NovelToon NovelToon
Wanita Pendamping Tuan Edgar

Wanita Pendamping Tuan Edgar

Status: tamat
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Nikah Kontrak / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:21.1k
Nilai: 5
Nama Author: dita feryza

Ni Komang Ratri, yang akrab disapa Komang itu begitu terpuruk saat penginapannya hampir bangkrut, bahkan nyaris ia kehilangan penginapan yang juga tempat tinggalnya itu.
Namun tanpa diduga Edgar Marvelo yang saat itu menjadi tamu tak terduga di penginapannya itu tertarik pada kecantikan Komang, taipan bisnis kaya raya itu bahkan berjanji akan melunasi semua hutangnya, jika ia mau menjadi wanita pendamping bagi Edgar selama sebulan di Yach.
Akankah Komang mampu menghindar dari pesona Edgar yang dikenal sebagai Casanova itu??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dita feryza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#32 Menjadi Orang Biasa

Edgar menurunkan buket bunga yang menutupi wajahnya itu. Lalu ia tersenyum penuh karismatik membuat hati Komang meleleh melihatnya. Namun ia mencoba bersikap biasa.

"Bunga Lily dan Daisy untuk wanitaku." ucap Edgar sambil memberikan buket bunga itu pada Komang.

Komang menerimanya dengan mencebikkan bibirnya mendengar kata "wanitaku" yang Edgar ucapkan barusan. Komang bertekad tak akan gampang percaya dengan bualan lelaki itu.

"Kenapa bunga Lily dan Daisy? Biasanya selalu mawar?" tanya Komang.

"Karena bunga Lily melambangkan cinta yang tulus dan bunga Daisy melambangkan cinta yang mendalam, jadi cintaku padamu begitu tulus dan mendalam." kata Edgar dengan mantap. seketika pipi Komang bersemu dan merasakan hawa panas disekitar wajahnya itu. Sungguh menyesal sekali Komang, mengapa ia harus bertanya.

"Huhh.... Kau memang suka merayu wanita." ucap Komang sambil berlalu, berjalan mendahului Edgar dengan bermaksud menutup wajahnya yang mungkin sudah memerah seperti memakai blush on.

Edgar yang tahu jika Komang salah tingkah tersenyum dan mempercepat jalannya agar bisa sejajar dengan langkah Komang. "Kenapa kau menyimpulkan hal itu?" tanya Edgar kemudian setelah berhasil menggapai langkah Komang.

"Dari kata-kata mu saja sudah jelas, penuh bualan, sudah berapa banyak wanita yang kau jerat dengan kata-kata mu itu?" tanya Komang sambil berpura-pura tak menghiraukan Edgar.

"Em...Banyak. Salah satunya kau." Mendengar hal itu Komang menoleh pada Edgar sambil melotot.

"Dasar playboy!" pekik Komang sambil memukul lengan Edgar dan Edgar hanya tertawa.

Dari kejauhan tanpa Edgar dan Komang sadari Audrey tengah memperhatikan mereka dengan wajah penuh kecewa dan cemburu. Ia begitu marah, semenjak ia datang karena panggilan dari Edgar, Edgar sama sekali tak perhatian padanya. Lalu tujuan Edgar memanggil dirinya untuk apa? Audrey bertanya-tanya pada hatinya.

Audrey melangkahkan kakinya hendak menyusul Edgar dan Komang didepan sana. Namun tangannya tiba-tiba ada yang mencengkram seolah menahan dirinya untuk tidak meneruskan langkahnya.

Audrey menoleh pada seseorang yang telah mencengkram tangannya itu. Rupanya dia adalah Roger. "Apa yang kau lakukan? Lepaskan tanganku!" pekik Audrey.

"Maaf nona, Tuan Edgar berpesan agar anda nikmati saja liburan gratis yang mewah ini. Tuan Edgar memberinya dengan cuma-cuma. Jadi jangan anda menyia-nyiakan semuanya." ucap Roger yang kemudian melepaskan tangan Audrey. Dan melangkah pergi.

Namun tiba-tiba Roger menghentikan langkahnya dan menoleh kembali pada Audrey. "Pesan saya, jangan melampaui batas jika anda masih ingin liburan mewah disini." ucap Roger lagi yang membuat Audrey seketika terdiam karena marah. Kata-kata Roger benar-benar mengintimidasi, hingga Audrey tak bisa berkata-kata lagi.

🍀

🍀

🍀

Komang dan Edgar berjalan menuruni tangga kapal. Edgar dengan sigap menggandeng tangan Komang penuh perhatian. Dibawah sudah berdiri beberapa pengawal Edgar yang menunggu Edgar dan Komang untuk turun dan mereka juga akan menemani majikannya itu berjalan-jalan.

Kemanapun kedua majikannya itu melangkah para pengawal yang terdiri dari enam orang itu mengiringi dari belakang, hingga seperti rombongan yang akan berdemo di gedung DPR.

Komang begitu tak nyaman dengan keberadaan para pengawal Edgar itu. Karena kemanapun mereka berada selalu jadi pusat perhatian orang-orang. "Apakah pengawalmu akan terus membuntuti kita?" bisik Komang.

"Mengapa?"

"Bisakah kita jalan-jalan tanpa mereka?"

Wajah Edgar mengerut, ia tak mungkin bisa pergi tanpa pengawal.

"Bisakah kita seperti orang biasa saja, berjalan bebas tanpa pengawalan. Kau bisa memberikan pengertian kepada mereka bahwa kita akan baik-baik saja." ujar Komang sedikit memohon.

"Aku bisa mengatakan hal itu kepada mereka, tapi sulit meyakinkan mereka." Edgar mencoba memberikan pengertian kepada Komang. Tapi wajah Komang seketika kecewa.

Edgar mencoba bernegosiasi dengan para pengawalnya. Memang sulit meyakinkan mereka, karena jika sampai terjadi apa-apa dengan tuannya itu maka mereka akan berhadapan dengan Roger. Hal yang lebih mengerikan bagi mereka dari pada menghadapi Edgar.

Akhirnya mereka memilih jalan tengah. Para pengawal akan tetap mengawal dan mengawasi Edgar maupun Komang namun mereka akan menjaga jarak. Komang pun sedikit tenang.

"Bukankah sangat menyenangkan jika menjadi orang biasa?" ujar Komang.

"Aku tak terbiasa menjadi orang biasa," ucap Edgar sambil melanjutkan langkahnya.

Mereka terus berjalan melewati trotoar kayu untuk pejalan kaki yang terbentang disepanjang garis pantai. Para pengawal masih mengikuti mereka dengan menjaga jarak. Hari ini Edgar nampak santai dengan celana pendek dan kemeja berkerah terbuka.

Edgar berjalan sambil menggandeng tangan Komang, melihat-lihat pemandangan yang begitu menakjubkan di Raja Ampat.

"Kita akan kemana?" tanya Komang, karena beberapa menit mereka berjalan namun masih belum sampai di tempat tujuan.

"Sebentar lagi kau akan tahu." ucap Edgar penuh semangat.

...Anak Tangga menuju puncak Pulau Pianemo, Raja Ampat, Papua...

Mereka kini telah sampai disebuah tanjakan dengan ratusan anak tangga dari kayu. Suasananya begitu sejuk karena anak tangga ini dikelilingi oleh hutan hujan tropis yang begitu kaya akan keanekaragaman hayati.

"Wow, apakah kita akan menaiki tangga ini?" tanya Komang begitu takjub. Rasanya seperti akan menaiki tangga menuju negeri dongeng.

"Ya, apakah kau sanggup menaikinya?" tanya Edgar sambil mengangkat kedua bahunya.

"Kau meragukan ku?" tanya Komang. Edgar tertawa mendengarnya.

Menaiki sekitar tiga ratus anak tangga menuju puncak adalah sebuah tantangan menyenangkan bagi Komang. Maka dari itu dia begitu bersemangat bahkan sedikit berlari mendahului Edgar.

Edgar hanya berjalan biasa walau tertinggal lima anak tangga dari Komang. Setidaknya saat ini ia melihat Komang begitu bersemangat, itu sudah cukup bagi Edgar. Karena ia merencanakan sesuatu untuk Komang hari ini.

"Edgarrrr.... Mengapa kau lambat sekali?" teriak Komang yang telah unggul sepuluh anak tangga dari Edgar.

"Kau yang terlalu cepat." ucap Edgar.

Komang terus berjalan dengan semangat, namun kakinya mulai merasa capek, bahkan tenggorokannya menjadi kering ingin minum. Komang berhenti sejenak. Anak tangga itu masih belum terlihat ujungnya.

Edgar sudah menduga bahwa Komang akan kelelahan. Maka dari itu ia pun mempercepat langkahnya ketika melihat Komang sudah terduduk disalah satu anak tangga.

"Mengapa berhenti?" tanya Edgar.

"Kakiku pegal dan sangat haus." ucap Komang sambil mengibas-ngibaskan tangannya ke wajahnya yang saat ini penuh dengan peluh.

Edgar nampak mengeluarkan ponselnya lalu menghubungi seseorang. Dan tak lama kemudian terlihat dua orang pengawal Edgar datang sambil membawa beberapa minuman, dari air mineral, aneka jus dan juga beberapa makanan ringan.

Setelah itu Edgar menyuruh Komang untuk memilih minuman mana yang ia mau dan juga makanannya. Dalam hati Komang ia begitu takjub dengan para pengawal Edgar yang gerak cepat.

"Ini adalah salah satu kelebihan, jika seseorang memiliki pengawal." cibir Edgar pada Komang ketika pengawal Edgar sudah kembali menjauh.

"Iya, aku tahu. Kau adalah pria yang paling berkuasa dan bebas melakukan apapun yang kau mau." ucap Komang

Tiba-tiba Edgar menggendong Komang sambil melangkah lagi menaiki tangga.

"Edgar, apa yang kau lakukan? Turunkan aku!" pekik Komang begitu terkejut karena tiba-tiba tubuhnya digendong oleh Edgar.

"Sudah diam. Aku akan menjadi pengawalmu yang akan selalu menjagamu."

Bersambung......

1
Protocetus
jika berkenan mampir ya ke novelku Frontier
neur
😎😎
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
smgt berkarya kk
karna berkarya tidak mudh
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
ini gimna cerita dari 3 teman ya di edgar kk
yg mana edgar sllu merasa temen nya konyol dgn 1 wanita tp skrg dia mlh bucin akut
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ: hooo lho kk
total 4 replies
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
hayoooo kannn
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
dassr ulat bulu sihh yaaa
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
wehhh sidah candu
begitualha pengantin baru
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
hahahaha kannn bucin tenan tooo
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
salin dsik napa sih
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
huahahahaaaa.. basah2 mandi air ujan aja
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
so sweeet deh
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
haisss.. ada2 saja
tp dlm hati bilang mau2
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
eleh malu tp mau yaaaa kann
wkwkwkkk
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
vote untuk mu kk
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ: sama2 kk
total 2 replies
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
aseeek.. lanjutkan
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
huuuu huui
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
lanjutttt
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
nahhh kann mulai kecantol tooo
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
lahhh wktu yg akan berbicara
dan cinta kan tumbuh dgn sndriny
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
wow lagsg aja dia gila
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!