NovelToon NovelToon
The Beginning Of The Birth Of The Evil God

The Beginning Of The Birth Of The Evil God

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Antagonis / Light Novel / Balas Dendam
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Arfian ray

Di Aethelgard, mata ungu Varian dianggap dosa. Ia bertahan hidup di distrik kumuh hanya demi adiknya, Elara. Namun, malam "Pembersihan Suci" merenggut segalanya.
​Saat Ksatria Suci membunuh Elara di depan matanya, kewarasan Varian hancur. Bukan cahaya yang menjawab doanya, melainkan kegelapan purba. Ini bukan kisah pahlawan penyelamat dunia, melainkan kelahiran sang Evil God.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arfian ray, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Agenda Sang the king dies

Lokasi: Markas Rahasia Void Sect (Bekas Dungeon Gorgon's Pit).

Waktu: Malam Hari, Sesaat Setelah Insiden Ngarai Tulang.

​Suara langkah kaki bergema di lantai batu aula utama yang luas dan dingin.

​Varian berdiri di tengah ruangan.Dia mengenakan Jubah Asap Hitam yang terus bergerak seolah hidup, menyembunyikan postur tubuh aslinya. Wajahnya tertutup rapat oleh Topeng Porselen Putih dengan retakan ungu di mata kanan. Aura misterius dan menekan menguar darinya, menegaskan bahwa di sini, dia adalah hukum mutlak.

​Di hadapannya, lima bawahannya berbaris membentuk setengah lingkaran: Loid (Undead Samurai), Shien (Dragonoid), Agna (Death Knight), serta dua anggota baru, Yumi (Void Archer) dan Kaen (Void Mage).

​"Dengar," kata Varian santai, suaranya diubah oleh sihir topeng menjadi berat dan bergema ganda. "Karena aku—Varian Valdris—sudah resmi 'mati' di mata dunia dan Putri Aeliana, aku punya kebebasan bergerak yang lebih luas untuk sementara waktu. Tapi kita tidak boleh malas."

​Varian berjalan perlahan di depan barisan mereka, tangannya di belakang punggung.

​"Waktu luang adalah kesempatan untuk mengasah pedang. Dan pedang kita masih tumpul."

​Varian berhenti di depan Shien, Agna, dan Loid.

​"Kalian bertiga. Kalian adalah pilar kekuatan fisik sekte ini. Tapi koordinasi kalian nol. Shien, tubuh barumu butuh penyesuaian tempur yang ekstrem; kau masih bergerak seperti manusia yang memakai kostum naga. Agna, regenerasimu lambat. Dan Loid, kau perlu menguji ketajaman pedangmu pada kulit yang lebih keras dari baja."

​Varian mengangkat tangannya. Sebuah peta hologram ungu muncul di udara, menampilkan lokasi sebuah gunung berapi aktif di wilayah utara yang jauh.

​"Aku mendeteksi keberadaan Naga Magma Kuno (Ancient Magma Dragon) di Dungeon Magma Tingkat 9. Itu adalah predator puncak. Kulitnya kebal api biasa, darahnya asam, dan jantungnya adalah sumber mana yang luar biasa."

​Mata merah Shien berkilat seketika. Ekor naganya yang tersembunyi di balik jubah berkedut antusias. Instingnya sebagai makhluk dominan terpancing.

​"Anda ingin kami membunuhnya, Tuan?" tanya Shien, suaranya berat.

​"Ya. Aku ingin kalian memburunya," perintah Varian dingin. "Bukan sekadar membunuh. Siksa dia. Paksa dia mengeluarkan semua kemampuannya. Ambil jantungnya dalam kondisi utuh, kupas sisiknya, dan bawa tulang rusuknya. Itu bahan bagus untuk upgrade markas dan senjata."

​Varian menatap Loid.

​"Loid, kau yang memimpin. Pastikan Shien tidak mati konyol karena terlalu bersemangat. Jangan kembali sebelum naga itu mati."

​"Dimengerti, Tuanku," Loid membungkuk dalam, tangan di gagang katana. "Kepala naga itu akan kami persembahkan di kaki Anda sebelum fajar."

​Varian membuka portal teleportasi khusus yang mengarah langsung ke mulut dungeon magma yang panas. Tanpa ragu, Loid, Shien, dan Agna melompat masuk. Hawa panas menyembur sesaat sebelum portal itu menutup kembali, menyisakan keheningan di aula.

​Kini tinggal Yumi (Lyra) dan Kaen (Elian).

​Kedua gadis mayat hidup itu menunduk hormat, menunggu perintah. Wajah mereka yang cantik dan pucat terlihat tenang tanpa ekspresi—ciri khas boneka mayat hidup—tapi di dalam sirkuit mana yang menggantikan sistem saraf mereka, ada gejolak rasa penasaran dan kecemasan.

​Mereka bertanya-tanya, misi berbahaya apa yang akan diberikan Tuan mereka? Apakah pembunuhan target politik tingkat tinggi? Infiltrasi ke menara penyihir agung? Atau menjaga markas sendirian?

​Varian berbalik menatap mereka. Di balik topengnya, dia tersenyum tipis. Dia butuh orang yang berjalan seperti manusia dan tidak banyak tanya, dan dua gadis ini memiliki penampilan fisik yang paling manusiawi (setelah diberi ilusi) dibandingkan tiga monster tadi.

​"Kalian berdua," panggil Varian. "Ikut aku."

​"Ke mana, Tuan?" tanya Kaen sopan, suaranya halus namun patuh.

​"Ke Kota Bawah Tanah Nocturnus," jawab Varian santai.

​Mata Yumi dan Kaen—yang kini berwarna ungu dan merah gelap—melebar sedikit. Nocturnus adalah legenda urban. Kota yang dibangun di dalam rongga bumi raksasa, tempat berkumpulnya pedagang pasar gelap, penjahat, dan buronan dari seluruh benua. Tempat yang sangat berbahaya.

​"Aku dengar di sana ada pasar gelap besar yang sedang melelang material langka dan artefak antik malam ini," lanjut Varian sambil merapikan sarung tangan besinya. "Aku ingin melihat—lihat apa yang mereka punya,siapa tahu ada yang menarik."

Yumi dan Kaen saling pandang. Ada kilatan kebingungan di mata mereka. Tuan mereka, sang Raja Kehampaan yang baru saja memalsukan kematiannya, tidak ingin menaklukan tempat itu?

Varian tertawa kecil di balik topengnya, suara tawa yang santai dan tidak mengancam. Dia mengibaskan tangannya malas.

​"Untuk apa? Menaklukkan kota berarti harus mengurus administrasinya, memungut pajaknya, mengurus pemberontak bodoh, memperbaiki semua masalahnya... merepotkan sekali. Aku sedang ingin santai. Aku sedang 'mati', ingat? Ngapain cari masalah birokrasi yang nggak perlu?"

Varian berjalan mendekati mereka, auranya yang menekan sedikit mereda, digantikan oleh karisma pemimpin yang memikat namun tetap misterius.

​"Kalian temani aku jalan-jalan. Kalian butuh peralatan baru, dan aku butuh pembawa barang. Anggap saja ini hadiah atau liburan kecil karena kalian sudah bangkit dengan sempurna dan menjalankan peran di Ngarai Tulang dengan baik."

​DEG.

​Jantung Void buatan di dada Yumi dan Kaen berdesir kencang. Sirkuit mana mereka memanas.

​Ingatan masa lalu mereka sebagai manusia (Lyra dan Elian) memang sudah dihapus kepribadiannya, tapi perasaan bawah sadar mereka tetap ada.

​Saat masih hidup sebagai murid akademi, Lyra (Yumi) diam-diam sering mencuri pandang pada Varian saat latihan memanah, mengagumi ketenangan pemuda itu. Dan Elian (Kaen), meski laki-laki di kehidupan sebelumnya (sekarang tubuhnya direkonstruksi menjadi wanita oleh Varian karena preferensi estetika Varian yang menganggap desain mage wanita lebih aerodinamis dan fleksibel), selalu mengagumi kecerdasan Varian.

​Sekarang, dalam wujud baru dan dengan loyalitas yang diprogram ulang menjadi absolut, perasaan itu bermutasi menjadi bentuk pemujaan fanatik yang bercampur dengan crush remaja yang aneh.

​Bagi mereka, diajak "jalan-jalan" oleh Raja Kehampaan adalah kehormatan tertinggi. Itu seperti diajak kencan oleh Dewa Kematian.

​"B-Baik, Tuan!" jawab Kaen, pipinya merona merah tipis. Sihir penyamaran manusia yang ditanamkan Varian bekerja sempurna, memunculkan reaksi biologis seperti merona. "Kami akan menemani Anda dengan senang hati! Kami akan membawa barang belanjaan Anda sampai punggung kami patah!"

​"Merupakan kehormatan bagi kami," tambah Yumi, berusaha tetap cool dan profesional sebagai sniper, meski tangannya sedikit gemetar karena senang. "Saya akan mengawasi setiap ancaman yang mendekat."

​Varian mengangguk, tidak menyadari (atau tidak peduli) dengan gejolak emosi aneh di hati bawahannya. Baginya, mereka hanyalah unit pendukung yang efisien.

​"Bagus. Pasang tudung kalian. Kita berangkat. Jangan buat keributan kecuali aku perintahkan."

​Varian menjentikkan jari. Bayangan di lantai menelan mereka bertiga, membawa mereka menuju kota dosa di bawah tanah.

1
Qisthia el-huda
rekomemdasi buat baca.
Tania Tania Azkayira
bagusssss
neko
karya ini bagus banget seru jugak cocok kalau lagi bosan, coba baca sendiri deh
neko
Varian serem banget dah udah op pinter memanipulasi lagi
Frank muhamad alafadilah
Rencana Varian sedikit kejam seperti biasa😅
pengemar novel
Novel ini bagus (walau ada beberapa hal yang di luar dugaan😅) tapi bagus ni aku rekomendasikan😁
pengemar novel
Gareth nyebelin banget 😡
aku jugak penasaran apa rencana Varian selanjutnya ya🤔
pengemar novel
wih... kuat banget
pengemar novel
endingnya di luar dugaan di kirain bakal berpetualang bersama adiknya😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!