sosoknya begitu nyata... Dia nyata tepat berada didepan mataku saat ini, menatapku dengan tatapan tajamnya seketika membuatku terlena. Aku menangis ketakutan, takut! saat aku membuka mata sosok itu akan menghilang. jika ini mimpi aku tidak akan bangun, ini mimpi yang begitu indah dan tak akan kubiarkan menjadi ilusi tapi sesuatu seakan menamparku bahwa itu hanyalah delusiku_Caroline grace.
Cintai aku dengan semua kemampuanmu maka aku akan mencintaimu lebih dari aku mencintai diriku sendiri. jangan pergi! karena aku tidak akan membiarkanmu beranjak walau hanya selangkah_Arkana ivander
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon queenbee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
35 (humm)
"sudah mau pulang?" kevin masuk melihat caroline membereskan tasnya.
caroline mengangguk dan tersenyum
"iya... hari ini adalah hari baik. dan aku akan menyambutnya." setidaknya hari ini, hari yang membahagiakan di hidupnya.
kevin heran melihat raut bahagia yang terpancar disana dan hanya mengangguk membalas dengan senyum.
"aku duluan yaa vin. tuan jonas sudah mengirimkan pesan untukku"
"ah iya. hati-hati car"
"bye kevin" caroline tersenyum sambil menutup pintu.
kevin menghela nafas, sebenarnya apa yang dimiliki oleh gadis itu. terlalu fleksibel jika ayahnya mengirimkan seorang anak kedalam perusahaan yang sebenarnya adalah rivalnya-terlalu banyak yang kevin pikirkan hingga tidak menyadari Arkana yang dibelakangnya.
"Kau kenapa?" Arkana berjalan menuju sofa dan menghempaskan tubuhnya.
"kenapa tiba-tiba datang? harusnya kau tidak perlu membuatku terkejut!" gerutu kevin dan duduk didekat Arkana dan pria dingin itu hanya memejamkan matanya.
"kau kenapa?" kevin sadar. sikap Arkana tidak seperti biasanya, mungkin jika sekarang Arkana akan mengejek dirinya atau menghina seperti biasanya tapi hari ini sangat berbeda. tatapan dingin pria itu redup.
"seperti biasa, mulutmu sariawan!'' kesal kevin melihat Arkana tidak kunjung membuka mulutnya.
Arkana menyenderkan kepalanya sambil memejamkan matanya. rasa nyaman yang tengah ia rasakan sekarang, perlu membuat dirinya merasakan sensasi yang jarang ia rasakan. sama halnya dengan kevin, ia ikut terdiam. perubahan suasana tidak memengaruhi ketenangan mereka.
"Tuan grace... aku bertemu dengannya!" setelah sekian lama Arkana mulai bercerita.
"aku tahu!" kevin tidak terkejut dengan berita itu, salah satu staff sekretaris memberikan laporan padanya.
"Dia sama sekali tidak menginginkan kontrak kerja sama!" mengingat ketika dirinya bertemu dengan tuan Grace yang tidak membicarakan kontrak "Dia layaknya penasaran tentang perusahaan ivander A di negara xxx." mendengar itu kevin menoleh padanya.
"Ada apa dengan... itu milikmu.
tidak ada campur tangan dengan perusahaan ini!" kevin tahu Arkana sangat bekerja keras membangun perusahaannya setelah Ivander group tentunya "Jangan gegabah dalam bertindak, dia akan mencium gelagat kita jika tiba-tiba mengirimkan orang kesana."
"kita tidak perlu mengirim seseorang, tapi bagaimana jika orang yang dia kirim kita kirim kembali?" senyum dalam dan kesinisan membuat kevin gencar.
"siapa yang kau maksud? aku sudah bilang dia tidak seperti yang kau kira kan!" kesal kevin dengan pemikiran sempit Arkana.
"Apa kau mengenalnya vin? kau belum lama mengenalnya kan? kita tidak tahu seperti apa dia... bisa saja dia memakai tipu muslihat untuk menggaet korbannya!" nada bicara tak suka Arkana membuat kevin bungkam.
semua yang ia katakan benar. kevin tidak mengenalnya. jadi dari segi mana dari dirinya harus percaya? kedatangan gadis itu membuatnya merasa jijik. ketika datang sebagai anak dari tuan Grace? apa ini kisah ftv-ftv yang pada umumnya, pada awalnya saling membenci dan mereka berakhir bersama dan berjaya?! ini kenyataan dan tidak seindah ftv.
"buka matamu! kau tidak seharus dibutakan oleh kepolosannya!" Arkana bangkit meninggalkan kevin yang terdiam.
Aku tidak tahu. apa yang harus aku lakukan? terlalu rumit untuk dicerna.
kevin mengusap rambutnya gusar. melihat pintu kembali terbuka menampilkan jonas yang menatapnya datar disana.
lagi dan lagi kenapa selalu berada diruangan ini? sebelumnya mereka bahkan tak pernah menginjakkan kaki dan sekarang bahkan tak pernah absen datang kemari! dunia memang sudah berubah.
"jon... ceritakan semuanya!" keluh kevin.
jonas duduk dan mulai menceritakan garis besarnya saja bahwa tuan grace sepertinya menginginkan perusahaan Ivander A karena air muka dari pria paruh baya itu terlihat sangat serius.
"ok. tapi apa uncle sam bertemu dengan kana?"
"iya tuan. mereka sudah bertemu"
"awasi dikeluarga itu. jangan sampai terlewat satu detik saja! kau tahu kan dengan apa yang aku maksud?" mereka sekarang berbicara layaknya dengan tugas masing-masing. tidak ada kesan bercanda dalam nada bicara mereka.
"baik tuan"
"huum"
Jangan lupa jaga kesehatan ya Kak🤗
Semangat Kak 💪💪💪💕💕💕
udah lama nungu. novel favorit apalagi visualnya my love sehun. making nyaman bacanya
Terimakasih Kak Queenbe dah Update cerita nya