Season 1
Kisah cinta segitiga antara Celia, Kevin, dan Alex.
Celia : bertemu kembali dengan Kevin, cinta pertamanya, di kantor yang sama. Dia yang dulu biasa saja kini berusaha mendapatkan hati Kevin.
Kevin : meski awalnya mencintai wanita lain, dia akhirnya memilih Celia.
Alex : tipe yang lain di mulut lain di tindakan. Saat kecelakaan merenggut nyawa Celia, dia menerima misi dari dewa untuk mengembalikan roh Celia.
Siapa yang pada akhirnya menjadi cinta sejati Celia?
------------------------------------------------------
Season 2
Kisah cinta dari anak-anak pasangan Season 1
-------------------------------------------------------
Selamat membaca 😊
Baca juga (masih on going)
*Beautiful Sad Days with You
*What's Wrong with Love
*Love in Disguise (hiatus dulu)
*The Dragon Shifter
*Her Second Life
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lee.ana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ditolak
Celia mengelabui Alex atas permintaan Victoria. Dia meminta pria itu menemuinya di sebuah taman sore hari ini. "Apa kamu yakin, Ri?"
"Aku tidak akan mundur, apapun resikonya. Jika tidak jadi pacar, kami bisa berteman saja."
Celia tersenyum sedih dan meninggalkan Victoria beberapa saat sebelum Alex datang.
"Di mana Celia?" Alex mencari ke sekelilingnya, tapi hanya ada Victoria di tempat janjian mereka.
"Tadi kak Celia yang mengantarku kemari lalu pulang tidak lama sebelum kak Alex datang."
Alex merasa tidak nyaman. Dia seperti bisa menebak maksud perbuatan Victoria. "Ada yang ingin kamu sampaikan padaku?"
"Aku ingin berterima kasih dan mengembalikan ini."
Dia melihat luka di tangan Victoria saat menggendongnya di punggung. Alex menurunkan wanita itu lalu membalut tangannya dengan sapu tangan.
"Terima kasih sudah mengembalikan ini."
Victoria menatap Alex selama beberapa detik.
Jangan katakan, kumohon.
"Aku suka Kak Alex."
"Mengapa kamu menyukaiku? Apa karena aku menggendongmu? Atau karena sapu tangan itu?"
Victoria tertawa dan Alex sungguh tidak menduganya. "Kak Alex dingin sekali padaku. Bahkan saat bertemu tadi tidak menanyakan keadaan kaki atau tanganku, malah bertanya di mana kak Celia."
Alex merasa bersalah karena tidak menanyakan itu. Dia tidak kepikiran tadi. "Maafkan aku. Aku cuek dan jahat padamu."
"Kak Alex sebenarnya baik. Aku melihatnya sendiri di hari pembukaan. Kakak selalu menjaga kak Celia. Saat kak Celia kerepotan membawa nampan berisi banyak cangkir, saat memajang lukisan mamaku, saat mengajari beberapa anak kecil menghias kue."
Alex melakukannya secara alami. Jika berada di dekat Celia, dia merasa ingin melakukan apa saja bersamanya.
"Aku iri. Aku ingin menjadi wanita itu. Aku ingin menjadi kak Celia."
Alex tersenyum pada Victoria untuk pertama kalinya. "Kamu masih muda. Kelak kamu akan menemukan sosok malaikat pelindungmu, yang akan menjaga dan membuatmu bahagia."
Penolakan tidak selamanya berakhir pahit meski rasanya tetap sakit. Victoria merasa tidak perlu menangis atau bahkan membenci pria itu. "Semoga hubungan kakak berhasil. Coba saja nyatakan."
Kata-kata Victoria terus terngiang di pikirannya. Apa aku sanggup menyatakan perasaanku? Aku tidak ingin ditolak dan hubungan kami hancur.
Alex belum beranjak dari tempatnya tadi. Dia sedang mengumpulkan keberanian untuk menekan nomer Celia.
Jika langsung diangkat, Alex memutuskan akan menyatakan perasaannya hari itu juga.
"Halo, Alex?" Celia mengangkatnya di dering pertama.
"Ada yang ingin kubicarakan denganmu. Sekarang juga. Di tempat janjian tadi." Alex buru-buru membeli bunga setelah menutup telepon.
Wajah Celia tampak cemas karena mengira Alex akan marah karena sudah dibohongi. Dia melihat Alex berdiri menatapnya dengan kedua tangan disembuyikan di belakang punggung.
"Jangan marah. Aku melakukannya karena Victoria menyukaimu.'
"Apa kamu tidak memperdulikan perasaanku?"
Celia merasa menyesal. "Maafkan aku."
"Kumaafkan. Tapi bukan ini yang ingin kubicarakan denganmu."
Alex menyerahkan buket bunga pada Celia. "Aku menyukaimu sejak lama. Maukah kamu menjadi pacarku?"
Celia hampir tertawa jika tidak melihat tatapan serius dari Alex. Tidak mungkin, dia pasti sedang mengerjaiku.
"Mengapa kamu diam saja? Tolong katakan iya."
Buket bunga dikembalikan dan Celia tidak berani menatap mata Alex.
"Apa kamu sedang menolakku?"
"Maafkan aku. Aku tidak bisa menerima perasaanmu."
Taman itu resmi menjadi saksi penolakan dua manusia yang terikat cinta segitiga.
"Apa alasannya?"
"Aku sudah menyerahkan hatiku pada orang lain." Dan kamu mengenal pria itu.
Bunga di tangan Alex terjatuh dan beberapa kelopaknya berjatuhan. Aku tahu siapa pria itu.
pertama...bahkan kl boleh jujur q tidak pernah merasakan yg jantung berdebar,dag dig dug dll.ygdinarasikan org sdg jatuh cinta dintiap novel yg kubaca..ini yg kubaca mendramarisir apa q yg tdk beruntung😂😂😂😂