Cinta bisa datang dan juga pergi, tetapi cinta sejati akan datang pada waktunya...!!!
Siapa yang tak memiliki masa lalu....?
Semua orang tentunya memiliki masa lalu bukan....?
Dan akan ada orang-orang dari masa lalu itu yang tidak pernah dan tidak mungkin kita lupakan .....
Kadang kenangan atau memori yang masih begitu lekatlah....
Yang menjadi faktor utama, mengapa orang-orang dari masa lalu itu begitu sulit kita lupakan.
📖📖📖
Pagi ini terasa sangat berbeda bagi seorang gadis cantik dengan kulit putih bersih dan mata biru bening, sudah hampir sejam dia terus mondar-mandir di dalam kamarnya
" Apa yang harus kulakukan sekarang.... " Tanyanya pada dirinya sendiri
" Apa aku harus meninggalkan ibu dan juga ayah...? Hik... hik... jika kalian tidak meninggalkan kami semua tidak akan seperti ini.... " Ucapnya lagi sejenak dia menghentikan langkah kakinya dan memandang foto seseorang yang begitu di rindukannya
" Kau apa kabar sekarang...? Apakah kau sudah bahagia di sana...? " Ucapnya seraya menatap sendu ke arah foto di hadapannya itu
" Kau bilang tak akan meninggalkanku, kau bilang kau akan kembali... hik... hik... kau bohong, kau pembohong, aku sangat merindukanmu jadi kembalilah... " Kini wanita cantik itu semakin menangis piluh seraya mengelus perutnya yang makin hari makin membuncit
Ya kini wanita cantik ini tengah menggandung dan usia kandungnya sudah memasuki minggu ke 36
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur inayah safariyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
1.32
" Assalamualakum Swini akhirnya kau meneleponku juga, kau tau aku sangat mengkhawatirkanmu... " Ucap Ayana seketika ketika sambungan telepon terhubung
"Maaf nona Ana ini bi Muni yang menelfon, nona Swini baru saja di larikan kerumah sakit oleh tuan dan nyonya besar hik.... hik...nona tampa segaja terjatu dari tangga" Ucap seseorang di seberang sana
" Aap... apaaa...? " Jawab Ayana yang terlihat begitu terkejut
" Bibi... bibi tau Swini di bawah di rumah sakit mana...? " Tanya Ayana yang terlihat begitu panik, memikirkan bagaimana kondisi sahabatnya saat ini
" Saya kurang tau nona, tapi biasanya tuan dan nyonya selalu memeriksakan kesehatan mereka di rumah sakit Rose White nona... "Ucap bi Muni dengan suara yang masih terisak
Setelah menutup telfonnya dengan asisten rumuh tangga sahabatnya itu, Ayana lantas berniat untuk pergi kerumah sakit yang di maksudkan oleh bi Muni tadi, namun sebelum itu dia kembali lagi ke toko kue miliknya untuk memberitahukan kabar ini kepada sahabat Racel, setelah sampai di depan tokoh kue miliknya Ayana milihat Racel yang baru saja keluar dari depan tokoh dengan membawa kantung plastik besar di tangannya
" Raa.... " Panggil Ayana seraya berlari ke arah sahabatnya itu
" Ana...? Kau kenapa...? kenapa kau menangis seperti ini...? Tanya Racel yang terlihat begitu kebingungan sekaligus merasa khawatir
Belum sempat Ayana memjawab pertanyaan sahabatnya itu, lagi-lagi dia merasakan hanphone di tangannya bergetar, menandakan ada panggilan masuk, dan ternyata itu adalah telfon dari aiden, saat sambungan telepon terhubung aiden menceritakan bagaimana kondisi dan ke adaan Swini saat ini
" Baik kami akan segera kesana... " Jawab Ayana kemudian sambungan telepon terputus, sedangkan Racel hanya mematung di tempatnya karena begitu syok saat mengetahui ke adaan sahabatnya yang satu itu
" Aana...? Apa yang sebenarnya terjadi..." Tanya Racel seolah ingin memperjelas pendengarannya tadi
" Aku akan menceritakan semuanya Ra... yang terpenting sekarang kita harus ke rumah sakit dulu .." Ucap Ayana dengan lembut dan di balas anggukan oleh sahabatnya itu
Setelah itu Ayana kembali melanjutkan langkah kakinya untuk masuk kedalam toko dan menemui Mika, seraya mengatakan padanya bahwa hari ini toko akan di tutup lebih cepat dari yang mereka targetkan sebelumnya
***
Di ruanggan dengan nuansa serba putih dengan dipenuhi gorden-gorden bewarna hijau, tampak lima orang tengah sibuk menjalankan tugas mereka sebagai seorang tenaga medis, sudah sekitar 30 menit mereka berkutak-atik dengan pekerjaannya
Sementara itu di luar ruangan, terlihat wajah orang-orang yang terlihat nampak khawatir, gurut kesedihan juga terukir jelas di wajah mereka
" Hik... hik... Mini... " Suara isak tangis nyonya Risa, yang merupakan ibu kandung dari Swini ( Mini merupakan panggilan khusus yang di berikan ibunya kepadanya)
Sedangkan Aiden yang berada di sebelahnya hanya berusaha untuk menenangkan nyonya Risa
Sementara itu kedua pasangan suami istri yang merupakan ayah kandung Swini dan istri barunya nyonya Laurel terlihat nampak khawatir juga dengan ke adaan Swini saat ini
Hampir satu jam mereka menunggu di depan pintu yang bertuliskan Ruang UGD, namun belum ada juga tanda-tanda keluarnya para anggota medis yang ada di sana
Sementara itu di depan pintu masuk rumah sakit, terlihat dua orang wanita baru saja memaki rumah sakit tersebut dengan tergesa-gesa
" Ya ampun aku kok baru sadar kalau ini rumah sakit yang sama dengan tempat bibi Lie bekerja.."Batin Ayana yang menghentikan langkahnya sejenak, namun seketika iya kembali tersadar dengan tujuannya datang ke rumah sakit ini
Ayana dan Racel terus berjalan, dan mencari-cari di mana ruangan tempat sahabat mereka di rawat, banyaknya lorong-lorong yang seperti labirin semakin membuat Ayana dan juga Racel kesulitan untuk menemukan ruangan yang mereka tuju
Sekali lagi seorang pria menangkapkan pandangannya kepada gadis yang baru saja lewat di hadapannya
" Yuna... " Ucapnya dengan lirih, namum seketika dia teringat akan percakapannya dengan sang adik tadi di mobil,bahwa Ayumi mengalami kecelakaan mobil 3 bulan yang lalu, jadi tidak mungkin dia tiba-tiba berada di negara ini, apalagi dengan kondisi yang terlihat segar bugar
" Tidak... tidak... aku rasa aku hanya sala melihatnya, aku terus saja memikirkannya sepertinya aku benar-benar tidak bisa melupakannya... " Batin Juan yang masih saja memikirkan gadis cantik yang sudah mencuri hatinya sejak melihatnya pertama kali
" Kak.... " Panggil Meimei kepada sang kakak, namun tidak ada respon sama sekali dari orang yang di panggil
" Kak.... kak Juan... " Pangil Meimei kali ini seraya menepuk pundak sang kakak untuk menyadarkannya
" Kau ini mengagetkanku saja... " Ucap Juan seraya mengelus dada
" Aku itu sejak tadi memanggil kaka, tapi kaka saja yang tidak meresponku jadi jangan salahkan aku..., " Jawab Meimei membela diri
" Lagi pula apa yang kau lihatsi...? " Tanya Meimei seraya celingak-clinguk kesana kemari, yang bermaksud mencari tau apa yang sedang menjadi pusat perhatiannya saat ini
" Tidak ada... ayo" Jawab Juan cepat seraya merangkul pundak sang adik dan berjalan menuju ke ruangan di mana tuan Haris di rawat
***
" Nona muda kau harus makan, ini sudah ketiga kalinya nona tidak makan saya takut jika harus terus berbohong kepada tuan dan nyonya besar tentang semua ini... " Ucap bi Una yang terus berusaha membujuk Ayumi untuk makan
Tidak ada jawaban dari Ayumi semakin membuatnya khawatir, kini posisi Ayumi tenga terbaring dengan tubuh yang ditutupi oleh selimut hingga menutupi kepalanya
" Nona...? " Panggil bi Una yang terlihat mulai merasa khawatir
" Aku baik-baik saja bi... kau tak perlu khawatir.." Balas Ayumi dari balik selimutnya, dia hanya tidak mau membuat mengasunya itu menjadi khawatir
Sedangkan bi Una yang mendengar respons dari Ayumi tadi nampak menghembuskan nafas lega
" Yuna.... " Panggil seseorang yang baru saja datang, sedangkan Ayumi nampak kebingungan akan siapa yang datang, pasalnya suarah yang di dengarnya kali ini kurang familiar di telinganya
" Nak ini nenek..." Ucap nyonya Retno yang menangkap aura kebingungan di wajah cucunya itu
" Maafkan nenek, yang baru sempat menemui sekarang nak... " Lanjut nyonya Retno seraya menatap sendu ke arah sang cucu
" Ma... maafkan Yuna yang belum bisa mengingatmu nek... " Ucap Ayumi seraya tertunduk karna merasa bersalah
" Tidak nak ini semua bukan salamu..." Ucap nyonya Retno seraya memeluk sayang cucunya yang satu itu
Ketika sudah melepaskan pelukannya dengan sang cucu nyonya Retno baru menyadari jika cucunya ini belum makan, karena melihat makanan yang di bawah oleh bi Una tadi masi utuh di atas meja
" Nak... kenapa kau belum makan, biar nenek yang akan menyuapimu kali ini... " Ucap nyonya Retno seraya mengambil piring berisi nasi dan lauk paut
***
Terlihat di sebuah klub malam yang terletak di ruangan VVIP, seorang pria paru baya yang terlihat mabuk-mabukan setelah menghabiskan hampir dua botol whine dengan ditemani oleh beberapa wanita sexy di kiri dan kanannya
" Hahaha... padahal aku sudah menjaganya dengan baik, tapi kenapa dia terus pergi dariku... " Ucapnya yang asal-asalan karna sudah mabuk berat
Bruuk...
Suarah pintu yang di bukan secara kasar seketika membuatnya tersentak, sedangkan para wanita - wanita penghibur tadi yang ada di situ juga terlihat sangat ke kaget dan takutan
.
.
.
.
###
Assalamualakum semua, sebelumnya Author mengucapkan terimakasih karena sudah mau mampir membaca cerita Author.
Jangan lupa beri like, komentar positif dan beri votenya yaa... biar Author semangat buat lanjutin nulis ceritanya
Terimakasih 😊🙏
salam dari my Kids My Hero
Salam dari"Cium aku atau bunuh aku"
mampir juga di karyaku terbaru ku
kisah Aluna