NovelToon NovelToon
ISTRIKU TERNYATA SULTAN

ISTRIKU TERNYATA SULTAN

Status: tamat
Genre:Identitas Tersembunyi / Penyesalan Suami / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:48.4k
Nilai: 5
Nama Author: tanty rahayu bahari

Kata orang, cinta itu buta. Buat Kara Anindita, cinta itu bukan cuma buta, tapi juga bikin miskin mendadak.
​Demi menikah dengan Rio Pratama—cowok biasa yang dia pikir tulus mencintainya apa adanya—Kara rela melakukan "prank" terbesar dalam hidupnya. Dia menyembunyikan identitasnya sebagai pewaris tunggal Anindita Group, raksasa properti nomor satu di negeri ini. Kara menukar kartu kredit unlimited-nya dengan uang belanja recehan, menukar penthouse mewahnya dengan kontrakan petak yang atapnya bocor, dan menukar gaun desainernya dengan daster diskonan di pasar kaget.
​Kara pikir, hidup sederhana asal penuh cinta itu indah.
​Tapi ternyata, "tulus" itu ada masa kedaluwarsanya.
​Tiga tahun menikah, setelah karier Rio menanjak (yang Rio nggak tahu, itu berkat koneksi "orang dalam" Kara), sikap suaminya berubah 180 derajat. Rio mulai sombong, gila hormat, dan menganggap pengorbanan Kara sebagai kewajiban istri yang tidak berpenghasilan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tanty rahayu bahari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 36: Undangan Terbatas dan Sumpah di Tepi Pantai

​Private Island Resort, Labuan Bajo.

​Angin laut yang hangat membelai wajah Kara. Dia berdiri di balkon vila kayu ulin yang menghadap langsung ke laut lepas berwarna biru turkis.

​Tidak ada suara klakson Jakarta. Tidak ada teriakan wartawan. Tidak ada dering telepon dari kantor pajak. Hanya suara ombak yang memecah karang dan kicauan burung camar.

​"Nelamun lagi, Calon Pengantin?"

​Damian muncul dari belakang, melingkarkan lengannya di pinggang Kara, lalu menumpukan dagunya di bahu wanita itu.

​"Nggak nelamun," Kara bersandar nyaman. "Cuma masih nggak percaya. Seminggu yang lalu aku duduk di ruang interogasi kejaksaan. Hari ini aku di sini, mau nikah sama musuh bisnisku."

​Damian terkekeh. "Musuh yang paling hot, koreksi."

​"Gimana kabar Mama kamu?" tanya Kara pelan, sedikit merusak suasana tapi perlu ditanyakan.

​Wajah Damian sedikit kaku, tapi dia tetap tenang. "Dia terbang ke Swiss pagi ini. Katanya mau 'berobat' menenangkan saraf. Intinya, dia kabur karena malu. Biarkan saja. Hari ini tentang kita, bukan dia."

​Damian memutar tubuh Kara agar menghadapnya.

​"Tamu undangan sudah sampai semua. Cuma dua puluh orang. Sahabat kamu, Maya, Pak Hadi, dan Papa kamu. Sesuai pesanan Tuan Putri."

​"Terima kasih, Dam," Kara mengelus pipi Damian. "Aku nggak butuh pesta di GBK. Aku cuma butuh orang-orang yang tulus."

​Pukul 17.00 WITA. Menjelang Matahari Terbenam.

​Area Pink Beach yang biasanya ramai turis, hari ini disewa tertutup sepenuhnya (privat).

​Sebuah altar sederhana namun mewah didirikan di atas pasir yang berwarna kemerahan. Tiang-tiangnya dililit kain sifon putih yang melambai tertiup angin dan ribuan bunga Lily of the Valley—bunga yang sama yang dipakai di pernikahan kerajaan Inggris—didatangkan langsung dari Belanda pagi ini.

​Alunan biola dan cello memainkan lagu Canon in D secara live.

​Di ujung lorong bunga, Damian berdiri.

Dia mengenakan setelan jas linen warna beige (krem muda) yang santai namun sangat elegan, pas dengan suasana pantai. Rambutnya ditata rapi, wajahnya bersinar, meski tangannya sedikit berkeringat karena gugup.

​Di sebelahnya, Pak Hadi (yang jadi saksi) tersenyum. "Tenang, Pak Bos. Jangan pingsan."

​Musik berubah menjadi Turning Page.

Semua tamu berdiri.

​Kara muncul di ujung lorong.

Gaun Elie Saab dari Paris itu berkilauan ditimpa cahaya matahari sore. Potongannya yang timeless memeluk tubuh Kara dengan sempurna, veil panjangnya terseret lembut di atas pasir. Dia tidak memegang buket bunga yang rumit, hanya seikat Calla Lily putih.

​Di sampingnya, Pak Gunawan menggandeng lengan putrinya. Pria tua itu tampak gagah, tapi matanya basah.

​Mereka berjalan pelan menuju altar.

​"Pa," bisik Kara. "Jangan nangis dong. Nanti makeup Papa luntur."

​Pak Gunawan tertawa kecil sambil menghapus air mata. "Papa bahagia, Ra. Akhirnya kamu ada di tangan laki-laki yang ngeliat kamu sebagai harta karun, bukan mesin ATM."

​Mereka sampai di depan altar. Pak Gunawan menyerahkan tangan Kara kepada Damian.

​"Damian Cakra," ucap Pak Gunawan tegas. "Saya serahkan putri satu-satunya, nyawa saya, dunia saya. Kalau kamu bikin dia nangis karena sakit hati, ingat... saya masih punya koleksi senapan berburu di gudang."

​Damian tersenyum hormat, menjabat tangan Pak Gunawan erat. "Saya pastikan Bapak nggak perlu buka gudang itu, Pa. Saya akan menjaganya dengan nyawa saya."

​Pak Gunawan menepuk bahu Damian, lalu duduk.

​Kini, hanya ada Kara dan Damian. Berhadapan. Dunia seolah berhenti berputar.

​Pendeta/Penghulu memulai upacara. Hingga tibalah saat pengucapan janji.

​Damian menatap mata Kara dalam-dalam. Angin laut mengacak rambutnya sedikit.

​"Kara Anindita," suara Damian sedikit bergetar karena emosi.

​"Saya, Damian Cakra, mengambil engkau menjadi istri saya. Dulu saya melihatmu sebagai saingan yang harus dikalahkan. Tapi ternyata, kamu adalah kepingan jiwa yang selama ini saya cari."

​"Saya berjanji untuk menjadi partnermu dalam bisnis dan kehidupan. Menjadi pelindungmu saat badai datang, dan menjadi rumahmu saat kamu lelah. Saya berjanji, mulai detik ini, tidak akan ada yang bisa menyakitimu lagi. I love you, more than my logic can explain."

​Air mata Kara menetes. Dia menarik napas, tersenyum.

​"Damian Cakra," balas Kara.

​"Saya, Kara Anindita, mengambil engkau menjadi suami saya. Terima kasih sudah menarik saya dari kegelapan dan membuat saya percaya lagi bahwa cinta itu ada."

​"Saya berjanji untuk berdiri di sampingmu, setara dan seirama. Saya akan menjadi pendukung terbesarmu dan kritikus terujujurmu. Saya menerima masa lalumu, keluargamu, dan masa depan kita. I love you, my Cold CEO."

​"Silakan pasangkan cincin."

​Damian menyematkan cincin emas putih polos (karena cincin tunangannya sudah heboh) di jari manis Kara. Kara melakukan hal yang sama.

​"Dengan ini, saya nyatakan kalian sebagai Suami dan Istri. Silakan cium pasangan Anda."

​Damian tidak menunggu dua kali. Dia menarik pinggang Kara, menunduk, dan mencium bibir istrinya dengan lembut namun penuh gairah.

​Suara tepuk tangan dan sorakan dari para sahabat memecah keheningan pantai. Kelopak bunga mawar putih dilemparkan ke udara.

​Matahari terbenam sempurna di ufuk barat, melukis langit dengan warna ungu dan oranye, menjadi latar belakang siluet sepasang pengantin baru yang sedang berciuman.

​"Selamat datang di keluarga kecil kita, Nyonya Cakra," bisik Damian di bibir Kara setelah melepaskan ciumannya.

​"Mohon kerjasamanya, Tuan Cakra," balas Kara sambil tersenyum lebar.

​Malam itu, di bawah langit berbintang Labuan Bajo, Kara Anindita resmi menutup buku masa lalunya yang kelam, dan membuka lembaran baru yang ditulis dengan tinta emas.

...****************...

...Bersambung......

...Terima kasih telah membaca📖...

...Jangan lupa bantu like komen dan share ❣️...

...****************...

1
Roynaldi Ananda
dan dia kan punya mobil kreditan sama motor matic? trus disimpan dimana thor? dalam saku kecilnya kayak cerita sistem?
Hartini Tin
bahasamu atlas kyk mbh gogle
Hartini Tin
atlas jenius
Hartini Tin
selamat kara dah jd ibu
Hartini Tin
damian manis sekali...kara jd baper
Hartini Tin
bagus ceritanya thor
Leni Martina
penasaran ya Thor,KLO perempuan nya masih gobl*k bin tol*l aku skip,ngk lanjut
Simba Berry
gimana kabarnya rio dan ibunya?seharusnya ada cerita nasib mereka.🙏
Simba Berry
kasihan juga ya rio.melihat kondisi rio sekaranh membuay aku dilema antata sedih dan senang.senang karena dia pantas mendapat seperti itu karena hasil dari perbuatannya.sedih karena karena dia hidupnya benar2 jadi gembel tak punya apa2.mau makan susah.serba susah.cuma kenapa dia belum juga bertobat.
Lesmana
/Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart/
Himna Mohamad
yesss👍👍👍👍👍 lanjut
Himna Mohamad
kk thoor,kata2 untuk rio lucu n good ceritanya👍👍👍👍👍
Himna Mohamad
lanjut thoor
Himna Mohamad
lanjut kk👍👍👍👍👍
ms. S
mmg janda selalu di depan🤭
Lesmana
clarissa boneng 😄😄 rio dibuang setlh kara sukses ?? yg bnr aja.. kebalik x , rio yg lupa diri br jd manager.. kara mah udah jd anak sultan pas brojol😄😄
Lesmana
lahh balik lah ke rmh ibu nya , pulkam sono yg jauh😁😁
Lesmana
laahh oon bnr si siska , itu mah bukan nyelamatin reputasi , tp malah ngancurin reputasi sndr😄😄
Lesmana
aku suka kara manggil rio dgn nama nya aja tnp embel2 mas lg.. ora pantes panggil mas , laki sableng gitu😄😄
Lesmana
anda lagi ?? emang kpn rio prnh dtng ke rmh kara ?? 😁😁 yg dtng kmrn kan ibu rio , beda atuh✌
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!