NovelToon NovelToon
Terjerat Godaan Tetangga

Terjerat Godaan Tetangga

Status: sedang berlangsung
Genre:Berondong / Nikahmuda / Teen School/College / Romansa / Cinta pada Pandangan Pertama / Kehidupan di Sekolah/Kampus
Popularitas:106.8k
Nilai: 5
Nama Author: SariRani

Lelaki tampan berumur 18 tahun yang baru saja lulus SMA terjerat godaan wanita bintang film blue berumur 2 tahun diatasnya yaitu 20 tahun yang menjadi tetangga sejak sebulan lalu.

Di dalam mobil setelah malam prom perpisahan kelulusan, Jerome dan Ella melakukan hubungan badan untuk pertama kalinya.

Pertama kali untuk mereka berdua bersama lakukan juga melepas keperjakaan pemuda. Namun berbeda dengan Ella yang sudah melepas keperawanannya sejak memutuskan untuk menjadi bintang film dewasa 3 tahun lalu. Tapi bagi Ella ini adalah pertama kalinya ia lakukan dengan pria yang ia sukai atau bisa dibilang mulai ia cintai.

Berlatar belakang di negara bebas United States of America - USA . Pergaulan bebas disana sudah tak bisa dihindari, kehamilan luar nikah pun marak terjadi namun tanggung jawab anak muda disana cukup bisa di apresiasi.

Note : tapi tidak untuk di tiru di negara kita yang berbudaya luhur dan menjaga etika pergaulan 🙏🏻

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SariRani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ayah Alex

Sesampainya di depan rumah Ella untuk memarkirkan mobil wanita itu, Jerome dengan malu malu mencuri kecupan dari pipi wanita yang sudah mengambil keperjakaannya itu.

Cup!

Lalu pria itu keluar mobil dan berlari menuju rumah sebelum mendapatkan reaksi Ella.

Wanita yang mendapatkan kecupan itu ikutan malu melihat tingkah Jerome yang baginya sangat menggemaskan. Masih berada di bangku penumpang, ia melihat pria itu berlari masuk rumahnya.

"Begini ya rasanya jatuh cinta sama brondong" lirih Ella dengan senyum.

Setelah tidak dapat melihat Jerome lagi karena sudah masuk rumah, ia pun turun dan masuk rumah paman dan bibi Josh.

Jerome yang sudah masuk kamar langsung merebahkan tubuhnya diatas ranjang dan menatap langit langit kamarnya.

"Aku sudah gila bisa melakukan hal itu di pinggir danau dan didalam mobil yang atapnya tidak tertutup. Tapi tadi malam adalah malam terbaik yang pernah aku dapatkan di usia remajaku ini. Aku akan menjaga Ella dan dewasa bersamanya" ucap Jerome pada dirinya sendiri sambil senyum senyum mengingat kejadian panasnya bersama Ella.

Lalu ia ingat belum melihat handphonenya sejak tadi malam. Pasti Ryno dan Zoy mencari keberadaannya dan menanyakan kabar tentang Ella. Jerome mendudukkan diri diatas ranjang, dan mengambil hp didalam celananya.

"Astaga, hp ku mati!" seru Jerome melihat hpnya sudah tak menyala karena kehabisan baterai. Lalu ia pun segera mengisi baterai hp itu dengan charger nya di meja belajar.

Menunggu hp nya nyala kembali , Jerome memilih untuk menyegarkan tubuhnya kembali dengan mandi.

Sekitar 15 menit , ia berada didalam kamar mandi dan keluar dengan penampilan segar dan sudah memakai kaos serta celana pendek.

Ia pun menghampiri hp nya dan sudah menyala. Jerome terkejut notifikasi layarnya begitu banyak pesan dari banyak temannya sekolah. Dibukalah layar itu, memang benar aplikasi chat Whatsappnya rame.

"Apa apaan ini, kok rame banget dan kenapa kok banyak nyebut aku?" gumam Jerome lalu memilih membuka grup angkatan terlebih dahulu.

"Gilak tuh Jerome! Beneran bawa wanita itu ke prom night, Keren!"

"Jerome diam diam mempesona juga ya, sampek bisa narik artis film begituan ke sekolah kita"

"Gak cuma pinter, Jerome ternyata juga diam diam sat set"

"Aku baru sadar memang Jerome terlihat tampan"

"Kenapa aku gak sadar sejak dulu kalau Jerome tampan dan pintar?"

"Wanita itu membuat Jerome tidak lugu lagi. Aku salut padanya"

"Wanita yang bersama Jerome sangat cantik, apa mereka sudah melakukan hubungan itu ya? Apakah Jerome ternyata sudah tidak perjaka?"

"Sh*t! Jerome dapet jackpot! Mainnya sama yang sudah pro! Ajarin dong suhu"

"Kemarin waktu dansa, Jerome sepertinya sudah pro berdansa tuh"

"Kenapa waktu udah lulus, Jerome terlihat tampan dan mempesona?"

"Pasti wanita itu mengajari Jerome untuk bermain di ranjang haha"

Hampir semua isi pesan pesan di grup angkatan menyorot Jerome dan Ella ketika hadir di prom night yang menyita perhatian. Semalam saja pamor Jerome meningkat di sekolah. Pria itu membacanya tak percaya, dirinya bisa seperti dipuja puja oleh temannya karena bisa bersama Ella.

Namun ada kesenangan tersendiri mendapatkan perhatian baik itu karena sebelumnya selama sekolah dia sering diremehkan dan dibilang lugu, kutu buku hingga tak mau bersosialisasi.

Padahal dari dulu Jerome ingin aktif berteman dan menjadi anak yang ceria tapi teman temannya sering memberikan pernyataan yang membuat ia tak percaya diri.

Jerome senyum senyum sendiri membaca pesan pesan di grup angkatan. Setelah puas membaca, ia mengirim pesan ke grupnya.

"Thank you for your attention, friends. Terima kasih sudah hadir di Prom Night kita yang meriah. Selamat menempuh perkuliahan dan menuju kedewasaan. Cheeers 🍻"

Seperti itu balasan dari Jerome. Lalu ia melihat pesan dari Ryno yang sudah heboh menanyakan bagaimana bermalam dengan Ella. Namun Jerome hanya membalas "lebih baik aku ceritakan kalau kita bertemu, hari ini aku akan sibuk. Jangan ganggu aku"

Setelah itu, Jerome mengabaikan pesan pesan lainnya dan berjalan keluar kamar untuk sarapan karena baru saja ia mendengar teriakan dari ibunya.

"Jerome, ayo sarapan!" seru kedua kali Phila ketika Jerome sudah sampai tangga.

"Iya bu, ini lagi turun" sahut Jerome lalu ia mempercepat langkahnya menuju ruang makan.

Sesampainya di ruang makan, ia terkejut karena Ella sudah membantu ibunya menata hidangan sarapan.

"El, kamu kok udah disini?" tanya Jerome.

"Iya, ibu yang manggil dia kesini. Tadi waktu kamu masuk rumah, ibu lihat kamu pulang bareng Ella dan menduga jika kalian belum sarapan. Ya sudah, ibu ajak Ella sarapan juga" sahut Phila sebelum Ella yang menjawab.

Jerome hanya membalas dengan senyuman kepada ibunya lalu ia duduk di kursi meja makan. Alex yang sudah duduk berada di ruang makan terlebih dahulu bisa melihat ekspresi Jerome yang bahagia dan terlihat segar , berbeda seperti biasanya.

Begitu pun sama halnya ketika melihat Ella dengan semu merah di pipinya dan terlihat bahagia pagi ini. Sang ayah pun tau apa yang terjadi kepada kedua anak muda di hadapannya ini, ya karena dia pun tau muda yakan.

"Eheem eheeem. Wajahmu segar banget Jer, seneng ya udah lulus?" Alex memulai percakapan.

"Ya begitulah, Yah. Aku benar benar senang karena bisa membuat moment hebat di akhir SMA ku" jawab Jerome dengan mata berbinar.

"Apa tuh moment hebat?" sela Phila ketika baru saja duduk di kursi meja makan dan diikuti Ella duduk disamping Jerome.

"Hmmm, apa kamu sudah melepas perjakamu dengan seorang wanita?" sahut Alex dengan senyuman menyeringai menggoda sang putra dan pertanyaan ini membuat Jerome serta Ella sama sama batuk tiba tiba.

"Uhuk..uhuk...uhuk.." batuk keduanya bersamaan.

"Ayah, bisa bisanya tanya hal privasi begitu" protes Jerome setelah tidak batuk lagi. Ella yang tadi juga batuk mendadak berusaha menahan malu didepan orang tua Jerome.

Phila yang melihat salah tingkah wanita muda didepannya itu baru menyadari jika suaminya menyoba menginterogasi kedua anak muda tersebut.

"Hahahahahaha. Maaf maaf, ayah penasaran saja. Karena ayah juga pernah muda jadi menduga duga apa yang telah terjadi tadi malam dengan kamu" sahut Alex sambil tertawa.

Jerome dan Ella sudah sama sama terlihat merona di pipi tersipu malu.

"Kalau ayah tau, kenapa tanya hmmm, bikin aku malu aja" ucap Jerome yang tidak langsung memberikan pengakuan.

"Hahaha, yakan bener dugaan ayah. Apa wanita itu Ella?" tanya Alex langsung to the point.

"Ayah!" seru Jerome kesal karena ayahnya langsung benar menebak. Ella menundukan wajahnya karena malu.

Gimana gak malu, dipergoki ambil perjaka anak orang didepan orang tua anak itu.

Phila juga ikutan kesal dengan suaminya yang sangat to the point nyebut nama, jadi suasananya agak canggung di meja makan sekarang.

"Ayah, ayo makaan aja deh. Nanti sarapannya keburu dingin" ajak Phila sambil mengisi piring Alex dengan macroni oven bikinannya.

Alex hanya terkikih saja melihat tingkah malu malu putra dan wanita disampingnya.

"Haha, maaf maaf. Beneran ayah gak kuat nahan penasaran, jadi ayah langsung aja to the point. Jujur, sebagai seorang laki laki yang pernah muda, ayah juga melepas keperjakaan ayah sama wanita yang saat ini jadi istri ayah ini" ucap Alex sambil mengedipkan matanya menggoda Phila membuat sang istri jadi ikutan malu.

"Ayah! Jangan buka kartu AS kita dong" protes Phila.

"Gapapa sayang, biar anak anak tau juga. Mereka udah geda, ya mungkin pengalaman mereka pertama kali tuh membawa mereka sampek menikah dan punya anak setampan Jerome atau secantik Ella. Ayah kan berdoa saja" sahut Alex merasa tak bersalah.

Makin menjadilah rasa malu Jerome dan Ella.

"Gini loh ya, ayah cuma ingetin. Kalian udah ngerti kalau hubungan begituan bisa jadiin si wanita hamil kalau gak dilakukan secara aman. Ayah cuma ingetin, selalu bawa kon**m kalau memang kalian sudah berkomitmen untuk bersama. Apalagi waktu kuliah, kehidupan disana bebas. Kalian harus bisa jaga kesetian , jangan ganti ganti. Bahaya. Inget pesen ayah ya Jerome. Kamu laki laki jangan sembarangan buang benihmu tanpa antisipasi. Kamu udah ngerti kan masa depanmu panjang apalagi calon dokter. Ella juga katanya kamu mau masuk hukum dan jadi pengacara, kehidupan di hukum begitu keras. Kalau kamu sebagai wanita muda kemudian hamil disaat muda begini, bahaya untuk kalian" pesan Alex panjang lebar untuk kedua anak muda yang hanya menundukkan kepala saja.

"Ngerti kan kalian?" lanjut Alex.

"Hmm, iya ayah" sahut Jerome.

"Ella, meskipun aku dan Phila awalnya hanya orang lain bagimu , tapi karena mungkin saat ini kamu sudah menjadi putri kami. Aku pribadi senang jika Jerome mendapatkan kamu sebagai wanitanya dan aku tau kamu lebih dewasa secara umur dari dia. Jadikan dia lebih dewasa ya. Jangan sampek kamu hamil karena anak itu yang bebas menyemprotkan benihnya ke kamu tanpa persiapan. Ayah dulu setidaknya ketika kalian lulus kuliah barulah berfikir untuk mempunyai anak" ucap Alex pada Ella yang mendapatkan lototan tajam Phila.

"Ayaah, udaaah! Ayah ih terlalu vulgar ngomongnya! Mereka udah gede, pasti tau apa yang terbaik buat mereka. Kita dukung aja. Mereka juga pasti tau punya anak itu gak mudah membesarkannya, pasti banyak pertimbangan" sahut Phila.

Ella dan Jerome masih malu mendengar pembahasan ini. Tangan mereka meremas di pakaiannya masing masing.

"Hahaha, iya deh. Ayah udah ngomongnya, itu udah cukup untuk bekal Jerome setelah lulus SMA. Sebelum sarapan, Ayah mau ngucapin selamat sama putra pintar ayah yang tampan ini, selamat menjadi terbaik disekolah ya, sayang. Ayah bangga sama kamu" ucap Alex sambil berdiri dan mendekat ke Jerome lalu mencium pucuk kepala putranya dan memeluknya.

Seketika rasa malu Jerome hilang dengan rasa haru.

"Terima kasih, Ayah. Jerome berusaha tidak akan mengecewakan ayah dan ibu" ujar Jerome sambil memeluk ayahmya.

Phila dan Ella yang melihat itu pun jadi terharu. Memang peran ayah sangat penting untuk anak.

Setelah dirasa cukup menyalurkan rasa bahagia seorang ayah pada anaknya, Alex kembali duduk dan mulai menyantap sarapannya. Phila, Jerome dan Ella pun mengikuti kepala rumah tangga itu untuk menikmati sarapan yang terhidangkan.

1
Alam syah123
xxxx ..... seru aja sih....hhhhhhh 👍👍👍
Laarni Ibrahim
so sweet..di tunggu up nya
ghazi
ulang lagi?
SariRani: Mohon maaf , update revisi 🙏🏻
total 1 replies
Laarni Ibrahim
wahhhh mangkin seru ceritanya.teruskan upnya Thor..
Laarni Ibrahim
cerita yg hebat teruskan up nya
SariRani: Terima kasih banyak atas dukungan kakak diawal novel ini ❤️🙏🏻 semoga author bisa mempertahankan cerita yang bagus hingga ending ya 😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!