NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikahi Kakak Ipar

Terpaksa Menikahi Kakak Ipar

Status: tamat
Genre:Duda / Tamat
Popularitas:418.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: Hasna_Ramarta

Cladi terpaksa menerima perjodohan antara dirinya dan kakak iparnya, setelah sang kakak meninggal dunia akibat sakit. Karena kedua orang tua mereka tidak ingin cucu-cucu mereka tidak kehilangan kasih sayang seorang Ibu. Akhirnya perjodohan itu dilakukan demi menjaga mental anak-anak yang baru saja ditinggalkan ibunya. Terlebih kedua keponakan Cladi begitu dekat dengan Cladi.

Sementara kakak ipar yang akan dijodohkannya merupakan orang yang dingin dan datar sejak istrinya meninggal. Tidak jarang perlakuan tidak ramah sering Karan berikan pada Cladi karena menganggap Cladi menerima begitu saja perjodohan mereka.

Mampukah Cladi bertahan dalam hubungan pernikahan naik ranjang ini dengan sikap suami yang dingin dan datar serta tidak ramah. Yuk nantikan kisah naik ranjang antara Cladi dan Karan si kutub utara.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hasna_Ramarta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32 Hadiah Dari Karan dan Kejutan Cladi

  "Aaaa, makan dulu. Harus habis supaya cepat sembuh," suruhnya seraya meletakkan sendok yang sudah diisi nasi tim di bibir Karan. Dengan senang hati Karan membuka mulutnya lebar-lebar menerima suapan dari Cladi.

  Nasi tim yang disuapkan Cladi mulai surut tinggal beberapa sendok lagi. Cladi yang serius menyuapi tidak sadar bahwa sejak tadi dirinya menjadi pusat perhatian Karan. "Aaaa, ini suapan terakhir," ujarnya membuat Karan terkejut. Akhirnya nasi tim yang nikmat itu tandas juga.

  Cladi segera meraih gelas yang berisi air putih kemudian dia sodorkan di bibir Karan. Karan meminum air itu pelan-pelan. Setelah makan disuapi Cladi, dia nampak semakin segar, hal ini membuat Cladi merasa senang. Cladi bermaksud berdiri. Namun lengannya keburu ditarik Karan sehingga jatuh tepat di dadanya.

  "Awwhhh," pekiknya dengan kedua tangan menumpu di dada Karan.

  "Cla, jangan pergi. Temanilah aku. Bukankah kamu sudah ijin pulang siang bukan?" tahan Karann seraya memasang wajah manja.

  "Maaf, aku harus ke kamar mandi dulu, Mas. Aku gerah dan mau ganti baju," tukasnya beralasan. Cladi perlahan bangkit dari tubuh Karan. Karan terpaksa membiarkan Cladi ke kamar mandi walaupun dia menginginkan berdua-duaan dengan Cladi, dan ditemani sama Cladi, mungpung kedua anaknya sedang di rumah kakek dan neneknya.

  Karan memutar otak bagaimana caranya seharian ini bisa menahan Cladi. Dia akan tetap bersandiwara pura-pura sakit supaya Cladi tetap di dekatnya.

  Cladi keluar dari kamar mandi dengan handuk di kepala dan tubuh sudah terbalut pakaian rumahan, lalu menuju meja rias. Di sana dia menyisir rambut dan mengoles skincare di wajahnya.

 Karan bangkit dan duduk bersender di kepala ranjang. Batuknya kembali terdengar. Karan memainkan perannya lagi.

  "Cla, kamu tahu obat batuk alami yang tidak harus meminum obat yang mengandung zat kimia? Aku sangat gatal rasanya, di tenggorokan ini seperti ada guri yang menggorok-gorok," ujarnya memancing kembali perhatian Cladi.

  "Apa, ya?"Cla berpikir sejenak. Sebetulnya dia sedikit tahu resep tradisional dari neneknya khususnya obat batuk herbal alami. "Banyak sih, Mas. Ada jahe dicampur madu dan air hangat, atau jeruk lemon campur madu, bisa juga jeruk lemon campur kecap. Bisa menyembuhkan batuk, tapi untuk penyembuhan agak lama memakan waktu seminggu sampai sembuh, karena semua bahannya herbal alami," jelasnya.

  "Aku tidak suka jahe karena pedas. Aku suka pilihan yang kedua. Kamu bisa buatkan?" respon Karan dengan hati yang girang penuh harapan.

  Cladi berdiri dan mendekat ke arah Karan. "Aku buatkan jeruk lemon campur madu dulu, ya." Cladi segera bergegas tanpa menunggu jawaban lagi dari Karan. Karan bersorak senang dengan kepergian Cladi yang akan membuatkannya jeruk lemon campur madu. Meskipun dia tidak batuk benaran, setidaknya air perasan lemon dan madu akan mebuat suaranya lebih jernih.

  Tidak lama kemudian Cladi sudah tiba di dalam kamar seraya menyodorkan secangkir air perasan lemon campur madu.

  "Minumlah," sodornya pada Karan yang masih bersandar di kepala ranjang sembari melihat Hpnya. Karan meraih cangkir yang disodorkan Cladi ke arahnya, lalu sebagai bukti bahwa dia tidak pura-pura, air campuran perasan lemon dan madu itu segera diminumnya. Meski tidak biasa meminum air campuran perasan air lemon plus madu, Karan ternyata menyukai rasanya. Campuran jeruk lemon dan madu ternyata tidak begitu buruk di mulut maupun tenggorokan Karan.

  "Mas Karan, kapan anak-anak akan kembali?" tanya Cladi tiba-tiba. Cladi memang tidak ada obrolan lain untuk dibahas selain tentang anak-anak.

  Karan tidak segera menjawab, dia tersenyum sejenak, Cladi hanya mengalihkan situasi yang canggung antara dirinya dan Karan.

  "Anak-anak liburnya kan selama seminggu, pastinya mereka akan pulang minggu depan," sahut Karan. "Kemarilah," tarik Karan meraih tangan Cladi yang tadinya ingin kembali ke meja rias. Cladi terduduk di tepi ranjang, kini posisinya dekat dengan Karan. Degupan jantungnya terasa kencang.

  "Ini, untuk kamu," ucap Karan seraya menyodorkan sebuh benda kotak yang ternyata sudah Karan siapkan saat Cladi tadi ke dapur membuatkannya air campuran lemon dan madu. Cladi nampak terkejut dan tidak menduga Karan akan memberikan sesuatu padanya.

  Sejenak dia menatap ke arah kotak yang dibungkus dengan kertas kado kuning keemasan. Dalam hati Cladi merasa penasran dan bertanya-tanya. Tapi Cladi tidak sanggup menanyakannya.

  "Bukalah, sekarang," titah Karan menatap Cladi yang merasa bingung.

  "Apa ini?" tanyanya.

  "Buka saja."

  Dengan perlahan Cladi mulai membuka kertas kado yang di atasnya dihiasi pita. Kotak itu mulai dibuka setelah semua kertas kado itu terbuka. Dan sebuah benda dibungkus kotak kecil serta sebuah kunci mobil ada di dalam kotak kado itu. Cladi terkejut sejenak, kunci mobil yang berada di situ tidak segera dia ambil, Cladi malah lebih tertarik meraih kotak kecil di dalamnya, lalu membukanya.

  "Bukalah," titah Karan yang sejak tadi hanya mengawasi gerak-gerik Cladi. Cladi patuh, kotak kecil itu dibukanya perlahan. Dan apa yang dilihatnya di dalam? Ternyata sebuah kalung emas bermatakan permata berkilauan.

  "Kalung emas permata," gumannya. Karan mendengar apa yang digumankan Cladi. Dia meraih kalung itu dari tangan Cladi.

  "Aku pakaikan," ujarnya seraya lebih mendekat ke arah Cladi dan memakaikan kalung itu. "Pas dan cantik," seru Karan memuji sembari mencium pipi Cladi yang tidak diduga Cladi sebelumnya. Cladi diam tanpa sepatah kata, rasa canggung justru lebih menguasai dirinya sampai tidak mengucapkan terimakasih pada Karan.

  Kalung emas permata dari Karan ini justru mengingatkan Cladi pada sosok Syamsir yang begitu saja dengan ikhlas merelakannya. Syamsir pergi ketika Cladi masih sangat mencintainya. Bulir bening kini mulai berkumpul di ujung mata, mendorong-dorong ingin berlomba keluar.

  "Cla, kunci mobil ini buat kamu. Kamu bisa pakai mobil jika kamu mau." Karan memberikan kunci mobil itu ke tangan Cladi yang kini sedang menahan air mata supaya tidak keluar. Bayang-bayang Syamsir begitu kuat berada di dalam ingatannya ketimbang Karan yang kini di depan mata.

  "Cla, lihat aku." Karan memutar tubuh Cladi sehingga kini mereka saling berhadapan, air mata itu kini tidak tertahankan berjatuhan dari sudut mata Cladi.

  "Cla, apa yang kamu pikirkan?" Karan bertanya seraya menatap lekat ke arah Cladi penasaran.

  "Mas Syamsir," serunya membuat Karan terhenyak dan menjauhkan tubuhnya beberapa senti dari Cladi. Ketika suasana hati Karan sedang berbunga-bunga sebab berhasil mengerjai Cladi dengan sandiwaranya, Cladi justru mengingat satu nama yang masih di hatinya yaitu Syamsir. Karan kecewa, lalu dia bangkit dan melempar kunci mobil yang tadi diberikan pada Cladi.

 Cladi juga bangkit, dia semakin deras menangis lalu berdiri dan berlari keluar kamar meninggalkan Karan yang kecewa.

  "Kamu masih belum bisa melupakan dia rupanya, Cla. Baiklah, aku tidak akan menyerah untuk membuatmu melupakan dia. Lihat saja nanti," kesalnya sangat kecewa dengan tangan mengepal.

1
amilia indriyanti
jelas sayang ekonomi aman
Perempuan
koq lemah banget sih Cla. Lemah dan agak² gimana gitu...
Nasir: Heheheh... gimana ya...?
total 1 replies
Perempuan
Laki paling egois. Gak suka banget sama tokohnya ini. Si Cla juga koq cepat banget tergoda, dah dihinakan kayak gitu.
Hera sasuwe
👍
nissa
hadeh
nissa
lanjut
nissa
gak usah datang cla
nissa
nyesal kan kamu cladi
nissa
seru nih
nissa
gantian aja nih karan lagi yang marah
nissa
emang bisa kan cladi pakai kb
Nasir: Mampir di karya saya yg lain ya Kak...
total 1 replies
nissa
nah. lho cladi
nissa
lanjut
nissa
mangka nya cinta sendiri sama syamsir sih pd amat mo ngejar syamsir lagi
nissa
lanjut
nissa
tambah cemburu si karan
nissa
modus teruuuus
nissa
haha,padahal cuman modus tapi berhasil juga pintar juga ya si karan
Nasir: Makasih Kak sudaah mampir ya. Sehat sllu.
total 1 replies
nissa
bagus karan
nissa
hadeh si karan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!