"Naura kamu itu ngapain aja sih dari pagi, kenapa belum ada makanan, ibu sudah lapar nih" ucap seorang wanita bertubuh gemuk yang marah marah kepada menantu nya
"iya bu ini Naura baru mau masak, tadi Naura cuci baju dulu makanya belum sempat masak" ucap Naura berlari menghampiri mertua nya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kyranachia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 32
Bagas dan arini pun sampai di rumah sakit, mereka bergegas turun dari mobil dan menuju tempat yang mereka tuju
Hari ini dinda lagi dan lagi di telp oleh keluarga nya, dia sudah bilang berkali kali bahwa dia benar benar tidak punya uang sekarang, tetapi tetap saja Marni dan arif tidak percaya
"harus berapa kali lagi aku bilang bahwa aku tidak memegang uang sepeser pun bu " ucap dinda kesal
"pokoknya ibu tidak mau tau kamu harus kirim kan ibu uang hari ini juga " ucap marni dan langsung mematikan telp nya
dinda hanya bisa menghela nafas nya dengan kasar "kenapa sih ibu tidak mengerti sama sekali, padahal aku kerja juga sekarang karena ulah bang arif, tetapi justru sekarang mereka terus terusan meminta uang dari ku
Padahal ada benar nya omongan kak Naura kalau bang arif bisa saja cari pekerjaan kasar di kampung, bang arif seperti sengaja sekali tidak ingin bekerja " ucap dinda kesal
dinda pun ingin berangkat kerja, dia sudah lelah terus terusan di mintai uang, sampai akhir nya dia memutuskan untuk tidak menuruti keinginan Marni saat ini
~•~•~•
sedangkan di tempat lain arif izin keluar sebentar untuk menemui ayu "kamu ini Rif, kan ibu sudah bilang jangan berhubungan sama dia, ibu tidak suka sekali Rif melihat nya, lihat saja pakaian nya sudah pasti dia sudah tak pe*awan padahal dia belum pernah menikah , memang nya kamu mau dapat bekas orang lain? " ucap Marni yang lagi lagi memarahi arif
"bu... kan arif sudah bilang berkali kali sama ibu, kalau arif hanya main main saja sama dia, arif tidak ada niatan untuk menikahi dia " ucap arif kesal
"terserah kamu lah " ucap Marni meninggal kan arif ke kamar nya
arif pun tetap pergi tak mau mendengarkan perkataan ibu nya, saat dia sudah sampai rumah ayu, ayu mengajak arif ke tempat saudara nya
"mas kita ke rumah saudara ku ya, agar kita aman kalau mau minum minuman " ucap ayu sambil bersikap manja
"memang nya kalau di rumah mu kenapa sayang? " tanya arif penasaran
"ya kan kamu tau sendiri mas, kalau di rumah ku ada adik ku dan ibu ku yang lumpuh " ucap ayu cemberut
"oh baiklah kalau gitu kita ke rumah saudara mu saja " ucap arif mengusap kepala ayu
“lihat saja mas aku yakin kali ini kamu tidak bisa mengelak untuk menikahi ku ”ucap ayu tersenyum licik, dia berniat untuk menjebak arif karena arif tak pernah menikahi nya hanya janji janji saja, sedangkan dia takut rahasia nya keburu terbongkar semua ke orang orang
"ayo kita jalan sekarang " ucap arif yang sudah berada di atas motor nya
"iya mas aku naik ya " ucap ayu sambil menaiki motor butut arif
mereka pun berangkat menuju rumah saudara ayu, ayu yang sudah ada rencana pun sudah tak sabar lagi
~•~•~•
Naura saat ini sudah berada di kantor nya, dia sedang bingung mengapa di meja nya banyak sekali makanan, Naura pun memanggil bram untuk menanyakan itu
"iya bu Naura ada yang bisa saya bantu? " ucap bram dengan sopan
"ini makanan siapa bram? kenapa ada banyak makanan di meja makan saya? " tanya Naura bingung
"itu bu, makanan itu dari pak kenzo tadi asisten nya yang mengantar nya, pak Gilang " ucap bram
"oh baiklah bram, tapi ini banyak sekali bagaimana aku menghabis kan nya " ucap Naura kebingungan
"bram ini untuk mu saja, dan ini bawa untuk dinda suruh dia makan " ucap Naura sambil kasih beberapa makanan
"apakah dinda anak IT bu? " tanya bram sopan
"iya adinda meisya, cepat kamu antar kan bram " ucap Naura sambil duduk di bangku nya
"baiklah bu terimakasih atas makanan nya saya permisi dulu" ucap bram
"iya bram sama sama " ucap Naura tersenyum
dan benar saja tak lama kemudian kenzo menelfon Naura ‘halo sayang... bagaimana apa kamu sudah di kantor? ’tanya kenzo di telp
‘iya mas sudah, apa benar kamu yang membawakan aku makanan di meja makan ku? ’tanya Naura penasaran
‘iya sayang tadi aku suruh Gilang untuk mengantar kan ke kantor mu, tapi kata Gilang kamu belum ada di kantor’ucap kenzo senyum
‘iya mas aku baru saja sampai, Terimakasih banyak ya mas makanan nya, tapi makanan nya terlalu banyak tadi aku tidak sanggup menghabiskan nya , jadi sebagian aku kasih kepada bram dan juga dinda ’ucap Naura takut kenzo marah
‘iya sayang tidak apa apa, aku membawakan kamu makanan sebanyak itu agar kamu tidak sakit lagi dan tidak lupa makan, kalau memang tak sanggup menghabis kan nya tidak masalah kamu kasih ke yang lain ’ucap kenzo tersenyum
‘iya mas aku pasti akan makan makanan dari kamu ini kebetulan aku belum sarapan, mamah dan papah sudah pergi dari pagi entah ke mana ’ucap Naura sambil membuka makanan dari kenzo
‘oh iya sayang makan ya yang banyak, itu semua mamah yang masak spesial untuk calon menantu nya ’ucap kenzo tersenyum bahagia
Naura pun terkejut‘wah... benar kah itu?, baiklah akan aku habis kan kalau memang makanan ini dari mamah ’ucap Naura senang
‘iya sayang kamu makan lah dulu aku ingin pergi ke luar sebentar bersama Gilang ’ucap kenzo
‘baiklah mas hati hati ya ’ucap Naura tersenyum lembut
‘iya sayang love you assalamu'alaikum’ucap kenzo yang mulai terbiasa dan tak malu lagi
‘love you too mas kenzo waalaikumsalam’ucap Naura membuat kenzo senang
telp pun berakhir Naura mulai memakan makanan yang di siapkan oleh tania
~•~•~•
sedangkan di tempat lain arini sangat bahagia sekali saat mendengar penjelasan dokter bahwa sembilan puluh sembilan persen hasil nya dinda positif anak arini yang hilang
saat sudah berada di mobil arini sangat gemeteran, dia benar benar tak menyangka adik dari mantan suami sang anak adalah anak kandung nya sendiri
"MasyaAllah pah... mamah sama sekali tidak menyangka bahwa feeling mamah benar bahwa dinda adalah Annisa " ucap arini terus terusan menangis karena bahagia
"iya mah alhamdulillah papah juga bahagia sekali, tapi mah papah ingin bicara sesuatu yang penting kepada mamah " ucap bagas serius
"bicara apa pah? " tanya arini dengan wajah yang sangat penasaran
"papah ingin mamah merahasiakan hal ini dulu dari Annisa dan semua anak kita , papah ingin cari tahu dulu siapa kah orang yang menculik anak kita, apakah orang itu bu Marni mantan besan kita, takut nya kalau semua anak kita tau tentang hal ini papah jadi tidak bisa mencari tau siapa orang itu mah" ucap bagas menjelaskan panjang lebar maksud diri nya agar arini tidak salah paham
apa.bedanya rani dan tifani?