kisah seorang pria yang terlahir kembali ke dalam novel tahun 80 an dan harus menjadi antagonis yang menyukai protagonis wanita , terlahir kembali dia mengabaikan protagonis wanita yang menye-menye dan lebih memilih wanita desa yang patuh dan lemah lembut..
bagaimanakah kisahnya? jangan lupa mampir ya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aisyah_army7, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
story 4
Daniel yang mendapatkan dukungan serta dapat mengunakan mobil ferari langsung menjadi semangat 45
" ku kira setelah di marahi ayah mu, kau tidak akan berani ikut lagi " ucapnya menyidir Daniel
" mobil yang bagus akan segera menjadi milik ku " tambahnya dengan percaya diri
" mimpi "
" mari kita liat saja "
" semuanya bersiap diposisi 1,2,3 mulai "
kedua mobil itu melaju dengan kecepatan tinggi bahkan terlihat tidak ada yang menurunkan kecepatan sama sekali
" sial Daniel tidak menurunkan kecepatan di depan ada tikungan tajam " seru jeyan
" daniel turunkan kecepatan " teriak aron mulai khawatir
hanya suho yang tenang melihat setiap gerakan mobil Daniel yang mantap ' dia terlahir untuk membalap ' batinnya
benar saja pada tikungan tajam itu pihak lawan menurunkan kecepatan dan hanya Daniel yang semakin mempercepat mobilnya saat tikungan itu. saat semuanya sudah mulai panik Daniel membuat mata mereka terpukau dengan bagaimana aksi Daniel yang seakan menghindar maut itu
aron menjadi per semangat meneriakkan nama daniel dan sungguh sesuatu Daniel memenangkan balapan itu dengan aksi gilanya
" sialan kau membuat aku hampir kehilangan nyawa " wili tidak bisa mengelus jantungnya yang hampir copot
" sialan " pihak lawan mengumpat tidak menerima kenyataan bahwa dia kalah tqpi karena taruhan pihak penyelenggaraan disana langsung mengambil kunci mobil pihak lawan dan menyerahnya pada Daniel
" kau kembali menang " ucapnya sambil tersenyum
Daniel yang menerima kembali kuncinya tentu saja senang bukan main
" saudara suho terimakasih "
suho hanya mengangguk sebagai balasan atas ucapan Daniel
melihat waktu sudah begitu malam suho menyuruh mereka pulang sebelum ayah mereka menghabisi mereka. tentu saja karena takut mereka buru-buru setuju dengan usulan suho
.
.
.
esoknya saat suho baru saja tiba dia halaman universitas dia sudah melihat begitu banyak stan lomba yang di adakan
" yo suho lomba apa yang akan kau pilih " tanya Farel yang baru saja datang bersama bocah-bocah kematian itu
" tidak tau "
" kalau begitu cobain aja semuanya " usul aron yang biasa mengikuti semua tapi tak pernah menang
" kalian berlima cepat kesini "
" sial kita seperti akan di paksa lagi " nada wili terlihat panik
suho terkejut melihat kelima anak ini ternyata bisa juga patuh apalagi ditarik oleh guru untuk ikut lomba basket , terlihat kelima wajah anak itu seperti tidak bahagia tapi tidak bisa berbuat apa-apa
suho melirik ke arah stan di sampingnya dan berjalan ke sana untuk melihat-lihat tak disangka stan itu adalah stan lomba matematika dengan soal kompetisi nasional. terlihat semuanya pusing saat berusaha mengerjakan soal itu tapi bagi suho yang memiliki iQ tinggi ini justru mudah, bahkan belum lama setelah dia menjawab dia langsung dinyatakan menang
semuanya menoleh ke arah suho dengan tetapan terkejut dan tak menyangka suho dapat menjawab dengan mudah
" selamat kepada suho karena telah memenangkannya,ini mendalinya "
suho dengan canggung menerima mendali itu dan pergi secepat mungkin ke stan lain, tapi siapa sangka setiap kali dia distan itu dia justru dapat menjawab dengan benar dan malah membuat dia hampir 90 % menjadi orang yang memenangkan lomba yang diadakan disana
' sial apakah keberuntungan ku sangat bagus ' batinnya bingung
ketika suho yang sedang kelelahan duduk di bangku taman dia tak sengaja melihat guru cantik itu berjalan ke arah gudang dengan mengendap-endap
dia dengan penasaran berjalan ke sana dan terkejut melihat dia terlihat menahan sakit di dadanya bahkan bajunya sudah basah
" akh aku lupa membawa pompa asi " ujarnya
terlihat wajahnya pucat kesakitan dengan berani dia masuk kedalam membuat wajah wanita itu terkejut " kau "
suho tidak menjawab justru menguncinya di meja dan membuka paksa kemeja itu tidak peduli wanita itu meronta-ronta Dibawahnya, dan begitu kemeja di buka sebuah gundukan langsung keluar seperti mencari kebebasan
suho langsung mengisap dan dapat merasakan cairan yang tidak ada rasanya keluar tapi tetap enak baginya, tindakan itu membuat wanita itu mengeliat tak karuan dan mendesah kenikmatan lupa bahwa pria yang mengisap itu adalah muridnya
semangat terus, jangan digantung alur ceritanya /Cry//Cry//Sob//Sob//Sob/