NovelToon NovelToon
The Destiny 2 : Extraordinary Love

The Destiny 2 : Extraordinary Love

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Tianse Prln

DALAM TAHAP REVISI 🙏

The Destiny season kedua : Extraordinary Love.

Yuan, anak dari Ray dan Ana, seorang tuan muda yang mempunyai segalanya, tidak pernah merasa kekurangan tapi penuh kecukupan.

Rose, seorang gadis yang lahir dari keluarga broken home, ayahnya seorang pemabuk dan pejudi, ibunya hanya seorang pekerja lepas biasa.

Dua insan yang memiliki banyak perbedaan apakah bisa bersatu?

Rose sangat mencintai Yuan, ia adalah salah satu dari ratusan gadis yang jatuh cinta dengan pada Yuan, seorang tuan muda sang pewaris tunggal.

Lalu, apakah cintanya itu akan terbalaskan?

Banyak lika-liku drama dalam kisah mereka. Namun, sebuah perjuangan cinta luar biasa akan selalu mendapatkan jalannya.

Extraordinary Love 👉 Cinta Luar Biasa

«Cerita ini hanya fiktif belaka. Mohon maaf apabila ada persamaan nama tokoh, karakter, tempat kejadian ataupun peristiwa yang terjadi»

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tianse Prln, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Last Day

Ana masih tetap diposisinya, sejak tadi, wanita paruh baya itu tidak beranjak sedikitpun dari sisi Ray. Tangannya tak pernah lepas menggenggam tangan suaminya itu.

Yuan memandangnya dengan tatapan sendu, rasa sedih dan bersalah masih merundung hati pria itu.

Rachel sudah pulang beberapa jam yang lalu, ketika Yohan datang dengan membawa keributan.

Ayah tiri Nana itu bersikap lebih panik daripada Ana ataupun Yuan, apalagi saat ia tahu kalau Ray terkena HTN kemungkinan karena hanya memiliki satu ginjal. Sedangkan, penyebab Ray memiliki satu ginjal adalah dirinya.

Yohan terus saja berkata jika dirinya ingin melakukan operasi untuk mengembalikan ginjalnya pada Ray.

Tim medis pun sampai harus turun tangan membantu menenangkan pria paruh baya itu.

Yohan terpaksa harus di beri suntikan obat penenang dan dibawa pulang oleh Rachel, tidak tahu apakah pria paruh baya itu akan kembali ke rumah sakit dan membuat keributan lagi setelah dia sadar nanti.

"Mom, pulang dan istirahatlah, Biar Yuan yang jaga daddy." Ujar Yuan.

Ana menoleh sekilas pada putranya, lalu kembali mengalihkan pandangannya ke arah Ray yang masih belum sadar.

"Mommy, please— go home." Pinta Yuan.

Mengingat fisik wanita paruh baya itu lemah, Yuan takut kalau ibunya akan sakit juga.

"Mom—"

"Iya, mom mendengarnya, tidak perlu kau ulangi lagi. Tolong jaga dadmu." Ucap Ana sembari beranjak dari tempat duduknya.

"Tunggu, biar Yuan telepon sopir rumah dulu untuk jemput mom." Ujar Yuan.

"Tidak perlu, mom pulang naik taksi saja." Balas Ana.

"Tapi— "

"Jangan khawatirkan mom." Ana menggeser pintu kamar perawatan itu, ia keluar dari sana, sebelum kemudian menutup pintu itu kembali.

•••

Rose mengelap salah satu meja restoran tempatnya bekerja paruh waktu, ia membersihkan satu persatu meja dan merapikannya kembali sebelum menutup restoran itu.

Sesekali terdengar helaan nafas dari diri gadis muda itu, pikirannya masih diselimuti oleh Yuan, banyak hal yang menggangu kepalanya, karena itu dirinya hari ini banyak sekali melakukan kesalahan, ia bahkan seringkali mendapatkan banyak protes dari pembeli.

Untung saja, seniornya sudah sangat mengenal Rose, karena itu dirinya hanya mendapat teguran dan nasehat saja.

Suara lonceng dari pintu restoran itu berbunyi, bertanda ada orang masuk ke dalam.

"Maaf, kami—"

"Sudah mau tutup ya?" Tanya Ana yang baru saja masuk ke dalam restoran miliknya itu.

"Bos Ana, maaf, saya pikir anda pengunjung yang ingin makan disini." Ujar Rose sembari menundukkan kepalanya menghadap ke arah pemilik restoran tempatnya bekerja itu.

Ana tersenyum menanggapinya,

"Apa yang lain sudah pulang?" Tanyanya.

"Masih ada manajer Dita, dia sedang ada di ruang penyimpanan untuk check barang." Jawab Rose.

"Ah begitu." Ucap Ana lirih.

Ibu dari Yuan itu kemudian duduk di salah satu kursi pengunjung, hembusan nafas penat menyelimuti wanita paruh baya itu.

"Apa ketua Ray baik-baik saja bos?" Tanya Rose dengan nada yang penuh hati-hati, ia takut membuat Ana marah karena pertanyaannya yang mungkin menyinggung pikiran kalut dari Ana.

"Kondisinya sudah stabil, tapi masih belum sadarkan diri, mungkin besok pagi dia sadar, itu yang dokter katakan." Jawab Ana sembari menatap ke arah Rose.

"Kemari, duduklah." Ujar Ana, tangannya menunjuk pada salah satu kursi yang ada di hadapannya.

"Eh— tapi saya belum selesai membersihkan ini semua."

"Tidak masalah, duduklah."

Rose pun menurut, ia duduk berhadapan dengan ibu dari pria yang di sukai-nya. Rasa gugup menyelimuti diri Rose, sesering apapun ia bertemu Ana dan mengobrol dengannya, tapi obrolan mereka dan kedekatan mereka hanya sebatas pegawai dan pemilik restoran saja.

"Aku dengar beberapa minggu ini— Yuan tinggal di apartemenmu ya?" Tanya Ana yang membuat Rose merasa seperti tersedak ludahnya sendiri, gadis itu sampai cegukan dibuatnya.

"Aku tidak sedang menginterogasi mu, jadi tenanglah. Aku mendengar kabar ini dari bibinya Yuan, tapi aku tidak memberitahukan kabar ini ke ayahnya Yuan. Karena jika dia tahu, yang dipikirkannya pasti sesuatu yang negatif, lalu dia bisa semakin marah pada Yuan dan mungkin juga dirimu." Ujar Ana.

"Maafkan saya." Ucap Rose, gadis itu menundukkan kepalanya, tak berani menatap wajah ibu dari Yuan itu.

"Tidak masalah, aku percaya padamu, aku tahu jika kau gadis yang baik." Kata Ana.

"Terimakasih, tapi bos—"

"Eng— Rose, bisakah kau memanggilku bibi saja saat jam kerjamu sudah selesai? Lagipula aku ini ibu dari temanmu."

"Baik." Jawab Rose yang terlihat antuasias dengan permintaan Ana itu.

"Oke, lanjutkan kembali apa yang ingin kau katakan tadi." Ujar Ana.

"Bos— eh, maksudku bibi Ana tenang saja, satu minggu yang lalu, Yuan bilang padaku kalau dirinya hari ini akan pulang kembali ke rumah, tapi— "

"Tapi apa?"

"Aku tidak yakin, aku hanya berpikir selama dua minggu terakhir dia terlihat berlatih keras untuk hari ini. Sepertinya dia ingin membuktikan ke ketua Ray tentang impiannya, lalu jika ketua Ray berubah pikiran dia akan pulang kembali kerumah."

"Jika tidak berubah pikiran bagaimana?" Tanya Ana.

"Entahlah, tapi jika sudah seperti ini, saya rasa Yuan akan kembali ke rumah. Walaupun dia pergi dari rumah selama berminggu-minggu, pria itu selalu saja terlihat merindukan bibi dan juga ketua Ray." Jawab Rose.

Ana tersenyum mendengarnya,

"Kau terlihat cukup dekat dengan Yuan." Ucap Ana.

"Ah tidak tidak, tidak seperti itu. Lagipula setelah hari ini, kami kembali menjadi orang asing."

"Kenapa begitu? Bukankah kalian berteman?"

"Ya kami berteman tapi bukan pertemanan yang seperti itu. Kami hanya saling mengenal dan terikat karena sesuatu yang tidak bisa Rose jelaskan pada bibi." Jawab Rose.

Ana diam sejenak, ia menatap gadis di hadapannya itu cukup lama, membuat Rose merasa risih.

"Apa Yuan merepotkan mu saat dia menumpang tinggal dirumahmu?" Tanya Ana mengalihkan topik pembicaraan yang sebelumnya.

"Tidak, sama sekali tidak merepotkan, aku senang Yuan meminta bantuanku dan tinggal di apartemenku— eng, maksudku, aku—"

"Tidak apa-apa, bibi mengerti perasaan anak muda sepertimu." Ucap Ana, tak lama ia menyelesaikan perkataannya itu, ponsel miliknya berbunyi, panggilan masuk dari yuan tertera di layar ponselnya.

"Ah sepertinya bibi harus pulang, Yuan menelpon, pasti dia bertanya apa bibi sudah sampai di rumah atau belum."

"Iya, hati-hati dijalan bi."

"Em, sampai jumpa, dan terimakasih sudah menjaga Yuan beberapa minggu kemarin." Ucap Ana yang kemudian keluar dari restorannya.

Rose menghembuskan nafasnya, walaupun Ana menyuruhnya untuk tenang dan bersikap santai, tapi dirinya masih tidak bisa bersikap seperti itu.

Dirinya merasa tegang dan sangat kaku dihadapan wanita yang merupakan ibu dari pria yang disukainya itu.

✍ Cerita ini hanya fiktif belaka. Mohon maaf apabila ada persamaan nama tokoh, karakter, tempat kejadian ataupun peristiwa yang terjadi.✍

1
࿇KangEs😏😜✿࿐ ❦︎⃝ ⃝ ᵍᵇᵗ
semangat rose
࿇KangEs😏😜✿࿐ ❦︎⃝ ⃝ ᵍᵇᵗ
aQ mampir lagi kak tian
Miftahul Jannah
Lumayan
Novi R
Yuan serem bgt kalo udah mode dingin kaya gitu. aku aja sbg reader takut bgt, apalagi Rose. Pokonya fighting deh buat Rose💪💪💪.
Novi R
Yuan cemburu tuhhh. Sweet bgt sih
ECHA
aku ga tau alur ceritanya soalnya baru sampe eps 55 lansung cari eps terakhir tapi eps terakhirnya seru juga
ECHA
ceritanya jangan terlalu panjang thor
ECHA
banyakin cwrita rose sma yuan donk
ECHA
yuan sama rose
nana sama kai
feng nya untk yana aj
ECHA
⛈⛈⛈⛈⛈
ECHA
‏‏‎ ‏‏‎ ‏‏‎ ‏‏‎ ‏‏‎ ‏‏‎ ‏‏‎ ‏‏‎ ‏‏‎ ‏‏‎ ‏‏‎ ‏‏‎ ‏‏‎ ‏‏‎ ‏‏‎ ‏‏‎ ‏‏‎ ‏‏‎ ‏‏‎ ‏‏‎ ‏‏‎ ‏‏‎ ‏‏‎ ‏‏‎ ‏‏‎ ‏‏‎ ‏‏‎ ‏‏‎ ‏‏‎ ‏‏‎ ‏‏‎ ‏‏‎ ‏‏‎ ‏‏‎ ‏‏‎ ‏‏‎
ECHA
lebih baik nanti ceritanya om ray gagal ginjal trus yuan yg nolongin
࿇ℕ_ℚєєLค✿࿐ 🅟🅖 ☄
kasihan rose
Nita.P
semuanya milih Nana sama Yuan ya?? tapi kalo orang kaya sama orang kaya lagi.. rasanya gimana gt. aku itu lebih suka cerita yang beda kasta gitu.. kaya yuan sama Rose.. 😂😂
࿇ℕ_ℚєєLค✿࿐ 🅟🅖 ☄
kak kapan si kembar lanjut ya udah kangen kembar
Ratih Elisa
kok q bacanya sekretaris cenil y bukan cenli 😂😂😂
Ratih Elisa
ana tinggalin aja si ray
Ratih Elisa
ahay,,,, istri?😂😂😂😂😂
Afri Ani
suka bab ini, kalau ngulang baca ya ke bab ini langsung 😁
YuriQu
aq pun ikut menangis 😧😧😢😢
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!