NovelToon NovelToon
Warisan Dewa Elemen

Warisan Dewa Elemen

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Sistem / Reinkarnasi
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: LaQuin

Wen Yu sedang berpetualangan dengan mendaki bukit seorang diri di sebuah tempat wisata alam. Lalu sebuah kebetulan, ia bertemu seekor kucing yang memiliki sepasang sayap. Tanpa rasa takut dan hanya memiliki rasa penasaran yang tinggi, Wen Yu mengikuti kucing itu dan berusaha menangkapnya. Alih-alih berhasil, ia malah terperosok pada sebuah goa di dalam tanah yang ternyata sedang mengalami peristiwa aneh. Cahaya kebiruan bersinar melingkar seperti sebuah pintu lorong waktu yang sering ia tonton di film-film fantasi. Tak lagi bisa mengelak, Wen Yu jatuh ke dalam lingkaran biru itu dan menghilang seketika. Dan tiba-tiba terbangun di dunia antah berantah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LaQuin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menuju Kota Lelang

Menuju Kota Lelang

Ze Kai duduk sendiri di sudut kedai yang agak terpencil, menikmati hidangan yang telah disajikan sambil menyimak percakapan orang-orang di sekitarnya. Suara hiruk-pikuk pembicaraan yang bercampur dengan suara cangkir dan piring yang bersentuhan menjadi latar belakang yang sempurna untuk mengumpulkan informasi.

"Kau dengar belum? Beberapa genius berbakat dari akademi besar menghilang misterius belakangan ini!" ucap seorang pedagang dengan suara rendah kepada teman sebangkunya. "Kata orang, mereka terakhir kali terlihat dekat dengan wilayah yang dikuasai aliran Naga Hitam."

"Benar!" sambung orang lain dengan wajah penuh ketakutan. "Aliran itu sekarang benar-benar merajalela. Mereka menguasai hampir separuh perdagangan bahan kultivasi, dan setiap orang yang berani menentang mereka akan menghilang tanpa jejak. Mereka sangat kejam, bahkan tidak segan membunuh anak-anak muda yang dianggap memiliki potensi untuk mengalahkan mereka."

Ze Kai mendengarkan dengan seksama, mencatat setiap detail yang bisa ia dapatkan. Informasi tentang hilangnya genius berbakat membuatnya merasa khawatir. Ia tidak bisa tidak berpikir bahwa hal itu mungkin terkait dengan kelompok kultivator yang pernah mencelakainya dan membunuh Master Li.

"Apa kau tidak tahu, kalau baru-baru ini muncul kabar tentang tanaman langka yang sangat ajaib?" suara seorang pria dengan janggut panjang menarik perhatian Ze Kai. "Kata orang, tanaman itu bernama Bunga Langit Emas. Katanya hanya tumbuh di puncak gunung yang sangat tinggi dan hanya muncul sekali setiap seratus tahun!"

"Benarkah? Apa khasiatnya?" tanya seseorang dengan rasa penasaran yang besar.

"Khasiatnya luar biasa!" jawab pria itu dengan suara penuh semangat. "Dikatakan bisa membuat kultivasi seseorang melonjak drastis hingga mencapai level puncak Elemen bagi mereka yang hanya menguasai satu elemen saja! Banyak klan besar sudah mulai mencari keberadaannya."

Mata Ze Kai sedikit berbinar mendengarnya. Jika informasi itu benar, tanaman tersebut bisa menjadi kunci untuk meningkatkan kultivasinya dengan cepat, sehingga ia bisa segera menghadapi musuh-musuhnya. Ia tahu bahwa ia perlu mendapatkan informasi lebih lanjut tentang keberadaan tanaman itu.

Setelah selesai makan, Ze Kai mendekat ke arah pemilik kedai yang sedang menghitung uang di kasir.

"Maaf Pak, saya ingin bertanya sesuatu," ujarnya dengan suara lirih, agar tidak terdengar orang lain. "Tadi saya mendengar tentang tanaman yang disebut Bunga Langit Emas. Apakah Bapak tahu, di mana aku bisa mendapatkan informasi lebih lanjut tentang tanaman itu?"

Pemilik kedai melihatnya dengan pandangan yang penuh rasa hormat. Ia masih ingat betapa berharganya batu yang diberikan Ze Kai tadi.

"Ah, tentang Bunga Langit Emas ya, Tuan. Saya memang pernah dengar kabarnya. Jika Tuan ingin mencari informasi yang jelas dan terpercaya, sebaiknya pergi ke Kota Xiling yang berada tiga hari perjalanan dari sini. Di sana ada Rumah Lelang Besar Tian Xiang. Mereka tidak hanya melakukan lelang barang berharga, tapi juga menjual informasi penting dengan imbalan yang sesuai. Banyak orang datang kesana untuk mencari berita tentang hal-hal yang sulit ditemukan."

Ze Kai mengangguk dan berterima kasih. Ia membayar tagihannya dengan batu kecil lain yang tidak kalah berharga, membuat wajah pemilik kedai semakin bersinar. Setelah memastikan segala sesuatunya siap, Ze Kai segera melanjutkan perjalanannya menuju Kota Xiling.

-

-

-

Namun perjalanan yang awalnya lancar berubah menjadi penuh bahaya ketika Ze Kai memasuki jalan yang melewati hutan lebat dekat perbatasan kota. Udara yang biasanya sejuk dan tenang kini terasa berat dan penuh dengan aura energi yang tidak baik.

"Ze Kai, hati-hati!" suara Genesis terdengar dengan jelas di benaknya. "Ada beberapa orang yang mengikuti kita sejak tadi dari kedai. Seperti mereka berniat jahat kepadamu!"

Baru saja kata-kata Genesis selesai, 5 orang pria besar dengan wajah kasar muncul dari balik semak-semak menghalangi jalan Ze Kai. Di tengah mereka, berdiri seorang pria dengan wajah yang penuh kesombongan dan tongkat besi yang berat di tangannya.

"Kami sudah menunggu mu, orang bodoh!" teriak pria itu dengan suara kasar. "Kau benar-benar tidak tahu diri membawa batu berharga seperti itu dan berjalan sendirian di jalan yang sepi!"

Ze Kai berdiri dengan tenang, melihat mereka dengan mata yang tidak menunjukkan sedikit pun rasa takut.

"Aku tidak ingin membuat masalah. Jika kalian hanya ingin uang atau batu berharga, aku bisa memberikannya kepada kalian tanpa perkelahian."

Pria itu hanya menertawakan ucapan Ze Kai.

"Batu saja tidak cukup! Kami juga akan mengambil cincin yang kamu kenakan di tanganmu. Pasti ada banyak barang berharga di dalamnya! Selain itu, kami sudah diberitahu untuk membunuhmu jika kau tidak mau menyerah!"

Tanpa berlama-lama, salah satu preman menyerang dengan cepat. Tinjunya yang diperkuat dengan energi tanah menghantam udara dengan suara.

"SWOOSH"

Ze Kai hanya sedikit menyundul badan ke samping, menghindari serangan dengan jarak yang sangat tipis.

Sebelum preman itu bisa menyerang lagi, Ze Kai mengeluarkan tangan kirinya dengan cepat. Energi tanah mengalir dari telapak tangannya, membuat tanah di bawah kaki preman itu menjadi lunak seperti lumpur. Pria besar itu terpeleset dan jatuh dengan suara yang menggema.

"Kalian benar-benar ingin melakukan ini?" tanya Ze Kai dengan suara dingin, energi tanah mulai mengelilingi tubuhnya.

"Tidak ada gunanya berbicara banyak!" teriak pemimpin mereka, mengangkat tongkat besinya yang segera diperkuat dengan energi besi. Ia menyerang dengan gaya besar, mencoba menghantam Ze Kai dari atas.

Ze Kai dengan cepat membuat tembok batu tipis namun kuat di depannya. Tongkat besi menghantam tembok dengan suara "CRACK", membuat batu retak namun tidak hancur. Sambil masih menghadang serangan itu, Ze Kai mengeluarkan tangan kanannya. Energi air dari udara lembap di sekitarnya berkumpul menjadi beberapa butiran es yang melesat dengan cepat, mengenai tangan dan kaki para preman yang ingin menyerang dari sisi.

Dua orang preman terjatuh dengan merintih kesakitan, sementara yang lain mencoba menyerang dengan serangan energi api yang membara. Ze Kai dengan mudah mengendalikan energi air untuk membentuk tirai air tipis yang membungkus tubuhnya, menghalangi nyala api yang datang padanya.

Pemimpin mereka melihat bahwa serangan mereka tidak berhasil dan menjadi semakin marah. Ia mengumpulkan seluruh energinya ke tongkat besinya, membuatnya menyala dengan cahaya merah menyala.

"SERANGAN TONGKAT API!" teriaknya dengan keras, menyerang dengan kekuatan yang jauh lebih besar dari sebelumnya.

Ze Kai tahu bahwa ia tidak bisa hanya bertahan di belakang perisai. Ia mengambil napas dalam-dalam, menggabungkan energi tanah dan air yang ia kuasai. Ia membuat bentuk seperti tombak besar dari tanah yang dilapisi dengan lapisan es yang tajam, kemudian melemparkannya dengan kecepatan tinggi.

Tombak itu tepat mengenai tongkat besi yang sedang datang menghantamnya, membuat ledakan besar yang menyebarkan percikan api dan es ke segala arah. Pemimpin preman terpental mundur dengan tubuh yang terbakar sedikit oleh energi yang tumpang tindih, sementara tongkat besinya terbang jauh ke dalam semak-semak.

Sisa preman melihat bahwa pemimpin mereka telah dikalahkan dan mulai panik. Mereka mencoba berlari menjauh. Namun Ze Kai dengan cepat membuat dinding tanah yang menghalangi jalan mereka.

"Aku tidak akan membunuh kalian," ujar Ze Kai dengan suara tenang. "Tapi aku perlu tahu, siapa yang menyuruh kalian untuk menyerang ku?"

Pemimpin preman yang terluka berdiri dengan susah payah, wajahnya penuh rasa takut dan malu.

"Kami... kami diberitahu oleh seseorang dari aliran Naga Hitam. Mereka bilang kalau ada yang membawa barang berharga, harus diambil dengan paksa!"

Ze Kai mengangguk perlahan, sudah menduga bahwa ada hubungan dengan aliran itu. Ia membuka jalan bagi mereka untuk pergi.

Namun sebelum itu, Ze Kai memberi peringatan kepada mereka.

"Beritahu mereka yang menyuruh kalian. Aku tidak akan pernah menyerah begitu saja. Dan suatu hari nanti, aku akan datang untuk menghadapi mereka semua."

Setelah para preman berlari menjauh dengan cepat, Ze Kai melanjutkan perjalanannya. Ia tahu bahwa semakin dekat ia dengan tujuan, semakin banyak bahaya yang akan menghalanginya.

-

-

-

Bersambung..

1
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
orang dewasa tau resikonya memilih lari, kalo anak2 pantang pulang sebelum menang
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
apa senjata leluhur?
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
nih biar yu sdar yg suka petualang itu anak kecil 😂
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
namanya sekarang jadi kai yu
Sangat Licin
tjakeup
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!