NovelToon NovelToon
The Trash Prince 10th Re : Life

The Trash Prince 10th Re : Life

Status: tamat
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Mengubah Takdir / Kelahiran kembali menjadi kuat / Menikah dengan Musuhku / Barat / Tamat
Popularitas:41.5k
Nilai: 5
Nama Author: Mobs Jinsei

Kisah seorang pangeran sampah yang di usir dari istana pada usia 15 tahun dan meninggal di usia 31 tahun, dia mengulang hidupnya tepat ketika di usir dan kembali terbunuh di usia 31 tahun. Akhirnya total pengulangan hidup nya mencapai sembilan kali, dia sudah mencoba berbagai macam hal, mulai dari pedagang, petualang rank S sampai membantu mereformasi kerajaannya. Ironisnya dia selalu terbunuh oleh seorang ratu kekaisaran yang sama selama sembilan kali di usia 31 tahun.

Di kehidupan ke sepuluhnya, dia berniat langsung menemui ratu yang saat itu masih bersekolah di akademi berstatus masih putri kekaisaran. Tapi ketika dia masuk ke akademi, dia malah menemukan hal hal baru yang dia tidak pernah tahu selama sembilan kali kehidupannya dan membuat rencananya berantakan, bagaimanakah kisah hidup sang pangeran sampah di kehidupan ke sepuluhnya ?

Genre : Fantasy,Comedy,Drama,Tragedy,Harem

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mobs Jinsei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 32

Setelah itu, Art mengamati sekeliling takut masih ada monster yang tersisa, kemudian dia menyadari kalau kereta itu adalah bangkai kereta yang sudah di tinggalkan pemiliknya dan bukan kereta pedagang yang di serang oleh monster, dia kembali masuk ke dalam kerangka keretanya,

“Maaf boleh aku tanya, apa kamu berlindung di sini ketika di kejar monster dari dalam hutan ?” Tanya Art kepada Claire.

“I..iya...kok oniisan tahu ? aku di suruh shishou memetik tanaman obat karena dia bilang dia mau membuat ramuan ketika dia baru pulang semalam, lalu ketika aku di hutan, aku tidak sengaja menginjak ekor serigala dan ternyata ada pengunggangnya, mereka mengejarku dan aku lari bersembunyi di dalam kereta ini.” Ujar Claire.

“Lalu di mana keranjangmu ?” Tanya Art.

“Masih di dalam hutan....aku pasti di marahi sishou lagi hiks.” Jawab Claire.

“Kalian tolong bawa dia ke kereta kita, aku ke hutan sebentar, aku tahu kok tempat dia memetik tanaman obatnya. Sebentar ya.” Ujar Art yang langsung pergi.

“Huh.” Julia, Sarah, Alisia, Tsubasa dan Helena yang melihat sikap aneh Art langsung menoleh melihat kepada Claire.

“Kamu kenal Art ?” Tanya Julia sambil menatap Claire.

“Ti..tidak, aku baru bertemu dia dan kalian hari ini....kok dia kenal aku ya oneesan ?” Tanya Claire ketakutan.

“Jangan jangan...” Ujar Sarah.

“Ya pasti begitu.” Tambah Alisia.

“Haaah ternyata begitu ya.” Tambah Tsubasa.

“Oh jadi ini yang kalian ceritakan waktu itu.” Tambah Helena.

“Lalu siapa sishou mu ?” Tanya Julia yang mengerti arti kata sishou.

“Um...Mirea Trendoll....” Ujar Claire.

“Hah ?” Teriak Julia dan yang lain.

Sementara Art yang berjalan di dalam hutan merasa bernostalgia karena di kehidupan ketujuhnya dia sering membantu Claire yang di minta memetik tanaman obat.

“Selalu seperti ini, dia tidak berubah, pantas Mirai-chan dulu marah marah melulu hehehe....” Ujar Art yang geli sendiri.

Akhirnya dia menemukan keranjang milik Claire yang jatuh dan tumpah berantakan. Art mengambilnya dan membereskan yang jatuh, memasukkannya lagi ke dalam keranjang, kemudian dia melihat isinya,

“Hmm dia baru mengambil sebagian saja, sebentar deh.” Ujar Art.

Dia menggendong keranjangnya dan mulai mengambili tumbuhan tumbuhan yang sekiranya di perlukan oleh Mirea. Setelah beberapa jam, keranjangnya mulai penuh, tapi dia masih jongkok memetik tumbuhan di depannya,

“Anoo....” Ujar seorang gadis di belakangnya.

Art menoleh dan melihat Claire berdiri di belakangnya sambil memeluk tongkatnya yang besar, di belakang Claire terlihat Julia dan lainnya berdiri sambil bertolak pinggang,

“Loh kenapa kalian malah kesini ?” Tanya Art.

“Karena kamu tidak kembali lama dan ossan pedagang buru buru menuju ibukota, jadi kita semua turun di sini.” Jawab Doria.

“Hah ? memang aku terlalu lama ?” Tanya Art.

Julia, Sarah, Alisia, Tsubasa dan Helena langsung menunjuk ke langit yang menunjukkan langit sore. Art menoleh ke atas dan menyadari kalau dia keasikan memetik tanaman dan mencari tanaman yang di butuhkan.

“Anoo....terima kasih oniisan, tapi aku harus pulang kalau tidak nanti aku di marahi habis habisan sama sishou.” Ujar Claire.

“Oh...iya iya...maaf, aku lupa. Maaf semuanya....kita jalan kaki saja ke ibukota, sudah dekat kok.” Ujar Art.

“Huh...” Balas Julia, Sarah, Alisia, Tsubasa, Doria dan Helena sambil cemberut.

Akhirnya mereka meneruskan perjalanan dengan jalan kaki menembus hutan, Claire yang sudah tahu jalan memandu mereka, sedangkan Art di belakang menggendong keranjang milik Claire yang penuh dengan tumbuhan obat. Setelah cukup lama berjalan akhirnya mereka sampai di rumah Mirea yang berada di luar gerbang kota dan dekat dengan hutan bagian belakang. Claire membuka pintunya,

“Permisi, aku kembali sishou.” Ujar Claire.

“Haaah dasar bodoh, kemana saja kamu, masa memetik tanaman obat saja seharian dan.....huh.”

Mirea yang keluar dari dalam langsung kaget melihat ada rombongan di belakang Claire. Art tersenyum sambil menggaruk garuk kepalanya yang tidak gatal, langsung saja Mirea mendekati Art dan merangkulnya di ketiak sampai Art membungkuk kemudian menariknya ke dalam. Julia dan lainnya tidak heran karena mereka tahu kalau Art dan Mirea akrab, tapi Claire melihatnya dengan mata bulatnya yang lucu, raut wajahnya penuh tanda tanya dan terlihat sangat bingung. Sementara di dalam,

“Apa yang kamu pikirkan Kazu-kun, untung aku masih berwujud seperti ini....dasar kamu, kalau kelihatan Fumi-chan gimana...lalu ada apa kamu membawa semua harem mu kesini ?” Tanya Mirea.

“Dengarkan dulu, aku terpaksa...tolong segel ruangannya.” Jawab Art.

Mirea menjentikkan jarinya, Art langsung menceritakan apa yang terjadi di kota akademi kepada Doria dan kenapa mereka sekarang berada di rumah Mirea. Tentu saja Mirea kaget mendengarnya dan langsung duduk di kursinya,

“Jadi mereka bergerak karena tahu aku pergi, kurang ajar.” Ujar Mirea.

“Aku terpaksa mengambil tindakan seperti ini, sangat berbahaya kalau Julia ada di sana dan nyawa Doria juga terancam, kalau dia pulang ke kediaman count Olaf pasti akan ada yang terjadi.” Ujar Art.

“Huh untung kamu tahu apa yang harus kamu perbuat, sudahlah, lalu bagaimana ? terlalu bahaya kalau Julia masuk ke ibukota kan ?” Tanya Mirea.

“Aku minta tolong supaya biarkan saja Julia di sini bersamamu dan yang lain, aku akan mendaftar menjadi petualang di dalam kota dan mencari petunjuk.” Jawab Art.

“Hmm...boleh juga, ya sudah, besok saja, sekarang sudah malam...aku benar benar kaget dan kalau kamu pernah belajar di sini, berarti kamu harusnya kenal murid bodohku itu kan ?” Tanya Mirea.

“Tentu saja kenal, aku malah bantu dia memetik tanaman obat tadi hahaha.” Jawab Art.

“Dasaaaaar....kamu benar benar bikin aku pusing Kazu-kun.” Balas Mirea.

“Haha maaf.” Balas Art.

“Ya sudah, sekarang kita keluar, nanti mereka curiga lagi...untuk sementara semua menginap di sini saja dulu, tapi suatu hari nanti kamu harus bayar ya.” Ujar Mirea.

“Huh dasar Mirai-chan, dari dulu perhitungan.” Balas Art.

“Biarin, sudah ayo keluar.”

Mirea menjentikkan jarinya dan mereka keluar dari ruangan, langsung saja Claire mengajukan pertanyaan bertubi tubi kepada Mirea yang bukannya menjawab malah menjitak kepalanya.

“Aduh sakit sishou...oniisan itu aneh, dia masa sudah kenal aku ?” Tanya Claire sambil menunjuk Art.

Mendengar itu, Mirea kembali menyeret Art masuk ke dalam dan langsung melemparnya di dalam,

“Kamu keceplosan lagi hah ?” Tanya Mirea.

“Maaf...reflek panggil namanya setelah menyelamatkannya dari serangan goblin dan serigala.” Jawab Art.

“Haaaaah.....payah banget sih. Jangan sekali lagi ya....oh ya, besok kalau mau daftar jadi petualang, ajak Claire, buat pengalaman dia.” Ujar Mirea.

“Beres......hah...tunggu dulu, maksudnya kamu minta aku mengasuhnya ?” Tanya Art.

“Hehe ketahuan ya....” Jawab Mirea.

“Kalau begitu tidak mau....” Balas Art.

“Ok kalian aku usir...” Balas Mirea.

“Baiklah Mirai-sama, serahkan padaku...” Balas Art langsung karena takut di usir.

1
Mamat Stone
/Good/
Mamat Stone
/Ok/
Mamat Stone
/Good/
Mamat Stone
/Ok/
Mamat Stone
/CoolGuy/
Mamat Stone
/Casual/
Mamat Stone
/Gosh/
Mamat Stone
/Toasted/
Mamat Stone
/Doubt/
Mamat Stone
a/Panic/
Mamat Stone
/Angry/
Mamat Stone
/Determined/
Mamat Stone
/Doubt/
Mamat Stone
/Panic/
Mamat Stone
/Good/
Mamat Stone
/Ok/
Mamat Stone
/Tongue/
Mamat Stone
/Drool/
Mamat Stone
good job Thor 👍
Mamat Stone
thanks Thor 🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!