Selamat datang di novel pertamaku.
IG Sept_September2020
Gagal menikah sekali, membuatnya patah hati berkepanjangan. Abbas yang sudah mengunci hatinya rapat-rapat, perlahan terbuka dengan sendirinya setelah bertemu dengan wanita yang tepat.
Bagaimana jika mantan pacar Abbas kembali dan mengusik pernikahan mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sept, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cemburu Yang Pertama
Malam ini mereka bertiga sedang menghabiskan makan malam bersama, Namun suasana makan yang nyaman sedikit terganggu. Karena ada tamu yang tidak di undang datang ke rumah tersebut.
Mama menyuruh Mely dan Abas melanjutkan makan mereka. Sedangkan Mama, akan menemui tamu yang datang kerumahnya. Mama berjalan disamping Mama ada kepala staff rumah tangga yang mengiringi Mama ke ruang tamu. Beliau adalah kepala pelayan yang paling tua diantara karyawan lainnya. Beliau sudah berada dirumah ini sejak Abas kecil.
Mama pun menyukainya, sudah mengangap seperti kerabat saja. Mereka seperti saudara senasib seperjuangan. Bagaimana tidak, mereka sama sama kehilangan suami disaat yang bersamaan.
Papa Abas mengalami kecelakaan bersama suami kepala pelayan. Mereka berdua dinyatakan meninggal di tempat saat kejadian tragis itu. Saat itu Abas belum dewasa. Belum banyak mengerti arti kehilangan. Tapi Abas dapat melihat. Kedua wanita di dalam rumah itu selalu memeberi tatapan sendu padanya.
Karena sama sama memiliki nasib tragis, kehilangan separuh jati diri mereka. Mama dan kepala pelayan berusaha saling menghibur. Berusaha melupakan rasa sakit karena kehilangan orang yang dikasihi.
Mereka bahkan sampai lupa, menghibur Abas yang juga sangat kesepian kala itu. Semua larut dalam kesedihannya, butuh waktu yang lama untuk melupakan semua rasa kehilangan. Sampai akhirnya Mama menyibukkan dirinya. Siang malam ia bekerja, Jarang sekali ia mebelai Abas. Masa kecil Abas yang sering terabaikan. Kini Mama ingin rasanya menebus waktu yang hilang kala Abas kecil dulu.
Namun, Abas yang sudah sangat dewasa ini. Sudah lupa dengan masa lalunya yang menyedihkan itu. Kini Abas telah berbahagia bersama keluarga barunya. Keluarga yang ia dirikan atas dasar cinta. Ia berjanji pada dirinya, sesibuk apapun dia. Keluarga tetap yang utama. Ia tidak akan menomor duakan keluarga yang sudah susah payah ia dapatkan. Janji abas dalam hatinya.
Di ruang tamu, Mama kini sudah menemui tamu yang datang ke rumahnya. Ia adalah Anna, seseorang yang sempat ingin Mama jodohkan dengan Abas.
Namun kini Abas telah menikah otomatis perjodohan yang hanya sebatas rencana gagal. Entah sudah berapa jumlah Wanita yang telah Mama sodorkan pada Abas. Semuanya di tolak mentah mentah oleh putranya.
Sehingga Mama sempat percaya, rumor miring tentang Abas, bahwa putranya memiliki kelainan seksualitas. Bagaimana tidak sebelum ia menikah. Abas jarang sekali terlibat hubungan dengan Wanita. Bukannya jarang, namun benar benar tidak pernah berhubungan dengan seorang Wanita manapun setelah kegagalan pernikahannya dulu.
Ia lebih memilih sibuk dengan kerjaannya, bermain bersama rekan rekannya dan bersama Fadir yang setia menemani dirinya. Itulah yang memicu isu miring tentang abas selama ini. Namun semua seolah ditampar oleh sebuah kenyataan. Bahwa Abas kini telah mengahiri masa lajangnya. Ia sudah menambatkan hatinya pada seorang gadis yang manis dan cantik jelita. Gadis jawa -sumatra yang sudah menaklukkan hatinya.
Mama kini duduk berdua dengan Anna
" Lama tidak ketemu kamu sayang, rasanya mama juga sudah lama sekali hilang kabar sama papa mu!" Sapa Mama, sekedar basa basi.
" Iya tante, terakhir Kita ketemu akhir tahun lalu. Tadi kebetulan aku ada disekitar sini, jadi ingin main. Gimana kabar kak Abas tante?" tanya Anna dengan ramah.
Sedangkan yang ditanya sedang berjalan menuju ke arah mereka berdua. Abas menuju ruang tamu ia penasaran siapa tamu yang datang malam malam. Kini rasa penasarannya telah hilang, saat ditatapnya Anna yang telah duduk disebelah Mamanya.
Anna langsung bangkit dari sofa, ia berjalan cepat mendekat Abas. Anna langsung mencium pipi Kanan Kiri Abas dengan secepat kilat. Anna tahu Abas akan menghindarinya. Maka dari itu ia akan berusaha lebih keras dan giat. Ia sudah meninggalkan rasa malunya di rumah saat memutuskan bertamu di rumah Abas. Bar bar juga ya.. Anna. Ekpsresive banget sebagai seorang wanita single.
Abas cukup terkejut dengan sikap Anna barusan, namun karena sudah hafal betul karakter Anna. Mau tidak mau Abas membiarkannya saja. Ia tidak tahu Ada sepasang bola mata yang sejak tadi memperhatikan Abas dari jauh. Mely yang mengintip pemandangan itu. Membuat hatinya panas seketika. Ia memilih kembali ke kamar saja.
" Tenang Mely, tenang. Nanti kita beri pelajaran buat Abas. Tenang Mel tenang..., Kakak.. apa kakak..? Ia mangil manggil suami orang dengan sok akrab.. Senaknya cium cium.. ah.. harusnya aku ngelihat lagi. kenapa aku harus kabur ke kamar begini?"
Mely bergelut dengan pikirannya. Ia ngomel ngomel tidak jelas. Merasa cemburu berat dengan gadis yang ia tak tahu namanya.
" Mana Mely?" tiba tiba ia menanyakan keberadaan Mely. Mama seakan ingin memeberi kode keras pada Anna.
" Mely siapa tante?" tanya Anna penasaran.
" Istri aku."
Jawaban Abas langsung membuat Anna syok, Ia seakan tidak percaya.
" Ah ... kakak kalo bercanda jangan berlebihan, bila kak Abas belum bisa membuka hati untuk Anna, Anna siap menunggu kok,"
Anna seakan tidak percaya penyataan Abas yang baru didengarnya, Ia rasa Abas hanya ingin membuatnya mundur untuk menjadi istrinya.
" Abas memang sudah menikah Anna, maaf Tante tidak memberi tahu padamu. Ini karena rencana pernikahan yang buru buru. Jadi Tante belum sempat mengabari banyak orang. Tante minta maaf ya Ann,"
Mama Abas merasa tidak enak sendiri. Karena bagaimana pun juga ia yang telah memilih Anna untuk dijodohkan dengan Abas. Kini Anna merasa dihianati, Ia merasa sangat kecewa. Tampa pamit Anna keluar dari rumah itu dengan sedikit air mata yang menetes di pipinya. Ia merasa patah hati berat. Karena terlanjur menyukai Abas.
Abas sendiri kembali masuk ke dalam. Ia hendak menemui Mely yang sejak makan malam tadi tidak ketemu batang hidungnya. Kemana istri kesayangannya kini, masa sudah tidur? Ini kan belum larut malam banget batinnya.
Di dalam kamar, Mely kini menengelamkan dirinya dibalik selimut tebal. Ia masih merasa jengkel dengan suaminya.
"Sayang.....kamu dimana?" suara Abas terdengar di telingga Mely, terdengar pula suara Abas semakin mendekat.
Abas terus berjalan, ia masuk kedalam kamar dan didapatinya Mely sudah ada diatas ranjang. Abas menyingkap selimut yang menutupi kepala Mely. Ditariknya selimut itu dengan pelan. Ia ingin mengerjai Mely saat ini. Namun ketika Abas menyibak selimut, Ia yang malah terkejut sendiri. Abas heran apa yang terjadi, mengapa Mely menangis?
Mely yang cemburu campur marah. Tidak memperdulikan Abas. Ia tarik kembali selimut yang sempat dipegang Abas.
Abas yang tidak tahu apa apa, bertanya-tanya di dalam hatinya. Kesalahan apa yang telah ia perbuat sehingga kini Mely menangis?
"Sayang, kamu kenapa?"
Mely memilih tidak memperdulikan Abas. Ia sedang marah.
"Mel, aku tanya. Kamu kenapa nangis?" Mely masih tidak memperdulikan pertanyaan Abas.
Abas langsung meraih tubuh Mely, Ia menyingkap selimut yang menutupi tubuh Mely.
"Kamu kenapa?" tanya Abas untuk keselian kalinya.
Mely hanya memalingkan pandangannya. Ia merasa tak mampu bicara. Mely dengan rasa cemburunya hanya menangis pelan. Merasa tidak tega, Abas langsung memeluk tubuh mely, ia kembali menanyai istrinya.
"Ayolah sayang, cerita ada apa sebenarnya?"
Mely mulai mengeluarkan unek uneknya, ia mulai mengutarakan isi hatinya.
" Siapa gadis barusan, main cium cium!" terang Mely sambil mengusap matanya.
Oh, akhirnya Abas mengerti akar masalahnya.
" Dia bukan siapa siapa, hanya temen biasa." Abas berusaha menenangkan hari Mely.
" Kenapa mesti cium cium segala?" Mely protes.
" Bukannya itu hal biasa, untuk menyapa teman?" elak Abas
" Tapi aku gak suka! apalagi sok akrab manggil manggil Kakak!" Mely terlihat mengebu ngebu.
" Oh.... tadi kamu ngintip ya," Abas mencubit hidung Mely.
"Apa'an sih," Mely mengibaskan tangan Abas. Ia masih merasa marah dan jengkel.
" Karena Kita sudah menikah, Aku akan jujur. Gadis itu bernama Anna. Ia salah satu anak sahabat Mama, Beberapa tahun lalu mama mencoba menjodohkan kami. Hanya saja aku gak mau. Tapi sepertinya Anna masih menginginkanku," ucap Abas dengan pedenya.
" Terus???" tanya Mely.
" Tadi ia mampir kesini, tenyata Mama belum kasih tau kalau aku sudah menikah, tapi tadi aku sudah kasih tahu kok dan sepertinya dia bakalan menyerah," jawab Abas
" Hemmm..., " Mely masih ngambek.
Abas pun langsung mengeluarkan jurusnya. Ia terus menyerang Mely dengan banyak kecupan. Karena masih marah, Mely nenimpuk tubuh Abas dengan bantal yang ada disampingnya. Bukannya berhenti, Abas malah semakin mengencarkan aksinya.
Kini Mely yang semula galau karena Anna telah ceria kembali. Abas sudah mengubah rasa cemburunya jadi rasa percaya. Abas sudah meyakinkan dirinya. Semua hanya masa lalu. Baginya Mely adalah masa depannya.
Bersambung
gk abis fikir aq
gek ono seng keri ternyata 😅