Karena suatu kesalahan, Anastasia Lambert terpaksa menikah dengan Paman angkatnya, Henry Theodor, di usianya yang masih delapan belas tahun.
Semua bermula karena kebaikan dan perhatian Paman angkatnya, membuat Anastasia, yatim piatu yang diadopsi Henry, diam-diam jatuh cinta pada Henry, hingga hubungan mereka yang tadinya baik-baik saja menjadi dingin.
Dan, sampai datangnya orang ke tiga dalam kehidupan mereka, membuat hubungan mereka menjadi sangat jauh, seperti jarak antara terbitnya matahari dari timur, hingga matahari terbenam di barat.
Saat Anastasia menyadari telah salah mencintai Paman angkatnya, dan membuka hati untuk mengenal pria lain, sikap Henry tiba-tiba berubah menjadi hangat padanya.
Apakah hubungan mereka yang tadinya baik-baik saja, akan kembali seperti dulu lagi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KGDan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 32.
Setelah memasukkan sesuatu dalam lipatan kertas putih, yang diberikan Ivana ke dalam gelas wine, pelayan itu pun melangkah ke arah Henry, yang sedang mengobrol dengan beberapa rekan bisnis Henry.
Melihat gelas Henry kebetulan sudah kosong, pelayan itu menawarkan gelas wine yang ia bawa kepada Henry.
Ivana yang diam-diam melihat ke arah Henry, tersenyum senang melihat Henry menerima gelas, yang di sodorkan pelayan suruhannya tersebut.
Ivana mengobrol sekadar angin lalu saja kepada beberapa putri konglomerat, yang sedang mengajaknya mengobrol hal yang tidak penting.
Henry yang tengah mengobrol dengan rekan bisnisnya, mulai meminum wine yang diberikan pelayan tadi kepadanya.
Ia berbincang dengan rekan bisnisnya, tapi pikirannya melayang memikirkan Anastasia yang pergi bersama Jonathan.
"Isssh!" Henry tiba-tiba merasa kepalanya pusing.
"Kamu kenapa, Henry?" tanya salah satu temannya.
"Rasanya tidak nyaman!" Henry melonggarkan dasinya.
Ivana bergegas meninggalkan dua teman ngobrolnya, begitu melihat tubuh Henry terlihat mulai goyang.
"Biar aku saja, Tuan Jarvis!" Ivana meraih tangan Henry, saat teman Henry itu akan membantu Henry duduk ke sofa.
"Oh!" rekan Henry melepaskan tangannya untuk memapah Henry.
Mereka tentu saja mengenal siapa Ivana.
Mereka mengetahui Ivana adalah tunangan Henry, dan mereka harus menyerahkan Henry kepada pemiliknya.
Henry yang semakin merasa tidak nyaman mendorong Ivana, agar menjauh darinya, dan itu membuat rekan Henry merasa bingung.
Ivana yang merasa malu, karena Henry seperti terlihat tidak menyukainya, memasang senyum ramahnya kepada rekan bisnis Henry itu.
"Aku akan membawanya!"
"Menjauh!" Henry kembali mendorong Ivana.
Dengan langkah terhuyung dan berusaha membuka dasinya lebih longgar, satu tangan Henry mengambil ponselnya.
"George, cepat masuk temui aku, seseorang menaruh obat ke dalam minuman ku!"
Henry mematikan ponselnya, begitu ia selesai bicara kepada George.
"Henry, mari ku bantu!" Ivana meraih lengan Henry yang akan kembali melangkah pergi.
"Lepaskan!!" Henry menyentakkan tangannya, "Kamu yang menaruh obat ke dalam minuman ku, ya?!"
Ivana terkejut mendengar pertanyaan Henry, membuatnya seketika menjadi panik, tapi ia dengan cepat memperlihatkan seperti korban.
"Henry, apa maksudmu? aku bukan wanita curang yang tega menjebakmu!" suara Ivana terdengar begitu sedih.
"Pokoknya menjauh dariku! George yang akan datang membantuku!" Henry semakin merasa tidak nyaman, membuatnya melepaskan dasinya, lalu membuka kancing kemejanya.
"Tuan!"
George yang berhasil menemukan Henry segera mememegang tangan Henry.
"George! biar aku yang bantu membawa Henry!" Ivana tidak menyerah untuk berpura-pura menolong Henry.
"Maaf, Nona! sebaiknya kamu menjauh dari Tuan Theodor! kamu hanyalah wanita yang di bayarnya, untuk melakukan pekerjaan!" George memperingati Ivana, untuk tidak ikut campur dengan keadaan Henry.
Ivana terpaku ditempatnya mendengar apa yang dikatakan George, membuatnya sangat geram memandang George melangkah membawa Henry.
Sementara di Mansion Theodor.
Anastasia telah berada di atas tempat tidurnya, memandang tangannya yang terluka di balut perban.
"Aku tidak perlu memikirkan Paman lagi, malam ini dia pasti bersama pacarnya itu! dan memang sudah seharusnya seperti begitu!" gumam Anastasia melihat tangan dan lengannya.
"Sebaiknya aku tidur saja! jangan memikirkannya lagi, satu bulan lagi aku sudah akan pergi ke luar negeri!"
Anastasia menarik nafas, lalu merebahkan tubuhnya untuk segera tidur.
Ia menarik selimut sampai bahunya, kemudian perlahan memejamkan matanya.
Anastasia pun mulai tertidur dengan nyaman.
"Hati-hati, Tuan!" George yang akan membantu Henry menaiki anak tangga di tepis Henry.
George terpaksa membiarkan Henry melangkah sendiri, sementara ia akan menunggu Dokter pribadi Theodor, yang sedang dalam perjalanan ke kediaman Theodor.
Bersambung...........
lma2 up thor tk inak menunggu n klau up yg buanyk n hrs tiap hri
nie malah berbeilit²🙄🙄🙄🙄
kalo ragu, untuk apa minta ketemuan sama henry🙄🙄🙄