih botol minum milik Erkan lalau langsung meminumnya " sedangkan Erkan hanya mengelengkan kepalanya melihat tingkah Mamihnya walaupun sudah tua. tapi kelakuan seperti anak Remaja 11-12 lah sama Papihnya

"Anak-anak udah pada tidur" tanya Tania meletakan kembali botol minuman yang kini sudah di habisi olehnya

"belum Marvel, Revan sama Delina masih di teras, Zella dia udah tidur di temenin sama Vreya tadi dia ketiduran kecapean mungkin"

Tania tersenyum menatap Putra sulungnya " kamu teh benaran sama si geulis?.. Cinta?.. sayang?.." tanyanya penuh selidik karna memang Tania belum pernah menanyakan hal ini pada putranya itu

Erkan hanya diam tidak menjawab pertanyaan Mamihnya itu" Denger yah A, Mamih teh percaya sama kamu, karna kamu juga beda sama adik kamu yang suka mainin cewe tapi mungkin sekarang udah insaf itu si sableng" lanjutnya membuat mereka berdua Tertawa mengingat kelakuan Revan

Erkan menghela nafasnya ikut duduk di hadapan Mamihnya "Erkan serius Mih, dan gak main-main, Erkan udah jatuh cinta sejatuh-jatuhnya sampe Erkan gk bisa bangun lagi, Erkan juga pengen nikahin Zella"

mata Tania langsung berkaca-kaca mendengarnya "terimakasih ya Allah, engkau telah membawa anakku kembali" batin Tania

Tania bangun dari duduknya menghampiri Erkan langsung membawa Erkan dalam pelukanya "Terimakasih!" bisik Tania dengan isak

Erkan langsung melepaskan tubuhnya dari pelukan Mamihnya, dengan lembut Erkan menghapus air mata sang Mamih " don't cry Mamih, i'm here... "

"Mamih nangis karna bahagia A, karna sekarang bisa liat kamu nemuin kebahagian kamu sendiri, Mamih bener-bener seneng"

tanpa banyak bicara Erkan langsung membawa kembali Mamihnya kedalam pelukannya. Erkan juga merasa begitu bahagia, walupun dulu mereka pernah berjauhan, namun Mamihnya selalu memberi dia surat secara diam-dim melalui Paman Juan orang kepercayaan Papihnya. isi pesan tersebut selalu berisi tentang kasih sayang dan kerinduan seorang ibu pada anaknya, sehingga membuat di merasa dekat dengan keluarganya, itulah alasan yang membuatnya dulu nekat ingin membunuh Grandpanya, mungkin dengan cara itu dia bisa bertemu dengan keluarganya, hanya itu yang ada di pikiran Erkan dulu.

Sebesar apapun usaha Delio sang Kakek merubah Erkan, itu tidak pernah berhasil, karna hal itu terkalahkan oleh Kasih sayang seorang ibu, yang terus menanamkan kebaikan pada anaknya, walupun hanya melalui sepucuk surat.

1
Nury Laksana Joyo Sentono
lama gak up loh thor
Nur Aenia
episode yg menegangkan Thor..😮😮
kreen ditunggu episod berikutnyaaaa...😍
Savetia Ningrum Bp: ok makasih atas dukungannya ☺
total 1 replies
Nur Aenia
mana lg nihh kelanjutanya thor...🤔
g sabaaar nunggu kelanjutanyaaaaaa😀😀
Nur Aenia
semakin penasaran aq tuuuhh..
Nur Aenia
ditunggu kelanjutanya Author giamanaa
bikin penasaran seru menegangkan...😀😀
Savetia Ningrum Bp
Salam kenal.. makasih nisa😊
Erik Siculay
keren
Erik Siculay
keren😍
Anita Jenius
Semangat up thor..
4 like buatmu.
Savetia Ningrum Bp: thanks u 🙏💕
total 2 replies
Anita Jenius
Like full di ceritamu thor..
Semangat ya
Anita Jenius
Hadir kak..
7 like buatmu.
Mari kita saling dukung.
Semangat up terus ya..
teh Ryu_Za
aku syukaaa paper cuts... suara trio cbx dabest 👍👍👍
Savetia Ningrum Bp: EXOL 😍
total 1 replies
Maulidya Puspasari U
👍
Deasy Verawaty Manangkalangi
bucin akut... lanjut
Anita Jenius
Hadir kak..
8 like buatmu.
Mari kita saling dukung.
Semangat up terus ya..
IG @zmling_
Hai aku mampir meramaikan cerita mu

yuk mampir di "Mr. Mafia or Mr. Psychopath?" juga ya

Semangat
ᨆᨔᨙᨂᨛᨑᨛ
hadirrr
Ansifa: Permisi kak, izin promote.
Mampir Yuk ke karya ku

* Cinta Sang CEO Tampan
* Pesona Prajurit Tampan
* Cold Woman Itu Istriku

Terimakasih🤗
total 1 replies
Mhee
bikin penasaran 😳 ditunggu nexk up nya yaa
Ansifa: Permisi kak, izin promote.
Mampir Yuk ke karya ku

* Cinta Sang CEO Tampan
* Pesona Prajurit Tampan
* Cold Woman Itu Istriku

Terimakasih🤗
total 1 replies
Mhee
ini lanjutannya mana,,,??
Savetia Ningrum Bp: lanjutanya baru Up kk ☺
total 1 replies
HIATUS
vreya cantiiik 😍
Ansifa: Permisi kak, izin promote.
Mampir Yuk ke karya ku

* Cinta Sang CEO Tampan
* Pesona Prajurit Tampan
* Cold Woman Itu Istriku

Terimakasih🤗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!