Lucia seorang Gadis yang sangat mencintai Abraham bahkan ia meminta kedua orangtuanya untuk menetap di indonesia selama beberapa tahun, hingga akhirnya mereka bertunangan, di saat Lucia merasa Abraham akan jadi miliknya, ada satu kenyataan pahit yang Lucia terima saat itu, Abraham tidak menganggapnya sebagai seorang wanita melainkan Lucia di mata Abraham sudah seperti adik kandung.
Hal itu membuat Lucia kesal sekaligus marah, terlebih lagi Abraham mencintai orang lain.
Ia pada akhirnya menyerah pada takdirnya yang tidak bisa bersama Abraham, Lucia tidak ingin memaksa Abraham untuk bersama dengannya karena setiap manusia berhak untuk bahagia dengan pilihannya sendiri.
" Kak Abraham jangan pernah berpikir untuk mendapatkan cinta dariku lagi perasaanku kepadamu sudah hilang di telan waktu,"
"Kau selamanya Milikku Luc, jangan berpikiran untuk menikah dengan orang lain selain denganku, maaf telah melukai perasaanmu selama ini," ucap Abraham sambil menggendong tubuh lucia menuju kamar hotel.
Selamat membaca.
Salam dari Author alay & gila. 😎
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ChanHun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
"Tidak Bisa Menerima"
Pernikahan Lucia dan Pendri akan di langsungkan beberapa jam lagi, dengan perasaan campur aduk Lucia di dandanani oleh penata rias terkenal di kotanya.
" Nona apa yang anda pikirkan dari tadi..?"
Penata rias itu bertanya karena merasa raut wajah Lucia begitu sedih.
"Ah.. Tidak ada."
Jawab Lucia singkat ia merasa tidak bersemangat mengajak orang berbicara dengannya
Penata rias itu semakin penasaran karena semakin lama raut wajah dari lucia seperti orang yang akan menangis dan tidak menginginkan pernikahan tersebut.
Selesai di rias Lucia berdiri di depan cermin melihat penampilannya yang mengenakan gaun pengantin panjang berwarna putih di padukan dengan hiasan di atas kepala berupa bunga mawar pink.
Ia memikirkan apa Abraham akan datang kepernikahanya atau justru sebaliknya.
Melihat Lucia merenung Leon dan Tom berusaha menghibur Lucia agar bisa tersenyum.
" Cantriknya Adikku..!"
Ucap Leon memuji Lucia disertai anggukan dari Tom yang tampak seperti anak kecil.
"Ihh jadi gemes.. Deh"
"Auh.. Sakit tau"
Lucia mengerang kesakitan karena Leon dan Tom mencubit pipinya.
"Jangan cemberut dong nanti mempelai mu lari melihat wajah anehmu itu"
Ucap Leon menunjukkan wajah tersenyum cerah.
Lucia menatap kosong ke arah keduanya pikirannya melayang entah kemana rasa bimbangnya setelah bertemu dengan Abaraham kemarin siang di kampusnya.
Leon mengajak Lucia untuk duduk di kursi yang di persiapkan untuk pemotretan dengan keluarganya nanti.
***
Kemarin malam Abraham pergi dari london karena tidak sanggup melihat Lucia menikah dengan orang lain meski sudah di omeli oleh Donio, Diana, dan Juga Deret untuk mencoba melupakan perasaannya terhadap Lucia dan mengurus perusahaannya di london tetap saja Abraham tidak mempedulikan mereka, ia akan pergi sejauh mungkin.
Tekat dari Abraham di dukung oleh Johan dan Kedua adiknya mereka menganggap bahwa Abraham akan membutuhkan waktu untuk sendirian.
Di Amerika..
Di sanalah tujuan Abraham, di sana ia masih mempunyai kerabat untuk menampunnya tinggal di sana.
Henri dan keluarganya menyambut hangat kedatangan Abraham sudah lama mereka tidak pernah bertemu dengannya.
"Abraham kenapa kau datang sendirian mana adik-adikmu "
Tanya Henri sepupu Diana yang juga sangat menyayangi para anak-anak Diana.
"Mereka di London untuk menghadiri pernikahan seseorang "
Ujar Abraham sedih.
"Siapa yang menikah..? Mereka tidak mengundangku dan kenapa dengan wajah sedihmu itu"
Tanya Henri lagi heran dengan kedatangan Abraham yang secara tiba-tiba dan wajah keponakannya itu murung.
"Lucia.. Anaknya paman David"
Ucap Abraham pelan namun masih di dengar oleh Henri.
Betapa kagetnya Henri mendengar ucapan dari Abraham.
" Lucia..!!!, bukannya dia tunanganmu, bagaimana bisa ia menikah"
"Bisa.. Dengan orang lain"
Ujar Abraham lagi.
Henri manatap Abraham meminta penjelasan dari ucapannya itu.
Secara perlahan Abraham mulai mengatakan segalanya dan juga perbuatannya kepada Lucia hingga mengenai pernikahan Lucia yang akan diselenggarakan hari ini. Henri semakin tidak bisa mempercayai Abraham ternyata keponakannya ini persis sama dengan ayahnya Johan melukai wanita yang mencintainya.
"Paman Henri tolong jangan katakan bahwa aku berada disini jika mama bertanya kepadamu.. "
ucap Abraham memohon ia ingin menjauh dari keluarganya.
" Kenapa.. !! nanti mereka khawatir "
"Tidak paman komohon Jangan katakan, aku tidak akan sanggup lagi menghadapi kenyataan yang sungguh pahit ini"
ujar Abraham lagi.
"Jadi apa yang ingin kau lakukan selanjutnya disini.. mau kabur dari kenyataan.. hah"
tanya Henri melotot.
"Untuk sementara aku tidak apa yang akan kulakukan, aku sudah tidak punya semangat"
"Baiklah Abraham, lakukan yang kau suka, tapi paman akan memberikan sebuah pekerjaan di perusahaanku"
kata Henri.
"Terserah mau paman saja"
ujar Abraham pasrah, ia harus mencari kesibukan yang lain agar bisa melupakan masalah yang menimpa dirinya.
.
.
.
.
.
Tbc.....!!!😀😀😀