Ashallina cerry, gadis yatim piatu yang sejak kecil tinggal di panti asuhan.
Karena kebaikan hatinya yang pernah menolong seorang kakek. Lalu suatu hari kakek itu memintanya menikah dengan cucu nya. Pewaris kelurga Prasetya. Darrel Arka Prasetya.
Akankah Ashallina gadis yang baru berumur 17 tahun dan kini masih duduk di bangku SMA itu menerima permintaan kakek tersebut?
Dan
Akankah Darrel, sang tuan muda yang kini sudah berumur 27 tahun mau menuruti keinginan kakeknya dengan menikahi gadis kecil yang sama sekali tidak ia kenal?
Bagaimana kisah mereka selanjutnya??
Ikuti kisahnya!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Myhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
32
Wina menggeliat di balik selimut tebal yang menutupi dirinya dan lelaki yang masih memeluknya dari belakang. Senyumnya terbit seketika, saat ia ingat bagaimana tadi malam ia menghabiskan waktu dengan indah bersama lelaki yang sejak lama ia inginkan.
Bibirnya semakin merekah, ketika ia sadar bahwa kini dirinya tidur tanpa sehelai benang pun, hanya selimut itu yang masih menutupi badan keduanya.
"Morning, "
Bisik suara laki-laki di belakangnya. Ia mengeratkan pelukkannya pada badan Wina. Degub jantung Wina semakin tak karuan, semalam rasanya berbeda dengan pagi ini. Mereka kini tengah sama-sama dalam keadaan sadar, tidak dalam pengaruh obat seperti tadi malam.
Akhirnya Wina memberanikan diri, memutar badannya menghadap laki-laki itu. Seketika matanya membulat sempurna saat ia melihat dengan jelas wajah lelaki itu.
BRUKK
"Siapa kamu? " Wina mendorong lelaki itu dengan kencang, hingga ia terjatuh ke lantai.
Lelaki itu meringis namun bibirnya tersenyum penuh maksud. Ia kembali mendatangi Wina dengan badan telanjangnya.
"Kenapa sayang, bukannya semalam kamu sangat tidak mau jauh dari pelukanku. " Ia mengangkat sebelah alisnya dengan bibir tersenyum miring.
"Enggak, bukan kamu yang tadi malam sama aku di sini? " Wina memegang kepalanya dengan posisi duduk. Ia mencoba mengingat kejadian semalam.
Ia sangat yakin bahwa laki-laki yang ia bawa ke kamar hotel tersebut bukan lelaki yang ada di sampingnya saat ini.
"Sudah ingat kah? " Laki-laki itu berdiri dan mengambil pakaiannya yang berceceran di lantai.
"Kenapa kamu bisa ada di sini? " Pekik Wina dengan wajah marah.
"Kan kamu sendiri yang bawa aku ke sini? Masa lupa? " Jawab lelaki bertubuh jangkung itu, dari postur badannya ia hampir mirip dengan Darrel.
"Enggak, itu nggak mungkin. " Wina menggeleng kuat mencoba menepis kenyataan yang ia terima "semalam lelaki yang ku bawa ke sini bukan kamu tapi, Tuan___" Ah iya dia lupa, tidak pernah menanyakan siapa nama dari laki-laki incarannya.
"Tuan siapa? Tuan Darrel maksud kamu? " Lelaki itu kembali mendatangi Wina setelah dirinya selesai berpakaian.
Ia menatap Wina dengan tajam. Dengan sebelah tangan meraih dagu Wina dan mencengkramnya.
"Berani kamu mengusik Tuan Darrel lagi. Aku akan menyebarkan vidio kita di atas ranjang tadi malam! Jika kamu ingin hidupmu aman, jauhi Tuan Darrel! Jangan pernah muncul lagi di hadapannya! "
Wina meringis menahan sakit, sebelah tangannya memegang tangan laki-laki yang masih mencengkramnya kuat. Ia terkejut saat mendengar bahwa laki-laki itu sampai membuat vidio mereka untuk mengancamnya.
Laki-laki itu melepaskan tangannya. Ia kembali beridiri dan merogoh sesuatu di saku jaketnya. Ia mengeluarkan segepok uang dan melemparnya tepat di wajah wanita yang kini sudah terisak sambil memegang selimut yang menutupi sebagian badannya.
"Itu upah buat kamu, karena sudah memuaskanku tadi malam. Tapi sayang tubuhmu sudah tidak perawan lagi, makanya aku tidak mau membayarmu dengan full. Aku permisi, selamat tinggal! "
Setelah puas mengatakan itu, ia pergi begitu saja dari ruangan tersebut. Meninggalkan Wina yang masih terisak. Ia tidak menyangka kejadiannya akan seperti ini. Awalnya ia sengaja ingin menjebak Darrel supaya nanti ia bisa mendesak dan memaksanya untuk menikahinya. Tapi apa yang ia dapat, justru dirinya yang terjebak, bahkan ia di anggap seperti seorang PSK.
~
"Oke, kerjamu bagus. Sisanya nanti saya trsanfer! "
Sandi menutup sambungan teleponya. Bibirnya tak henti tersenyum. Ia sangat puas akan pekerjaan Kara, seorang gig*lo, yang ia dapat dari sebuah klub hiburan malam.
Ia kembali duduk di kursinya, dengan tatapan lurus ke jendela besar yang menampilkan sebuah pemandangan kota Melbourn yang sangat ramai di siang hari seperti saat ini.
Semalam saat dirinya keluar dari kamar mandi, secara tak sengaja ia melihat seorang wanita tengah membisikan sesuatu pada seorang waiter dan kemudian wanita itu memberikan sebuah obat, yang ia sendiri tak tau untuk apa obat itu.
Namun fikirannya langsung traveling, ia ingat wanita itu adalah teman dari wanita yang selalu mengejar-ngejar Tuannya. Dan benar saja, ketika ia hendak kembali ke mejanya bersama Darrel. Ia berpapasan dengan Wina.
Sampai di samping Darrel ia mendengar Tuannya itu memberi perintah supaya ia menyingkirkan wanita itu dari hidupnya. Kemudian ia mendapat sebuah ide, dengan pura-pura mengikuti semua rencana mereka.
Beruntung sang tuan muda tak membantah dan memilih menuruti semua rencananya. Setelah dirasa semua pasti aman, Sandi pergi dan mencari laki-laki yang kira-kira mirip dengan Darrel, untuk menggantikan posisi tuannya nanti.
Ia juga mampir ke sebuah apotik membeli obat penawar untuk Darrel, tak lupa ia menyewa sebuah taksi, agar rencananya benar-benar berjalan mulus.
Dan akhirnya ia berhasil membawa Wina dengan Darrel yang sudah meracau tak jelas, namun sepertinya lelaki itu masih sedikit mempunyai kesadaran. Saat ia memberinya sebuah botol air minum tapi di tolak dan di berikan pada wanita di sampingnya. Karena memang sesuai rencana air itu sudah di campur dengan obat perangsang.
Setelah sampai di depan hotel, Sandi kembali membantu Darrel keluar dari mobil. Tak lupa ia memasukan obat penawar di saku Darrel tanpa terlihat oleh Wina.
Hampir setengah jam, ia menunggu di depan kamar hotel, dengan perasaan tak karuan. Ia takut Darrel lupa meminum obat itu dan malah masuk dalam jebakan wanita licik itu. Namun sepertinya dugaannya salah. Tidak berapa lama tuan muda Darrel-nya keluar dan segera menyuruh mereka masuk.
Ia menggeleng mengingat aksinya bersama sang tuan tadi malam. Bibirnya tersenyum miring, ia dapat membayangkan bagaimana terkejutnya wanita itu ketika terbangun pagi ini.
Sandi sangat bersyukur, tadi malam ia bisa mengetahui kelicikan dua wanita ular itu. Kalau tidak, entah apa yang terjadi pada Darrel saat ini. Rumah tangganya pasti sudah hancur akibat ulah wanita itu.
Kring
Ia tersentak saat telepon yang tidaj jauh darinya berbunyi, dengan cepat ia mengangkatnya. Pasti ini panggilan dari sang Tuan muda-nya.
"Ya pak, "
"Keruanganku sekarang! "
"Baik pak. "
Ia bangkit dari tempat duduknya dan segera melangkah meninggalkan ruangan tersebut. Karena tidak mau membuat lelaki yang sudah menjadi bos-nya selama lima tahun itu menunggu.
.
.
.
Mudah-mudahan besok bisa up lagi. 👌
bikin penasaran bgt
jgn d bikin sad dong thoor kasian Cheryl
gawaatt dia kan msh sekolah
dia kan udah punya suami...???