Seorang gadis tiba tiba hamil tanpa ada tahu siapa yang menghamilinya.
Dan seorang pemuda tampan dan tajir yang harus bertanggung jawab atas kehamilannya , karena semua bukti mengarah kepadanya.
Dan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya , dengan terpaksa mereka harus menikah.
Nah , bagaimana kisah selengkapnya?
Bagaimana mereka menjalani pernikahan di usia dini , mampukah mereka bertahan menjalani rumah tangganya di usia yang sama sama masih sangat belia.
Langsung saja kita ikuti jalan ceritanya di karyaku terbaru , yang berjudul * Dua Garis Biru * .
Jangan lupa selalu tinggalkan jejak 🙏, subscribe, like, dan komentar .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dewidewie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
# 32
Brukss
Davin dan Alex datang di saat yang tepat.
Dengan tendangan yang keras Davin menghajar Dion yang telah berkhianat dan menyakiti Zea.
" Vin, kamu selamatkan Zea , biar aku yang hadapi mereka" teriak Alex sambil terus berkelahi dengan Dika dan Jason .
Buks buks .
Perkelahian tiga lawan satu membuat Alex kuwalahan dan sesekali terkena pukulan di pipi dan perutnya hingga darah segar keluar dari sudut bibirnya.
Davin dengan sigap menutupi tubuh Zea dengan jaketnya dan memeluknya sambil menggoyang goyangkan kedua pipinya agar Zea cepat sadar " Zea , Zea bangun Zea ini aku Davin , Zea aku mohon jangan membuatku takut "
" hahh darah , Zea aku mohon sadarlah" teriak Davin yang semakin panik karena melihat darah yang mengalir deras dari bawah tubuh Zea.
Helena dan Stevie pun tak kalah takutnya melihat Zea tak sadarkan diri .
" kak Stevie ayo kita kabur , Zea mati kak , kita akan terjerat pasal berlapis " ucap Helena sambil menyeret tangan Stevie .
Tapi di depan pintu gerbang Raffa dan James berhasil menangkap mereka berdua .
" bajingan kalian , jangan harap bisa kabur setelah menyakiti Zea !" gertak Raffa penuh dengan emosi.
"kalian siapa ?" ucap Helena.
Raffa menatapnya tajam dan memukul wajah mulus Helena hingga babak belur .
" pak Raffa sudah pak, kendalikan dirimu " ucap James .
Tapi Raffa sudah terlanjur marah dan tidak bisa lagi melihat wanita jahat yang sudah menghancurkan adiknya itu .
" kau harus merasakan nasip yang sama , aku akan menghancurkan hidupmu hingga kamu malu dengan dirimu sendiri , wanita jalang , bajingan , brengsek " buks buks buks Raffa terus memukuli Helena hingga wajah cantiknya membengkak dan bibirnya mengeluarkan banyak darah.
'' hentikan pak Raffa, lebih baik anda lihat keadaan nona Zea sepertinya terjadi sesuatu dengannya " ucap James yang masih terus memegangi tangan Stevie agar tidak kabur dan melarikan diri.
Raffa terdiam dan menatap ke arah Davin yang menangis memeluk Zea .
" Zea , Zea " Raffa berlari ke arah Zea dan bergegas memeriksa denyut nadinya.
"Davin , kondisi Zea sangat kritis sebaiknya secepatnya kita bawa dia ke rumah sakit , cepat Davin dia bisa kehabisan darah " gertak Raffa yang sangat khawatir dengan kondisi Zea.
Davin beranjak dan menggendong tubuh Zea kemudian membawanya keluar dari gedung tersebut dan segera melarikannya ke rumah sakit diikuti Raffa .
Alex yang terluka cukup parah pun akhirnya bisa melumpuhkan Dion , Jason dan Dika .
Dengan sisa sisa tenaganya Alex berjalan ke arah Davin sebelum akhirnya terjatuh dan pingsan di sana .
Dengan panik James segera menghubungi ambulan dan polisi agar datang ke lokasi .
Dan tak butuh waktu lama beberapa tenaga medis serta polisi datang untuk menolong mereka.
Helena, Stevie , Dion,Dika dan Jason dibawa ke kantor polisi dan mempertanggungjawabkan semua kejahatan mereka.
🌺🌺🌺
Beberapa hari kemudian.
Reno datang ke penjara bersama seorang anak perempuan berumur hampir 2 tahun .
Stevie menangis dan memohon agar diijinkan menggendong anaknya .
" aku mohon kak, berikan anakku biarkan aku menyusuinya kak aku mohon ,hiks hiks hiks" rengek Stevie.
Reno tak menghiraukannya dan semakin tajam menatap adiknya itu " jangan harap aku akan memberikan dia padamu , sungguh Stevie aku malu memiliki adik yang jahat dan kejam sepertimu, dia pun akan malu sudah dilahirkan dari wanita jahat seperti kamu "
" hiks hiks hiks, kak aku mohon kak maafkan aku, aku sungguh sangat menyesal" Stevie terus saja menangis dan merengek pada Reno.
Reno mengusap kepala ponakannya dan memeluknya erat , kemudian menatap ke arah Stevie " Stevie, kamu sudah tega membohongi kakak bahkan kamu tega menelantarkan anakmu sendiri seolah olah kamu tidak ingat siapa dia, sungguh sandiwara yang sempurna, dan sekarang kamu menghancurkan hidup Zea sepupu kita sendiri, sungguh tega kamu Stevie "
" kak, bukan itu maksudku " Stevie terlihat sangat menyesalinya.
" tidak Stevie, kamu tidak akan melihatnya lagi , kakak akan membawanya pergi jauh , kakak akan menikahi Ayu dan membawanya ikut bersamaku dia akan menjadi anakku , kamu urus saja dirimu sendiri " ucap Reno yang sangat menyakitkan bagi Stevie.
Mendengarkan semua ucapan Reno , Stevie semakin lemas dan menyesali semua perbuatannya.
" kak , jangan kak , jangan tinggalkan Stevie kak " rengek Stevie dengan derai airmata.
Reno pun dengan berat hati melangkah pergi keluar dari jeruji besi yang menjadi tempat tinggal Stevie saat ini.
Reno melangkah dengan hati yang pedih .
Dan sebelum Reno bertolak ke tempat tinggal Ayu, Reno berniat untuk menjenguk Zea di rumah sakit.
Dilihatnya Zea dari balik jendela yang berada di samping pintu kamar perawatan Zea .
Kondisi Zea sangat memperihatinkan, mata masih terpejam dengan selang infus terpasang di lengannya, selang oksigen dan beberapa kabel yang terhubung dengan jantungnya.
Reno menunduk dan menitikkan airmatanya.
Tiba tiba seseorang menepuk pundaknya dari belakang .
" kak Reno "
Reno pun mengusap airmatanya dan menoleh .
"Davin , maafkan aku Vin" Reno tak kuasa menatap Davin yang hancur kemudian memeluknya untuk saling menguatkan.
" Pak Reno , mas Davin , silahkan kalian berdua ikut saya , dokter Raffa meminta kalian berdua menemuinya di ruangannya sekarang juga " ucap James sambil membungkuk memberikan hormat pada Davin dan Reno.
Davin dan Reno saling menatap kemudian berjalan mengikuti James yang berjalan ke arah ruangan dokter Raffa.
Tok tok tok
"masuk " suara Raffa dari dalam ruangan tersebut.
Davin dan Reno pun segera masuk dan duduk di depan Raffa.
Raffa mengeluarkan amplop besar dan memberikannya kepada Reno.
Dengan penasaran Reno pun membuka amplop tersebut, seketika matanya terbelalak melihat beberapa lembar foto besar.
Sebuah foto besar sebuah keluarga , yang terdapat seorang wanita cantik duduk bersama seorang gadis kecil yang tidak asing baginya, kemudian seorang laki laki dewasa yang masih tampak terlihat tampan bersama pemuda tampan yang sangat mirip dengan dokter Raffa.
Reno dan Davin saling menatap penuh tanda tanya.
" maaf dokter , apa maksudnya ini ?" tanya Reno.
Raffa berdiri sambil memasukkan kedua tangannya di saku celananya "dia adalah poto keluarga Mahendra "
"tapi dokter , gadis kecil itu sepertinya aku mengenalnya" ucap Reno dengan tatapan tajam.
Raffa terdiam dan menatap balik Reno " iya kamu sangat mengenalnya Reno ".
Seketika Reno pun sadar dan mengerti maksud Raffa " tidak dokter , tidak mungkin ,dia adalah Zea bukan keluarga Mahendra ".
Raffa menarik nafas panjang " awalnya aku juga berpikir seperti itu tapi test DNA sudah membuktikan segalanya, dan anak buahku juga sudah menyelidikinya, keluarga Adipura mengadopsi Zea ketika dia berumur sekitar 2 tahun dan pada saat itu adikku hilang saat kami sedang berlibur di tempat bermain "
Reno menunduk dan terdiam " dan sekarang paman dan bibi sudah tiada "
Raffa terbelalak tidak percaya '' apa , benarkah ?"
jauhkan please dokter itu dari zea thor
buat aja si davin sama zea gk pisah lagi
lanjut please double up thor
kasihan banget si davin harus menahannya
Gak nyobain tapi sempet nyentuh dan mencumbuinya juga 🤦