NovelToon NovelToon
Rahim Bayaran Sang CEO

Rahim Bayaran Sang CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Penyesalan Suami / Crazy Rich/Konglomerat / Cintapertama / Nikah Kontrak / Konflik etika
Popularitas:110.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: ANIVITA

Rahim Bayaran Sang CEO

Clarisa, seorang gadis desa yang berhasil merubah hidupnya dengan menjadi sekertaris di perusahaan besar.

Interaksinya dengan sang pemilik perusahaan membuat butiran cinta mulai tumbuh dihatinya.

Rasa cintanya mengantarkannya ke sebuah kegilaan dengan menerima tawaran sang CEO untuk menjadi istri kontrak sekaligus rahim bayaran.

Mampukah Clarisa meluluhkan hati sang CEO?
Apakah rencana tersembunyi Clarisa akan berhasil?

yuk simak novel ini!

Nb: dilarang plagiat!! apabila ada kesamaan nama tokoh, mungkin hanya kebetulan semata.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANIVITA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rahim Pengganti

Risa hanya bisa menangis, wanita itu tak sanggup berkutik.

Dev mengusap wajahnya kasar, pria itu segera keluar dari kamar dengan wajah kusutnya.

Risa langsung memunguti obat obatnya yang berceceran di lantai.

Risa menatap ponselnya, tepatnya aplikasi tabungannya.

Uangnya kini hanya tersisa 10 juta. Tidak mungkin jika ia menggunakannya lagi untuk melakukan tindakan medis yang lebih mahal.

Ia bahkan sampai sekarang tak memiliki keberanian untuk menggunakan kartu yang Dev berikan padanya.

Jam makan malam,

Semua nampak berkumpul di meja makan.

"Tumben diem Ris?" Tanya mama Dina melihat menantunya hanya diam.

"Enggak kok ma"

"Tadi siang mama dapet saran dari temen mama, mendingan kalian langsung bayi tabung aja deh. Lagian kalo cuma untuk biaya itu mama yakin nggak bakal berat buat Dev. Nggak ada salahnya kan nyoba nyoba dulu"

"Iya ma, nanti Risa bicarakan lagi dengan kak Dev"

Setelah makan malam, Risa merenung didalam kamarnya.

Ia merasa tidak nyaman karna mertuanya selalu mendesaknya untuk hamil.

Tok

Tok

Tok

Risa mendongak menatap pintu yang diketuk.

"Risa, ini mama"

"Masuk aja ma, pintunya nggak dikunci"

Ceklek

Risa tersenyum canggung pada mertuanya itu.

"Ada apa ma?"

"Ini mama ada herbal buat kamu, nanti langsung diminum ya"

Lagi lagi Risa hanya tersenyum canggung

"Iya ma"

Mama Dina menggenggam telapak tangan menantunya.

"Mama tau apa yang kamu rasain kok. Kalau memang tuhan belum ngasih kalian anak dalam waktu dekat, saran mama ijinkan Dev untuk membeli rahim diluar sana. Kamu tahu kan kenapa mama pengen cepet cepet punya cucu. Usia Dev udah 33 tahun, perusahaan butuh penerus secepatnya. Jadi kamu paham kan maksud mama?"

Risa menangis

"Maaf ma, maafkan Risa. Risa janji akan segera hamil. Tapi Risa mohon jangan biarkan kak Dev untuk memiliki hubungan dengan wanita lain ma. Risa mohon," wanita itu bersimpuh didepan mertunya.

Mama Dina juga ikut menangis tak tega melihat keadaan menantunya.

"Mama yakin, jika Dev memang mencintaimu dia tidak akan berpaling. Ini hanya saran mama saja, mama harap kamu mempertimbangkan sebaik mungkin. Ini juga demi perusahaan agar ada penerus"

Risa hanya diam,

"Kalau begitu besok ikut mama ke dokter untuk pemeriksaan bersama ya" 

Risa mengangguk, wanita itu tak berani jika mengatakan bahwa tadi ia baru saja dari dokter.

Ke esokan harinya,

Dev menatap heran istrinya yang belum juga bersiap untuk bekerja.

"Kak, hari ini aku tidak masuk kerja"

Dev mengangkat sebelah alisnya

"Mama mengajakku kerumah sakit"

Dev hanya diam tak menanggapi

"Semalam mama berbicara empat mata denganku" ucapan Risa membuat Dev menatap istrinya penasaran.

"Mama bilang jika dalam waktu dekat aku tidak hamil, kak Dev harus membeli rahim diluar sana. Dan otomatis perjanjian kita akan berakhir"

Dev hanya memutar bola matanya jengan dengan drama istrinya itu.

"Kak Dev harus berjanji tidak boleh membuangku, aku mau jadi pemuas kakak sampai kapanpun tapi jangan membuangku. Aku tidak sanggup"

Dev tersenyum meremehkan

"Cih, kau bahkan wanita yang tidak memiliki harga diri seperti ini. Kau jangan serakah, perjanjian tetaplah perjanjian. Sampai kapanpun itu akan berlaku. Ingat, aku hanya memberimu waktu 2 bulan" Dev mengingatkan.

Risa menunduk

Dev segera keluar dari kamarnya.

Risa menangis memukuli perutnya

"Sialan, kenapa kau tak langsung hadir hah?!" Bentaknya memukuli perutnya.

Sudah satu bulan yang lalu ia tak melakukan kontrasepsi.

Tapi sampai sekarang tak ada tanda tanda bahwa ia hamil.

Di rumah sakit,

Risa melakukan serangkaian pemeriksaan dan konsultasi.

Lagi lagi Risa harus menerima suntikan dan juga infus dari dokter karna Risa tak mengatakan bahwa kemarin ia baru saja mendapatkan tindakan itu.

1
Cennya Dwi anggraini
up lagi dong kak
Muna Junaidi
Mare menunggu kebucinan pak ceo🤣🤣🤭
Siti Arisah
up lagi dong KA nanggung banget itu 🤭🙏
semangat KA..
Yasfi Khoirul
up lagi thour
Yasfi Khoirul
kk lama bangett ga up up
Jumriany Aiman R
/Heart//Heart//Heart/
Arledis Vianti
kok lama banget update nya
Cinta Angelica Stk
kenapa harus ada perjanjian lagi sihhh.....
Rus Rus
best
im'yuseec
good
Heny
Risa jng terlalu agresip
Dian Novita
ssh tamat kah cerita nya
Dian Novita
msh menunggu lage
Siti Maisha
kak kapan nih lanjut nya
Hanenda Raharjo
1😁😁😁😁😁😁😁😁
Irlindawati
Luar biasa
Nurlita Masuara
sampai nangis akuu bacanya😭😭
Ayu Menik
up yg banyak dong kak
Cinta Angelica Stk
jangan lama lama dong kk up nya
Tri Warsiti
emang ini bersambung thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!