Menjadi pembantu bukanlah rencana awal Sukma mencari pekerjaan. Setidaknya dengan bekal ijazahnya yang hanya tamat SMA.
Dia berharap bisa bekerja menjadi buruh pabrik, atau karyawan swasta. Himpitan ekonomi memaksa dirinya untuk segera mendapatkan pekerjaan.
Hingga akhirnya seseorang menawarkan pekerjaan sebagai asisten rumah tangga. Tanpa pikir panjang Sukma menerima tawaran kerja yang cukup jauh dari kampung halamannya.
Gimana ya kelanjutan hidup Sukma Ajeng sebagai Asisten Majikan Bulenya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ninaammar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Curiga
"Richard, dari mana saja kalian?" tanya Elizabeth, melirik mobil Richard. Belle turun membuka pintu depan, bersamaan dengan Sukma. Yang membuka pintu belakang mobil.
''Richard kenapa kamu tidak membukakan pintu mobil untuk Belle?" tanya Elizabeth, yang menurut Richard sangatlah berlebihan.
"Belle, bukan anak kecil, Mommy. Dia bisa melakukannya sendiri.'' jawab Richard. Cukup membuat hati mommynya kecewa.
"Richard benar, Tante. Belle bisa melakukannya sendiri." jawab Belle, melirik Sukma yang turun dari kursi belakang. Elizabeth melihat kemana ekor mata Belle tertuju.
Elizabeth tahu, jika Belle ingin menunjukan rasa kecewanya pada putranya itu. Lewat bahasa tubuhnya, lalu ia pun segera menegur sikap dingin putranya pada Belle.
"Jangan kamu samakan Belle dengan Sukma, Richard. Belle itu calon istri kamu, dan Sukma hanya pelayan disini. Sudah sewajarnya kamu memperlakukan Belle dengan istimewa." protes Elizabeth, mengingatkan putranya. Yang sampai saat ini masih saja bersikap dingin terhadap Belle.
"Sukma! Kamu sudah sehat?" tanya Elizabeth, menginterupsi langkah Sukma yang ingin masuk kedalam. Sukma hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
Elizabeth merasa jika ada sesuatu, diantara Sukma dan Richard. Lalu ia pun mengikuti langkah mereka yang masuk bersamaan.
''Sukma, sebelum tidur jangan lupa bersihkan dirimu! Dan ini vitamin yang harus kamu minum." titah Richard. Sukma menerima kantong obat dari tangannya.
Entah kenapa aku merasa jika Richard begitu respek terhadap pelayan itu. Sedekat apa Richard dengannya? Tapi dia malah bersikap sebaliknya dengan Belle. Aku akan cari tahu sendiri, anak itu memang sulit sekali diatur. Aku tidak akan membiarkan Richard melangkah di jalan yang salah seperti dulu dia bersama Agatha.
Ucap Elizabet bermonolog pada hatinya. Menatap gerak punggung putranya yang menghilang dari balik pintu.
"Sakit apa kamu, Sukma?" tanya Elizabeth dari belakang. Membuat Sukma berhenti dan menoleh, menjawab pertanyaan Nyonya besarnya.
"Sa....say___" Sukma gugup tidak tahu harus jawab apa. Sebab dokter tidak mengatakan jika dia sakit.
Dia hanya butuh istirahat diawal kehamilannya. Tidak mungkin Sukma menjawab jika dirinya hamil. Dan jika ditanya siapa yang telah membutnya hamil? Apa Nyonya besarnya percaya. Jika putranya lah yang melakukan itu padanya.
"Sukma, hanya kelelahan, Mommy. Dia terlalu capek di dapur, setelah acara makan malam kemarin." ucap Richard, dari lantai atas. Sebelum masuk kedalam kamar. Ketiga wanita yang berada di lantai bawah mendongak keatas. Menatap Richard dengan tatapan ambigu.
"Heran, Mommy tanyanya sama Sukma. Malah kamu yang teriak dari atas. Anak itu selalu saja bikin pusing." lirihnya menggerutu melihat pintu kamarnya telah tertutup.
"Ya sudah. Kamu istirahat! Jangan lupa makan, lalu minum obatnya. Kalau kamu sakit siapa yang akan mengurus pekerjaan rumah." perintah Elizabeth pada asisten rumahnya.
"Baik, Nyonya.'' jawab Sukma menundukkan kepalanya. Seraya melirik Belle dengan tatapan takut.
Elizabet mengajak Belle duduk di sofa tamu. Mengajaknya ngobrol, dan bertanya padanya. Kemana saja seharian ini Richard pergi bersamanya. Sebelum menjemput Sukma di rumah sakit.
Belle pun menceritakan kemana saja putranya itu mengajaknya pergi. Dan berakhir pulang bersama Sukma. Saat pihak rumah sakit menghubunginya, jika Sukma sudah boleh pulang.
Bisa saja Richard meminta Jimmy, untuk menjemput asisten rumahnya di rumah sakit. Tapi itu tidak dia lakukan, karena dia sendiri ingin tahu bagaimana keadaan Sukma. Bagaimanapun Richard bertanggung jawab, atas apa yang saat ini Sukma alami.
"Belle, sebaiknya pertunangan kalian dipercepat saja. Tante takut Agatha akan merusak semuanya." ucap Elizabeth. Memberi solusi. Belle tersenyum senang. Mendengar rencana Elizabet, untuk mempercepat acara pertunangannya dengan Richard.
"Belle tidak keberatan, Tante. Tapi bagaimana dengan Richard, apa dia setuju?" tanya Belle.
Sementara Richard, hanya bisa bicara dengan Sukma melalui telepon genggamnya saja. Keberadaan Elizabeth, dan yang lainnya yang membuat interaksi mereka terbatasi.
~ Sukma, kamu sudah tidur?
Richard.
~ Belum
^^^Sukma^^^
~ Atau kau menginginkan sesuatu?
Tanya Richard melalui pesan singkatnya.
Richard
~ Tidak.
Balas Sukma singkat.
^^^Sukma^^^
~ Mulai sekarang kau tidak perlu takut. Katakan apa yang kau inginkan? Aku akan meminta Jimmy untuk memberikan yang kamu butuhkan.
Richard
Tulisnya lagi untuk Sukma.
~ Aku ingin pulang ke rumahku.
^^^Sukma^^^
Balas Sukma, memberi jawaban atas pertanyaan tuannya. Apa yang sebenarnya dia inginkan. Sukma menghapus jejak basah di kedua pipinya. Lama Sukma melihat layar ponselnya. Tuannya tak kunjung membalas pesan terakhirnya.
Sukma kembali teringat, akan kejadian di rumah sakit beberapa jam yang lalu. Saat Richard datang menjemputnya.
''Sukma, maaf. Kau pasti bosan mendengar permintaan maafku. Harusnya aku yang membawamu ke rumah sakit. Bukan Jimmy, karena aku yang telah membuatmu seperti ini." ungkap Richard merasa bersalah. Atas apa yang terjadi pada Sukma.
Mungkin Sukma sudah terlalu jengah, yang hanya mendengar kata maaf dari tuannya. Tanpa melakukan tindakan yang jelas. Setidaknya yang Sukma butuhkan saat ini adalah bentuk tanggung jawabnya.
"Saya mau ke toilet sebentar," pamit Sukma keluar dari ruang perawatan.
"Saya tunggu di luar." ucap Richard. Lalu Belle masuk kedalam, setelah Richard menghilang dari balik dinding. Menunggu Sukma keluar dari toilet, terdengar suara kran air mengalir lalu kembali hening. Tidak lama kemudian Sukma membuka pintu toilet, mendapati Belle berdiri menunggunya.
"Nona Belle, Anda disini?" tanya Sukma bingung.
"Ya, bukan hanya Richard saja yang khawatir padamu. Tapi Saya juga. Saya khawatir jika rencana pertunangan Saya gagal. Karena banyaknya derama yang kau ciptakan. Untuk mencari perhatian Richard, atau kau sengaja menarik simpatik tuanmu. Dengan menawarkan dirimu, seperti yang ada dalam vidio ini?" papar Belle menunjukkan ponsel miliknya.
Sukma tidak menyangka jika kejadian di dalam mobil saat itu sengaja direkam seseorang. Dan kini Sukma melihat sendiri. Dirinya tengah bertukar saliva dengan tuannya. Malu itulah gambaran wajah Sukma saat ini.
Sukma sendiri ingat, Richard sempat keluar dari mobil. Dan mengejar pelaku yang berhasil merekam setelah adegan berdurasi beberapa detik itu terjadi.
"Jadi, selain pekerjaan mu menjadi seorang asisten rumah. Kau juga merangkap menjadi partner pribadi tuanmu untuk____"
"Cukup....! Nona tidak perlu mengatakan sesuatu. Yang Anda sendiri tidak tahu dengan jelas apa yang sebenarnya terjadi.
"Dengar, Sukma! Sebelum keluarga Richard tahu masalah ini. Harusnya kamu sadar diri, dimana seharusnya kamu menempatkan diri. Kau sudah melewati batasan mu yang seharusnya." ucap Belle dengan nada penekanan. Setelah puas mengatakan apa yang ingin Belle ucapkan saat itu. Tapi keinginannya terhalang, karena Jimmy lebih dulu melarangnya karena Sukma sudah tertidur.
Tubuhnya yang lelah, hati dan pikirannya yang kacau memaksa dirinya untuk larut kedalam mimpi. Melepaskan sejenak beban yang menghimpit dadanya hingga terasa sesak.
Hingga waktu berlalu, dan dilihatnya nomor whatsapp milik Richard tidak lagi online. Sukma melempar ponselnya asal. Dan memejamkan kedua matanya, ia pun tertidur hingga pagi menjelang.
🌷🌷🌷🌷
Maaf untuk semua pembaca yang sudah sempatkan diri membaca karya amatirku.
Otor telat atau lama up karena kondisi badan kurang fit. Pulang kerja langsung tidur, sementara satu bab dulu.
Otor usahakan 2 bab sehari. Jangan lupa hari kamis pengundian pemenang pulsa dari otor. Dan diumumkan di hari jumat. Jika nama akun yg sudah saya sebutkan, tidak chat secara japri. pemenang dianggap gugur dlm waktu 1×24 jam.
Semoga beruntung......
Salam sht slu ^NNM^😘😘😘
Apakah nanti nya Richard akan tetap menjadi suami Sukma atau Sukma akan meninggalkan Richard, jika janin dalam kandungan Sukma dikeluarkan secara paksa karena kejahatan Belekan.
I only love you forever, to my beloved wife, whatever happens, don't leave my life honey.
An empty street, an empty house
A hole inside my heart
I'm all alone, the rooms are getting smaller
I wonder how, I wonder why
I wonder where they are
The days we had, the songs we sang together, oh, yeah
And oh my love, I'm holding on forever
Reaching for the love that seems so far
So, I say a little prayer
And hope my dreams will take me there
Where the skies are blue
To see you once again, my love
Overseas, from coast to coast
To find a place I love the most
Where the fields are green
To see you once again, my love
I try to read, I go to work
I'm laughing with my friends
But I can't stop to keep myself from thinking, oh, no
I wonder how, I wonder why
I wonder where they are
The days we had, the songs we sang together, oh, yeah
And oh my love, I'm holding on forever
Reaching for the love that seems so far
So, I say a little prayer
And hope my dreams will take me there
Where the skies are blue
To see you once again, my love
Overseas, from coast to coast
To find a place I love the most
Where the fields are green
To see you once again
To hold you in my arms
To promise you my love
To tell you from the heart
You're all I'm thinkin' of
I'm reaching for the love that seems so far
so, I say a little prayer
And hope my dreams will take me there
Where the skies are blue
To see you once again, my love
Overseas, from coast to coast.