NovelToon NovelToon
Terimakasih Telah Menghianati Ku

Terimakasih Telah Menghianati Ku

Status: tamat
Genre:Fantasi Wanita / Tamat
Popularitas:21.7k
Nilai: 5
Nama Author: Hanna Lovina

"ah...Aku tidak akan memaafkanmu Alaska!! " ucap wanita itu dalam hati setelah melihat tunangannya bermesraan di mansion milik ayahnya dengan seorang wanita yang tidak lain adalah sepupunya sendiri.

Hubungan yang awalnya terjalin manis dan menyenangkan itu, kini mulai goyah karna hadirnya seorang wanita berhati licik bermuka dua itu, didepan baik di belakang diam diam menusuk.

Tiba tiba ada yang memperhatikan wanita itu dari lama, dan kini ingin mencuri kesempatan untuk menaklukkan hati si wanita itu.

Apakah wanita itu akan takluk oleh nya? ayok ikuti kisahnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanna Lovina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

32.ttm

*pagi harinya

 *kak Jeslin, ini Karolin.....

  aku minta maaf kak atas kelakuanku dan Al yang sudah sangat menyakitimu.

 Jika aku bisa mengulang waktu, aku tidak akan melakukan hal itu. Aku sangat menyesal kak.

 Tapi.... kak kamu pasti sudah lihat surat undangan itu kan? kakak bisa datang kan?*

 Kak Jeslin tau kalau keluargaku di kota ini hanya kakak, dengan sangat aku ingin mengundang kakak untuk hadir. Aku mohon kak walau hanya sekedar duduk menonton tanpa menyapa pun tidak masalah asalkan kakak bisa hadir. *

  "Dasar perempuan gila! Bagaimana bisa dia memohon untukku hadir di pernikahannya bahkan setelah dia merebut tunangan ku? Aku tidak akan datang bodoh!!" bisik Jeslin tidak percaya dengan permintaan nya diluar nalar.

*kak....

 kenapa tidak di balas?

 kamu masih marah?*

 please.... ini demi bayi yang ada di dalam kandungan ku, dia sepertinya sangat ingin tantenya hadir saat acara berlangsung. *

 "ahh.... gila! aku tidak akan datang lagian kalian sudah bukan lagi keluargaku. Aku harap kamu tidak lupa itu! " bisiknya lagi.

*kak....

 tolong bilang iya kamu akan hadir. *

  Karolin masih terus mengirim pesan sehingga membuat Jeslin agak emosi dan melempar HP nya ke sofa. Dia bangun dan bersiap untuk pergi ke kantor, tidak ingin moodnya rusak karna Karolin terus mengiriminya pesan.

 Dia sudah siap dengan penampilannya yang elegan dan juga anggun dengan baju kantor yang tidak terlalu formal, tapi membuatnya terlihat lebih cantik dan tidak terlalu berlebihan.

 Walaupun HP nya terus berdering karna pesan masuk dia memilih untuk menyalakan mode senyap.

 "wah wah wah.... putri papa cantik banget kalau dalam stelan mode kerja gini! " puji Purnama melihat putrinya.

 Dia tidak menggubris perkataan papanya karna masih belum bisa melupakan kejadian di meja makan kemarin.

  Sampai hari ini dia masih bertanya tanya kenapa Jessica tidak pernah terlihat setiap pagi hari. Tapi dia masih malas untuk berbicara dengan pria itu.

"Bi Ainun.... aku mau langsung berangkat ke kantor tolong siapkan bekal ku buat sarapan bi. " teriaknya kepada pembantu setia rumah itu.

"iya sudah siap kok non, bibi ambil dulu yah! " jawabnya sambil bergerak.

 Sedangkan Purnama hanya bisa mengelus dada melihat putrinya masih marah padanya.

 Dia berangkat diantar supirnya karna dia belum mahir untuk membawa mobilnya sendiri.

"hati hati yah. " pesan pak Purnama ke bapa supir itu.

 Sesampainya di kantor semua staf merasa sangat senang dengan kehadiran Jeslin. Kini wajahnya terlihat lebih fres dan lebih cantik dari sebelumnya.

"selamat datang kembali di kantor kita nona Jes... " ucap beberapa staff.

 Dia membalas dengan ramah dan segera masuk ke ruangannya.

 Berapa terkejutnya dia ketika melihat rak buku yang sebelumnya terisi dan tertata rapi menjadi kosong.

 Dia memanggil salah seorang cleaning service nya untuk bertanya.

"maaf nona... beberapa hari yang lalu, ayah anda memerintahkan untuk membersihkan dan memisahkan semua buku yang berisikan catatan dari seseorang, nona tentu tau buku apa. "

"Dan... dimana kalian menyimpan semua catatan itu? "

"Tidak tahu non, tugas saya hanya membersihkan dan mengumpulkannya sementara pak Purnama sendiri lah yang membawanya pulang. " Jawabnya sangat hati hati takut kalau kalau salah bicara dan di keluarkan dari sana.

"baiklah! saya cuman mau menanyakan hal itu terimakasih dan silahkan keluar. " perintahnya lagi.

 Saat hendak keluar membuka pintu, staf itu menghentikan langkahnya seolah sedang melihat sesuatu di balik pintu.

"Ada apa?" tanya Jeslin penasaran.

 Staf itu langsung menutup pintu dan berbalik.

"non.... ada cowok tampan. Bukan... bukan tampan lagi, tampan banget. " bisiknya.

 "hah? Apa maksud dia pak Joni? kenapa dia se kaget itu, cuman bapa tua kok... tapi ya iya sih masih kelihatan tampan. " gumamnya bingung.

"duh.... kamu kan cowok, kenapa kamu kaget melihat cowok tampan dasar aneh. Sana keluar dan persilahkan orang tampan itu masuk. "

  Setelah staf itu keluar, Jeslin mempersilahkan orang itu masuk.

"Silahkan masuk! " perintahnya sambil menyiapkan berkas.

Pria itu masuk dan berhenti tepat didepannya.

"ah... maaf Pak Saputra saya terlalu sibuk sampai lupa memberi salam. "jawabnya sambil berdiri.

Saat hendak memberi salam, mukanya tiba tiba memerah dan jantungnya berdegup sangat cepat.

"Jefan?? " teriaknya tidak percaya.

"iya ini aku. " jawabnya dengan nada cuek.

Jeslin terdiam, dia senang bertemu pria itu tapi kenapa sikapnya jadi dingin.

"Aku tidak mengundang mu datang kemari tapi..."

"Bapak Joni Saputra bukan? " potong nya.

"ya... ya itu.. kalian ada hubungan apa? "

"Dia papa aku Jes.... aku lupa tidak memberitahumu dari sebelum nya tapi ada bagusnya juga sih jadi kita bisa bertemu. " ucapnya tersenyum untuk menghangatkan suasana.

Jeslin berdiri dan mendekatinya, entah kenapa dia tidak bisa menolak tubuhnya untuk memeluk Jefan dari belakang.

"Kenapa aku tidak bisa menghubungi mu sama sekali? Kalau aku tidak penasaran dengan orang bernama Joni Saputra itu, apa kamu tidak akan menemuiku? Apa aku ada salah sehingga kamu melakukannya? " tanyanya sedih.

Jefan menarik napas panjang dan bilang kalau ini bukan kesalahannya. Tapi dia juga tidak ingin bilang kalau ini permintaan pak Purnama. Bagaimanapun dia tidak ingin merusak hubungan antara ayah dan anaknya.

"kalau aku ga salah, trus kenapa? Apa karna kamu sudah menerima perjodohan ayahmu dan membatalkan pernikahan kontrak kita? " tanyanya seolah takut jika dia melakukan itu.

Jefan melepas pelukan itu dan berbalik menghadap wajahnya.

"sut... aku tidak melakukan hal itu bahkan tidak akan pernah melakukannya selama kamu belum memenuhi janjimu. Bukankah kamu bilang kamu wanita yang tidak suka ingkar janji? " katanya sambil mengangkat dagu itu dengan lembut.

"Aku tau itu. Tapi jika kamu tiba tiba menghilang, apa yang harus aku lakukan? " jawabnya agak kesal.

"aku minta maaf... aku terlalu banyak urusan akhir akhir ini. Kita udah liburan terlalu lama bukan? " jawabnya mencoba mencari alasan yang cukup masuk akal.

"Jadi kapan kita bertemu keluargamu? " tanya nya lagi.

"kamu sudah siap? "

" iya... seperti yang kamu lihat. "

"bagaimana dengan ayahmu? "

Jeslin bilang kalau dia akan membujuk ayahnya dan mengingatkan kalau mereka berhutang budi dengan pria itu.

" Walaupun ini hanya sekedar pernikahan kontrak aku sudah siap. lagian cintaku sudah kandas di orang itu apalagi yang aku cari jika aku bisa membantu orang lain. " ucapnya lesu mengingat kalau dia tidak akan mungkin memperbaiki hubungannya dengan Alaska.

Ada sedikit rasa sakit di hati Jefan mendengar pernyataannya barusan. Dia takut jujur kalau sebenarnya sudah mulai jatuh hati dengannya dan berharap bisa menikah resmi bukan karna alasan nikah kontrak.

"Boleh aku memelukmu sekali lagi? " tanya Jefan untuk memastikan lagi perasaannya.

Tanpa berkata apapun Jeslin lebih dulu melakukannya. Mereka berdua menikmati momen itu satu sama lain walaupun tidak bisa mengungkapkannya.

"apa apaan semua ini? " tanya seseorang tiba tiba mendorong pintu dengan kuat.

"Al?? " teriak keduanya bersamaan.

Mata pria itu merah sambil mengepal kedua tangannya.

"Jadi.... di belakangku kamu juga diam diam memiliki hubungan dengan pria ini Jes? Pria yang mempermalukan ku di pernikahan yang batal itu? " tanyanya seperti menuduh.

Jeslin ingin membantah tapi di tahan Jefan. Dia tau energi nya semakin menurun ketika melihat pria ini.

"Cukup! Bahkan jika aku tidak memiliki hubungan apapun dengan Jeslin saat ini atau waktu itu apa yang kamu inginkan darinya hah? Sudah sangat jelas kamu lah yang bermain lebih dulu dengan wanita itu. Jadi jangan pernah menyalahkan Jeslin! "

"wah... wah... wah... hebat.... bahkan jika kamu sekarang punya hubungan dengan Jeslin, aku yakin hatinya tetap untukku tuan. Iyakan Jeslin? " katanya dengan sombongnya.

Jefan mengepal tangannya ingin sekali menghabisi Al tapi dia menahan emosinya mengingat masih ada Jeslin disana.

"Alaska Anggara cukup!!! Keluar dari tempat ini karna kita sudah tidak ada lagi. Bahagialah dengan pilihan hatimu itu dan jangan pernah mengganggu kehidupanku! " Ucap Jeslin menahan air mata dan rasa sakit di dadanya.

"Jes... kamu masih mencintaiku bukan? Pria ini cuman pelarian aja kan? " katanya lagi berharap hati Jeslin masih untuknya.

"Cukup Al. Pergi dari sini! " teriak Jeslin tanpa melihat wajah itu sama sekali.

"Jes kalau kamu sudah tidak mencintaiku.. kenapa kamu tidak berani menatapku? "

"Maaf Pak Alaska, saya harap anda mengerti kalau Jeslin tidak ingin anda ada disini! " potong Jefan mulai kesal dengan sikapnya.

"huh.... aku pastikan, hati Jeslin akan tetap berpihak padaku. Jangan harap kamu bisa mendapatkannya semudah itu. " ancam Alaska lalu meninggalkan tempat itu.

"aaaaaa.... Sialan!!! bagaimana pria itu bisa masuk kesini? " teriak Jeslin marah.

"tenang dulu Jes... aku ada disini kalau kamu mau aku tetap disini tapi jika tidak aku akan keluar dan menunggumu diluar. "

"Aku butuh waktu sendiri Jef. "pinta Jeslin.

Akhirnya Jefan keluar dan menunggu disana. Dalam pikirannya agak bingung dengan sikap Alaska barusan.

Apakah pria itu cinta atau sebenarnya terobsesi dengan Jeslin karna bagaimana bisa orang yang sudah memilih wanita lain masih ingin dicintai oleh wanita lamanya.

"Dia tidak memilih Jeslin tapi dia tidak ingin di lepaskan juga.... hm.... orang yang sangat aneh. Tapi Al, aku yang akan mengganti posisi mu di hati Jeslin. Se berat apapun tantangannya aku akan berusaha mulai dari hari ini untuk mengisi hatinya sedikit demi sedikit hingga suatu saat aku bisa tinggal di dalam hatinya walau pun tidak sepenuhnya. Ini adalah janjiku! " tekadnya tidak ingin mundur karna pak Purnama yang tidak menyukainya.

1
Ike Diva Putri
bagus ceritanya, lanjut thorr
Alvia Nora
jangan pisahkan jeslin dengan cintanya jefan mah harus jadi pawangnya jefan .ulat bulu mah bakar saja. ntar kualat lu jefan nyakitin jeslin .
Hanna Lovina
Bagaimana cerita ini menurut kalian teman teman?
Silahkan beri masukan atau pendapat yah.
Cicih Sophiana
Jeslin oon krn cinta buta... utama kok oon jd wanita tuh harus pinter dan tegas jgn bodoh krn cinta
Cicih Sophiana
knp nikah nya pake perjanjian segala Jeslin... kamu pasti akan menyesal nanti...
Cicih Sophiana
seperti nya Jefan orang penting dia ada pengawal segala...
Cicih Sophiana
mau nikah di selingkuhin lebih baik putusin aja Jeslin...
Cicih Sophiana
ada apa kok mama nya Jeseline menghilang...
Cicih Sophiana
hadir nyimak thor...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!