Hai All, ini adalah karya keduaku.
Sesuai sama judul di atas kali ini aku akan membuat karya tentang dunia permantanan.
Willo, gadis pendiam dan terkesan cuek dan aromantis terkejut saat dia tau ternyata bos di tempatnya bekerja adalah Mantan "Pacarnya" yang super ngeselin.
Willo ingin menghindar dan resign dari tempatnya bekerja namun dirinya tak bisa lepas dari jeratan mantan.
So this is it , Willo story : Hi, Ex - Boyfriend ! 😉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SheisUgly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
The SISTER !
...Hubungan kita itu index....
...Ketika di akses kita memperoleh error....
...Hubungan kita ternyata undifined index....
...Di browser nya tampil : undifined index "cinta" on line 143....
💕💕💕💕💕💕
Sekarang aku lebih suka beristirahat di pantry daripada di cafetaria. Hari ini seluruh tenagaku terkuras untuk menginput data dari server satu ke server yang lain. Mataku panas, kepalaku berdenyut. Rasanya aku ingin menelungkupkan kepala di meja.
Aku mengaduh ketika pelipis yang akan di tidurkan berbantal tangan di meja terantuk gelang yang aku kenakan. Aku memijit pelipis yang sakit karena terkena gelang namun aku tersenyum mengingat gelang itu.
Flashback :
"Bang, gue kemaren beli gelang di Pasar Beringharjo." Aku menyodorkan sebuah gelang yang aku beli dari pasar kemarin. Dan gelang berornamen kayu kotak-kotak kecil itu tertera nama Kaisang.
"Dan gue juga beli satu lagi. Ini buat gue dan yang ini buat lo" Kataku dengan 2 gelang di tangan kiri dan kanan.
Aku harus menyerahkannya karena dua jam lagi kereta Fajar Utama YK 145 sampai di Stasiun Pasar Senen Jakarta.
Kai menerima gelang kayu itu melihat manik-manik itu sebentar lalu menatapku.
Dia mau nerima enggak sih?? Terima kasih juga enggak.
"Sebelum gue nerima ini boleh enggak gue mengajukan pilihan ke lo??"
Nada bicara Bang Kai terdengar serius di telingaku, tatapan matanya juga bukan tatapan jahil.
Aku mengangguk.
Dia mengeluarkan sebuah kantung berwarna hitam dari saku celananya. Aku tak tau pasti itu apa.
"Gue juga sebenarnya mau ngasih ini ke elo, tapi berhubung lo ngasih gue gelang, dan lo juga punya gelang yang sama, gue mau ngasih pilihan ke lo."
Mau kasih barang aja ngajuin pilihan dulu. Aku berdecih. Emang kenapa sih???
Kai merogoh benda yang ada di kantong kecil itu dan aku setengah shock ketika tau benda yang di pegang Kai.
"Ini kan udah gue buang dan seingat gue manik-maniknya lepas??" Aku bergetar meraih benda itu dari tangan Kai. Benda yang aku maksud adalah gelang pemberian Kai 8 tahun lalu saat kita masih berpacaran.
Tak terasa mataku ingin menitikkan air mata. Kai memperbaiki gelang ini. Aku kira dia tak peduli.
"Udah gue perbaikin dan sekarang gue tanya ama lo" Kai memperbaiki posisi duduknya dengan menengakkan badan bersandar di kursi dengan nyaman.
Aku mendadak gugup, dia mau ngasih pilihan apa ya??
Mungkin dia nyuruh aku milih nglupain dia atau nglempar aku dari kereta.
"Gue mau lo milih, gelang pemberian gue yang udah gue perbaikin ini atau...."
Wait ! Gelang??? Ok aku harus mendengarkannya dengan seksama, kata-kata Kai masih menggantung.
"Gelang baru yang ini??" Kai meraih gelang yang bertuliskan namaku. Kini ada 2 gelang di tangan Kai. Gelang yang baru aku beli dan gelang pemberian Kai 8 tahun lalu saat kita masih berpacaran.
Madu di tangan kananmu
Racun di tangan kirimu.
Kok aku malah jadi gini ya???
Aku mengambil kedua gelang itu dari tangan Kai.
Kuamati gelang pemberian Kai ini, gelang ini penuh kenangan. Saat itu kami berdua kencan di Dufan. Dan Kai memberikan gelang ini padaku.
"Lo boleh kok mikir" Katanya lirih.
Aku berjalan ke arah belakang gerbong dan di sana ada tempat sampah. Sebenarnya aku sudah tau mana yang akan aku buang. Setelah aku membuang salah satu dari gelang itu aku kembali ke kursiku.
"Gimana??" Tanya Kai
"Nih, gue enggak mau pakai sendiri" Aku menyodorkan gelang pilihanku pada Kai agar dia yang memasangkannya, dan supaya dia tau gelang mana yang aku pilih.
Kai meraih gelang itu dan setelah tau apa pilihanku dia memasangkannya.
"Bukannya yang baru lebih bagus ya?? Kenapa lo buang??" Tanya Kai seraya menyerut tali di gelang itu.
"Bagi gue gelang itu adalah satu-satunya pemberian yang berharga dari lo. Meskipun cinta lo bukan buat gue tapi gue masih pengen nyimpan ini. Makasih lo udah perbaikin gelangnya Bang."
Dengan modal 80% keberanian, aku harus mengatakan ini pada Kai. Kalau aku menganggap hubunganku dengannya hanya sebatas pengalaman pacaran saja, tentu saja gelang ini sudah aku buang sejak dulu. Nyatanya aku masih menyimpannya karena aku tak sanggup membenci Kai.
"Terima kasih ya"
Kai menyibakkan poni yang menutupi dahiku. Aku hanya bisa meresapi perlakuan Kai padaku.
"Biasanya cewek suka di kasih benda-benda mewah, lo di kasih gelang aja udah bahagia banget. Bahkan gelang barunya lo buang demi gelang jelek itu" Kai mencibir dan aku mendadak sebal dengan tingkahnya yang menghina itu.
"Lo mana ngerti perasaan cewek !" Aku memukul lengan Kai agar dia tak menggodaku lagi. Suka banget deh ngrusak momen bahagiaku.
Flashback off.
"Willo...." Seperti biasa Pak Pandu ketemu aku di pantry. Dia nih hobi banget sih mergokin aku yang males-malesan di pantry.
"Bapak bikin kopi??" Ingin ku tepok jidat untuk basa-basiku ini. Ya jelaslah Pak Pandu udah megang gelas terus ngambil air panas di dispenser. Namanya juga Pak Pandu, palingan dia senyum nanggapi basa-basiku.
Kalau ini Bang Kai di pasti bilang Udahh tau nanya, atau nanya lo random banget !
Pandu pun duduk berhadapan denganku.
"Kamu sudah makan??" Tanya Pandu.
"Sudah Pak."
"Gimana liburan kemarin?? Seru??" Tanya Pandu.
"Seru Pak.." Jawabku bersemangat tapi untung aku enggak keceplosan kalau liburan bareng Kai juga.
Dia senyum menanggapi seruanku yang seperti anak kecil.
"Kamu liburan sama siapa aja?" Tanya Pandu lagi kemudian menyeruput kopinya.
"Saya liburan sama Papa, Mama, sama saudara saya Pak." Jawabku.
Pandu terkekeh. Eh kenapa deh Pak Pandu malah ketawa.
"Pantes liburan kamu overtime, untung Flowchart masih butuh kamu. Kalau enggak Kai pasti udah mecat kamu" Dia menghela nafas.
Mecat aku??? Yang ngajak liburan keliling 24 jam juga dia, kalau sampai mecat aku awas aja ! Aku tiba-tiba geram.
"Kamu kenapa? Kamu marah sama saya??" Pandu melihat wajah geramku dikira aku marah ke dia.Padahal aku sebel sama Kai.
"Ah, enggak Pak. Bos Kaisang suka seenaknya"
"Kaisang memang begitu, saya kira kamu lebih paham dari saya...."
Aku tergelak. Maksudnya apa Pak?? Aku tidak mau menanggapi Pandu.
"Kemarin Kai juga ke Jogja, saudaranya menikah. Kamu enggak ketemu dia??" Aku menunduk, terus aku kudu bilang apa sama Pandu???
"Oya?? Tapi saya enggak ketemu Bos" Haduhh Wil, lo ngapa sih bohongin Pandu lagi??????
"Hari ini Kai ke Jogja lagi, katanya saudaranya ada yang sakit dan butuh Kai" Ucap Pandu menatapku.
"Padahal kan Bos Kaisang baru satu minggu yang lalu balik Dari Jogja"
"Entahlah, saya juga tidak paham. Ya sudah 15 menit lagi masuk Kantor.." Pandu berdiri dari duduknya dan pergi keluar Pantry.
Kai ke Jogja lagi??? Saudaranya ada yang sakit?? Siapa????
💕💕💕💕💕💕
Sepuluh hari berlalu sejak Kai ke Jogja dia tak pernah menghubungiku. Dia juga belum nampak di Kantor. Berarti dia belum pulang. Pandu lah yang menghandle semuanya.
Dan ini hari sabtu, aku hanya masuk setengah hari dan besok libur weekend. Aku melangkah keluar dari gedung FLOWCHART, dan getaran ponsel terasa di saku celanaku.
Oh ternyata Papa yang telpon.
"Assalamualaikum Pa" Sapaku
"Waalaikumsalam Nak, kamu dimana??"
"Willo di depan kantor nih mau pulang" jawabku seraya menengok ke sekeliling.
"Udah kamu di situ aja ya Papa sama Mama mau jemput kamu"
Belum sempat aku menjawab Papa sudah mematikan telponnya. Papa mau jemput aku??
Paling Papa mau bawa aku pulang ke Bogor.
Dan 10 menit kemudian mobil Papa beneran sampai kantor.
"Ayo Nak, ikut Mama sama Papa." Ajak Mama
Tanpa turun dulu mereka langsung menyuruhku masuk.
"Papa sama Mama kenapa tiba-tiba jemput Willo??" Aku kan penasaran, enggak biasanya Mama dan Papa jemput aku kayak anak SD yang pulang sekolah gini. Mereka juga berpenampilan rapi.
"Mama juga enggak tau, kakak kamu mendadak ngajak Mama sama Papa dinner sama kamu juga." Jawab Mama lalu mengambil IPAD dari tasnya. Kelihatannya mama mengirimkan pesan Whatsapp pada Kakakku itu.
"Apalagi Papa, papa terpaksa batalin janji mau golf."
Aku memalingkan wajah ke arah jalanan. Tumbenan Sandra ngundang kita makan. Dia dapet doorpriza atau...
"Mungkin Sandra baru naik jabatan kali Pa, makanya dia ngajakin kita dinner"
Aku setuju sama statement Mama. Apalagi sih yang di kerjain kakakku itu selain karir karir dan karir.
Boro-boro mikirin cinta. Dia lebih suka mematahkan hati para penggemarnya.
Setelah terjebak macet yang agak lama, Papa memarkir mobil ke halaman sebuah restoran Italia yang mewah di kawasan Jakarta Selatan.
Jam menunjukkan pukul 4 sore.
Kami memasuki restoran mewah itu dan staff restoran mempersilahkan duduk di meja yang sudah di pesan Sandra.
Sandra malah belum datang. Penampilanku terlihat kontras dengan kedua orangtua ku. Papa memakai setelan jas meskipun tanpa dasi Papa keren.
Mama menggunakan dress dengan panjang di bawah lutut berlengan 3/4 berkain brukat warna merah.
Mama tampak anggun seperti Sandra dengan rambut di sanggul kecil. Sedangkan aku??
Jangan di tanya, karena hari sabtu ini adalah hari santai, jadi aku pakai celana jeans dengan sobekan di dengkul, jaket parka dan kaos raglan warna Merah kombinasi hitam, tak lupa rambut messy ku terurai dengan hoodie menutup kepala.
"Kamu kerja pakai baju begitu Wil???" Tegur Mama seraya menabok pahaku karena duduk seenaknya. Aku bosan nungguin Sandra, perutku juga laper kan???
"Ya enggak Ma, sabtu kan hari santai. Lagian di kantor Willo enggak ada peraturan khusus soal pakaian. Yang penting sopan" Jawabku santai membeberkan kebijakan Bang Kai. Bang Kai membebaskan pegawainya menentukan style pakaian mereka sendiri. Pakai gaun malam atau pakai tuxedo juga boleh asal kinerjanya bagus. Kai tidak mau peraturan mengenai style pakaian akan membebani mereka dan mereka justru tak menghasilkan teknologi apapun.
"Sandra kok lama banget ya Pa??" Mama mulai cemas karena ini sudah hampir pukul 5. Suka banget dia bikin perut ku keroncongan.
Sembari menunggu kedatangan Sandra, aku memainkan game online bikinan Kai. Ini game petualangan mencari harta karun. Bagus juga.
"Maaf Ma, Sandra telat...." Suara Kakakku menandakan dirinya sudah datang
"Enggak apa-apa Nak. Kamu cantik banget sih..." Puji Mama.
Sandra duduk mengambil posisi di dekat mama, aku terkesima melihat penampilan kakakku yang super cantik dengan balutan dress berwarna navy yang elegan dengan tatanan rambut yang cantik bergelombang. Disisi rambut sebelah kiri tersemat jepit rambut ala-ala Cewek Korea.
"Aku seneng banget Willo juga ikut. Takutnya Willo masih kerja" Diapun girang sekali hari ini melihat kami berkumpul. Aku tau sepanjang hidup Sandra, baru kali ini dia bahagia. Terlihat dari matanya yang berbinar-binar, gestur tubuh yang tak bisa diam anteng seperti biasanya. Waktu dia lulus dengan nilai cumlaude dia tak sebahagia ini. Apa yang membuatnya bahagia ya??
"Kenapa kamu ngundang kita kesini??" Tanya Papa penasaran.
"Sandra sama Mama akan ngabulin permintaan Papa sama Mama kali ini..." Dia masih menunjukkan ekspresi girang yang tak terbendung.
Ngabulin permintaan orang tua?? Apa??
"Kakak excited banget sih...." Aku merengek ikutan bahagia juga.
"Ntar kamu juga tau Wil, Mah gimana baju aku, make up aku?? Bagus kan???" Dia meminta pendapat Mama dengan menunjukkan make up dan dressnya.
"Bagus banget....." Puji Mama lagi. "Kamu selalu tampil cantik..."
"Papa, Mama sama Willo siap-siap ya,aku mau ngenalin kalian sama seseorang." Diapun berdiri sepertinya mau menjemput seseorang itu di parkiran.
Paling pacar Sandra ya enggak jauh-jauh dari Sandra gitu. Baguslah kakakku kalau punya pacar. Aku yang tak bersemangat karena lapar memutuskan untuk main game lagi, dan Papa malah ke toilet. Paling Papa deg-degan ketemu pacar Sandra.
"Lho, Papa mana Ma??" Kudengar Sandra menanyakan keberadaan Papa,
"Oh, Papa ke toilet nak. Oh jadi ini dia Sandra?" Kudengar dari suara Mama nampak sumringah melihat seseorang yang di bawa Sandra kesini.
Aku yang masih fokus dengan game yang udah nanggung banget belum tertarik untuk melihat pacar Sandra.
"Nama kamu siapa Nak??" Tanya Mama super ramah.
"Hallo Tante, nama saya Kaisang,"
Aku enggak salah denger? Nama Kaisang ada berapa sih di dunia ini???
Aku mendongak dan meninggalkan game ku sejenak. Pandanganku dan dia bertemu. Dia melihatku dengan tatapan kaget terlihat dari matanya yang membulat.
"Kai, kenalin ini adekku namanya Willona panggilannya Willo..."
Kami bersalaman seolah tak mengenal satu sama lain. Aku duduk kembali ke kursiku dan kulihat jagoanku di game sudah tewas terkena jebakan.
Bang Kai pacar Kakakku?????
💕💕💕💕💕💕💕
Inilah gunanya Sandra kenapa dia ada di sini.
Thanks yorobundah kasih like komen dan dukungannya.
see you !!!
tadi diawal juga ada. situasinya lagi tegang/kaget tp tiba tiba ada kata tergelak.
sejauh ini sukaa😍 semangat kakk