Karina memilih untuk pergi meninggalkan rumah karena tidak mau dijohohkan dengan pria yang tidak Ia sukai.
Johan adalah sahabat baik Karina sejak kecil. Ia menemani Karina pergi ke kota dan rela meninggalkan keluarganya.
Mereka dipertemukan dengan cinta mereka masing-masing, namun mereka tidak ingin berpisah satu sama lain.
Dapatkah mereka mendapatkan kebahagiaan, Sahabat dan Cinta secara bersamaan!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Thrye, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Khawatir
Karina hari ini mulai bekerja menjadi asisten tante Dewi. Ia merasa senang bisa belajar banyak hal dari pekerjaan barunya. Ia juga sangat kagum dengan desain-desain yang dibuat oleh Dewi.
" Bagaimana Rin? Apa kamu suka bekerja disini? Mudah-mudahan kamu betah disini ya? " Ucap tante Dewi penuh harap.
" Aku suka banget disini Kak, sepertinya aku bakal betah disini. Aku bisa belajar agar bisa membuat baju yang cantik-cantik seperti Kak Dewi. " Jawab Karina dengan senyum manisnya.
" Kamu bisa saja ya ngomongnya, masih banyak desainer yang lain. Bahkan baju mereka lebih cantik, jadi jangan cepat merasa puas dengan apa yang kamu kerjakan sekarang. " Pesan tante Dewi sambil berbalik dan berjalan melihat baju di sekeliling tokonya.
Saat waktu makan siang Karina berencana pergi mencari makan yang dekat dengan butik. Namun baru saja keluar pintu Ia menabrak seseorang dan membuatnya terjatuh.
" Ahhh,,, " Rintih Karina.
" Sorry,,, gue ngga sengaja, apa elu baik-baik saja? " Ucap laki-laki yang menabrak Karina.
" Ahh,, suara ini,,, " Batin Karina. Ia menoleh ke atas dan terkejut dengan apa yang Ia lihat.
" Elu!! " Ucap Karina terkejut.
" Dunia memang sempit ya Rin,, akhirnya kita bisa ketemu lagi, apa elu baik-baik saja? " Tanya Adit yang merasa senang bertemu lagi dengan Karina. dan mengulurkan tangannya.
" Ahh,, ngga apa-apa, gue baik-saja kok. ." Jawab Karina yang berdiri tanpa menerima uluran tangan Adit.
" Elu ngapain disini? Bukannya disini terlalu jauh dari tempat tinggal elu? " Tanya Adit penasaran. .
" Owh,,, gue disini cuman main saja kok, kebetulan baju disini bagus-bagus jadi gue mampir buat lihat-lihat. " Jawab Karina berbohong. " Eh,, darimana elu tau dimana tempat tinggal gue sekarang? " tanya Karina teringat apa yang dikatakan pria itu.
" Gue sudah tahu semua tentang elu Rin. " Jawab Adit.
" Terserah elu tau apa tentang gue, tapi gue mohon sama elu untuk menjauh dari gue. Permisi gue mau pergi." Ucap Karina berbalik meninggalkan Adit.
Adit hanya tersenyum melihat sikap Karina, Ia berjalan mengikuti langkah Karina dengan langkah lebar namun perlahan.
" Hey,,, buat apa elu ngikutin gue? Tolong pergi dari sini sekarang juga. " Perintah Karina namun tak dihiraukan Adit.
" Pergilah sesuka hati elu, disini tempat umun dan gue cuman mau berkeliling. Apa ada masalah? " Jawab Adit acuh tak acuh dengan wajah kesal Karina.
" Baiklah, tapi jangan mengikuti kemana gue pergi. " Sentak Karina.
" Gue ngga ngikutin elu, gue juga pergi ke arah sini jadi jangan berfikir yang tidak-tidak. " Ucap Adit dengan senyum yang menyebalkan.
" Okeey, terserah elu." Karina berjalan pergi meninggalkan laki-laki itu.
Karina pergi ke tempat makan dipinggiran jalan yang dekat dengan tempat Ia bekerja. Namun Adit masih mengikuti dan ikut duduk dihadapannya. Karina tak memperdulikan keberadaan Adit dan dengan santainya memakan makanan yang ada didepannya.
" Gimana gue mau balik ke butik kalo dia selalu mengikutiku? bisa berabe kalo dia tau kalo gue kerja disini. " Batin Karina memikirkan apa yang harus Ia lakukan agar bisa menjauh dari Adit.
" Elu ngga usah mikirin buat menghindar dari gue, karena gue tahu semuanya Rin. Jaga diri baik-baik dan semangat kerjanya ya? Sekarang gue balik dulu. " Ucap Adit dan berdiri meninggalkan Karina.
" Achh,, apa maksudnya? apa dia sudah tau kalo gue kerja disini? " Pikir Karina bingung dengan ucapan Adit, Ia pun segera menghabiskan makanannya.
" Sudah Bu, berapa semuanya? " Tanya karina kepada pemilik warung.
" Sudah dibayar sama temannya yang tadi mbak. " Jawab ibu-ibu pemilik warung.
" Pasti Adit! " Pikir Karina. " Ohh,, terimakasih Bu. " Ucap Karina memasukkan dompetnya kembali kedalam tas. Ia kembali dan menyelesaikan pekerjaannya hari ini.
....................................
Hari sudah sore dan Karina memutuskan untuk pulang dengan naik kereta. Ia jarang sekali bepergian dengan kendaraan umum, namun Ia nekad agar tidak selalu merepotkan sahabatnya. Baru melewati 3 stasiun kereta Karina langsung terlelap tidur. Ia tersadar karena dibangunkan oleh petugas kereta.
" Permisi mbak,,, mau turun dimana? " Tanya petugas kereta.
"Ahh saya ketiduran, maaf pak ini dimana ya?" Tanya Karina bingung.
" Ini sudah di Depok mbak, apa mbaknya ngga mau turun? " Petugas kembali bertanya.
" Iya, terimakaasih ya pak." Ucap Karina dan segera turun dari kereta.
" Aishh, bagaimana ini? Gue malu kalo mau bilang kelewatan stasiun. Aku harus nunggu diarahbyang mana ya? " Pikir Karina, Ia langsung duduk di salah satu bangku yang banyak orangnya. Ia pun bertanya kepada salah satu orang yang ada disana dan mengikuti arahan yang diberikan.
" Baiklah, gue harus fokus jangan sampai ketiduran lagi. " Karinan memberikan penyemangat untuk dirinya sendiri. Namun karena suasana disana sangat sepi dan Ia juga merasa lelah akhirnya Ia kembali memejamkan matanya.
.......................................
Hari ini Johan bisa pulang lebih cepat, Ia juga tidak ada jadwal menyanyi dicafe. Waktu sudah lewat jam 7 malam, namun Ia melihat Karina belum kembali. Akhirnya Ia hanya menunggu didepan rumah dengan memainkan Hp ditangannya.
" Drrtt,, drtt.,, drtt,, " Hp Johan bergetar berharap bahwa itu Karina.
" Sayang, kamu dimana? kita jadi makan keluar ngga nih? " Suara sari seberang telfon ternyata Siska.
" Ooh iya gue lupa. Hari ini gue capek banget sayang, besok saja ya, pulang kerja gue langsung jemput kerumah. " Jawab Johan berbohong, Ia tak mau Siska marah karena difikirannya sedang memikirkan Karina.
" Yaudah deh ngga apa-apa, sekarang kamu langsung istirahat saja ya, sampai ketemu besok sayang. " Saut Siska penuh pengertian.
" Okeey byeee,, " Jawab Johan dan mematikan sambungan telfonnya.
Baru saja berdiri dari duduknya, Hp Johan kembali bergetar.
" Jooo,,, elu dimana?? Gue capekk!!" Keluh Karina dari seberang telfon.
" Elo kenapa?? Dimana sekarang? " Tanya Johan yang khawatir dengan Karina.
" Stasiun manggarai,,,," Ucap Karina terputus.
" Tunggu disitu dan jangan kemana-mana!!! " Perintah Johan dan langsung mematikan telfonnya.
Ia pun langsung mengenakan helm dan bergegas melajukan motornya ketempat dimana Karina berada. Ia hanya mengenakan kaos oblong dengan celana pendek bahkan Ia lupa untuk memakai Jaket. Johan tak merasakan dinginnya malam yang menusuk sampai ke tulang, Ia hanya ingin segera menemukan Karina.
Sampai di stasiun Ia berlarian mencari keberadaan sahabatnya, disudut pintu keluar terlihat seorang wanita duduk dengan memeluk lututnya. Johan pun menghembuskan nafas panjang dan menghampirinya.
"Elu ngapain disini?? " Tanya Johan terlihat tenang, padahal dadanya masih merdetak tak beraturan.
" Ahhhh,,, akhirnya datang juga! " Ucap Karina merasa lega.
" Apa yang terjadi? Apa ada yang mengganggumu? " Tanya Johan yang berusaha terlihat tetap tenang.
" Ngga ada yang gangguin gue, cuman gue bolak balik naik kereta dan ketiduran terus. "Jawab Karina.
" Dasar!! " Keluh Johan dan mendaratkan jitakan dikepala Karina.
.............................................
bersambung,,,,,,,,
semangat berkarya. jgn lupa feedback-nya ya hehe😁🤗🤗
salam dari khilaf Sang CEO
kutunggu kelanjutan boomlike kk di karyaku Who is He, ya😄💕
Saling dukung🌹