NovelToon NovelToon
Setelah Bercerai, Aku Menjadi Musuh Terbesarnya

Setelah Bercerai, Aku Menjadi Musuh Terbesarnya

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Single Mom
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Wahidah88

​"Tanda tangani ini dan pergi! Kau hanya alat untuk menghancurkan ayahmu," ucap Elkan dingin.

​Lima tahun lalu, Siska diusir dalam keadaan mengandung. Kini, ia kembali bukan sebagai istri yang lemah, melainkan sebagai pesaing bisnis yang siap menghancurkan kerajaan Elkan.

​Namun, saat Siska mulai menyerang, ia menemukan rahasia kelam: Elkan sengaja menjadi iblis agar Siska tetap hidup. Di antara dendam dan cinta yang belum padam, siapakah musuh yang sebenarnya?

​"Aku kembali untuk menghancurkanmu, Elkan. Bukan untuk jatuh ke pelukanmu lagi!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wahidah88, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KEPUTUSAN DI UJUNG MAUT

​Ruang kerja Edward Wijaya mendadak senyap bagai kuburan. Suara detik jarum jam dinding berkerak nyaring, seolah menjadi hitung mundur bagi nyawa Elkan yang sedang berada di ambang jurang maut.

​Jessica menatap dokumen hitam di atas meja mahoni itu. Jemarinya yang lentik berguncang hebat. Di dalam benaknya, bayangan Elkan yang tersenyum lemah sambil memeluk Arlan berputar begitu jelas. Pria itu sudah berjanji untuk tetap hidup, berjanji untuk menemaninya membesarkan putra mereka. Tapi kini, takdir seolah sengaja memojokkannya ke sudut paling gelap.

​"Kau hanya punya waktu sepuluh detik untuk berpikir, Jessica," ujar Edward dingin, suaranya seperti bisikan iblis yang menagih utang nyawa. "Gagap mengambil keputusan, dan kau akan pulang untuk melihat jasad Elkan Pratama di dalam kantong mayat."

​Adrian Lim mengambil pena emas dari sakunya, lalu menyodorkannya ke hadapan Jessica dengan senyuman penuh kemenangan. "Tanda tangani ini, Sayang. Selamatkan pria lemah itu, dan kembalilah ke tempat yang seharusnya... bersamaku."

​Jessica memejamkan matanya erat-erat. Setetes air mata hangat meluncur menembus pipinya yang pucat. Rasa sakit akibat dikhianati oleh ayah angkatnya sendiri begitu menghujam dada, namun ketakutan kehilangan Elkan jauh lebih melumpuhkan segalanya.

​Elkan... maafkan aku. Aku harus melakukan ini agar kau tetap bernapas, bisik Jessica dalam hatinya yang hancur berkeping-keping.

​Dengan tangan yang gemetar hebat, Jessica menerima pena emas itu. Ia memajukan langkahnya, menundukkan kepala di atas meja, lalu mengarahkan mata pena ke atas garis tanda tangan kontrak pertunangan.

​Adrian tersenyum puas, membusungkan dadanya seolah telah memenangkan mahkota tertinggi. Edward pun mengangguk pelan, merasa kemenangan mutlak sudah kembali ke tangannya.

​Namun, tepat saat ujung pena hendak menyentuh kertas...

​BRAK!

​Pintu ruang kerja raksasa itu didobrak dari luar hingga menghantam dinding dengan keras.

​Paman Hendra berdiri di ambang pintu bersama Roy. Di belakang mereka, tiga orang dokter spesialis berkebangsaan Jerman mengenakan seragam operasi lengkap melangkah masuk dengan tergesa-gesa.

​"Nona Jessica! Jangan tanda tangani apa pun!" teriak Paman Hendra dengan suara lantang yang menggelegar di seluruh ruangan.

​Jessica tersentak, menghentikan gerakan penanya hanya berjarak satu milimeter dari kertas. Ia menoleh dengan mata sembap penuh ketidakpercayaan. "Paman Hendra? Apa maksudnya ini?"

​Adrian mengepalkan tangannya, wajah tampannya seketika memerah karena amarah. "Hendra! Berani sekali kau merusak pertemuan pribadi Tuan Edward! Pengawal, seret pria tua ini keluar!"

​"Tunggu!" bentak salah satu dokter Jerman yang melangkah maju ke depan meja Edward. Dokter paruh baya itu memegang sebuah wadah medis pendingin bertuliskan Organ Transport Container bersimbol internasional.

​"Kami adalah tim medis khusus dari Eurotransplant," tegas dokter tersebut dengan bahasa Inggris yang sangat fasih. "Kami baru saja mendaratkan helikopter medis di helipad rumah sakit. Kami membawa organ jantung pengganti yang serasi 99,8% untuk pasien Elkan Pratama!"

​DEGG!

​Pena emas di tangan Jessica terlepas, jatuh meluncur di atas lantai marmer.

​"Apa?!" pekik Adrian tak percaya. Wajahnya yang semula penuh kemenangan mendadak pucat pasi. "Tidak mungkin! Paman Edward sudah memblokir seluruh jaringan donor medis di Eropa untuk Elkan Pratama!"

​Paman Hendra melangkah maju, menatap Edward dan Adrian dengan pandangan tajam penuh kebanggaan. "Anda memang memblokir seluruh jaringan Wijaya Capital, Tuan Edward. Tapi Anda lupa... lima tahun lalu, sebelum Nona Jessica bergabung dengan Anda, beliau telah mendaftarkan yayasan kemanusiaan atas nama Wijaya-Pratama Foundation di Jenewa!"

​Hendra menunjuk ke arah dokumen medis yang dipegang sang dokter Jerman. "Donor jantung ini didapatkan secara sah dari seorang pendonor muda di Munich melalui jalur yayasan independen milik Nona Jessica sendiri, bukan melalui jaringan bisnis Anda! Kami tidak butuh bantuan atau persetujuan dari Anda lagi, Tuan Edward!"

​Edward Wijaya membeku di kursi kebesarannya. Cangkir teh di tangannya bergetar sedikit. Untuk pertama kalinya dalam puluhan tahun perjalanan karir bisnisnya, pria tua itu dikalahkan total oleh strategi wanita yang ia didik sendiri.

​Jessica berdiri tegak. Seluruh keputusasaan di wajahnya lenyap dalam sekejap, berganti menjadi pendar kekuatan dan keagungan dari seorang wanita yang tak lagi bisa dirantai oleh siapa pun.

​Ia menatap Edward dan Adrian dengan mata yang berkilat tajam.

​"Kalian dengar itu?" suara Jessica terdengar begitu dingin dan berwibawa. Ia menyambar dokumen pertunangan di atas meja, lalu merobeknya menjadi dua bagian di depan mata Adrian Lim.

​SRET!

​Potongan-potongan kertas itu melayang jatuh di atas meja, tepat di depan wajah Adrian yang membeku terpukul.

​"Urusan kita sudah selesai, Adrian. Dan untuk Ayah..." Jessica menatap Edward dengan penuh rasa hormat yang kini berbaur dengan batas yang tegas. "...terima kasih atas semua yang telah Ayah berikan selama lima tahun ini. Tapi hari ini, aku mengembalikan nama baikku. Aku bukan lagi pion di atas papan caturmu. Aku adalah Jessica Wijaya, dan aku memilih jalanku sendiri."

​Tanpa membuang waktu satu detik pun, Jessica berbalik arah. "Dokter, Paman Hendra, Roy... kita ke ruang operasi sekarang!"

​"Baik, Nona!"

​Mereka berhamburan keluar dari ruang kerja tersebut, meninggalkan Adrian yang meraung frustrasi sambil memukul meja kerja, dan Edward yang hanya bisa memejamkan mata erat-erat, meratapi kekalahan terbesarnya dari putri angkatnya sendiri.

​Sepuluh menit kemudian, lorong menuju lantai operasi Singapore General Hospital berubah menjadi medan pacu kehidupan. Jessica berlari bersama rombongan dokter yang mendorong wadah organ pendingin tersebut.

​Ketika mereka sampai di depan pintu ruang isolasi VIP, tim medis lokal sedang panik. Grafik di pemantau jantung Elkan sudah berubah menjadi garis lurus yang berbunyi tajam.

​BIIIIIIIIIIIIIP!

​"Pasien mengalami cardiac arrest! Siapkan defibrilator!" teriak perawat dari dalam.

​"Buka pintunya!" bentak dokter Jerman yang baru tiba, menerobos masuk bersama tim khusus. "Kami membawa organ donor pengganti! Siapkan pembedahan darurat sekarang juga!"

​Jessica tertahan di luar pintu kaca yang tertutup rapat. Lampu indikator operasi di atas pintu seketika menyala merah benderang—menandakan dimulainya pertarungan paling krusial antara hidup dan mati.

​Jessica menyandarkan dahinya pada kaca bening ruang operasi. Tangan kecilnya menempel pada kaca, menatap tubuh Elkan yang mulai ditangani oleh belasan tenaga medis di dalam sana.

​"Bertahanlah, Elkan... jantung barumu sudah datang," bisik Jessica di tengah isak tangisnya yang sunyi. "Bertahanlah untukku... dan untuk Arlan."

​Di balik pintu kedap udara itu, pisau bedah pertama mulai digoreskan. Sebuah pertaruhan jiwa di ujung waktu yang akan menentukan apakah cinta mereka akan menyatu dalam keabadian, ataukah terpisah selamanya oleh takdir.

1
Red Blossom
Selamatkan Elkan ya thor
merry
tanggung lh perbuatan mu elkan yg dku usir Siska yg katamu untuk melindungi kmu dr hariss moga ajj andrian mau ngerti dan mengalah klo cinta gk hrs memiliki
merry
tgl bareng sis klo msh cinta dm erln lgian dia gk slh atas kjdian inn klo ngk bgtuu mungkin kmu juga ngk bangkit
merry
kumat kah jantung y elknn kshnn elknn pura-pura usir Siska demi ngelindungin diska dri pmn y yg jhtt ituu,, moga Siska gk marah dan trm elknn kembali dan sm sm menghncurkan paman y yg bjingann itu
merry
apapun alasannya hrs jgn pkai cara kyk bgt x el,,, msh bnyk cari lain x supya gk meninggal kn penyesalan mu,,, skrg kmu nyesel gk ngeliat mntn mu dan ank mu msh hdp
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!