NovelToon NovelToon
Perjodohan Paksa Dengan Crush

Perjodohan Paksa Dengan Crush

Status: tamat
Genre:Cintapertama / CEO / Keluarga & Kasih Sayang / Karir / Angst / Romansa / Tamat
Popularitas:58.4k
Nilai: 5
Nama Author: Chocolateee

"Gue mau terima perjodohan konyol ini tapi dengan satu syarat," ungkap Arsen.


"Apa?" Aliza penasaran dengan persyaratan yang akan diajukan oleh Arsen.


Sebenarnya diawal Arsen sudah memberikan saran untuk "Menikah kontrak." tapi Aliza tidak setuju.


"Hubungan gue dan Risa akan terus berlanjut setelah kita menikah."


Penjelasan Arsen mampu membuat Aliza membeku seketika. Persyaratan macam apa ini?

Namun, setelah beberapa menit terdiam seraya berpikir keras akhirnya Aliza menyetujuinya.


"Oke. Gue setuju."


Apakah Aliza akan bahagia dengan pernikahannya dengan Arsen walaupun suaminya itu masih terus menjalin hubungan dengan pacarnya?


Mari ikuti kisah selanjutnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chocolateee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32 Grand Opening

"Lo besok bisa dateng ke acara grand opening toko roti gue nggak, Kak? Bisa minta izin dulu sama ayah nggak? Sehari doang." tanya Aliza setelah Arsen datang.

Suara jam semakin terdengar jelas yang menunjukkan pukul 12 malam. Aliza memang sengaja tidak tidur lebih dulu.

Dia sengaja menunggu suaminya pulang.

"Besok gue ada rapat sama klien penting. Jadi, nggak bisa," jawab Arsen lalu mengambil handuknya masuk ke kamar mandi.

Bukan kalimat itu yang Aliza ingin dengar. Kenapa Arsen tidak bisa meluangkan waktu hanya sehari saja?

Dia ingin ketika nanti dirinya memotong pita sebagai pembuka. Arsen ada disampingnya.

Namun, keinginannya itu harus dirinya pendam dalam-dalam.

"Al?" teriak Arsen dari dalam kamar mandi. Tak lama kepalanya menyembul keluar sedikit.

"Kenapa?" tanya Aliza mulai bangun dari tempat tidurnya. Meninggalkan laptopnya menyala diatas kasur empuknya.

"Tolong ambilin gua sampo di lemari," jelas Arsen seraya mengeluarkan sedikit jarinya untuk menunjuk lemari pakaianya.

Aliza menuruti permintaan Arsen. "Nih!" Dia menyodorkan sebotol sampo milik Arsen.

Tangan mereka bersentuhan, ide jail itu muncul di benak Arsen.

"Lo udah mandi belum?" tanya Arsen memulai rencana jailnya. Tangannya masih terus memegang tangan Aliza yang menggenggam botol sampo.

"Udah lah." Aliza mulai menggoyangkan tangannya agar Arsen mau melepaskan tangannya. "Lepasin, Kak!"

"Besok gue dateng ke acara grand opening toko roti lo. Tapi dengan satu syarat." Seringaian kecil milik Arsen itu membuat Aliza berpikir yang tidak-tidak.

"Apa?" tanya Aliza seraya terus berusaha melepaskan genggaman Arsen.

"Mandi bareng gue sekarang," ucap Arsen mengedipkan sebelah matanya genit.

"Nggak!" Akhirnya Aliza berhasil melepaskan genggaman Arsen.

Dia segera berlari keluar kamar. Jantungnya berdetak sangat cepat.

Arsen memang sering jail padanya, jika sifat jailnya itu datang. Namun, kali ini sifat jailnya berbeda.

Dia takut jika Arsen melakukan hal yang macam-macam padanya. Padahal memang sudah sah. Tapi mereka juga sudah memiliki kesepakatan. Tidak ada hubungan suami istri ketika tidak dilandaskan dengan cinta.

Maka dari itu kejadian itu tidak akan terjadi karena disini hanya Aliza yang menyukai Arsen.

"Untung bisa lepas," lirih Aliza setelah bisa menetralisir detak jantungnya.

***

Suara tepukan bergemuruh itu mulai terdengar ketika Aliza berhasil memotong pita yang sudah dipasang tepat didepan toko rotinya.

Dengan hiasan yang begitu cantik dan balon yang terpasang didua sisi pintu masuk. Pagi ini Aliza terlihat sangat cantik dengan dress berwarna maroon panjang, dengan belahan dibagian samping sampai ke lutut.

Aliza menoleh menatap Melia. "Mel!"

"Lo hebat banget." Pujian yang terlontar dari mulut Melia itu mampu membuat Aliza tersenyum.

"Makasih ya. Ini juga berkat bantuan lo." Mereka akhirnya berpelukan begitu erat.

Kalau bukan karena bantuan Melia, mungkin dia tidak akan bisa membuka cabang toko rotinya. Kerena bapak pemilik tanah terlalu kekeh dengan harga yang sudah dia tetepakan.

Aliza bersyukur mempunyai sahabat seperti Melia. Berhubungan sahabatnya itu masih tetanggaan dengan bapak pemilik tanah. Setelah bernegosiasi, akhirnya dapat juga harga yang sesuai budgetnya.

"Oh ya. Mana Arsen?" tanya Melia setelah melepaskan pelukannya.

Aliza tersenyum. "Dia nggak bisa dateng."

"Loh? Kenapa?" Melia mengernyit bingung.

"Katanya ada rapat sama klien penting."

"Sepenting apa sih?"

"Ya udah biarin aja. Gue nggak bisa maksa dia buat dateng." Terselip nada kesedihan dalam kalimat Aliza.

Melia mengusap lembut punggung Aliza. "Sabar ya."

Aliza mengangguk. "Ya udah ayo masuk. Hari ini semua roti yang ada disini gratis buat lo."

"Wah. Seriusan?"

Aliza mengangguk kembali. "Ambil sepuas lo."

Aliza sengaja membiarkan Melia mengambil sesuka hatinya roti yang dirinya mau. Sebagai tanda terima kasih pada sahabatnya itu yang sudah membantunya.

Melia kemudian masuk bersamaan dengan beberapa orang yang ingin masuk hingga mereka harus bersabar, karena terlalu banyaknya pengunjung.

Aliza tersenyum melihat Melia yang terjepit diantara banyaknya kerumanan orang.

"Al!" Panggilan itu membuat Aliza menoleh dan mendapati Niko sudah berdiri tepat didepannya.

"Kapan lo datang?" tanya Aliza penasaran. Karena setaunya tadi sebelum acara gunting pita, dia tidak melihat Niko.

"Barusan."

"Ini kan hari pertama toko roti lo buka. Jadi, lo harus traktir gue," ucap Niko seenak jidatnya.

"Beli lah!"

"Jahat bener lo sama gue, Al."

Aliza memutar bola mata jengah. "Ya udah ambil sepuas lo."

Wajah Niko langsung berubah drastis.

Yang tadinya wajahnya ditekuk tapi sekarang menjadi sumringah.

"Makasih ya, Al." Niko tanpa sadar terlalu keras memegang lengan Aliza sangking senangnya, dan itu membuat Aliza mengaduh kesakitan.

"Sorry-sorry," ucap Niko dengan cengiran khasnya. Aliza yang tak mau meladeni Niko akhirnya berjalan masuk meninggalkan adik iparnya itu sendirian.

***

"Aduh kepala gue!" Sekarang perempuan dengan dress berwarna maroon itu memegangi kepalanya dan tak lama langsung terjatuh diatas lantai.

Membuat atensi semua orang terpusat pada perempuan itu. Aliza juga ikut melihat sebenarnya ada apa?

Alangkah terkejutnya Aliza ketika melihat siapa yang jatuh pingsan. Dia adalah Risa.

Dia berusaha membangunkan Risa tapi usahanya nihil.

"Pak! Tolong telpon ambulans!" teriak Aliza pada kedua satpamnya yang juga ada ditempat kejadian.

Setelah beberapa menit perjalanan Aliza berusaha untuk membuat perempuan di depannya ini sadar. Walau nyatanya sampai di rumah sakit pun Risa belum sadarkan diri.

Baru saja turun dari mobil, Aliza sudah menemukan Arsen yang menunggu di depan pintu rumah sakit.

Risa mulai didorong masuk mengunakan bed. Diikuti oleh Aliza di belakangnya.

Jujur Aliza ingin pulang saja. Dia tidak ingin melihat kesakitan yang kesekian kalinya.

Namun, hatinya menolak. Risa jatuh pingsan di tokonya. Dia takut jika nanti terjadi apa-apa dengan perempuan itu.

"Risa! Bangun sayang!" Suara Arsen mulai memelan, tapi Aliza masih tetap bisa mendengar.

Sakit sekali ketika mendengar kalimat Arsen. Aliza mengepalkan tangannya kuat.

Menahan rasa sesak dalam dadanya.

Melihat Arsen yang begitu menyedihkan sekarang membuat Aliza juga ikut sedih.

Entahlah, rasany tidak tega melihatnya seperti itu.

"Silakan tunggu diluar, Pak!" ucap seorang perawat dengan menutup pintu.

Mau tak mau Arsen harus menuruti perkataan perawat itu. "Kamu kenapa lagi sih, Sayang?" lirih Arsen seraya memukul dinding didepannya.

Aliza memberanikan diri untuk mendekat. "Duduk dulu yuk, Kak!"

Arsen menoleh menatap Aliza tajam. "Lo apain Risa sampai kaya gini? Hah?"

Suara tajam milik Arsen itu berhasil membuat Aliza memejamkan matanya takut.

Arsen menarik tangan Aliza dan membawanya kearah dinding rumah sakit lalu mengunci pergerakan istrinya.

"Mau lo apa sih, Al? Apa karena gue nggak bisa dateng ke acara lo itu?" tanya Arsen mengebu-gebu menahan amarahnya.

Aliza diam dengan mata terpejam. Jarak mereka kini tingga 5 cm saja. Dia sadar jika Arsen begitu marah padanya.

"Jawab!" Bentakkan Arsen mampu membuat Aliza membuka matanya cepat.

"Ng-nggak, Kak."

"Kenapa Risa bisa sampai pingsan di toko lo, Al?"

"G-gue nggak tau, Kak," jawab Aliza menahan rasa takut mati-matian.

Arsen mengacak rambutnya frustasi.

"Awas kalo sampai ada apa-apa sama Risa. Lo harus tanggung jawab!" Dia segera meninggalkan Aliza tanpa menunggu jawaban istrinya itu.

Kesel banget sama Arsen.

penasaran nggak nih sama kelanjutannya?

Pantengin trus ya.

1
Alora Ulandari
happy end dongggg kak trus si risa tu nikah trus baikan
Witri A
bab 2
Amelia Samsung
lanjut lh
Erni Fitriana
chocolate...sepertinya manis nih karyanya😘
CheapShop
hah... begini aja
CheapShop
berharap ada cowo lain.... masa bekas kakak diambil adik....
lan
thor ini update ya sekali seminggu?
Chocolateee: Aku usahain dua hari sekali, Kak.
total 1 replies
CheapShop
lama.... sedikit..... berharap bonus up....
paling jg ga mau liat itu flashdisk
Sondang Sartika Lumbanraja
nahhh loooo orang tua dah setuju pisah
CheapShop
cepet ketahuan mertua biar cerai.....
CheapShop
masih belom jelas.... knapa ga pisah aja.... cinta sendiri ya
Umisah Asther
kasian km Al moga cepat pisah biar nyesel arsen...punya suami bukan bikin bahagia malah nyakitin trs
Umisah Asther
gitu dong hrs tegas Aliza.... jangan mau di tindas
4U2C
𝐤𝐚𝐫𝐚𝐭𝐞𝐫 𝐝𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐜𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐢𝐧𝐢 𝐭𝐞𝐫𝐥𝐞𝐛𝐢𝐡 𝐀𝐋𝐈𝐙𝐀 𝐭𝐞𝐫𝐥𝐚𝐥𝐮 𝐥𝐞𝐦𝐚𝐡,,𝐜𝐨𝐛𝐚 𝐮𝐫𝐮𝐬 𝐭𝐨𝐤𝐨𝐦𝐮 𝐬𝐞𝐧𝐝𝐢𝐫𝐢,,𝐞𝐧𝐠𝐠𝐚𝐤 𝐮𝐬𝐚𝐡 𝐛𝐢𝐧𝐠𝐠𝐮𝐧𝐠 𝐩𝐚𝐬𝐚𝐥 𝐀𝐑𝐒𝐄𝐍,,𝐮𝐝𝐚𝐡 𝐭𝐚𝐡𝐮 𝐀𝐑𝐒𝐄𝐍 𝐚𝐝𝐚 𝐩𝐚𝐜𝐚𝐫 𝐤𝐞𝐧𝐚𝐩𝐚 𝐡𝐚𝐫𝐮𝐬 𝐦𝐞𝐦𝐚𝐤𝐬𝐚 𝐝𝐢𝐫𝐢 𝐬𝐞𝐧𝐝𝐢𝐫𝐢 𝐀𝐋𝐈𝐙𝐀,,𝐬𝐮𝐝𝐚𝐡 𝐭𝐚𝐡𝐮 𝐣𝐮𝐠𝐚 𝐝𝐚𝐫𝐢 𝐚𝐰𝐚𝐥 𝐤𝐚𝐦𝐮 𝐭𝐢𝐝𝐚𝐤 𝐛𝐚𝐡𝐚𝐠𝐢𝐚 𝐦𝐚𝐬𝐢𝐡 𝐣𝐮𝐠𝐚 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐡𝐚𝐫𝐚𝐩,,𝐬𝐨𝐚𝐥 𝐩𝐞𝐫𝐣𝐨𝐝𝐚𝐡𝐚𝐧 𝐢𝐭𝐮 𝐛𝐢𝐬𝐚 𝐤𝐚𝐦𝐮 𝐛𝐚𝐭𝐚𝐥 𝐤𝐞𝐫𝐚𝐧𝐚 𝐤𝐚𝐦𝐮 𝐭𝐚𝐡𝐮 𝐀𝐑𝐒𝐄𝐍 𝐬𝐮𝐝𝐚𝐡 𝐩𝐮𝐧𝐲𝐚 𝐩𝐚𝐜𝐚𝐫𝐤𝐚𝐧,,𝐤𝐞𝐧𝐚𝐩𝐚 𝐡𝐚𝐫𝐮𝐬 𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐩𝐞𝐧𝐮𝐫𝐮𝐭,,𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐣𝐚𝐥𝐚𝐧𝐢 𝐩𝐞𝐫𝐧𝐢𝐤𝐚𝐡𝐚𝐧 𝐢𝐭𝐮 𝐤𝐚𝐦𝐮 𝐀𝐋𝐈𝐙𝐀,,𝐦𝐮𝐧𝐠𝐤𝐢𝐧 𝐤𝐚𝐦𝐮 𝐬𝐮𝐤𝐚 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐦𝐞𝐧𝐲𝐢𝐤𝐬𝐚 𝐡𝐚𝐭𝐢𝐦𝐮 𝐲𝐚..𝐨𝐤 𝐭𝐞𝐫𝐮𝐬𝐤𝐚𝐧 𝐦𝐚𝐥𝐚𝐬 𝐧𝐚𝐤 𝐛𝐚𝐜𝐚,,𝐤𝐚𝐫𝐚𝐭𝐞𝐫 𝐩𝐞𝐫𝐞𝐦𝐩𝐮𝐚𝐧 𝐧𝐲𝐚 𝐜𝐮𝐦𝐚 𝐭𝐚𝐡𝐮 𝐦𝐞𝐧𝐲𝐞𝐝𝐢𝐡𝐤𝐚𝐧 𝐬𝐚𝐣𝐚,,𝐦𝐚𝐜𝐚𝐦 𝐭𝐢𝐚𝐝𝐚 𝐬𝐞𝐦𝐚𝐧𝐠𝐚𝐭 𝐣𝐮𝐚𝐧𝐠..𝐡𝐮𝐬𝐬𝐬𝐬𝐬.
Chocolateee: Makasih ya, kak. udah mau kasih saran sama kritiknya.
total 1 replies
Silvi Aulia
hai Thor aku mampir nih 🤗
jangan lupa mampir di novel aku juga ya Thor buat beri dukungan nya 🙏
Darellia
hay kak, salam kenal semangat berkarya ya maaf aku telat mampir
Asseret Miralrio
❤️Karakter-karakter dalam cerita ini begitu hidup dan membuatku empati padanya.
Tình nhạt phai
Tolong update sekarang juga biar bisa tidur malam dengan tenang.
Bipana Telaija Gurung
Aku udah ngebayangin situasi karakter-karakter disini ke kehidupan nyata, bisa ngeri ngeri sedap gitu loh!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!