NovelToon NovelToon
Dosen Kelas Malam

Dosen Kelas Malam

Status: tamat
Genre:Beda Usia / Dosen / Nikahmuda / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Tamat
Popularitas:67.9k
Nilai: 5
Nama Author: Faustina Maretta

Perjodohan antara Arjuna dan Bella berjalan lancar di mata kedua orang tua mereka.
Namun, kenyataannya Arjuna yang berprofesi sebagai dosen di universitas tempat Bella menempuh pendidikan sudah memiliki seorang kekasih sebelum dirinya menikah dengan Bella.
Bella gadis yang baru beranjak dewasa yang awalnya sangat membenci Arjuna kini sangst terobsesi kepada lelaki itu, gadis itu mengejar cinta suaminya dan membuktikan bahwa hanya dia satu-satunya wanita di hidup Arjuna.
Namun, Bella harus menelan kenyataan pahit saat melihat suaminya bersama dengan mantan kekasihnya sedang berpelukan dengan erat!

Apakah Bella akan tetap bersikeras memperjuangkan rumah tangganya? Atau gadis itu menyerah dengan kenyataan bahwa suaminya masih mencintai wanita dari masa lalunya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Faustina Maretta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mulai perhatian

Arjuna menuntun Bella masuk ke mobil dengan hati-hati, bahkan lelaki itu memasangkan sabuk pengaman dengan sangat hati-hati sekali.

"Apa ini nyaman? Apa tidak terlalu ketat?" tanya Arjuna kepada Bella. Gadis itu hanya mengangguk dan menoleh ke belakang tempat ibu mertuanya duduk. Usi hanya menahan tawanya melihat tingkah laku putra sulungnya itu.

Arjuna duduk di belakang kemudian, lelaki itu memastikan sekali lagi keadaan istrinya setelah itu dia menyalakan mobilnya dan kakinya menginjak pedal gas. Mobil mereka melakukan sangat pelan sekali, bahkan beberapa kali mobil belakang mengklakson mereka.

"Mas kamu sedang apa?" tanya Bella, mata gadis itu melirik suaminya.

"Kamu tidak bisa melihatku? Aku sedang menyetir," sahut Arjuna singkat.

"Tentu saja aku tahu! Tapi kalau kau jalan dengan kecepatan seperti ini, malam nanti baru sampai rumah. Aku baik-baik saja, Mas. Menyetir saja seperti biasa," ungkap Bella yang terlihat kesal dengan suaminya.

Sesampainya dirumah Arjuna membantu Bella pergi ke kamar agar istrinya beristirahat, setelah memastikan istrinya sudah tidur dengan nyaman, Arjuna melangkah keluar kamar dan mencari ibunya.

"Mama, aku harus bagaimana?" tanya Arjuna bingung.

"Bagaimana,, bagaimana maksudnya? Mama tidak mengerti," sahut Usi sembari mencuci piring yang ada di wastafel rumah putranya itu.

"Bagaimana cara menghadapi Bella? Mama tidur di sini saja ya?" pinta Arjuna karena lelaki itu tidak mengerti jika nantinya terjadi apa-apa dengan istrinya.

Usi menggelengkan kepalanya, dia menyuruh putranya itu untuk tenang dan membantu Bella sebisanya. Dia juga menyuruh Arjuna untuk tidur bersama dengan Bella karena takut jika malam gadis itu merasa mual atau pusing. Arjuna menganggukkan kepalanya saat sang ibu menjelaskannya kepadanya.

"Mama pulang ya? Mama mau telepon besan dulu pasti mereka senang mendengar kabar ini," pamit Usi sembari bersenandung ria.

Arjuna menatap kepergian ibunya, dia menyalakan laptopnya dan menjelajahi internet cara merawat ibu hamil muda. Dia membaca semua artikel di sana. Setelah menangkap semua artikel di otaknya, Arjuna melangkah menuju kamar istrinya.

"Kamu mau makan apa, Bella?" tanya Arjuna yang kebetulan Bella belum tidur.

Bella tampak berpikir, lalu menggelengkan kepalanya. "Aku tidak nafsu makan, Mas," sahut Bella.

Arjuna yang tadinya hanya berdiri di balik pintu melangkah maju mendekati istrinya. Dia membelai lembut rambut Bella dan menatapnya penuh kasih. Bella mengerjapkan matanya saat suaminya menyentuh rambutnya yang terurai.

"Tapi kamu harus makan Bella," lirih Arjuna. "Mulai sekarang kamu harus makan makanan yang sehat dan bergizi demi anak kita," sambung lelaki yang mencoba untuk menjadi suami yang baik.

Jantung Bella berdegup kencang saat Arjuna sangat perhatian dengannya. Mata gadis itu berkaca-kaca melihat suaminya. Dia memeluk suaminya dan mulai menangis. Arjuna mengusap punggung gadis itu.

Arjuna ingin melepaskan pelukannya karena ingin melihat wajah istrinya, tapi Bella enggan untuk melepaskan pelukannya. Perasaan lega membanjiri perasaannya karena suaminya sudah mulai peduli dengannya apalagi dengan kondisi dia yang sedang hamil seperti sekarang.

"Kenapa kamu menangis? Apa ada perkataanku yang menyinggungmu?" tanya Arjuna.

Bella melepaskan pelukannya dan menggeleng pelan. "Aku hanya senang di perhatikan seperti ini olehmu, aku senang di hargai, dianggap seperti ini," jawab Bella sembari meneteskan air matanya.

Arjuna menyeka air mata yang jatuh membasahi pipi istrinya. Lelaki itu menggenggam tangan Bella dan mencium tangan gadis itu dengan lembut.

"Maafkan aku ya, Bella," bisik Arjuna dengan lembut. Lelaki itu mencium kening istrinya. "Sudah jangan menangis, kamu mau makan apa?" tanya Arjuna sekali lagi.

Bella menggelengkan kepalanya, dia tidak ingin makan apa-apa dan hanya ingin tidur. Setelah meminum vitamin dari dokter gadis itu langsung memejamkan matanya. Arjuna sedang membereskan pekerjaannya bersamaan dengan ponselnya yang berdering. Dia melihat nama mantan kekasihnya di layar ponselnya.

Lelaki itu menghela napas panjang lalu mematikan daya ponselnya. Selesai dengan pekerjaannya, Arjuna melangkah perlahan menuju kamar istrinya. Dia membuka pelan pintu kamarnya agar tidak membangunkan Bella. Lelaki itu menatap wajah istrinya, lalu merapikan selimut yang sudah tidak pada tempatnya lagi.

Dia berbaring di sebelah Bella dan menatapnya. "Maafkan aku Bella, maafkan aku," lirih Arjuna.

***

"Tidak Juna jangan lakukan ini kepadaku!" gerutu Ganesh.

Wanita itu mencoba untuk menghubungin Arjuna tapi ponselnya sudah tidak aktif lagi. Ganesh berteriak dan membanting ponselnya ke dinding. Wanita itu sudah frustasi, dia menangis hebat seperti anak kecil yang di rebut permennya. Dia membanting semua barang yang ada di dekatnya.

"Jangan lakukan ini padaku, Juna," lirih Ganesh di sela isak tangisnya. "Tidak, aku tidak boleh menyerah! Aku harus memperjuangkan Arjuna sekalipun orang tuanya tidak merestui hubungan kami," ucap Ganesh dengan yakin, gadis itu menyeka air mata di pipinya.

Dia meraih kunci mobilnya dan pergi mencari teman kenalannya yang bernama Dewa. Dia yakin temannya bisa membantunya untuk merebut kembali Arjuna dari sisi istrinya. Mobil Ganesh melakukan dengan cepat menuju salah satu club di pusat kota karena Dewa adalah pengurus di club itu.

"Dimana Dewa?!" tanya Ganesh pada salah satu pekerja di club itu. Dia sedikit berteriak karena alunan musik dj yang menggemparkan seluruh isi di club itu.

Pekerja itu mengantarkan Ganesh pada lelaki yang di carinya. Dia langsung menghampiri lelaki yang sedang memegang botol beralkohol itu.

"Aku butuh bantuanmu!" ucap Ganesh. Wanita itu membisikkan sesuatu di telinga lelaki yang sudah merasa di atas awan itu.

Dewa mengambil sesuatu dari saku celanannya. Seperti serbuk berwarna putih. Ganesh meraihnya lalu tersenyum licik. "Itu barang mahal," ucap Dewa.

"Tenanglah aku akan membayarmu," sahut Ganesh.

Wanita itu beranjak berdiri dan melangkah keluar setelah dia bertransaksi dengan kenalannya itu. Tanpa Ganesh sadari, langkahnya terhalang oleh seorang lelaki muda. Anak muda itu menatap Ganesh seperti pernah melihatnya. Lelaki itu mengerutkan keningnya setelah Ganesh lewat di depan wajahnya.

"Yudha! Perkenalkan girls ini anak pemilik club ini!" teriak Dewa pada semua wanita di sekelilingnya.

Yudha hanya tersenyum, lelaki itu bukan tipe seperti Dewa yang suka terlalu akrab dengan wanita. Dia merasa risih saat para wanita itu mulai berkenalan dengannya.

"Om ... Om kenal dengan wanita yang baru saja datang itu?" tanya Yudha kepada anak buah orang tuanya itu.

"Wanita yang mana?" Dewa balik bertanya karena banyak sekali wanita di club itu. "Oh! Ganesh! Ya, Om kenal. Kenapa? Kau suka dengannya?" sambung Dewa sembari menggoda keponakannya itu.

Yudha langsung teringat saat melihat wanita itu berpelukan dengan Arjuna! Lelaki muda itu kembali bertanya kepada pamannya untuk apa wanita itu datang ke club ini dan memenuhi sang paman. Tanpa berpikir panjang, Dewa menjawab bahwa wanita itu membeli obat terlarang dari dia. Yudha terkejut! Dia yakin wanita itu sedang merencanakan sesuatu yang jahat.

1
@Al**
Bagus ceritanya /Good/
Eni Riswanti Veronika
bagus
Elen Gunarti
g salh jg sih ganesh nmya jg udh pcran lama tp slh juga dianya 🤭🤭tp keren certnya👌
IG: faustinretta: halo kak, terima kasih sudah mampir🥰
total 1 replies
Sabilla Maulidia
suka Thor sama ending ceritanya walaupun sempet enneg sama karakter ganesh🤭👍
Sabilla Maulidia: ditunggu karya nya lagi😁
total 2 replies
Verawaty
baru ketemu masa iya kecelakaan Thor.. tragis amat
Verawaty
Thor.... next
IG: faustinretta: siap kak 😍
total 1 replies
Verawaty
udah bener bel, tinggalin aja si junjun
Messi Lailla
ceritanya bagus, ya walaupun ada typonya tapi menurutku ceritanya sangat menarik
Verawaty
iya mending sama Yudha
Afrion Siallagan
bagus bella jangan mau kalah
Afrion Siallagan
junaaa junaaaa
Afrion Siallagan
kenapa sih ini bella
Afrion Siallagan
aduuuhhh arjuna
Afrion Siallagan
seruu bgt kak
Afrion Siallagan
kerennnn bgt kak... suka
Herman Lim
bagus Bella hajar aja cew ga tau diri kyk gitu
IG: faustinretta: halo kak, terima kasih karena telah setia membaca karya saya🥰
total 1 replies
Herman Lim
apa Juna sama mantan nya juga
Herman Lim
kamu egois juna
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!