Irma Sukma Ayu adalah penari termashur di desanya. Dia gadis cantik dengan sejuta pesona, penampilannya di atas panggung selalu ditunggu dan dinanti para penggemarnya.
Irma adalah gadis cantik yang anggun, tutur bahasanya lemah lembut dan sangat ayu. Sehingga ia menjadi kesayangan seorang Juragan Muda bernama Tama Sutha Jaya, sang pemimpin group ronggeng tempat Irma menari.
Namun, kisah cinta mereka tidaklah berjalan mulus. Irma yang ayu ternyata dicintai oleh makhluk tak kasatmata juga. Laki-laki itu harus bersaing secara sengit demi membebaskan Irma dari pengaruh sang Raja Jin penguasa hutan larangan yang memang sudah lama mengincar Irma sejak dia masih bayi merah.
Lantas bagaimana kisah mereka, dan ada Misteri apa yang tersimpan dari seorang penari ronggeng dari Desa Renggong ini? Yuk, Cekidot!
***
Don't forget, Gais!
Like, komen, love and givenya, ya
Thank you😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Niti Susanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30
"Aku bilang jangan ikut campur urusanku! Orang tua gadis itu sendiri yang datang padaku meminta pertolongan dan aku sudah mengatakan syarat dan ketentuannya terlebih dahulu tanpa aku membohonginya. Dan mereka setuju, lalu di mana salahku, hah?" ucap Jin Saba penuh dengan keyakinan kalau dirinya tidak bersalah.
"Dan kau memanfaatkan kerapuhan iman mereka wahai, Jin. Kau mengambil keuntungan dengan apa yang menjadi kelemahan mereka," sahut Danu Aji lebih memojokkan.
"Lalu di mana salahnya? Kami sama-sama membutuhkan, mereka butuh bantuanku dan aku meminta imbalan atas apa yang sudah kuperbuat untuk membantu mereka," balas Jin Saba tetap tak merasa bersalah.
"Dasar kau Jin laknat, sebaiknya kau bertobat dan lepaskan gadis itu. Sebelum aku musnahkan!" ancam Danu Aji dengan nada tinggi.
Jin Saba tertawa terbahak. "Kau mengancamku, hah?" tanya Saba dengan tatapan tajam.
"Tidak, itu adalah peringatan bagimu!" tegas Danu Aji kembali tenang, dia tahu bahwa ia harus pandai mengatur emosi, jangan pernah terpancing amarah karena itu semua akan mengagalkan usahanya.
"Kau tahu, di mana sekarang tempatmu berdiri?" tanya Jin Saba dengan nada sombong. "Ini adalah istana tempat tinggalku, daerah kekuasaanku, alamku sendiri. Kau tak akan mampu melawan seluruh pengikutku hanya seorang diri, haha!"
"Jangan sombong kau Jin laknat, terimalah seranganku!" kata Danu Aji mulai geram.
Jin Saba tertawa. "Lebih baik kau urus temanmu sebelum dia mati, haha!" peringat Jin Saba dengan tawa sinis.
Danu Aji berusaha tenang, ia ingat dirinya meninggalkan Tama di luar goa, kini Danu Aji mulai panik memikirkan nasib Tama. Danu Aji paham ini semua adalah pengalihan membuat konsentrasinya buyar dan Jin itu benar, kini konsentrasi Danu Aji gelisah memikirkan keadaan Tama di luar sana tanpa Danu Aji sadari, jin Saba melayangkan serangan padanya.
SHEEETT!
.
"Aaaakh!" Danu Aji berteriak saat cahaya merah menyambar tubuhnya hingga terlempar dan membentur dinding goa lalu jatuh ke tanah.
Danu Aji mendesis sakit dan terbatuk. "Astagfirullahaladzim." Danu Aji bangkit dengan meremas dadanya lagi-lagi ia diserang dengan kekuatan maha dahsyat dari jin itu yang membuatnya harus kembali terluka.
Suara auman dari luar goa menyadarkannya dengan keadaan Tama di luar sana. "Tama!" ucap Danu Aji menoleh ke arah pintu goa.
Terdengar suara seekor serigala, mata serigala itu menyala dengan menyeringai menunjukan gigi taringnya yang tajam. Siluman serigala itu mengaum dan melompat menerkam tubuh Tama dan mengoyak tubuhnya.
"Ya Tuhan! Tolooonng tolooong!" "teriak Tama, di bawah kungkungan hewan buas itu.
Tinjuan Tama pada hewan itu mencoba melawan hewan buas itu. Namun, silamuman serigala itu membalasnya dengan cakaran tajam di berbagai bagian tubuh Tama.
"Aaarrgh!" teriak Tama dan Serigala itu siap menggigit pundak Tama. Namun,Danu Aji segera melesat menerjang tubuh serigala itu hingga tubuh hewan berkaki empat itu terlempar dari atas tubuh Tama yang sudah bersimbah darah segar, pakaian pria itu penuh dengan robekan dan darah, kulit putihnya penuh dengan luka goresan yang begitu dalam.
Tama mencoba bangkit dan menyeret tubuhnya agar menjauh, pria itu meringis kesakitan seraya memegang satu luka yang menganga di dadanya, rupaya pria itu diserang secara brutal oleh hewan itu.
Serigala itu menatap Danu Aji tajam, ia bersiap menyerang Danu Aji yang saat itu juga tengah lemah akibat serangan jin Saba secara tiba-tiba.
"Aaauuuummmm!" Serigala itu menerjang Danu Aji dan pria itu melayangkan tinjuannya kepada sang serigala, sehingga hewan buas itu terlempar jauh dan wujudnya berubah menjadi sosok seperti manusia.
Siluman itu kembali menyerang Danu Aji. "Kurang ajar kau! Hiaaa!" Siluman Serigala itu berlari dan menyerang Danu Aji.
Tendangan dan tinjuan mereka saling serang, hingga keduanya saling mundur beberapa langkah ke belakang. Danu Aji mulai merapal mantra ajiannya dan melayangkan tinjuan jarak jauhnya ke arah siluman serigala itu.
Ledakan tak terelakkan, tubuh manusia serigala itu seketika hancur dan lenyap menjadi debu.
"Alhamdulillah, Ya Allah ..." ucap Danu Aji menyapukan kedua telapak tangan ke wajahnya, ia kembali menyentuh dadanya yang kembali terasa sakit. "Tama!" panggil Danu Aji seraya berusaha melangkahkan kakinya mendekati tubuh Tama yang tak berdaya.
"Maafkan aku, karena aku kita gagal menghancurkan jin keparat itu, sshh!" desis Tama seraya meringis merasakan luka-luka yang ada di tubuh nya.
"Sudahlah, lebih baik kita segera pergi dari sini dulu, kita harus memulihkan keadaan kita lebih dulu. Luka-lukamu lumayan parah Tama. Cepat kita tinggalkan tempat ini," kata Danu Aji seraya memapah tubuh Tama yang terluka parah.
Mereka segera meninggalkan tempat itu, meski langkah Tama terseok-seok karena ada luka cakar juga berada di betis sebelah kanan.
"Apa makhluk itu menyerang kamu sebegitu ganasnya, hingga luka-lukamu sampai separah ini?" tanya Danu Aji seraya memapah tubuh Tama.
"Ya begitulah, kalau kau terlambat sedikit saja, mungkin aku sudah habis oleh siluman itu," jawab Tama merasa bersyukur, dan Danu Aji menanggapinya dengan tersenyum. "Kau sudah menyelamatkan aku dua kali Danu Aji, terima kasih. Kalau bukan kau yang berusaha mengobatiku, mungkin aku hingga sekarang masih gila," lanjutnya seraya tersenyum.
"Sama-sama. Jin itu yang sudah melakukannya padamu," ucap Danu Aji.
***
Hari itu, ketika Danu Aji kembali dari rumah Irma yang sudah kosong,dan menemukan sosok bocah yang disinyalir mereka adalah anak-anak Irma dan Jin Saba. Danu Aji digerakan agar mau mampir ke rumah Tama, setelah bertemu dengan si mbok yang bekerja di rumah Tama terlihat gelagat aneh menurut Danu Aji.
Danu Aji pun menaruh kecurigaan kalau tidak ada yang tidak beres pada Tama, pria itu pun memutuskan untuk kembali pulang, karena ia di larang bertemu oleh si mbok yang bekerja di rumah Tama itu.
Danu Aji pun pulang ke rumah dengan berbagai pertanyaan, ke mana Irma pindah dan terkejut dengan sosok anak-anak yang berada di dalam rumah kosong itu juga keanehan dari sikap si mbok itu, Danu Aji ingin segera menanyakannya pada bapaknya--Ki Agung Kusumo.
Moga ajj darah yg d hisap gk sampe ketelen ma tama.dibuang s3mua
kayak logat batak ajj ya.
Apa athor nya rang medan ya????
tadi terdengar suara rintihan ratna kesakitan waktu dukun nya mo tiba.
lah saat mo lahiran malah teriakanny gak kedengaran sampe luar karna ruangan d kasih peredam suara.klo cerita jaman segitu.apa ya udah ada redam suara.🤦♀️🤦♀️