NovelToon NovelToon
Runtuhnya Hati Seorang Daren(Penyesalan Terdalam Dan Ketulusan Cinta Nadia)

Runtuhnya Hati Seorang Daren(Penyesalan Terdalam Dan Ketulusan Cinta Nadia)

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Isshabell

"Kamu harus menikah dengannya Daren!" lantang suara nenek Lusi berkata pada cucunya itu.


"Aku tidak mau nek, Aku punya pilihan sendiri dan nenek tidak bisa semaunya mengatur hidupku!" suara Daren pun tak kalah lantangnya dari suara nenek Lusi.


"Baiklah kalau kamu tetap menolak menikah dengan Nadia. Sekarang nenek kasih kamu pilihan, Menikah dengan Nadia atau kamu tidak akan pernah mendapatkan warisan apapun dari nenek," suara nenek Lusi merendah tapi penuh penekanan membuat kuping Daren memerah mendengarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isshabell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.10 Sikap dingin Daren

Malam setelah acara pertunangan selesai, Nadia menginap di salah satu kamar tamu di rumah besar keluarga Wijaya atas permintaan Nenek Lusi.

"Nadia, malam ini kamu nginep di rumah ini dulu ya," ucap Nenek Lusi pada Nadia setelah acara pertunangan dirinya dan Daren selesai.

"Iya Nek," ucap Nadia sambil menganggukkan kepalanya dengan hormat.

"Daren!" panggil Nenek Lusi pada Daren yang sedang berdiri sambil memegang cangkir yang berisi Americano coffe.

"Ada apa Nek," Daren datang menghampiri Nenek Lusi yang masih berdiri di samping Nadia.

"Malam ini Nenek menyuruh Nadia menginap di sini, Kamu nanti ajak Nadia ngobrol supaya kalian lebih bisa saling mengenal satu sama lain."

"Hm," mata Daren menatap tajam ke arah Nadia sambil tersenyum mencibir.

Nadia pun menatap Daren dengan tenang, dia tahu tatapan Daren itu adalah tatapan kebencian yang amat sangat pada dirinya.

"Ya sudah kalau begitu kalian santai saja dan ngobrol aja dengan rileks, Nenek mau masuk ke kamar dulu, Nenek capek," kemudian Nenek Lusi pun pergi meninggalkan Daren dan Nadia yang masih berdiri mematung di tempat itu.

"Maaf Tuan Daren, saya mau ke kamar dulu," pamit Nadia pada Daren.

Daren tidak menjawab, Dia sengaja sibuk dengan ponselnya dan tidak mengindahkan perkataan Nadia. Nadia segera beranjak dari tempat itu dan berjalan menuju ke kamar tamu yang berada di ujung rumah utama kediaman keluarga Wijaya.

Daren melihat Nadia yang sedang berjalan itu dengan ekor matanya "Cih! Siapa juga yang mau nemenin kamu dasar gadis kampung," umpat Daren.

Nadia masuk ke dalam kamarnya dan mulai melepas gaun yang dia kenakan di acara pertunangan tadi, setelah membersihkan dirinya dan berganti pakaian Nadia pun keluar dari kamarnya.

Nadia berjalan menuju ke ruang pribadi Nenek Lusi, tadi Nenek Lusi menelpon Nadia dan menyuruhnya ke ruang pribadi Nenek.

"Tok,tok,tok," Nadia mengetuk pintu ruang pribadi Nenek Lusi dan setelah terdengar suara Nenek yang menyuruhnya masuk akhirnya Nadia pun masuk ke dalam ruangan itu.

"Nenek memanggil saya?" tanya Nadia setelah berada di hadapannya Nenek Lusi yang sedang duduk di kursi sofa tunggal yang ada di dalam ruang pribadinya itu.

"Duduklah Nadia," perintah Nenek Lusi pada Nadia.

"Iya Nek," Nadia duduk di kursi sofa itu.

"Nadia, Nenek minta kamu yang sabar menghadapi Daren, Dia anaknya memang sangat kaku dan keras kepala. Nenek mau kamu bisa ajak dia untuk berbicara dari hati ke hati agar dia bisa lebih memahami kamu dan nantinya kalian bisa saling memahami satu sama lain," Nenek menatap Nadia penuh harapan.

"Iya Nek, Nadia akan coba," Nadia tersenyum pada Nenek Lusi meski di dalam hatinya dia berkata "rasanya tidak mungkin untuk membuat Daren bisa mengerti dirinya."

Nadia pun keluar dari ruang pribadi Nenek Lusi dan berjalan melewati ruang tengah rumah utama yang sangat luas itu.

Terlihat Daren sedang duduk santai di kursi sofa ruang tengah itu, Nadia melihatnya dan dengan hati yang ragu Dia berjalan perlahan mendekat ke arah kursi sofa tempat Daren duduk.

"Maaf Tuan Daren," belum sempat Nadia melanjutkan kata-katanya tiba-tiba saja Daren sudah memotongnya.

"Sudahlah tidak usah sok mau ngobrol sama aku, aku gak sudi ngobrol sama orang seperti kamu," ucap Daren ketus pada Nadia.

"Saya hanya menjalankan perintah Nenek Lusi, Tuan."

"Kamu sengaja meracuni pikiran Nenek supaya mau menuruti kemauan kamu kan?!" nada suara Daren mulai meninggi.

Nadia memilih diam, dia tidak mau berdebat lagi dengan Daren yang tidak pernah akan percaya pada apa yang dia katakan.

Daren sengaja mengabaikan Nadia sepenuhnya. Jangankan menyapa atau memastikan keadaan Nadia, Daren justru langsung pergi keluar rumah malam-malam menggunakan mobilnya untuk menemui Elsa, meninggalkan Nadia sendirian di rumah besar itu.

...----------------...

Sementara itu di sebuah cafe yang ternama di kota itu terlihat Elsa sedang minum-minuman bersama teman-teman pria dan wanitanya.

Elsa terlihat sedang berbincang dengan serius dengan seorang laki-laki di salah satu sudut ruangan tempat dia dan teman-temannya minum.

"Elsa, jangan lupa kamu harus paksa Daren untuk mau bekerjasama dengan perusahaanku juga," ucap laki-laki yang bertubuh tinggi tegap itu menatap Elsa.

"Tenang sayang, aku pastikan secepatnya Daren akan menjalin kerjasama juga dengan group Rajawali milik kamu," ucap Elsa sambil bergelayut di pundak laki-laki itu yang ternyata adalah selingkuhan Elsa.

"Bagus, kamu memang benar-benar cerdik sayang," ucap laki-laki itu sambil mengecup bibir Elsa mesra.

"Tentu dong Kevin sayang...apa sih yang tidak bisa aku lakukan, semua yang aku minta pasti akan di kabulkan oleh Daren," ucap Elsa sambil merangkul pundak Kevin, nama laki-laki selingkuhannya itu.

"Daren memang bodoh, bisa-bisanya dia kamu tipu selama ini, hahahaha...!" Kevin dan Elsa tertawa terbahak.

"Kevin! ayo cepat kamu pergi dari sini! Di luar ada Daren yang sedang menuju ke sini!" teriak salah satu teman laki-laki Elsa dan Kevin yang dengan terburu-buru menghampiri Elsa dan Kevin yang sedang berduaan.

"Hah! Daren! Kesini!?" pekik Elsa panik dengan mata mendelik menatap temannya.

"Iya, dia sudah ada di depan pintu tadi."

"Kevin, buruan kamu pergi," Elsa mendorong Kevin keluar dari ruangan itu lewat pintu lain agar tidak ketahuan Daren. Karena Daren tahu kalau Kevin adalah mantan kekasih Elsa dulu.

"Mana Elsa?" tanya Daren pada teman Elsa yang sedang duduk di sofa bersama yang lainnya.

"Elsa masih ke toilet tadi," jawab teman Elsa itu menutupi.

Sementara itu di dalam toilet, Elsa buru-buru merapikan baju dan rambutnya yang terlihat acak-acakan tadi dan setelah itu Dia pun keluar dari toilet berjalan menemui Daren yang sudah di suguhi minuman keras oleh teman-teman Elsa.

"Halo sayang...," Elsa langsung menubruk tubuh Daren dan memeluknya manja.

Daren mencium pipi Elsa sambil memegang segelas minuman keras di tangannya.

"Sayang, kamu kok ke sini sih...kok gak nemenin tunangan kamu yang kampungan itu," Elsa terkekeh mengejek.

"Siapa yang mau sama gadis kampungan itu, Cih! Aku gak sudi," ucap Daren setengah mabuk.

"Hahahaha," terdengar semua yang ada di ruangan itu tertawa terbahak mendengar ucapan Daren yang nyata-nyata merendahkan Nadia.

"Heh Daren, meskipun kampungan tapi kelihatannya Dia cantik juga, kulitnya putih mulus dan bodynya seksi," hahahaha celetuk teman laki-laki Nadia yang berpikiran mesum.

"Kalau kamu mau, ambil aja!" teriak Daren yang masih mabuk.

"Sayang..., udah minumnya jangan di teruskan," Elsa merampas gelas yang masih berisi minuman keras itu dari tangan Daren.

1
partini
bikin mereka ga bisa berpisah nek ,ayo lah nek be smart
partini
lagian ada" saja mau di Pepet terus juga percuma lah wong ga ada rasa di hati buat kamu loh ren
partini
pastinya ga perduli Nadia kan ga ada rasa sama kau Darren
partini
rasain loh 🤭🤭🤭
ayo berfikir Darren istri mu sayang banget sama nenekmu harusnya kamu lebih pintar mengunakan nenekmu untuk mendekati istri mu
partini
aku kira lagi Ina inu thor
Isshabell: ah kakak..🤭
total 1 replies
partini
rutuh yah aduhh
partini
gampang banget masuk rumah CEO behhh ga ada pengaman ga ada cctv juga wow
partini
ga cuma pengemis Maaaf tapi cinta juga loh ,,dari sinopsisnya seperti itu ya Thor di tunggu part di mana babang bego mengemis cintahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh
partini
mantap Nadia bikin suami mu ga bisa tenang CEO bego mau aja di kadalin
partini
iya juga ngapain juga mikirin mereka berdua,,bisa agak bar bar ga Thor Nadia nya
Isshabell: gitu ya kak🤭
total 1 replies
partini
nice
Isshabell: terimakasih kak .....
total 1 replies
partini
minum aja yg banyak habis itu Ina inu aihhhhh CEO 1/2 ons ,,aku benci Ama si nenek Thor bikin sengsara orang aja
partini
nek kamu malah bikin seorang perempuan di hina di rendah kan dan di sakiti kaya bintang cuma mau bikin cucumu sadar tega kamu nek
partini
mau di apain cucumu nek ,lagi tergila gila ma pacarannya mau dengar kalau iya cuma masuk telinga kiri keluar telinga kanan susah cucumu CEO 1/2 ons
partini
ikuti aja alur nya Nadia nanti juga jatuh cinta kalau sudah tau betapa beratnya sang kekasih untuk sekarang masih cinta buta mau ini itu ga bakal mempan adanya kamu yg sakit hati
jadi bar" dikit nad jangn lembek yg bisanya cuma mewek doang
Isshabell: hai kak maksih ya sdh mampir🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!