NovelToon NovelToon
Hidup Bebas Di Dunia Lain

Hidup Bebas Di Dunia Lain

Status: tamat
Genre:Reinkarnasi / Harem / Transmigrasi / Light Novel / Tamat
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Thenawa09

Saya Punya Novel Baru nih guys. Jangan Lupa Buat Mampir baca ya. Ceritanya tentang cowo cool yang jatuh cinta pada seorang cewe disekolahnya.

Sinopsis :
Karena kelelahan bekerja, Nathan meninggal dan tereinkarnasi ke dunia lain. Di Kehidupannya yang baru ini Nathan memutuskan untuk menjalani hidup yang bebas akan tetapi untuk mewujudkan itu Nathan harus menghadapi berbagai halangan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Thenawa09, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Act 4. BAB 1: ERA BARU, MASALAH BARU

Setahun telah berlalu sejak kekacauan besar yang nyaris menghancurkan Kerajaan Scarlett. Udara di ibukota, yang dulu dipenuhi debu pertempuran dan teriakan peperangan, kini telah berganti dengan semangat membara untuk membangun. Bekas-bekas reruntuhan masih ada, tetapi kini lebih banyak terdengar suara palu dan pahat, tawa anak-anak, serta obrolan warganya yang penuh harapan.

Kerajaan Scarlett yang lama telah runtuh bersama dengan pengkhianatan Rajanya. Sebuah dewan reformasi dibentuk, dan melalui serangkaian musyawarah yang panjang serta demokratis, Roy, sang pahlawan yang tak lekang oleh waktu terpilih sebagai Pemimpin Tertinggi yang baru. Nama kerajaan pun diubah menjadi "Kerajaan Aethelgard", yang dalam bahasa kuno berarti "Pelindung yang Mulia", sebagai simbol dimulainya babak baru.

Salah satu reformasi terbesar terjadi di tubuh Ksatria Sihir. Lembaga yang dulunya terpecah-belah dan korup ini dibongkar total dan dibangun ulang dari nol. Sistem divisi dipertahankan, tetapi dengan struktur, tugas, dan kepemimpinan yang baru.

Pagi itu, di pelataran istana yang luas dan telah dipulihkan, sebuah upacara agung digelar. Ribuan orang mulai dari rakyat biasa, bangsawan, hingga mantan pemberontak yang telah mendapat pengampunan berkumpul untuk menyaksikan momen bersejarah yaitu Pelantikan Resmi Para Kapten Divisi Ksatria Sihir yang baru.

Nathan berdiri di barisan depan, mengenakan seragam Ksatria Sihir yang masih terasa asing di kulitnya. Jubah berwarna biru tua dengan emblem kerajaan baru di bahu. Di sampingnya, Ely dengan seragam yang sama, tapi dengan warna dasar putih perak, menggenggam tangannya erat. Wajah mereka masih terlihat sedikit kekanak-kanakan, tetapi mata mereka memancarkan kematangan yang didapat dari pengalaman pahit.

"Gugup?" bisik Ely.

"Sedikit," aku Nathan, tersenyum. "Tapi lebih senang. Akhirnya, semuanya mulai berjalan ke arah yang benar."

Jonas, yang berdiri di samping Ely, menepuk pundak Nathan. "Bersiaplah, kita akan segera disumpah. Aku aja yang udah jadi Kapten aja masih deg-degan."

Suara terompet kerajaan membahana, menandakan dimulainya acara. Roy, yang kini mengenakan jubah kebesaran Pemimpin Tertinggi, tampil di balkon istana. Di sebelah kanannya, berdiri seorang pria yang belum pernah dilihat Nathan sebelumnya.

Pria itu bertubuh tinggi tegap, mungkin telah berusia setengah baya, tetapi tidak ada secuil pun keriput di wajahnya yang tajam dan berwibawa. Rambutnya perak pendek rapi, dan matanya yang berwarna abu-abu seperti memancarkan aura kekuatan dan otoritas yang hampir membuat Nathan sulit bernapas. Dia tidak mengenakan jubah mewah, hanya setelan praktis berwarna hitam kelam dengan emblem kerajaan di dada. Namun, kehadirannya mampu menenggelamkan bahkan Roy sekalipun.

"Warga Aethelgard!" seru Roy, suaranya terdengar jelas hingga ke sudut terjauh pelataran. "Hari ini, kita tidak hanya meresmikan struktur baru Ksatria Sihir kita. Hari ini, kita mengukuhkan komitmen kita untuk melindungi, melayani, dan bersatu!"

Sambutan riuh rendah membahana.

Roy melanjutkan, "Mari kita sambut, Panglima Besar Sihir Kerajaan Aethelgard, yang akan memimpin langsung pasukan sihir kita. Lord Valerius!"

Nathan nyaris tersedak mendengar nama itu. Valerius? Bukankah itu nama Lord yang berkhianat dan telah dikalahkan? Tapi pria di samping Roy sama sekali tidak mirip dengan Lord Valerius yang tua dan licik itu.

Pria bernama Valerius itu melangkah maju. Suaranya dalam, tenang, namun memenuhi setiap sudut ruang tanpa perlu berteriak. "Terima kasih, Pemimpin Tertinggi Roy. Tugas kita berat. Puing-puing masa lalu telah kita bersihkan, tetapi fondasi masa depan harus kita bangun dengan kokoh. Ksatria Sihir baru akan menjadi pilar utama fondasi itu. Dan saya di sini untuk memastikan pilar itu kuat, adil, dan tak tergoyahkan."

Dia memandang sekeliling lapangan, dan tatapannya seolah menyentuh setiap orang secara personal. Nathan merasakan dorongan energi sihir yang halus namun sangat perkasa. Ini adalah level kekuatan yang berbeda sama sekali.

"Dan sekarang," ucap Valerius, "saatnya untuk memperkenalkan para Kapten yang akan memimpin ujung tombak kita. Mereka adalah pahlawan yang telah teruji, bukan hanya dalam kekuatan, tetapi juga dalam integritas dan pengorbanan. Ksatria Sihir baru akan terdiri dari enam divisi inti."

Satu per satu, nama-nama dipanggil.

"Divisi 1, Penjaga Ibu Kota & Diplomasi. Bertugas menjaga keamanan ibukota dan menjadi perwakilan kerajaan dalam urusan luar negeri. Kaptennya, Kaelen!"

Wanita dengan mata hijau tajam dan bekas luka di pipi itu melangkah maju dengan percaya diri. Pengalamannya memimpin Penjaga Kabut dan pengetahuannya yang luas tentang politik dalam dan luar negeri membuatnya sempurna untuk posisi ini.

"Divisi 2, Intelijen & Penyelidikan. Mata dan telinga kerajaan di dalam dan luar tembok. Kaptennya, Rylan!"

Seorang pria bertubuh ramping dengan tatapan yang sanggup melihat hingga ke dalam jiwa melangkah ke depan. Hampir tidak ada informasi tentangnya, dan itulah yang membuatnya sempurna untuk memimpin divisi intelijen.

"Divisi 3, Penjaga Perbatasan & Pasukan Respons Cepat. Garis terdepan pertahanan kerajaan. Kaptennya, Gareth si Batu!"

Seorang pria besar berotot dengan kulit sekeras batu dan senyum yang hangat mengangguk pada kerumunan. Reputasinya sebagai prajurit tangguh yang tak tergoyahkan di medan perang sudah dikenal luas.

"Divisi 4, Penelitian, Pengembangan & Pelatihan Sihir. Memastikan sihir digunakan untuk kemajuan dan mencetak generasi ksatria baru. Kaptennya, Sage!"

Seorang wanita paruh baya dengan kacamata dan ekspresi serius, namun matanya berbinar dengan kecerdasan. Dia adalah seorang akademisi sihir ternama yang rela turun dari menara gadingnya untuk membangun kembali kerajaan.

"Divisi 5, Logistik, Medis & Dukungan Lapangan. Tulang punggung yang memastikan semua divisi lain bisa berjalan lancar. Kaptennya, Finn!"

Pria muda dengan wajah friendly dan lincah itu tersenyum lebar. Dia mungkin tidak terlihat seperti petarung terkuat, tetapi kemampuannya mengatur sumber daya dan sihir penyembuhan dasar sangat vital.

"Divisi 6, Pasukan Khusus & Penanganan Ancaman Unik. Divisi yang menangani masalah di luar kemampuan divisi biasa, beranggotakan individu dengan kemampuan spesifik dan langka. Kaptennya, Jonas!"

Jonas, yang dulu hanya rookie yang cemas, kini berdiri penuh percaya diri. Dia telah membuktikan diri sebagai pemimpin yang cerdik dan pemberani. Dia menoleh dan memberi Nathan senyum penuh arti.

"Dan terakhir," lanjut Lord Valerius, suaranya sedikit berubah. "Sebagai unit independen yang langsung berada di bawah komando Panglima Besar dan Pemimpin Tertinggi, kami membentuk Divisi 7, Unit Reaksi Ancaman Ekstrem. Unit ini hanya terdiri dari dua orang untuk saat ini, karena hanya merekalah yang memiliki kemampuan dan pengalaman khusus untuk menghadapi ancaman level tertinggi. Perkenalkan, Nathan Nightshade dan Ely!"

Nathan dan Ely saling pandang sejenak sebelum melangkah maju, berdiri sejajar dengan para kapten lainnya. Sorak-sorai yang terdengar kali ini penuh dengan decak kagum dan harapan. Mereka berdua adalah simbol dari perdamaian baru antara manusia dan Ras Iblis, sekaligus pahlawan yang telah menyelamatkan kerajaan.

Setelah semua kapten dan anggota Divisi disumpah, Lord Valerius kembali berbicara, wajahnya menjadi sangat serius.

"Kalian adalah harapan kita. Ingat, kekuatan adalah alat, bukan tujuan. Dan sebagai pengingat akan hal itu, izinkan saya membagikan sebuah pelajaran dari masa lalu."

Dia mengangkat tangannya, dan sebuah kristal besar di tengah pelataran mulai bersinar. Sebuah ilusi sihir berkualitas tinggi terpampang di udara, menunjukkan rekaman dari lima belas tahun yang lalu.

"Banyak dari kalian yang tahu tentang Serangan Shadow Wolf lima belas tahun silam," ucap Valerius, suaranya berat. "Tapi sedikit yang tahu kebenaran di baliknya."

Gambar yang ditampilkan bukanlah pasukan Shadow Wolf yang menyerang begitu saja. Tapi menunjukkan pertemuan rahasia antara Raja Johansen yang masih muda, Lord Valerius yang tua (Kakek dari Panglima Besar sekarang), dan seorang anggota Shadow Wolf.

"Kakek saya," kata Valerius sang Panglima Besar, "bersekongkol dengan Raja untuk menciptakan krisis. Mereka mengizinkan Shadow Wolf masuk, mengorbankan ribuan nyawa rakyat, hanya untuk memusatkan kekuasaan dan membersihkan para penentang politik mereka di bawah kedok 'perang'. Itulah mengapa saya, yang saat itu masih muda, memilih untuk meninggalkan kerajaan dan menyembunyikan identitas saya. Saya tidak mau terlibat dalam konspirasi keji keluarga saya sendiri."

Nathan terdiam, hancur. Selama ini dia mengira peristiwa itu murni serangan dari luar. Ternyata, itu adalah pengorbanan massal yang direncanakan dari dalam oleh orang-orang yang seharusnya melindungi.

"Kakek saya dan Raja Johansen menggunakan energi pertempuran dan penderitaan rakyat untuk sebuah ritual rahasia," lanjut Valerius, wajahnya muram. "Ritual itu bertujuan untuk membuka sebuah segel kuno. Segel yang mengurung sesuatu yang sangat berbahaya. Mereka percaya mereka bisa mengontrolnya, tapi mereka salah."

Gambar berubah menunjukkan sebuah ruangan bawah tanah rahasia di bawah istana. Sebuah portal energi yang tidak stabil terbuka, dan dari dalamnya, keluar sosok-sosok bayangan yang bukan manusia maupun Ras Iblis. Mereka adalah makhluk dari dimensi lain, makhluk yang hanya menginginkan konsumsi dan kehancuran.

"Mereka bukanlah Shadow Wolf," bisik Nathan pada diri sendiri, jantungnya berdebar kencang.

"Ya," kata Valerius, seolah mendengar bisikan Nathan. "Mereka adalah yang kita sebut 'Pencerap'. Makhluk yang memakan energi kehidupan dan sihir. Kakek saya dan Raja, dalam kepanikan, berusaha menutup portal itu dengan mengorbankan nyawa para ksatria sihir, termasuk beberapa Kapten Divisi saat itu. Mereka berhasil menutupnya, tetapi tidak sepenuhnya. Segel itu rapuh, dan para Pencerap itu masih ada di sana, tertidur, menunggu momentum untuk bangkit kembali."

Rekaman itu berakhir. Sunyi yang mencekam menyelimuti pelataran.

"Kebenaran ini pahit," kata Roy, memecah keheningan. "Tapi kita harus menghadapinya. Konspirasi lama telah kita bereskan, tetapi ancaman yang mereka picu masih ada. Tugas Ksatria Sihir yang baru bukan hanya menjaga perdamaian, tetapi juga membersihkan warisan beracun dari para pendahulu kita."

Lord Valerius menatap langsung ke arah Nathan dan Ely. "Nathan Nightshade. Ely. Darahmu, pengalamanmu, dan kekuatan Primordial yang baru kalian sentuh, adalah kunci. Segel itu dibuat dengan sihir purba yang melampaui pemahaman manusia atau Ras Iblis modern. Hanya dengan kekuatan sejati kalian, kita bisa memperbaiki segel itu untuk selamanya, sebelum para Pencerap itu bangun dan mengulang tragedi yang bahkan lebih buruk dari lima belas tahun yang lalu."

Nathan merasa beratnya tanggung jawab itu menindih pundaknya. Dia pikir pertempuran melawan Morvan dan Raja Johansen adalah akhir. Ternyata, itu hanyalah pembuka dari konflik yang jauh lebih besar. Dia bukan hanya harus membangun masa depan, tetapi juga memperbaiki kesalahan masa lalu yang bahkan bukan ulahnya.

Upacara pun bubar dengan suasana hati yang campur aduk. Rasa bangga, haru, tetapi juga was-was. Saat orang banyak mulai berpencar, Nathan masih terdiam di tempatnya, memandangi istana yang megah.

Ely memegang lengannya. "Kita akan menghadapinya bersama, Nathan. Seperti selalu."

Jonas mendekat, wajahnya tak lagi menunjukkan kegugupan, tetapi tekad baja seorang kapten. "Ini akan jadi tugas pertama Divisi 6 dan 7 yang sesungguhnya. Kita harus koordinasi dengan baik."

Nathan mengangguk, tekadnya mengkristal. Dia melihat para kapten baru lainnya. Kaelen, Rylan, Gareth, Sage, dan Finn sedang berkumpul, membicarakan langkah selanjutnya. Mereka adalah tim yang kuat, tetapi ancaman yang mereka hadapi adalah sesuatu yang sama sekali asing.

Era baru memang telah datang, tetapi membawa serta masalah warisan yang lebih mengerikan. Perjalanan mereka belum berakhir. Malahan, petualangan yang sesungguhnya baru saja dimulai. Dan Nathan tahu, di suatu tempat di bawah istana yang megah ini, sebuah ancaman kuno sedang menunggu untuk bangun.

1
ラマSkuy
apakah Nathan ini akan mempunyai kekuatan yang over power 🤔🤔
Thenawa: Untuk kedepannya iya kak
total 1 replies
ラマSkuy
sangat bagus kak alur ceritanya saat aku baca sampai bab ini, cuma memang masih ada sedikit typo sih tapi untuk keseluruhan alur bagus banget dan juga kata kata yang di pakai mudah dipahami para pembaca.
Semangat terus kak 💪
Thenawa: Terima kasih banyak kaks🙏🙏🙏
total 1 replies
ラマSkuy
wah awal awal tanpa diketahui langsung punya skill tranformasi jadi Beast hanya gara" menelan sedikit darah dari monster serigala tersebut keren kak, di tunggu kelanjutannya hehehe
Thenawa: Siapp kakss nantikan kelanjutannya ya kak🙏🙏
total 1 replies
Adrian Koto
waw pindah ke isekai dapet skill transformasi dengan minum sedikit darah. gimana nanti kalo minum darah perawan? 🤔
Thenawa: Yaa transformasi jadi perawan bang wkwkw
total 1 replies
kokonoe
lanjot
kokonoe
naice
kokonoe
nice
Thenawa
💪
kokonoe
Lanjut thor
Thenawa
mantap
ian gomes
Bagus banget ceritanya, aku udah nggak sabar nunggu bab selanjutnya!
Thenawa: Thank's
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!