NovelToon NovelToon
The Masquerades

The Masquerades

Status: sedang berlangsung
Genre:Robot AI / Dunia Masa Depan
Popularitas:735
Nilai: 5
Nama Author: Fredyanto Wijaya

Capella Starheart!

Seorang Gadis Remaja Cantik 16 Tahun baru saja pindah dari kota bawah ke kota layang Star Colossus bersama satu keluarga kecilnya.

Gadis itu tahu tidak akan ada banyak yang berubah di sana.

Memulai kehidupan baru di sebuah perumahan bernama Harmonia, menjalin ikatan baru dengan tetangga dan juga di lingkungan sekolah barunya.

Hidup berdampingan dengan Para Monster dan Kelompok Pahlawan dijuluki The Masquerades sudah biasa di zaman penuh teknologi maju sekarang ini.

Tapi yang jadi pertanyaan adalah... Ada tujuan apa Ibunya membawanya ke atas sana?



(Science Fantasy Ini Lebih Menceritakan Sisi Kehidupan Karakter, Dan Tidak Sepenuhnya Dalam Konflik Serius Yang Berbahaya)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fredyanto Wijaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

(Part 5)

[BAB 5: Taman Hiburan Keluarga]

Pencuri yang meninggalkan petunjuk tanpa disengaja.

Jelas sekali yang menggunakan kekuatan itu tidak begitu mengerti dan bijak bagaimana cara menggunakannya.

Tapi karena Petunjuk itu, Mereka bertiga dapat masuk ke langkah berikutnya. Melacak keberadaannya!

"Hah? Kenapa harus aku?" Protes Leslie.

"Kamu yang cocok dengan misi kita yang satu ini! Cepatlah Les!" Desak Galactic, meminta kembali sehelai bulu tadi dari Capella dan menyerahkannya kepada Leslie.

"Setelah ini selesai, Aku ingin ditraktir yang tadi kalian makan!" Wajahnya masam. Tangannya mengambil sehelai bulu itu dengan terpaksa.

Hidungnya berkedut-kedut kecil_ mengendus sehelai bulu itu.

Matanya yang tadi mata manusia dengan pupil bulat menjadi Vertikal ketika dalam sekali kedipan mata.

Sama-samar sedikit warna hijau muncul membias keluar dari matanya.

Capella melihatnya sambil menahan ngeri saat pupil mata kucingnya bergetar dan bergerak tidak terarah ke berbagai arah seperti video yang mengalami glitch.

Mulutnya setengah terbuka seperti sedang mengatur nafas.

"A Apa itu normal?" Capella waspada.

"Maksudmu bagi kita? Ya! Sangat normal!" Sahut Galactic. Mereka memperhatikan Leslie yang sedang melakukan teknik pelacak.

Umumnya seperti anjing pelacak tapi ini lebih.

Leslie tidak hanya bisa mengakses pengelihatan, melainkan juga penciuman para kucing diluar sana.

Leslie mencari kecocokan baunya.

"Ketemu!" Serunya dengan suara setengah terengah. Matanya masih bergerak tidak terarah. "Dia ada di Karnaval Keluarga!"

"Kalau begitu ayo kesana! Sebelum dia mengambil lebih banyak lagi!" Gegas Galactic, melesat cepat, diikuti Capella dan juga Leslie yang memukul samping kepalanya lebih dulu.

Matanya yang yang tadi masih bergetar_ keduanya kembali normal tertata sama seperti mesin Jackpot, dengan pupil manusianya yang juga kembali.

Mereka mencari spot yang tidak terjangkau mata dan memulai perpindahan itu lagi.

Capella merasakan tubuhnya seprti tetarik lagi. Dalam sekejap, mereka akhirnya sudah berpindah tempat yang diarahkan Leslie.

Karnaval terluas dan satu-satunya yang ada di Star Colossus.

Ketika pandangannya kembali fokus, mereka sudah berdiri di dalam ruangan gelap yang dipenuhi suara jeritan palsu dan musik orkestra yang distorsi.

Bau plastik panas dan minyak mesin menyengat di hidung Capella.

Mereka berada di dalam... Rumah hantu?

Tepat di belakang salah satu set dinding bergambar kerangka yang berderak-derak.

Sebuah boneka dengan wajah berlubang tiba-tiba meluncur dari langit-langit di depan wajah Capella, membuatnya nyaris menjerit karena terkejut sebelum Galactic menutup mulutnya dengan cepat. "Diam," bisiknya tajam.

"Jangan sampai kita menarik perhatian."

"Hisss!" Leslie mendesis spontan, memunculkan cakar-cakar hijau besar itu lagi dan langsung mengiris boneka itu menjadi beberapa potongan.

Potongan tangan, badan dan kepala berjatuhan di lantai wahana. Isi kapuk berterbangan.

Dari balik tirai hitam di sebelah mereka, terdengar suara langkah kaki mendekat. Galactic dengan cepat menarik Capella dan Leslie berpindah ke balik papan reklame bergambar vampir yang menganga.

Seorang pekerja berpakaian seragam merah kusam lewat sambil mengunyah permen karet, wajahnya bosan seperti sudah melihat hantu-hantu palsu ini ribuan kali.

"Pintu keluar di sana!" bisik Galactic setelah pekerja itu lewat, menunjuk ke arah mulut bergigi tajam yang bergerak perlahan membuka dan menutup seperti gerakan mengunyah.

Cahaya dari luar menyelinap melalui celah-celah gigi palsu itu, memberi siluet aneh pada wajah mereka.

Leslie bergerak pertama, melesat seperti bayangan di antara set-set dekorasi yang bergerak.

Galactic dan Capella mengikutinya, menghindari jebakan-jebakan sensor yang mengaktifkan efek-efek menakutkan tapi sama sekali tidak mengintimidasi mereka.

Mereka melompat keluar.

Gigi-gigi plastik itu mengatup tepat di belakang punggung Capella, hampir menjepit helaian rambutnya yang terlewat.

Untuk sesaat mereka terdiam di puncak tangga rumah hantu yang dicat warna darah kering, memandangi lautan manusia di bawah: anak-anak memegang balon berbagai berbentuk, sampai remaja berkerumun di stan minuman berpendar.

Galactic, Capella, dan Leslie turun dari tangga rumah hantu dengan gerakan terburu-buru bersama.

Penjaga tiket rumah hantu di balik loket karcis di bawah tangga berdiri bingung. Mulutnya sudah terbuka tapi pikirannya masih berusaha menggali ingatan. "Tapi... tapi mereka tidak pernah masuk..." gumamnya sambil menggaruk-garuk topi merahnya.

Galactic melemparkan pandangan terakhir ke arah penjaga itu sebelum benar-benar menghilang di balik kerumunan pengunjung karnaval.

Semakin lama mereka menelusuri di antara kerumunan, indra penciuman Leslie mulai terganggu. Bau yang dilacaknya tercampur dengan bau yang lain_ bau yang lebih kuat.

"Les tunggu!" Galactic mencolek pundaknya dari belakang, kepalanya menoleh mencari. "Di mana Capella?"

Leslie memutar badan cepat.

...----------------...

Di lokasi lain...

Capella mendekati sebuah stan permainan menembak yang dihiasi gambar-gambar alien berwarna cerah. Capella memutar badan ke arah punggungnya sebentar sebelum kembali ke arah depannya.

Kedua tangannya bergerak sendiri melipat di dada seperti memeluk sesuatu yang tidak terlihat mata tapi langsung diturunkan lagi saat sadar.

Dia terpaksa menjauh dari kerumunan untuk sementara. Dadanya terasa sesak.

Itu jauh lebih penuh dari pusat Plaza.

Sedang mengambil nafas rileks, tiba-tiba suara seseorang memanggilnya.

Bukan Galactic ataupun Leslie_ tapi si penjaga di balik Stan permainan menembak. Dia menawari Gadis itu untuk mencoba bermain.

Capella sempat menolak secara halus tapi dia mendesak lagi. Kalimat ajakannya kali ini diselipkan dengan kata "Gratis!" Untuk tiga kali coba pertama.

Rasa penasaran nya tiba-tiba muncul. Jadi dia mencoba.

Tangannya samar gemetar saat dua kali pencobaan berturut-turut tapi gagal.

Jika Tim di sana, mungkin dia bisa menembak jatuhkan semua pesawat alien itu dalam sekali coba.

"Kau salah melakukannya," Selip satu lagi suara asing dari belakangnya. Dia mendekat dan berdiri di samping kirinya.

Berpenampilan; Rambut hitam lurus sepinggang dengan satu garis tipis warna jingga di sepanjang rambutnya, sweater bahan rajut jenis -Baloon Sleeve- dan bawahan celana hitam ketat dengan sepatu sneakers yang tampak mengkilap.

Sepatu yang terlalu bagus dan mencolok untuk penampilannya yang mungkin agak sederhana.

"Boleh aku?" Dia meminta pistol yang di tangan Capella. Dan Capella menyerahkannya tanpa protes.

"Kamu harus memperhatikan pola pergerakan objek di depan matamu, arahkan kemana itu akan lewat, dan... " POP!

DING DING DING... Suara kemenangan dari speaker Stan. Bohlam-bohlam lampu di atas kepala berkedip cepat, disertai suara kalimat rekaman Pria "Earth has been saved! Hooray!"

Si penjaga Stan yang berdiri menyaksikan di tepi tampilan sasaran hanya mengangguk dengan mulut sedikit manyun.

"Oh Wow... Kamu... Pasti sudah sering melakukannya," Ucap Capella sambil menerima boneka fluffy UFO dengan alien hijau dari si penjaga tadi.

Seorang Gadis yang tidak dikenal Capella sebelumnya itu hanya tersenyum lalu pergi dengan langkah santai sambil menoleh-noleh sebentar ke sekitarnya.

Memperhatikan sekitar dengan waspada.

Capella memperhatikan gerak-geriknya yang mencurigakan.

Tanpa berpikir panjang, dirinya mencoba mengikutinya.

Gadis yang telah membantunya dalam permainan menembak yang tidak bermaksud dicobanya itu terus melangkah, tapi matanya seperti seakan sedang mencari sesuatu.

Capella sigap bersembunyi rendah di balik Stan permen kapas saat dia tiba-tiba menoleh memeriksa belakang_ arah Capella mengekornya.

Matanya mengintip sedikit. Dan tanpa disadari dia menahan nafas cukup lama sampai Gadis penembak jitu itu kembali melangkah.

"Ehem!" Si penjual permen kapas di atas kepalanya.

"Maaf," Capella segera menyingkir dan kembali mengikutinya.

Gadis itu terlihat tidak melakukan apa-apa sampai...

Saat dia melintas di dekat sepasang Pria dan Wanita Dewasa bergandengan tangan yang berjalan berlawanan arah... Capella melihat tangannya yang sengaja menjulur sedikit ke samping, menembus di saku celana Pria itu.

Dalam sekejap ujung jarinya sudah mengkait sebuah cincin emas kecil.

Dahi Capella mengkerut.

Tanpa berpikir dua kali, Capella cepat-cepat menghampirinya dari belakang dan menarik tangannya dengan cengkraman kasar.

Dia langsung terkejut_ Berbalik cepat pada yang mencengkram tangannya tiba-tiba.

"Hey! Kembalikan itu!" Capella menatapnya lurus-lurus. Sedangkan Gadis itu hanya terpaku sambil membalas tatapannya.

"Lepaskan aku!"

"Tidak!" Tegasnya. Capella menolak. "Kau pencuri itu?"

Awalnya dia terlihat takut, kini berubah cepat jadi ekspresi mengintimidasi. Alis-alianya menurun tajam.

"Bukan urusanmu!" Dia Memberontak, menarik kasar tangannya dari cengkraman Capella lalu berlari menjauh.

Cincin tadi masih dibawa bersamanya.

Dia menyelip di antara kerumunan, dan Capella terus mencoba mendapatkannya kembali tapI berusaha tanpa menimbulkan keributan.

Capella tidak mau begitu saja meneriakinya dengan kata "PENCURI!" Lagi pula, dirinya dan dua temannya sedang dalam misi merepotkan.

Tapi Capella sudah menduga sesuatu sekarang.

Di kejauhan, gadis asing itu menyelip di antara kerumunan dengan gerakan kasar_ menyenggol bahu, mendorong dengan siku, bahkan sempat membuat orang lain hampir terjungkal jatuh ke depan saat arah jalan di depannya terlalu sempit oleh kerumunan.

"Hey!" Seorang wanita di sekitar mendengus. Tubuhnya oleng ke pundak teman di sampingnya.

Gadis itu tidak mempedulikannya. Kepalanya menoleh sebentar kebelakang pada Capella yang masih mengejarnya.

"Tunggu!" teriaknya spontan, tapi suaranya tenggelam dalam gemuruh musik yang memekakkan telinga.

Dia semakin jauh. Seakan dia memang sudah sering dan terlatih untuk melarikan diri dari sesuatu.

Betapa terkejutnya!

Tiba-tiba terasa ada dorongan kuat di kaki Capella. Sekilas matanya menangkap gerakan aneh di bawah kakinya_ Genangan air di sekitar nya bergeser menyatu dan membuat dorongan yang tiba-tiba.

"Apa yang... Woaaa!!" Batu pada liontin bintang di balik jaketnya berpendar tanpa disadari.

Orang-orang sekitar tidak memperhatikan lesatan Capella yang seperti berselancar, sampai dia secara tidak sengaja langsung menubruk si yang berusaha kabur dan langsung instan menjatuhkannya.

Mereka sama-sama terjatuh.

Orang-orang di dekat sekitar yang mendengar keributan sampai menoleh udik pada mereka berdua.

Capella mengerang_ Setengah bangkit dengan kaki berselonjor. Sedangkan si Gadis pencuri yang dalam keadaan tertelungkup itu mencoba bangkit.

Dia memutar kepalanya menatap Capella.

Terpaku sebentar... sebelum dia cepat-cepat bangkit.

Capella sempat berhasil menangkap kakinya tapi dia langsung menarik paksa kakinya kembali.

Bibirnya bergerak membentuk kata-kata yang tidak terdengar.

Semua yang melihat langsung tercengang pas kakinya mulai mengambang dan tidak lagi memijak tanah.

Dari caranya melayang di udara, Capella memperhatikan bagaimana sepasang sayap berbulu putih muncul secara ajaib di setiap sepatunya. Mengepak seperti sayap burung.

"Tidak mungkin..." Capella bergumam sambil menatap tak percaya. Dia melayang dua meter di atas tanah, sepatu bersayapnya mengepak cepat.

Dirinya tahu kalau bukan pertama kalinya matanya melihat hal aneh seperti itu. Tapi tetap saja! Terbang dengan Sepatu bersayap bukanlah hal normal yang biasa terjadi.

Beberapa pengunjung karnaval mulai berteriak, tapi sebagiannya lagi ada yang cepat-cepat mengangkat ponselnya dan sibuk merekam.

"Kau tidak seharusnya melihat ini," bisiknya di tengah keributan.

Tanpa peringatan, jepretan cahaya ponsel terlalu terang menerjang wajahnya. "Argh!" Geramnya.

Dengan tendangan kaki yang elegan, ia melesat pergi seperti panah yang dilepaskan dari busur. Tapi gerakannya tidak wajar, hampir tidak telihat oleh mata seperti transisi gambar memudar yang terlalu cepat.

1
7 ANGEL KNIGHT
Pengumuman:
Sebelum mulai membaca... Ini Novel tema Science Fantasy Lebih Menceritakan Sisi Kehidupan Karakter, Dan Tidak Sepenuhnya Dalam Konflik Serius Yang Berbahaya. Jadi bagi yang mau penuh konflik atau temanya benar-bener Dark berarti nggak cocok ya! 😄 Karena Ini lebih ke School, Campur Drama Di Sekolah, Rumah, Lebih Santai lah pokoknya. Tapi perlahan konflik permasalahan utamanya mungkin makin naik dan jelas menuju akhir! So.. Happy Reading! 😍
7 ANGEL KNIGHT
/Casual//Casual//Casual/
7 ANGEL KNIGHT
Terimakasih yang udah mau mampir dan baca, Mudah-mudahan suka dengan dunia yang aku buat di sini! Dan silahkan semisal ada yang mau ditanya, atau semisal ada "Anomali" di novel aku silahkan kasih tau aja nanti aku cek ya, Thankyou📝
T28J
lanjutannya kak
7 ANGEL KNIGHT: Iya👍 Ini lagi ada sedikit rapihin yang udah ada dulu ya. Otw bab barunya. Episode 1= 6 Bab semua udah dirapihin dan siap baca. Untuk Episode 2 sama 3 tunggu ya masih dirapihin soalnya👍
total 1 replies
T28J
Thor, ini masih narasi semua, ceritanya kapan dimulai? 🤔
T28J: oke gak papa Thor, saya juga maklum karena ini fantasi
total 2 replies
T28J
masih sedikit bingung dengan kata-kata dari penjelasannya...
semua masih berisi narasi, semoga di next chapter semua menjadi lebih aktif 👍👍👍
tetap semangat Thor, saya suka tema fantasi 🔥
7 ANGEL KNIGHT: Chapter selanjutnya juga jangan lupa di baca ya😇
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!